From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 33 pembantaian



Pada saat matahari akan terbit di kerajaan Milefolia, Willy sedang mengadakan pertemuan dengan tentara bayaran yang ia sewa dari Silver Wolf. Willy memberitahu kepada para tentaranya untuk membantu Putri Lia.


Putri Lia berencana untuk menemui pemimpin Low Light bersama dengan Willy. Tadi malam Willy sudah memberitahu Putri Lia untuk membawa beberapa tentara kerajaan, Putri Lia setuju dengan usulan Willy. Mengingat mereka berdua ingin menemui pemimpin Low Light, tidak mungkin pemimpin organisasi gelap mau menemui mereka secara baik-baik.


Walaupun putri setuju, tetap saja keputusan terakhir ada di tangan raja. Putri Lia sudah meminta izin untuk membawa beberapa tentara, tapi raja menolak permintaan Putri. Bahkan raja melarang Putri pergi ke Tiramisu. Tapi keputusan Putri sudah bulat walaupun di larang pergi, putri tetap ngotot ingin pergi, Putri pun ingin pergi secara diam-diam pada pagi hari.


Karena hal itulah Willy memutuskan menggunakan tentara bayaran nya untuk membantu Putri.


Tentara bayaran setuju untuk membantu Putri Lia, sekarang Willy dan para tentara bayaran nya hanya menunggu Putri Lia.


Akhirnya putri Lia sampai, Putri Lia datang dengan membawa 2 buah cristal sihir.


Satu cristal untuk berangkat dan satu lagi untuk pulang.


Semua tentara bayaran berpindah ke kota Tiramisu secara bergantian, setelah semua tentara berpindah, kini giliran Willy dan Putri Lia berpindah ke kota Tiramisu.


Di saat yang bersamaan Lizard sudah menyiapkan beberapa jebakan untuk mencegah tentara yang di sewa oleh kerajaan Milefolia.


Lizard adalah seorang ras Dragon, ia bisa menghabisi para tentara sendirian. Tapi Lizard ingin menghemat tenaga sebanyak mungkin, karena Lizard takut di antara para tentara ada yang memiliki kemampuan setara dengan nya.


Semenjak Lizard menjadi Homonculus Mira, keperibadian Lizard berubah, yang awal nya ia memandang rendah lawan berubah menjadi seseorang yang penuh perhitungan.


Lia sampai di Tiramisu, Lia dan para bala tentara nya sangat menarik perhatian satu kota. Rio yang saat itu secara kebetulan berada di tempat kejadian, Ia menjadi panik. Rio berfikir kalau akan terjadi pertempuran hebat di tengah kota.


Rio tahu kalau bala tentara itu mengincar organisasi Low Light. Oleh karena itu Rio lari menuju rumah nya dan berharap ia tidak terlibat dalam pertempuran. Dan Rio juga berharap porperti nya tidak ada yang rusak akibat pertempuran.


Willy memanggil nomor satu yang berada di antara para tentara.


Willy menyuruh nomor satu untuk memberitahu tempat pelelangan yang nomor satu ceritakan sebelum nya.


Nomor satu menunjuk sebuah gang, beberapa tentara memasuki gang itu. Lalu nomor satu memberitahu jika markas nya ada di dinding sekitar gang.


Secara berutal bala tentara memukul dinding disekitar gang, lalu pada saat salah satu dinding di pukul. Dinding yang di pukul itu terjatuh, dan menunjukkan jalan menuju ruang bawah tanah.


Beberapa memasuki tempat yang mereka temukan di dinding, tapi saat mereka masuk, ada beberapa pisau yang muncul dari tangga yang mereka injak. Hasilnya kaki mereka tertusuk pisau itu, mereka berteriak kesakitan. Saat mereka berteriak pisau itu menjadi panjang, hingga pisau itu mampu mencapai langit-langit.


Pisau-pisau itu kembali memendek dan memasuki tangga lagi, kaki para tentara sudah berlubang sangat besar, bahkan di antara mereka mati karena pisau yang tiba-tiba memanjang.


Mereka mati akibat pisau yang tiba-tiba memanjang itu menusuk kepala mereka sampai tembus. Lia dan Willy yang melihat kejadian itu terkejut. Perasaan mereka bercampur dengan perasaan marah.


"Sialan, Mereka sudah tahu kalau kita akan datang." Kata Willy


"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya Lia.


"Apakah kalian tahu di mana letak jebakan nya?" Willy berteriak kepada para tentara yang masih selamat.


"Kami mengetahui nya. Tapi pasti masih banyak jebakan yang lain nya." Jawab salah satu tentara.


Willy memerintahkan para tentara yang masih belum memasuki ruangan untuk memasuki ruangan. Willy ingin menggunakan para tentaranya untuk memastikan jebakan yang belum terlihat.


