From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 336 Pertemuan tidak terduga



'Kak Mira, Kami tidak langsung berpindah ke Ibu kota. Seperti nya ada (Barrier) yang menghalangi teleportasi kami.' Arisa memberikan pesan melalui (Telepathy). Aneh, seharus nya tidak ada (Barrier) yang menghalangi sihir teleportasi di Ibu Kota. Jika ayah melakukan itu para pedagang berpengaruh akan protes karena tidak bisa langsung berpindah ke balai kota, dan itu jelas akan merugikan kerajaan. Jelas terjadi sesuatu di Ibu Kota.


'Lalu, kalian berada di mana saat ini?' tanpa membuka mulut, aku berbicara dengan Arisa melalui pikiran ku. Saat melakukan itu, aku terus berjalan menyusuri jalanan kota Moussaka.


'Kami berada di sebuah desa yang berjarak setengah hari perjalanan dari Ibu kota. Kami tidak langsung berpindah ke ibu kota, tapi sebagai ganti nya kami berpindah ke suatu tempat dekat dengan Ibu kota.


Desa yang berajak setengah hari dari Ibu kota... Kalau tidak salah... 'Maksud mu Desa itu...?'


'Ya. Desa yang itu.' Jawab Arisa saat aku memastikan Desa yang paling dekat dengan Ibu kota sesuai dengan ingatan ku.


'Aku mengerti situasi kalian. Kalau bisa, lakukan perjalanan tanpa menarik perhatian. Fakta kalian tidak langsung berpindah ke ibu kota jelas menandakan ada sesuatu yang janggal terjadi di ibu kota.'


'Baiklah. Kami akan menyewa kereta untuk pergi ke kota, saat kami sampai, aku akan mengirimkan pesan lebih lanjut.'


Pesan (Telepathy) pun terputus.


"Seperti nya kita langsung menemui masalah." Kata Natasha.


Natasha yang juga menerima pesan dari Arisa, menghela nafas dengan wajah lelah setelah pesan baru saja terputus.


"Ya Begitulah... Operasi kita kali ini kita lakukan dengan spontan tanpa adanya perencanaan lebih lanjut. Jadi wajar jika kita menemui masalah begitu cepat... Lebih penting lagi, lebih baik kita pergi ke salah satu toko untuk mencari informasi lebih lanjut."


Karena kami sudah berjalan kurang lebih selama lima menit, aku pun menyarankan Natasha untuk memasuki sebuah toko yang ada di dekat kami. Toko itu seperti nya menjual manisan, yang di tandai dengan papan di depan toko. Natasha menyetujui saran ku, kami berdua pun memasuki toko manisan itu.


Berjalan di depan ku, Natasha dengan alami membukakan pintu toko untuk ku. Saat pintu terbuka, sebuah lonceng yang berguna untuk menandakan orang masuk berbunyi. Sang kasir yang terlihat nampak bosan, membenarkan postur tubuh nya lalu menyapa kami dengan senyuman.


Saat memasuki toko, aku langsung menyusuri rak-rak toko. Melihat sebuah manisan yang nampak menarik bagi ku, aku menghentikan langkah ku lalu mengambil manisan yang ada di depan ku.


Manisan yang membuat ku tertarik adalah bola hitam, yang terbuat dari coklat hitam sebagai bahan utama nya, tanpa mencipipi pun, aku dapat tahu hal itu hanya dalam sekali lihat.


Saat tangan ku sudah menyentuh bungkus manisan, ada seseorang yang menyentuh manisan itu bersamaan dengan ku, menyebabkan tangan kami tumpang tindih di bungkus manisan itu.


Aku melihat ke samping, di samping ku ada seorang wanita berambut hitam yang sama dengan ku. Aku menatap wanita itu langsung ke arah mata nya, yang di balas oleh wanita itu yang juga langsung menatap ke arah mata ku. Jika ini cerita romantis, dan aku atau dia adalah pria, ini pasti akan menjadi scene di mana sang pemeran utama bertemu dengan sang heroine.


Kami saling menatap selama beberapa detik. Saat aku terus menatap mata nya, aku pun menyadari sesuatu... Wanita ini nampak familiar... Saat aku mencari di otak ku, seseorang dengan wajah yang mirip dengan wanita yang di samping ku, dia tiba-tiba berbicara kepada ku.


"Mi-Mira!?"


Saat mendengar suara nya, dan terus memperhatikan wajah nya sembari mencari ingatan di otak ku, aku pun menyadari identitas wanita yang ada di samping ku. Dengan suara parau, aku berkata...


"... Kak Rosa..."


Natasha yang selama ini berdiri di belakang sisi kanan ku, mata nya melebar, terkejut dengan pertemuan yang tidak terduga kali ini.


Sebelum dia menyelasikan perkataan nya, aku menutup mulut nya dengan tangan ku yang satu lagi. Lalu aku berbisik kepada nya. "Bisa kita bicara di tempat lain?"


