From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 224.01 Refleksi



Setelah aku memperbaiki kota Salad seperti semula, tubuh ku tiba-tiba terasa berat. Aku kemudian merasakan gatal di tenggorokan, dan mulai batuk-batuk hingga mengeluarkan darah.


Setelah itu, semua pandangan ku menjadi gelap, di penuhi dengan warna hitam.


Sesaat kemudian, aku mendapati diri ku berada di dunia monokrom, hanya ada warna hitam dan putih di sini.


Tubuh ku seperti melayang, tetapi juga terasa aku berbaring di lantai. Aku merasa mendengar suara bising, tetapi di saat bersamaan aku merasakan kehening di sini. Aku merasakan sesak nafas, tetapi di saat bersamaan aku sangat lancar bernafas. Aku merasa seperti baru sampai di tempat ini, tetapi rasa nya aku sudah sangat lama berada di sini.


Perasaan apa ini? Semua nya sangat kabur, dan tidak jelas. Ini seperti mimpi, tetapi terasa sangat nyata.


Apakah aku mati? Karena terlalu berlebihan menggunakan sihir?


Tidak.


Sangat jelas kalau aku masih hidup, aku masih memiliki kesadaran, aku tidak mati. Itu benar. Aku masih hidup.


Kemudian, kepala ku merasakan rasa yang sangat sakit. Rasanya seperti di pukul dengan palu ribuan kali. Kemudian, ingatan seseorang memasuki kepala ku.


"!?"


Ingatan siapa ini!? Aku mendapatkan ingatan seorang remaja laki-laki, dia tinggal di dunia yang tidak ku ketahui, setelah semua ingatan itu memasuki kepala ku, rasa sakit menghilang.


Aku pun sadar ingatan siapa yang baru ku lihat sebelum nya.


Itu adalah ingatan ku! Sebelum menjadi Mira. Kenapa aku bisa melupakan ingatan penting ini?


Tubuh ku kemudian terasa berat, mata ku mulai mengantuk, karena tidak bisa menahan rasa kantuk, aku pun tertidur.


Saat aku terbangun, aku mendapati diri ku di sebuah padang rumput. Langit di atas sudah gelap, menandakan sudah malam. Walaupun gelap, langit masih cukup indah karena di penuhi dengan bintang, dan bulan purnama.


Angin sejuk pun menerpa rerumputan yang membuat mereka menari-nari mengikuti arah angin, kemudian angin itu menerpa wajah ku, yang membuat rambut perak ku yang indah berkibar.


"Sangat indah bukan?"


Aku mendengar suara seorang gadis yang akrab, suara ini aku sangat mengenal nya.


Dengan perasaan gelisah aku melihat ke belakang tempat suara itu berasal. Di sana ada seorang gadis kecil berambut perak, bermata emas yang sangat indah. Aku sangat mengenal gadis yang ada di depan ku. Dia tersenyum lembut saat melihat ku.


"Lama tidak bertemu, diri ku." Kata nya.


Itu benar. Suara itu sangat akrab, karena itu adalah suara ku sendiri. Aku mengenal gadis yang ada di depan ku, karena dia adalah diri ku sendiri.


Dia adalah diri ku yang lain, atau lebih tepat nya Mira dari dunia ini.


"....Kau seperti nya terlalu memaksakan diri kali ini." Kata nya. "Kau seharus nya tidak perlu marah pada Jack tahu. Kalau kau lupa, Jack itu masih 7 tahun. Karena kondisi tertentu dia tumbuh dengan cepat hingga menjadi dewasa, jadi wajar kalau dia melakukan sesuatu yang bodoh hanya karena dia mendapatkan kekuatan besar. Itu adalah sifat dasar anak-anak." diri ku yang lain berkata sambil berjalan mendekati ku, kemudian dia duduk di samping ku.


Aku ikut duduk, menatap ke arah langit berbintang yang indah.


