From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 312 Pertarungan memasuki tahap baru



Seorang Player jika ingin bermain bersama teman nya, biasa nya mereka akan membentuk Party. Pembentukan Party sangatlah menguntungkan bagi para Player, dengan membentuk Party mereka dapat memonitori jumlah HP dan MP masing-masing anggota Party, mereka juga dapat mengetahui jika ada anggota Party yang mati. Dengan begitu, mereka dapat mengetahui kapan harus mundur untuk menyusun ulang strategi saat melawan Boss. Pembentukan Party ini tidaklah hilang ketika Bruno, Siegurd, Javelin, dan Catherine berpindah ke dunia lain. Hal ini di karenakan mereka berpindah ke dunia lain dengan status sebagai Player, tidak seperti Mira.


Atas alasan inilah Javelin dapat mengetahui kalau HP Bruno terus berkurang setiap detik nya. Selama Jack dan Javelin mengawasi Bruno dan Natasha bertarung, Javelin secara terus menerus memonitori jumlah HP dan MP milik Bruno, walaupun ia tahu kalau Bruno tidak bisa mati ia masih tidak bisa menghilangkan kebiasaan lama nya untuk mengecek sisa HP dan MP teman separty nya.


'Ada apa ini? Mengapa HP Bruno terus berkurang?' Pikir Javelin sembari memfokuskan pandangan nya ke sudut kanan atas penglihatan nya, di sana ada Bar HP dan MP milik nya dan ketiga teman nya. Bar HP milik Siegurd dan Catulus sudah kosong, Bar HP milik nya masih tersisa 75% sedangkan Bar HP milik Bruno tersisa 55%, yang terus berkurang setiap detik nya.


Karena merasa janggal, Javelin menggunakan suatu item yang memiliki fungsi untuk melihat efek negatif seperti efek kutukan. Setelah menggunakan item itu, akhir nya ia mengetahui alasan mengapa HP Bruno terus berkurang. Di depan penglihatan Javelin ada sebuah layar bertuliskan: 'Individu bernana Bruno mendapatkan kutukan Vampir yang membuat HP nya berkurang satu persen setiap detik nya.'


'Uwaaah.... Apa-apaan dengan efek kutukan ini? Bukankah ini curang?' Pikir Javelin saat membaca layar yang ada di depan nya. 'Haruskah aku memberitahu hal ini pada Bruno?'


Di saat Javelin masih dalam dilema nya, di sisi lain, Jack yang terus memperhatikan pertarungan Natasha dan Bruno merasa kebingungan dengan serangkaian kejadian tidak terduga yang terjadi saat Natasha dan Bruno bertukar serangan satu sama lain.


'Apa yang.... Terjadi...? Mengapa orang itu memutuskan untuk menghindari serangan Kak Natasha... Hah...? Kenapa serangan Kak Natasha tiba-tiba mempan...? Pertarungan mereka berdua benar-benar di luar akal sehat.' Pikir Jack dengan ekspresi rumit di wajah nya, ia sama sekali tidak mengerti apa yang sedang terjadi.


"Ah... Orang itu, tiba-tiba menjauh dari Kak Natasha..."


Di saat Jack berkata seperti itu, Javelin akhir nya memutuskan untuk memberitahu Bruno mengenai kutukan Vampir, ia mengirim Bruno menggunakan (Messege) seketika Bruno menerima (Messege) dari Javelin ia langsung melompat menjauh dari Natasha. Jika dalam keadaan tidak bingung Natasha pasti langsung akan mengejar Bruno sesaat ia melompat, tapi Natasha saat ini masih kebingungan dengan perubahan perilaku Bruno, yang akhir nya membuat Natasha meningkatkan kewaspadaan nya, membuat nya memutuskan untuk berhenti melakukan serangan lanjutan kepada Bruno.


'Apa yang ia rencanakan?' Pikir Natasha sembari mengacungkan pedang darah nya ke Bruno.


'Sial... Aku tidak tahu kalau senjata milik nya memiliki efek kutukan.' Pikir Bruno, mata nya terfokus ke pedang yang di pegang oleh Natasha. 'Kalau tahu begitu, aku tidak akan menerima serangan nya secara langsung.'


Informasi yang di terima Bruno dari Javelin hanya memberitahu kalau Bruno terkena kutukan Vampir, Javelin tidak memberitahu bagaimana cara nya Bruno terkena kutukan itu, hanya saja dengan kemampuan analisis Bruno, ia bisa tahu bagaimana ia bisa terkena kutukan itu. Bruno pun berhasil menebak dengan akurat kalau kutukan darah milik Natasha di sebabkan oleh senjata nya. Sesudah mengetahui asal dari kutukan itu, Bruno pun memikirkan ulang bagaimana cara melawan Natasha. Untung saja, Natasha tidak melanjutkan serangan beruntun nya, memberikan Bruno cukup waktu memikirkan ulang strategi nya.