Kak Rosa mengangguk, kemudian ia bertanya apakah aku ingin membeli manisan yang saat ini ku incar. Karena manisan itu tinggal satu, dan Kak Rosa bersedia menyerahkan nya pada ku, aku pun mengangguk lalu mengambil bungkus manisan itu lalu mengantar nya ke kasir. Tidak berselang lama aku dan Natasha berdiri di kasir, kak Rosa datang sambil membawa bungkus manisan lain.


Setelah membayar manisan ku, dan menunggu Kak Rosa menyelesaikan pembayaran nya, kami bertiga pun pergi keluar dari toko.


"Apakah kalian tinggal di suatu tempat di kota ini?" Tanya nya, sesaat kami keluar dari toko.


"Sebenarnya kami baru sampai di sini."


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita berbincang di tempat ku tinggal?"


"Jika itu tidak merepotkan, baiklah."


Kak Rosa pun mengantar kami ke tempat nya tinggal, selama kami berjalan, kami tidak melakukan percakapan sama sekali. Jadi perjalanan kali ini hanya di sertai dengan suara warga kota yang memenuhi jalanan. Sembari berjalan, aku menyiapkan pertanyaan yang ingin ku tanyakan kepada Kak Rosa di kepala ku, hingga akhir nya kami sampai di sebuah rumah mewah yang berjarak lima menit dari toko manisan.


Membuka pintu rumah, Kak Rosa di ikuti dengan aku dan Natasha pun memasuki rumah. Di dalam sudah ada seorang wanita dan bocah laki-laki yang menunggu.


"Selamat datang kembali... Siapa tamu yang kau bawa?"


Kak Rosa tidak menjawab pertanyaan wanita itu, ia memilih menutup pintu lalu mengunci nya. Sesaat pintu di tutup, aku menonaktifkan sihir yang merubah warna rambut ku, dan Natasha melepaskan anting yang berguna untuk merubah penampilan nya. Dalam sekejap, penampilan kami berubah seperti semula, saat itulah wanita dan bocah laki-laki yang menunggu Kak Rosa terkejut saat melihat ku dan Natasha.


"... Aku tahu Selir Lavender terkejut. Tapi sebaik nya kita membicarakan hal ini di tempat yang sesuai." Kata ku kepada wanita yang menunggu Kak Rosa, yang identitas nya adalah Ibu kak Rosa Selir Lavender, untuk bocah laki-laki itu, sudah jelas dia adalah anak laki-laki Kak Rosa, yang nama nya tidak ku ingat.


Atas saran ku, kami semua berpindah ke ruang tamu. Aneh nya tidak ada pelayan di rumah ini, untuk orang biasa itu adalah hal wajar, tapi untuk aristokrat itu sudah sangat aneh. Untuk ku saja, Arisa atau Natasha yang bertugas melayani ku. Tapi kali ini, Natasha yang di mata publik terkenal sebagai pelayan ku tidak bertugas untuk melayani keluarga Kak Rosa. Tentu saja, aku yang menyuruh nya untuk tidak melakukan itu, dan Kak Rosa sama sekali tidak keberatan dengan hal itu. Jadi sebagai ganti nya, kali ini yang menyediakan teh adalah Selir Lavender, untuk pendamping teh, kami menggunakan manisan yang aku dan Kak Rosa beli.


Setelah teh tersedia, dan manisan sudah di susun, lalu Selir Lavender sudah mengambil tempat duduk nya. Kami pun saling bertukar informasi.


"Untuk memulai," Setelah meminum seteguk teh, aku mulai berbicara. "Aku ingin Kak Rosa menjelaskan semua hal pada ku, mulai dari alasan Kak Rosa ada di sini sampai berita terbaru di kerajaan Fantasia. Sayang nya aku sama sekali tidak mengetahui apa-apa mengenai kondisi di kerajaan."


Kak Rosa menaruh cangkir teh yang telah ia minum di atas meja, kemudian ia mulai menjelaskan semua hal pada ku.


Untuk memulai, Kak Rosa sama sekali tidak mengetahui kondisi terkini di Ibu kota, tapi ia menjelaskan alasan ia bisa berada di kota ini. Beberapa jam yang lalu, Kak Rosa berpindah ke kota ini menggunakan kereta kuda atas perintah dari Ibu. Alasan ia berpindah ke sini karena Ibu merasakan ada sesuatu yang janggal di Ibu kota beberapa bulan terakhir, khawatir akan terjadi masalah, Ibu menyuruh mereka berpindah kemari untuk menghindari kalau-kalau masalah yang Ibu khawatirkan benar-benar terjadi.


"Begitu ya... Aku mengerti alasan kalian bisa berada di sini." Kalau begitu, Ibu setidak nya masih hidup saat mereka sampai di kota ini.


"Lalu, bisakah aku menanyakan hal yang sama pada mu?" Kata Kak Rosa pada ku.


Aku pun mulai menjelaskan rentetan kejadian mengapa aku bisa berada di kota ini.