".....Aku tahu kalau aku berlebihan. Tetapi.... Aku sudah tidak tahan di khianati lagi." Kata ku sambil menatap diri ku yang lain.


"....."


Dia terdiam, balas menatap mata ku. Mata emas nya yang indah bercahaya sekejap dalam beberapa detik, ada emosi yang tidak terlukiskan terpampang jelas dari tatapan nya. Setelah hampir satu menit kami bertatapan, dia akhir nya berbicara.


"Semua orang pasti takut jika di khianati. Bahkan aku juga sama seperti mu, tetapi yang kau lakukan itu berlebihan."


"Walaupun begitu. Aku tidak menyesali perbuatan ku!"


"....Kenapa kau sangat benci di khianati?" Diri ku yang lain menatap ku dengan mata serius, sebelum bertanya pada ku.


"Kau melihat ingatan ku bukan?"


"Itu benar."


"Lalu ada gunanya bertanya? Jika kau sudah tahu jawaban nya."


"Aku ingin mendengar langsung dari mulut mu!"


Kami saling bertatapan lagi, sebelum akhir nya aku menghela nafas lelah dan memutuskan untuk bercerita tentang awal aku di khinati oleh teman satu Guild ku.


".......Ini semua bermula saat Guild ku, The Weirds memenangkan turnamen pertama kami di FL, saat itu akun ku di Banned dalam waktu sebulan karena mengeluarkan sihir yang seperti cheat." Aku melihat ke arah langit, menatap jauh ke depan seperti memandang layar yang menampilkan masa lalu ku. "Saat itu aku login lagi setelah sebulan lama nya menunggu akun ku selesai di Banned....."


\*\*\*


Cahaya putih memenuhi mata ku seperti biasa, tanda kalau aku akan login ke FL.


Setelah cahaya putih menghilang, dan Visi ku kembali, aku melihat pemandangan kota seperti abad pertengahan.


"Sudah sebulan nggak Login rasa nya beda....." Aku berguman dengan suara pelan. Tetapi..... Entah kenapa rasa nya semua orang sedang melihat ke arah ku.


Biasanya memang ada sebagian Player yang akan menatap ku saat aku Login, lagipula penampilan Avatar ku sangat imut, jadi wajar Player lain nya menatap ku. Tetapi entah kenapa hari ini, semua Player menatap ke arah ku. Aku serius di sini! Semua orang menatap ku!


Aku membalas tatapan mereka, tetapi pada saat mata ku bertemu dengan mata mereka, mereka segera membuang muka, menghidari tatapan ku.


"Biarlah!"


Aku segera membuka menu, layar pun muncul di depan ku. Segera aku mengecek Friend List, untuk melihat apakah Catherine dan yang lain nya sudah Login.


Di Friend List ku menunjukkan kalau mereka sudah Login, aku kemudian mengecek posisi mereka, dan segera mengetahui kalau mereka sedang berada di markas Guild. Aku mengaktifkan (Teleportation) untuk berpindah secara langsung ke markas Guild. Saat aku mengaktifkan (Teleportation) pandangan ku kemudian terdistorsi, setelah akhir nya pandangan ku berubah menunjukkan rumah kayu, markas dari Guild ku.


"Mira!"


Aku mendengar suara berisik, memanggil nama ku dari belakang. Aku berbalik, dan melihat Catherine, Bruno, Javelin dan Siegurd sedang duduk di meja bundar.


"Sudah lama," Kata ku sambil mengangkat tangan, menyapa mereka. "Ini mendadak. Aku minta bagian dari hadiah ku saat memenangkan turnamen." Aku berjalan, ke kursi kosong lalu duduk di situ, sebelum akhir nya aku berkata meminta bagian dari hadiah ku pada mereka.