Para tentara memasuki ruangan, tapi pada saat mereka sampai tempat yang paling bawah tidak ada satu jebakan pun yang aktif. Mendengar hal itu Willy dan Lia memutusksan untuk pergi ke bawah.


Saat semua tentara memasuki ruangan, tiba-tiba dinding yang mereka hancurkan kembali seperti semula dan menutup jalan keluar mereka. Saat dinding menutup seluruh tempat menjadi gelap gulita. Pandangan mereka menjadi gelap total.


"Semua nya hati-hati. Mungkin ada seseorang yang akan menyerang kita di dalam kegelapan ini." Kata salah satu tentara.


Beberapa detik kemudian, ruangan menjadi terang. Karena di langit-langit ada lampu yang menyala, saat lampu menyala Lia berteriak. Lia berteriak karena ia melihat kalau di depan nya ada setengah tentara yang tergeletak bercucuran darah. Mayat itu tergeletak hingga dasar tangga.


"Putri, kita lanjutkan perjalanan nya. Anda tidak akan menyerah hanya karena hal ini kan." Kata Willy sambil memegang pundak Lia.


Lia pun menguatkan dirinya untuk berjalan di antara mayat. Akhirnya mereka sampai di dasar, dengan bala tentara yang hanya tersisa sedikit.


Beberapa tentara menjadi pesimis.


"Tuan Willy, ayo kita hentikan saja. Kita bahkan belum bertemu pemimpin nya tapi pasukan kita hanya tersisa setengah." Kata salah satu tentara.


"Tidak! kita akan melanjutkan nya." Jawab Willy dengan lantang.


"Ta-tapi tuan-"


"Akan ku bayar kalian 5 kali lipat dari biasanya, jika kalian bisa mengantar kami hingga bertemu pemimpin Low Light."


Para tentara, yang awalnya pesimis. Mulai menjadi optimis kembali, akhirnya mereka pun berjalan kembali.


Mereka berjalan hingga mereka sampai di sebuah pintu. Pintu itu di jaga oleh 2 orang Giant.


"Jika kalian ingin melanjutkan kalian harus membunuh kami terlebih dahulu." Kata salah satu Giant.


"Gi-Giant!? Kenapa bisa ada ras Giant, disini!?" Kata Willy.


Salah sati Giant, memukul kan tangan nya ketanah, ada beberapa orang yang tidak bisa menhidar. Hingga mereka semua terpukul oleh tangan besar Giant itu.


"Sialan. Mundur, semua orang mundur. Kita kembali kepermukaan." Kata salah satu tentara.


"Woy tunggu kalian!" Kata Willy berteriak.


Para tentara, hendak kembali ke tangga yang menuju permukaan. Tapi salah satu raksasa berlari dengan sangat kencang. Hingga membuat tanah bergetar. Dari getaran tanah itu para tentara kehilangan keseimbangan tubuh nya hingga mereka semua jatuh tersungkur.


Laku raksasa yang berlari itu, menginjak semua tentara yang jatuh itu. Akhirnya tentara yang menemani Willy dan Lia sudah habis. Dikarenakan dua raksasa.


"Sekarang karena pasukan sudah habis. Kalian boleh memasuki ruangan selanjutnya dan bertemu dengan tuan Lizard."


Willy dan Lia memasuki ruangan selanjutnya, tapi Willy dan Lia sudah putus asa. Mereka berdua berfikir mungkin mereka akan di bunuh oleh pemimpin Low Light. Willy menyesal karena menemani Lia. Dan Lia menyesal karena ia ingin pergi menemui pemimpin Low Light. Lia berfikir seharusnya ia ikhlas kan saja kepergian Wiliam. Willy juga berfikir ternyata keputusan raja selama ini benar, Willy berfikir betapa naif nya dirinya.


Akhirnya mereka berdua sampai di ruangan yang terdapat banyak kursi di dalam nya, lalu di depan semua kursi itu terdapat panggung yang sangat besar. Lalu di atas panggung itu berdir seorang gadis setengah kelinci.


"Halo. Namaku Rabisia, bagaimana pertunjukkan kami sebelum nya? Apakah kalian senang?" Gadis itu tersenyum.


"Pertunjukkan kau bilang? Kau membantai semua pasukan! Kau bilang itu pertunjukkan!?" Lia berteriak.


"Itu salah mereka, kenapa mereka tidak kembali saja. Mereka malah memilih melanjutkan. Kalian ini bodoh ya."


Willy dan Lia terdiam, lalu mereka melihat seorang pria muncul dari belakang panggung.


"Jadi kalian yang ingin bertemu dengan ku. Kira-kira ada apa sampai putri kerajaan Milefolia ingin bertemu dengan ku."


"Jadi kau yang bernama Lizard." Kata Lia.


"Itu benar, aku adalah pemimpin dari Low Light. Salam kenal semuanya."