
"Super Magic: Meteor Strike!"
Sambil terbang mundur, Mira mengeluarkan sihir nya. Sesaat ia mengucapkan mantra sihir, dari atas langit turun batu besar di tutupi dengan api berdiamater seratus meter, batu besar itu kemudian melesat ke arah sepuluh tombak besar yang di lemparkan Javelin.
Saat batu besar yang di tutupi dengan api berkontak langsung dengan sepuluh tombak Javelin, gelombang kejut terjadi. Gelombang kejut itu menyebabkan efek berantai.
Efek berantai itu antara lain: Mira terlempar satu kilometer, setengah tanah benua yang tersisa menjadi retak, gelombang pasang air laut yang mengalir mengisi kawah bekas ledakan, berbalik mengalir ke segala arah tidak beraturan hingga menyebabkan tsunami kecil di seluruh Benua yang ada di dunia, suara dentuman keras yang memekakkan telinga dapat terdengar di seluruh penjuru dunia, energi sihir yang sangat besar tersebar keseluruh Benua hingga menyebabkan rasa ngeri ke seluruh mahluk hidup yang ada di dunia. Semua efek berantai ini menunjukkan seberapa dahsyat nya serangan Javelin dan Mira yang saat ini sedang beradu satu sama lain.
Untung nya gelombang kejut ini hanya berlangsung selama lima detik, jika gelombang kejut ini berlangsung lebih dari itu seluruh dunia bisa-bisa menerima efek yang lebih buruk.
Walaupun gelombang kejut itu berlangsung hanya lima detik, efek dari serangan yang beradu satu sama lain itu belum selesai. Sesaat batu besar yang di bungkus dengan api melakukan kontak dengan sepuluh buah tombak besar, batu besar yang terbungkus api itu hancur berkeping-keping menciptakan hujan batu api kecil ke seluruh penjuru Benua Aziliya yang saat ini sudah retak akibat gelombang kejut yang terjadi sebelum nya. Saat batu-batu kecil itu menghantam tanah, retakan di tanah Benua Aziliya semakin parah hingga akhir nya tanah yang tersisa dari Benua Aziliya hancur menjadi beberapa bagian. Lebih tepat nya sepuluh bagian dengan berbagai macam ukuran dan bentuk. Sehingga kata 'Benua' tidaklah tepat untuk menggambarkan kondisi Benua Aziliya saat ini, kata 'Kepulauan' mungkin adalah kata yang tepat untuk menggambarkan Benua Aziliya saat ini. Tidak selesai sampai di situ, sepuluh tombak yang berkontak langsung dengan batu besar juga ikut hancur berkeping-keping, membuat serpihan tombak itu jatuh ke segala penjuru Benua Aziliya yang sudah pecah menjadi sepuluh bagian, di antara serpihan tombak itu ada yang jatuh kelaut menyababkan gelombang air laut menjadi semakin liar.
Serangan Mira dan Javelin meyebabkan bencana pada dunia. Walaupun begitu, bencana yang terjadi saat ini bukanlah pertanda kalau pertarungan sudah selesai, malahan sebalik nya, bencana yang terjadi saat ini menandakan kalau pertarungan yang sesungguh nya sudah di mulai.
Pertarungan yang akan mengguncang seluruh dunia....
Di saat bersamaan dengan terjadi nya bencana di seluruh dunia, dua sosok yang sebelum nya terbaring lemah di dalam kawah, mulai mengobati luka mereka, setelah luka mereka di tangani, sebelum air laut mengisi kawah tempat mereka berada kedua sosok ini begerak ke pecahan Benua yang ada di dekat mereka. Setelah sampai di atas tanah pecahan Benua, mereka kemudian mengambil senjata dari (Inventori) mereka masing-masing. Sosok yang pertama, demi human kucing putih mengambil busur berwarna permata, sedangkan sosok kedua yang merupakan seorang Elf mengambil tombak berwarna hitam legang.
Sesaat mereka mengambil senjata, dari atas langit turun seorang anak kecil berambut perak dengan tongkat sihir di tangan kanan nya, menatap kedua sosok ini dengan wajah datar tanpa ekspresi.
"Seperti nya kedua kawan kalian tidak hidup kembali seperti sebelum nya. Ini menandakan kalau alasan kalian bisa hidup kembali sebelum nya karena efek suatu sihir atau item..." Kata anak kecil berambut perak yang identitas nya tidak lain dan tidak bukan adalah Mira.