"Ba-Baiklah," Jawab Bruno dengan gugup. "Tunggu dulu! Bukan saat nya membalas itu! Kenapa kau tiba-tiba Disconect setelah memenangkan turnamen, dan lebih parah lagi kau tidak Login selama sebulan! Kami kesusahan di sini, kau tahu! Dan apa-apaan sihir yang kau keluar kan itu!? Satu Map langsung hancur! Aku tidak pernah mendengar sihir seperti itu!" Bruno berdiri dari kursi nya, berteriak sangat kencang sambil memukul-mukul meja.


Catherine dan yang lain nya mengangguk, setuju dengan kata-kata Bruno.


"Masalah itu akan ku jelaskan nanti. Yang lebih penting bagian ku! Banyak item yang ingin ku beli setelah 1 bulan tidak Login."


"Baiklah akan ku transfer uang nya, berikan nomor rekening bank mu!" Kata Bruno dengan wajah lelah.


Aku memunculkan layar, membuka fitur pesan dan memberi pesan kepada Bruno bertuliskan rekening bank ku.


Untuk hadiah turnamen, semua uang tunai akan di berikan kepada Bruno si Master Guild. Jika dia mengambil semua uang itu, kami bisa meminta alamat Bruno dari GM dan mendatangi rumah nya secara langsung, jika dia membelanjakan semua uang hadiah nya, kami akan melaporkan nya pada polisi dan dia akan di penjara. Karena itu kami tidak khawatir jika Bruno yang memegang semua uang tunai nya.


"Kalau begitu aku Logout sebentar untuk mentransfer uang hadiah nya." Kata Bruno, dia pun memunculkan layar, memencet tombol Logout. Sekejap Bruno berubah menjadi Piksel, kemudian menghilang sepenuh nya dari hadapan kami.


Setelah menunggu selama 10 menit Bruno Login kembali.


"Aku sudah mengirim bagian mu." Kata nya.


"Terima kasih.... Akan ku periksa nanti.... Jadi yang mana duluan yang ingin kalian ketahui? Tentang sihir yang ku gunakan saat turnamen, alasan aku disconect setelah turnamen, atau alasan aku tidak Login selama sebulan?"


"Jelaskan sesuka hati mu!" Javelin memberitahu dengan senyum di wajah nya.


"Kalau begitu..... Tentang sihir yang ku gunakan setelah turnamen. Untuk singkat nya, itu adalah (Super Magic)."


"Aku tidak pernah mendengar sihir seperti itu." Catherine berkata setelah mendengar penjelasan singkat ku.


"Tentu saja kau tidak pernah mendengar nya. Sihir itu hanya di miliki oleh aku seorang, atau lebih tepat nya masih belum ada yang mendapatkan nya.... Jika kalian ingin tahu cara mendapatkan nya, akan ku beritahu."


"Apakah tidak apa-apa?" Tanya Siegurd. "Bukankah seharus nya kau menyimpan cara mendapatkan nya untuk diri mu sendiri?"


"Tidak apa-apa, walaupun ku beri tahu, aku yakin tidak akan ada yang bisa mendapatkan nya."


"Apakah itu dari Quest dengan waktu terbatas?" Tanya Catherine.


Seperti nama nya, Quest yang di sebutkan Catherine memiliki batas waktu. Sebagai contoh saat tanggal 1 April. GM akan menambahkan NPC yang akan meminta tolong untuk mengantar nya ke hutan belantara, jika kita berhasil mengantar NPC itu, Player akan mendapatkan Rare item. Tetapi jika gagal semua Item dari Player akan di ambil oleh GM, itu adalah Quest April Mop yang di sediakan oleh GM. Pada saat itu, banyak Player yang langsung menyesal melakukan Quest itu, di karenakan gagal menyelesaikan nya, yang akhir nya semua item mereka di ambil GM.


Catherine mengira, kalau sihir (The Doomsday) adalah sihir dari Quest yang memiliki batas waktu karena aku sangat yakin semua orang tidak akan bisa mendapatkan nya, bahkan jika aku beritahu.


Tetapi sayang nya, jawaban Catherine salah.


