
"Yo... Mira. Terkejut, melihat kami masih hidup?" Siegurd berkata dengan nada mengejek saat melihat Mira yang menatap mereka dengan mata terbelalak. "Jika kami mau, kami bisa membunuh mu di sini Mira. Tapi itu bukan tugas kami." Sambung Siegurd dengan nada kesal, ekspresi kesal nya hanya tegambar sebentar di wajah nya sebelum akhir nya wajah nya berubah menjadi tersenyum bejat seperti seorang maniak. "Walaupun kami tidak boleh membunuh mu di sini, setidak nya kami boleh untuk menghancurkan mu secara fisik dan mental. Hahahahahaha!"
".... Jika bisa aku tidak ingin melakukan itu..." Bruno yang mendengar perkataan Siegurd berkata dengan wajah cemberut, tergambar kekesalan dalam cara ia berkata.
"Tapi Bruno... Tidak ada salah nya kan melakukan apapun pada tubuh nya, lagipula tubuh nya yang sekarang hanyalah Avatar dalam Game. Dia sama sekali tidak nyata!" Balas Siegurd sambil menatap dingin ke arah Mira.
"Kau benar... Tapi..." Mendengar perkataan Siegurd, Bruno membenarkan perkataan nya tapi di dalam diri nya ia masih ragu apakah boleh melakukan itu pada Mira? Setelah sedikit ragu, akhir nya Bruno berkata pada Siegurd. "Sudah ku duga, kita tidak boleh melakukan nya! Siegurd apakah kau tidak merasa bersalah atas apa yang kau lakukan di masa lalu? Dan kau sekarang ingin mengulangi kesalahan yang sama?"
".... Kau benar... Walaupun begitu, dia barusan membunuh kita tanpa ragu sedikit pun! Aku masih kesal dengan nya!" mendengar perkataan Bruno, wajah Siegurd tiba-tiba berubah, menggambarkan rasa penyesalan yang dalam sebelum akhir nya berubah lagi menjadi kesal.
"Hentikan Siegurd, Bruno benar. Kita tidak bisa melakukan hal itu pada nya." Suara lain terdengar di belakang Siegurd dan Bruno, itu adalah suara wanita. Saat mereka berdua menengok ke belakang, Catulus berdiri di sana tanpa ada luka sedikit pun. Bukan hanya itu saja Javelin juga ada di sana, berdiri di samping Catulus dengan tubuh yang sama sekali tidak terluka.
"Catherin! Javelin! Kalian sudah (respawn)!?" Saat melihat mereka berdua, Siegurd berteriak kaget, seakan-akan ia tidak percaya akan apa yang di lihat nya.
"Kami menggunakan Item untuk mengurangi durasi (Death Penalty)." Jawab Javelin atas keterkejutan Siegurd.
"Pantas (Respawn) kalian cepat."
"Lupakan hal itu, ada hal penting yang harus kita bahas." Catulus berkata mengembalikan topik pembicaraan.
"Itu benar... Jadi apa yang harus kita lakukan pada nya?" Kata Siegurd sambil menunjuk ke arah Mira yang masih terduduk di tanah, menatap ke arah ke empat Player dengan mata terbelalak kaget, ia masih tidak bisa percaya akan apa yang telah ia lihat, dan juga kepala nya masih belum bisa memproses apa yang sedang terjadi sekarang.
"Ada satu hal yang ku sadari saat bertukar serangan dengan nya." Catulus berkata sambil berjalan mendekati Mira.
Saat ia sudah di hadapan Mira, Catulus dengan perlahan memegang kedua pipi Mira dengan kedua tangan nya, kemudian ia menatap mata Mira. Ia seakan-akan melihat ke dalam pikiran Mira melalui kedua mata nya.
Setelah bertatapan selama beberapa detik, akhir nya Catulus melepaskan pegangan nya, lalu berbalik menghadap ketiga teman nya.
"Sudah ku duga... Ada yang aneh dengan nya." Kata Catulus.
"Apa maksud mu?" Tanya Siegurd setelah mendengar perkataan Catulus.
"Untuk itu, lebih baik kau saksikan sendiri," Kata Catulus kemudian ia berbalik lagi menghadap ke arah Mira. "Mira, kau tahu siapa kami?" Tanya Catulus.
".... Kalian adalah sampah menjijikan yang mengkhianati kawan kalian sendiri demi keuntungan pribadi! " Jawab Mira dengan ekspresi marah di wajah nya.
"Kenapa kau bisa berpikir seperti itu? Mengecualikan diri ku, bukankah ini pertama kali nya kau bertemu dengan mereka bertiga." menghiraukan perkataan pedas Mira, Catulus dengan tenang mengungkapkan fakta kepada Mira. Memang benar, di dunia ini Mira baru pertama kali bertemu dengan Bruno, Siegurd, dan Javelin. Di dunia sebelum nya ia memang kenal dengan mereka bertiga tapi di dunia ini mereka bertiga adalah orang asing bagi Mira. Jika Mira memiliki ingatan tentang dunia sebelum nya tidak akan aneh dia mengenali mereka bertiga, tapi saat ini dia tidak mengingat satu pun ingatan mengenai dunia tempat ia tinggal sebelum nya, karena itu...
'Hah...? Benar juga. Mengapa aku bisa tahu mereka bertiga? Seharus nya ini adalah pertemuan pertama kami, tapi mengapa aku bisa merasakan kebencian yang sangat dalam terhadap mereka bertiga?' Karena itulah Mira merasa aneh akan perasaan benci nya dan perasaan akrab kepada tiga orang asing yang baru pertama kali ia temui.