"Tidak bisa kau menahan diri? Satu benua hancur akibat serangan mu." Dengan senyum masam seorang Elf yang sudah jelas adalah Javelin menanggapi kata-kata Mira.
"Dengan seberapa kuat nya kau Mira, kau masih bisa bilang empat lawan satu itu tidak adil?" Dengan kesal Demi Human kucing putih yang identitas nya adalah Catulus mengomentari kekuatan Mira.
Tidak menanggapi perkataan mereka, Mira menyodorkan tongkat nya kedepan bersiap-siap menyerang. Catulus dan Javelin langsung memasang kuda-kuda, bersiap menerima serangan Mira.
"Light Bullet!"
Di belakang Mira muncul ratusan lingkaran sihir, kemudian setelah ia mengucapkan mantra nya dari lingkaran sihir itu muncul bola cahaya seukuran bola baseball yang langsung melesat ke arah Javelin dan Catulus dengan kecepatan tinggi. Menanggapi sihir Mira, Javelin mengambil kuda-kuda, bersiap-siap melempar tombak nya lalu dengan kecepatan tinggi ia mengucapkan mantra untuk memanggil roh kegelapan. Roh kegelapan itu kemudian berasimilasi dengan tombak hitam legang di tangan Javelin membuat tombak Javelin di selimuti aura mengerikan. Javelin kemudian melemparkan tombak nya, yang kemudian terpecah menjadi seratus sesaat tombak itu terlepas dari tangan nya.
Ratusan tombak dan ratusan bola cahaya bertabrakan satu sama lain, menyebabkan ledakan kecil. Hanya saja ledakan kecil itu terjadi selama ratusan kali sehingga ledakan itu bisa di katakan cukup besar, setara dengan satu buah dinamit.
Untuk menghindari efek lanjutan dari ledakan yang terjadi, Mira melompat mundur ke belakang. Javelin dan Catulus juga melompat ke arah belakang, hanya saja berbeda dengan Mira yang hanya memilih lompat ke belakang. Javelin dan Catulus memilih melompat ke belakang sambil berencana melakukan serangan lanjutan. Sebagai contoh, Catulus segera melompat ke belakang saat ledakan terjadi sambil mengarahkan busur panah nya ke arah langit memperhitungkan kekuatan tembakan nya agar panah nya dapat jatuh tepat ke Mira yang terus melesat menjauh dari mereka berdua.
"Wooosh!" Setelah memperhitungkan kekuatan tembakan, arah angin, kekuatan angin dan kekuatan gravitasi, Catulus menembakkan panah nya. Dan perjuangan dalam melakukan perhitungan detail secara cepat di kepala nya terbayarkan dengan anak panah yang ia lesatkan ke langit dengan tepat jatuh ke arah Mira. Sebelum anak panah itu jatuh ke tanah atau lebih tepat nya pada ketinggian sepuluh meter, tiba-tiba anak panah itu membesar dengan diameter lima meter.
Mira yang menyaksikan anak panah itu membesar secara tiba-tiba terbelalak kaget. Tapi itu tidak menghambat proses berpikir nya, ia dengan cepat memikirkan cara untuk mengatasi serangan itu.
'Baiklah bagaimana caraku mengatasi serangan ini...'
Sudah jelas dia tidak bisa menggunakan (Barrier) mengingat kekuatan dari anak panah itu, dan dia tidak bisa menggunakan (Time Stop) di karenakan sihir itu memberikan beban yang cukup signifikan ke tubuh nya, menghisap dengan (Black Hole) adalah pilihan yang tepat sayang nya sihir itu sudah ia gunakan beberapa saat yang lalu dan masih ada delay sebelum sihir itu bisa di gunakan lagi...
'Hmmm...? Bukankah aku dalam keadaan terdesak sekarang?'
Itu benar semua kartu nya sekarang tidak bisa ia gunakan... Atau begitulah seharus nya.
'Gloria, apakah Class Change hanya bisa merubah Class ku dari (Princess) ke (Mage) saja?'
'Seharus nya sih begitu, lagipula Build Character mu dari awal kan menyesuaikan dengan Character Mage.'
".... Aku rasa tidak... Tidak ada salah nya kan untuk mencoba hal baru..."
'Hah? Mi-Mira... Apa yang-'
"Class Change...."