"Tidak. Itu bukan dari Quest. Kalian masih ingat tentang potensi Class yang bisa di buka jika kalian mengambil Ras tertentu?"


Mereka mengangguk.


"Kalau begitu menjelaskan nya mudah. Untuk Class Mage, banyak yang mengira potensi Mage akan terbuka jika seseorang memakai Ras Demon atau Ras Elf."


"Itu benar," Kata Javelin. "Jika kita menggunakan kedua Ras itu, menaikkan level sangat mudah untuk Class Mage, dari pada menggunakan Ras lain."


"Itu benar. Tetapi sebenarnya mereka salah! Di FL sangat sedikit yang memilih Ras Human. Karena sangat susah menaikkan level jika menggunakan Ras Human, jika ada mereka pasti sudah memiliki Guild yang akan membantu untuk menaikkan level. Sampai sini kalian mulai faham?"


"Apakah maksud mu..... Kau mendapatkan sihir itu karena kau membuka potensi Class Mage saat menggunakan Ras Human?" Tanya Siegurd.


Aku mengangguk. Membenarkan perkataan Siegurd.


Javelin, Bruno dan Siegurd mengangguk.


"Karena itulah aku bilang sihir ini susah di dapat. Kau harus menaikkan level secara Solo dari level 1 sampai 100, jika ingin mendapatkan sihir ini."


"Serius?" Tanya Catherine dengan tatapan tidak percaya.


"Sangat serius." Mereka saling memandang dengan wajah bodoh, tidak percaya dengan kata-kata ku. Mereka ingin membantah, tetapi mereka tahu aku tidak berhobong. Mereka pun di paksa menelan secara utuh kebenaran yang aku katakan pada mereka. "Walaupun sihir ini sangat kuat, sihir ini memiliki kelemahan." Kata ku meringankan suasana. "Sekali aku menggunakan sihir ini, akun ku akan di Baned selama seminggu atau lebih. Saat aku menggunakan nya di turnamen, akun ku langsung di Banned selama sebulan. Itulah alasan ku kenapa langsung disconect saat turnamen dan tidak pernah login selama sebulan penuh."


"Jadi begitu.... Yah, hal itu bisa di maklumi. Baiklah kesampingkan hal itu, Mira. Apakah waktu kau Login merasa seperti di tatap seluruh Player?" Tanya Catherine.


"Seperti yang kau bilang. Aku merasa di tatap saat Login, tetapi hal itu biasa bagi ku, jadi aku tidak terlalu memikirkan nya. Memang nya ada apa?"


"Jadi kau biasa di tatap sama Player yah...." Kata Javelin dengan wajah lelah.


"Apakah kau tidak mengecek List Top Player?" Catherine balik bertanya, menjawab pertanyaan ku sebelum nya.


Aku menggelengkan kepala ku. "Aku tidak melihat nya. Memang nya kenapa? Apakah aku menjadi Top Player nomor satu?"


"Seperti yang kau duga. Kau menjadi Top Player nomor satu. Oh, ngomong-ngomong peringkat kedua Bruno, ketiga Siegurd, ke empat Javelin dan kelima aku. Setelah turnamen, peringkat kita telah naik. Dan selama sebulan ini tidak ada yang menggantikan posisi kita."


Yah. Sangat wajar kita mendapatkan posisi lima besar Top Player. Malahan kalau kita tidak mendapatkan nya, baru nama nya tidak wajar.


"Lalu apa alasan aku menjadi Top Player dengan di tatap semua orang?" Tanya ku pada mereka.


"Sebenarnya, selama sebulan ini kami banyak menjual Material dari Map ini, dan hasil nya sangat untung besar. Karena itu banyak Guild besar yang ingin membeli wilayah ini, tetapi kami bilang wilayah ini milik mu jadi kami menyuruh mereka untuk meminta nya pada mu. Mungkin saja Player yang menatap mu adalah Player dari Guild besar yang menunggu kamu Login." Bruno menjelaskan.