'Apa yang harus ku lakukan? Aku bisa saja menghindari serangan nya, tapi itu tidak akan membuat nya berhenti menyerang... Harus kah aku menyerang balik? Tapi kalau aku melakukan itu... Baiklah, apapun yang terjadi, aku harus segera membuat nya menyerah. Kalau bisa aku tidak ingin membunuh nya, aku harus sebisa mungkin tidak membuat Mira semakin membenci ku.'


Alasan Bruno tidak melawan Natasha, dan terus memilih bertahan dari serangan nya karena ia tidak ingin melukai seseorang yang sangat berharga bagi Mira dan ada alasan lain juga. Tujuan Bruno menyelesaikan Quest nya bukan hanya untuk pulang ke dunia nya tapi juga untuk membawa Mira pulang ke dunia lama nya. Atas alasan tidak ingin melukai Mira yang membuat Bruno sering mengundurkan pelaksanaan rencana nya sampai sekarang, yang sebenarnya rencana itu bisa ia laksanakan kapan saja.


Bruno kemudian merubah status nya, yang semula status nya fokus pada kekuatan murni berubah menjadi kecepatan murni, hal ini tentu saja membuat pergerakan nya menjadi sangat cepat.


Melihat kecepatan gerak Bruno, membuat mata Natasha terbelalak kaget, dengan kecepatan yang hampir sama, Natasha berhasil merubah pedang nya menjadi perisai, menangkis tebasan pedang Bruno. Hantaman keras senjata mereka berdua menyebabkan gelombang kejut yang lebih besar dari sebelum nya. Gelombang kejut itu seketika menciptakan kawah berukuran delapam ratus meter, gelombang kejut itu tentu saja membuat Jack dan Javelin terlempar hingga ke pesisir pantai yang berjarak lima kilometer dari tempat mereka berdiri.


"Anu... Lebih baik kita menjauh dari tanah ini." Sesaat Javelin berhasil mendarat dengan aman di kumpulan pasir pantai, Javelin mengatakan hal itu kepada Jack yang terbaring tepat di samping nya.


Jack tidak menjawab Javelin. Dia malah bersiap-siap pergi ke tempat Natasha dan Bruno bertarung, melihat hal itu, Javelin berkata dengan suara kecil. "Sebaiknya kau tidak pergi ke sana..."


Mendukung perkataan Javelin, gelombang kejut lain nya tercipta kembali, kali ini lebih besar dari sebelum nya, gelombang kejut kali ini menyapu apa saja yang berada dalam radius gelombang kejut itu, radius gelombang kejut itu mencapai satu kilometer dan angin kencang akibat gelombang kejut itu mencapai tempat Javelin dan Jack berada. Tidak, angin kencang yang tercipta lebih jauh dari itu, hal ini terbukti dengan gelombang pasang air laut yang menggila akibat dari angin kencang itu. Tentu saja gelombang kejut itu tidak berefek sama sekali ke kubah darah yang di buat oleh Natasha untuk melindingi Mira. "Yah... Kau benar, lebih baik kita menjauh dari sini." Merasakan gelombang kejut barusan, Jack akhir nya menjawab ajakan Javelin sebelum nya.


Sementara Javelin dan Jack pergi menjauh, Bruno dan Natasha terus bertukar serangan. Setiap serangan sangat cepat dan kuat. Bruno menebas dengan tangan nya yang sudah berubah menjadi bilah pedang, Natasha menangkis dengan perisai darah nya, sementara mereka terus menyerang dan bertahan, pandangan Bruno tidak tertuju pada Natasha, pandangan nya tertuju ke kubah darah yang di buat oleh Natasha untuk melindungi Mira.


'Sebisa mungkin aku harus menahan diri, aku tidak ingin Mira terluka akibat pertarungan kami.' Pikir Bruno.


Inilah alasan lain Bruno, tidak bukan hanya Bruno tapi juga alasan Natasha ragu untuk menyerang pihak lain. Kubah yang di ciptakan Natasha memanglah kuat, tapi serangan mereka berdua mampu menghancurkan kubah itu dengan beberapa kali serangan. Walaupun kali ini efek serangan yang mereka ciptakan lebih besar dari sebelum nya, ini bukanlah kekuatan penuh mereka. Selama Mira masih ada di sekitar mereka, mereka menahan diri untuk tidak menggunakan kekuatan penuh.


'Ugh... Serangan nya semakin kuat, aku tidak bisa bertahan hanya dengan menggunakan setengah dari kekuatan ku.' Pikir Natasha saat terus menerima serangan Bruno. 'Haruskah aku menggunakan seluruh kekuatan ku...? Tapi jika aku melakukan itu...'


Natasha tidak tahu harus berbuat apa lagi, ia ingin segera menghabisi Bruno dengan kekuatan penuh nya, tapi ia takut kalau serangan nya akan menghancurkan kubah yang ia ciptakan dan melukai Mira.


Mira benar-benar menjadi pembatas untuk mereka berdua. Mereka sama-sama tidak bisa menggunakan seluruh kekuatan mereka karena tidak ingin melukai orang yang berharga bagi mereka.


Dengan keterbatasan di masing-masing pihak, pertarungan mereka terus berlanjut.