Walaupun wajah Mira tidak berubah, tapi Catulus tahu dari tatapan mata nya kalau sebenarnya Mira saat ini tengah kebingungan dengan pertanyaan yang ia lontarkan. Atas reaksi itu, Catulus yakin dengan hipotesa nya, karena itu ia melakukan sesuatu untuk memperjelas hipotesa nya. "Kemudian menurut Raja Charles kau itu tidak pernah berlatih sihir, lalu bagaimana kau bisa mengeluarkan sihir sekuat itu? Apakah kau tahu jawaban nya?"
"..."
Mengabaikan keterkejutan Mira, Catulus berbalik menghadap ketiga teman nya. "Kalian mendapatkan sesuatu dari percakapan kami barusan?"
Javelin dan Siegurd tidak memahami percakapan barusan, mereka hanya bisa saling bertukar pandang dengan wajah bingung. Bruno yang kepintaran nya di atas dari mereka berdua berhasil memahami isi percakapan Catulus, ia pun dengan berbaik hati menjelaskan kepada kedua teman nya yang kebingungan.
"Berarti, selama ini Mira lupa ingatan tentang dunia kita sebelum nya dan tidak mengetahui siapa kita?"
"Ya... Hanya saja seperti nya dia tidak sepenuh nya melupakan tentang kita, kalau dia benar-benar melupakan tentang kita, tidak mungkin dia bisa mengetahui nama kalian sejak awal. Mengingat ini adalah pertemuan pertama kalian dengan nya di dunia ini." Balas Catulus menjelaskan lebih rinci.
"Tunggu dulu... Kalau begitu, dia tidak mengetahui tujuan nya datang ke dunia ini!? Kalau begitu kita dalam masalah! Kalau dia tidak menyelesaikan (Quest) nya kita tidak akan bisa pulang!" Siegurd berkata dengan panik setelah mendengar penjelasan Catulus.
"... Apakah kau tidak bisa melakukan sesuatu mengenai masalah ini, Catherine?" Tanya Javelin dengan khawatir.
"Aku bisa mengembalikan ingatan nya, hanya saja yang jadi masalah disini..."
"Apakah dia sanggup menjalankan (Quest) nya atau tidak bukan?"
Saat Catulus menjawab pertanyaan Javelin dengan wajah bermasalah, Bruno memotong penjelasan nya. Karena penjelasan Bruno tepat, Catulus hanya bisa mengangguk setelah itu ia berkata. "Ya. Aku tidak yakin dia sanggup menjalankan (Quest) nya, mengingat kondisi nya sekarang."
"... Ini benar-benar masalah." Kata Bruno sambil menghela nafas.
"Apa yang dari tadi kalian bicarakan?" Tanya Javelin, ia tidak mengerti apa yang di bicarakan Catulus dan Bruno.
"Kau tidak menyadari nya, tubuh Mira mengalami kelebihan energi sihir." Jawab Bruno atas pertanyaan Javelin.
Mendengar jawaban Bruno, Javelin dan Siegurd memasang wajah terkejut. Mereka akhir nya paham mengenai seberapa besar masalah yang mereka hadapi saat ini. Mereka berempat diam beberapa saat sebelum akhir nya seseorang memecah keheningan. "Kalian berdiskusi mengenai sesuatu, dan sepenuh nya melupakan ku, kalian pikir aku akan menyerah melawan kalian!" Yang memecah keheningan adalah Mira yang sudah selesai menyembuhkan luka-luka nya, ia melakukan itu di saat Javelin, Siegurd, Bruno dan Catulus sibuk berdiskusi.
Catulus mengalihkan pandangan nya ke Mira, dia mencoba berdiri walaupun mengetahui kalau diri nya sudah tidak ada kekuatan untuk melakukan itu. Melihat hal itu, Catulus dengan cepat memegang kepala Mira lalu membanting Mira ketanah. "Jangan memaksakan diri," Kata nya dengan ekspresi bermasalah, setelah mengatakan itu, Catulus berbalik menghadap ke tiga teman nya. "Untuk sekarang kita harus mengembalikan ingatan nya terlebih dahulu."
"Y-Ya. Kau benar." Jawab Bruno dengan sedikit terkejut dengan pergerakan Catulus yang dengan santai nya membanting Mira ke tanah.
Setelah mendapatkan jawaban dari ketiga teman nya, Catulus mengalihkan pandangan nya ke arah Mira yang masih terbaring di tanah, ia meronta-ronta berusaha melepaskan cengkraman tangan Catulus yang mencengkram kepala nya dengan begitu kuat. "Ini akan sedikit sakit Mira, tapi tahanlah sedikit!" setelah mengatakan itu, tangan Catulus mengeluarkan cahaya berwarna merah, saat cahaya itu menutupi seluruh kepala Mira, ia berteriak kesakitan.
"Aaaaaaaaaakh!"
Sesaat Mira berteriak, tiba-tiba sebuah tombak berwarna merah darah jatuh dari atas langit menusuk kepala Catulus yang membuat nya langsung mati di tempat.
Bruno, Javelin, dan Siegurd terkejut dengan perubahan situasi yang tiba-tiba itu, mereka kemudian mengalihkan pandangan mereka ke atas langit.
Di sana ada seorang gadis berambut pirang dengan sayap kelelawar di punggung nya, tidak jauh di belakang gadis itu ada seorang pria tampan dengan rambut coklat. Mereka adalah bawahan setia Mira, Natasha dan Jack.
"Apa yang kalian lakukan pada Mira!?" Teriak Natasha dengan wajah di penuhi dengan amarah.