"Tidak akan ku jual."


"Eh!?" Semua orang terkejut dengan perkataan ku. "Ke-Kenapa tidak dengarkan perkataan mereka dulu?" Tanya Javelin dengan gugup.


"Tidak perlu. Dan juga, walaupun aku memutuskan untuk menjual, aku tidak akan membagi hasil penjualan pada kalian."


"Kenapa!?" Kali ini Siegurd berteriak kesal.


".....Aku balik bertanya pada mu. Kenapa aku harus membagi hasil penjualan wilayah yang ku miliki pada kalian?" Aku terdiam sejenak, sebelum akhir nya aku menjawab Siegurd.


"Bu-Bukan kah kita teman!? Sesama teman harus saling berbagi!!"


"Aku tidak tahu kau belajar itu di mana... Tetapi itu salah! Tidak ada kewajiban bagi ku untuk berbagi pada kalian."


"Mira benar." Sela Bruno. "Jika Mira memutuskan untuk menjual wilayah ini. Dia akan mengambil semua hasil penjualan nya. Yang bisa kita lakukan adalah untuk menuruti kemauan nya."


"....." Siegurd terdiam dengan wajah kesal, aku memerhatikan Javelin juga ikut memasang wajah kesal.


\*\*\*


"Semenjak saat itu. Hubungan ku dengan Siegurd dan Javelin menjadi memburuk." Kata ku, bercerita kepada diri ku yang lain, mengingat masa lalu saat hubungan ku dengan Siegurd dan Javelin mulai retak. "Aku tidak tahu kenapa, tetapi mereka begitu terobsesi untuk mengumpulkan uang melalui FL. Mungkin ada masalah di Real Life mereka hingga mereka begitu terobsesi dengan uang."


"......Kenapa kau tidak menjual saja wilayah itu? Dengan begitu selesai kan? Kalian tidak perlu bertengkar."


"....Mana mungkin aku bisa menjual nya... Di sana ada Momo, walaupun dia A.I. yang di buat oleh program komputer, tetapi aku masih menganggap nya berharga..... Hubungan kami makin rusak saat aku mengatakan itu pada anggota Guild ku, dan saat itu aku tidak mengetahui nya. Kalau Javelin dan Siegurd sedang merencanakan sesuatu yang membuat ku di benci oleh Catherine dan Bruno.... Bahkan mengingat nya saja, sudah membuat ku kesal.... Saat itu kami berhasil memenangkan turnamen ketiga kami, pada saat itu Bruno ketua Guild kami tidak berpatisipasi di turnamen ketiga itu, yang membuat semua uang hadiah di transfer ke rekening bank ku."


\*\*\*


Aku duduk di kasur sambil mengecek buku bank ku, jumlah uang yang sangat besar tertampil di sana. Itu membuat ku cemberut. Rasa nya sangat tidak nyaman bagi ku untuk memegang uang orang lain dalam jumlah besar.


"Haaaaah," Aku menghela nafas, melempar buku bank ku ke meja belajar ku. Kemudian aku berbaring, memasang alat VR dan Login ke dalam FL.


Saat aku berada di dalam FL, aku langsung berteleportasi ke markas Guild. Saat di sana, aku hanya melihat Javelin dan Siegurd. Catherine dan Bruno tidak ada di sini.


"....Yo!" Aku berjalan ke bangku kosong, duduk di sana, lalu menyapa mereka dengan singkat.


"Yo!" Balas Siegurd.


"Ini mendadak, tetapi aku akan memberikan jatah hadiah kalian. Bisa kalian beri rekening bank kalian?"


"Ah, tentang masalah itu. Aku di Real Life sebenarnya adalah kenalan Bruno, sebenarnya aku di Real Life meminjam uang pada nya. Dan dia setuju akan hal itu, karena itu aku ingin sekalian meminta bagian Bruno." Kata Javelin.


"......Apakah itu benar? Maaf saja, tanpa persetujuan dari nya aku tidak akan bisa memberikan bagian Bruno pada mu."


"Aku memiliki Screen Shoot Chat nya, kalau kau tidak percaya." Kata Javelin sambil menunjukkan layar berisi Chat nya dengan seseorang bernama Bruno, isi Chat itu berisi tentang Javelin yang meminjam uang kepada Bruno di karenakan ada keluarga nya yang mengalami kecelakaan, jadi dia butuh uang tambahan untuk operasi keluarga nya itu. "Karena itu ku mohon Mira!" Kata nya sambil menundukkan kepala nya.


"......Ba-Baiklah. Kau tidak perlu sampai menundukkan kepala."


"Terima kasih."


"Kalau begitu berikan rekening Bank kalian, biar bisa langsung aku Transfer uang nya."


Mereka pun memberikan rekening Bank mereka, setelah mendapatkan rekening mereka, aku segera Logout. Setelah itu aku pergi ke Bank dan mentransfer uang hadiah turnamen ke rekening milik Javelin dan Siegurd. Dan sesuai janji ku dengan Javelin, aku mengirim jatah milik Bruno ke Javelin.


Setalah mentransfer uang, aku pulang ke rumah dan ingin Login kembali. Tetapi Adik perempuan ku, meminta ku untuk mengantar nya ke Mall. Adik ku akan meraju dan akan marah pada ku jika aku tidak mengantar nya, yang akan membuat ku kerepotan. Karena itu aku mau tidak mau mengantar adik ku ke Mall.


Ternyata setelah sampai Mall, adik ku tidak membiarkan ku pulang, dan malah minta untuk di temani saat berbelanja di Mall. Aku pun melakukan apa yang di minta adik ku. Karena itu, pada hari itu aku tidak bisa Login kembali ke FL.


Ke esokan hari nya, aku Login ke FL dan langsung berteleportasi ke markas Guild. Saat aku berada di markas Guild, semua anggota Guild The Weirds duduk di kursi bundar dengan senyum bahagia di wajah nya.


Aku langsung duduk di kursi kosong, setelah aku duduk, Catherine berbicara dengan senyum di wajah nya.


"Mira! Cepat bagikan bagian kami." Kata nya sambil menunjuk diri nya sendiri dan Bruno.


"Hmm... Bagian Bruno sudah ku berikan Javelin kemarin." Kata ku dengan santai.


"Eh?" Bruno terkejut. "Kenapa kau berikan Javelin.


"Eh? Bukankah di Real Life Javelin meminjam uang mu untuk operasi keluarga nya?"


"Tidak. Aku bahkan tidak kenal dengan Javelin di Real Life."


Aku menatap tajam ke arah Javelin yang sedang tersenyum. "Apa maksud nya ini Javelin? Apakah kau berbohong?"


Bruno dan Catherine juga ikut melihat ke arah Javelin, meminta penjelasan pada nya.


"Kau bicara apa Mira? Aku tidak meminta bagian Bruno." Kata nya dengan santai. Kali ini Catherine dan Bruno balik menatap ku.


"Apa maksud mu? Kau jelas meminta nya! Benarkan Siegurd? Kau juga ada di sini kan!"


"Apa yang kau bicarakan? Javelin tidak meminta uang itu kemarin." Kata nya dengan wajah cemberut.


Apa!?


"Apa maksud nya ini Mira? Kenapa kau menuduh Javelin berhobong untuk mengambil bagian Bruno?" Tanya Catherine.


"Aku tidak berhobong! Akan ku tunjukkan rekaman dari percakapan kami kemarin."


Setiap pembicaraan di FL pasti akan tersimpan otomatis di dalam Save data akun. Aku hanya tinggal mengakses Save data itu, mengakses tanggal kemarin dan menunjukkan rekaman dari pembicaraan kemarin.


Saat aku mengakses Save data akun, aku di kejutkan dengan pengumuman yang di berikan sistem keamanan dari akun ku. "Pada hari XX Tanggal XX Bulan XX tahun 2048. Akun anda terkena Heck. Untuk mengatasi hal itu, kami secara otomatis menghapus data dan memperkuat sistem keamanan akun anda."


Akun ku di Heck!? Dan itu terjadi kemarin!?


Akun FL memiliki keamanan yang sangat ketat, jika itu terkena Heck. Semua data akan di hapus dan password dari akun akan otomatis di ganti, biasanya jika akun di Heck akan ada pemberitahuan password baru melalui Email. Tetapi untuk kasus ku berbeda, aku sudah mengatur, jika akun ku di Heck sistem keamanan akan secara otomatis menggunakan wajah asli ku jika aku ingin Login kembali. Karena itulah tidak ada Email yang masuk melalui Smartphone ku, tentang pembaruan password otomatis.


"Kenapa Mira? Apakah rekaman dari percakapan kemarin tidak ada?" Tanya Siegurd, sekilas wajah nya menunjukkan senyuman licik tetapi segera berubah menjadi wajah datar.


Orang ini!? Dia yang mengeheck akun ku!? Sialan! Javelin dan Siegurd menjebak ku!


\*\*\*


"Saat itu. Aku di tuduh sebagai orang yang menghabiskan uang bagian milik Bruno. Dan perbuatan ku langsung di laporkan ke GM, yang membuat Bruno sendiri datang ke rumah ku, dan menagihi bagian nya. Tentu saja aku tidak bisa memberikan bagian milik Bruno yang membuat aku di laporkan ke polisi. Aku hampir di penjara saat itu, tetapi untung nya aku bebas dari tuduhan. Bruno tidak terima, dia mengira aku membayar ke pengadilan untuk membuat hakim memutuskan aku tidak bersalah. Bruno menyebarkan fitnah pada ku sewaktu di FL, yang membuat aku di benci seluruh Player waktu itu. Anggota Guild pun menghapus ku dari Friend List mereka, dan mengusir ku keluar dari Guild, yang lebih parah mereka mengajak para Player untuk menyerang wilayah milik ku.


Aku bertahan dari hinaan, dan teror dari seluruh player FL selama 6 bulan sebelum akhir nya aku memulihkan data akun ku dan melaporkan percakapan itu ke polisi, yang membuat Javelin dan Siegurd di tangkap. Dan..... Yah. Bruno dan Catherine meminta maaf karena sudah menuduh ku."


"Dan kau tidak memaafkan mereka?" Tanya diri ku yang lain.


"......Hati ku sudah terlanjut sakit..... Haaah," Aku menghela nafas. "Pada saat itu. Aku bersumpah tidak akan memaafkan siapapun yang akan mengkhianati ku lagi. Jujur itu sangat membuat ku sangat marah. Ayah ku hampir merusak alat VR ku karena masalah itu, ibu ku selalu memarahi ku, dan adik ku memandang ku seperti aku adalah kriminal. Yah, mereka pada akhir nya meminta maaf saat aku berhasil mengirim kan bukti percakapan ku dengan Javelin dan Siegurd."


".....Sekarang aku faham kenapa kau sangat kesal jika kau di khianati."


"Itu juga alasan kenapa aku lebih senang hidup di dunia Virtual. Karena di sana aku lebih merasa hidup dari pada di Real Life."


"Seperti nya kita terlalu lama menghabiskan waktu. Saat kau sadar kau akan melupakan semua ini. Tetapi ingatlah hal ini, kau sekarang tidak sendiri.


Kau memiliki aku, Natasha, Arisa, Ibu, Kak Yuri, Ayah dan masih banyak orang yang sangat menyayangi mu. Jadi jangan coba menyelesaikan masalah seorang diri, cobalah untuk bergantung kepada orang di sekitar mu. Hanya itu yang ingin ku katakan, kalau begitu......


Sampai jumpa!"


Dengan begitu kesadaran ku menghilang.