
Aku dan Natasha berteleportasi ke daerah terpencil, lebih tepat nya sepuluh kilometer dari kerajaan Fantasia. Aku mencoba untuk menghubungi Arisa melalui (Telepathy), tapi ternyata tidak bisa. Ada yang menghalangi (Telepathy) ku. Ini seperti menelepon seseorang ke daerah yang tidak memiliki jaringan telepon. Karena hal ini, aku memutuskan untuk memberitahu Arisa melalui burung pengantar pesan, dari jarak ini seharus nya burung pengantar pesan akan sampai ke Ibu kota dalam waktu singkat. Pesan yang ku tulis tidaklah banyak, aku hanya memberitahu kordinat posisi ku saat ini.
Lima menit setelah burung pengantar pesan terbang pergi ke Ibu kota, aku merasakan ruang di depan ku terdistorsi lalu dari sana muncul Arisa, Jack dan Amanda. Mereka seperti nya mengerti kalau aku ingin melakukan pertemuan, padahal aku tidak memberitahukan hal itu melalui surat ku.
"Kak Mira. Kita harus cepat menyelamatkan Putri Yuri, tidak ada waktu untuk melakukan diskusi." setelah melihat ku, Jack berkata dengan tidak sabar kepada ku.
"Tenang Jack, kita masih memiliki waktu beberapa jam. Kita harus menentukan waktu yang tepat untuk menyelamatkan Kak Yuri." Aku memberitahu nya dengan tenang. Jack hanya bisa menggigit bibir nya dengan wajah kesal. Aku bisa mengetahui kalau ia tidak puas dengan keputusan ku, tapi dia tidak ingin membuat ku kecewa lagi, karena itu ia mau tidak mau harus menerima keputusan ku.
"Lalu apa rencana Kak Mira?"
".... Untuk sekarang, aku ingin menunjukkan wajah ku di istana."
Menanggapi usulan ku, Amanda, Arisa, dan Jack hanya bisa melihat ku dengan mulut ternganga...
\*\*\*
Nina dan Lina menemui Bruno, alasan mereka melakukan pertemuan karena Bruno yang meminta mereka. Selama ini Bruno tidak pernah meminta untuk bertemu dengan mereka berdua. Karena kasus ini sangat jarang terjadi, Nina dan Lina menduga kalau ada sesuatu yang sangat penting yang ingin ia sampaikan, karena itu mereka berdua dengan senang hati menerima permintaan Bruno itu.
Mereka bertemu di kamar pribadi milik Nina, yang di mana kamar itu sudah di halangi dengan (Barrier) pencegah suara, ini dilakukan agar pembicaraan mereka tidak terdengar keluar.
"Mengapa tiba-tiba meminta bertemu dengan kami?" Tanya Lina.
"Aku hanya ingin memberitahu, kalau Mira mungkin bisa kembali ke istana kapan saja. Kalian masih belum menyebarkan berita pengeksekusian Putri Yuri kan?"
"Ya. Kau lah yang menyuruh kami untuk tidak menyebarkan berita itu hingga detik-detik akhir. Dan juga jika Mira kembali ke istana, itu juga tidak ada gunanya. Jika dia menghentikan pengeksekusian, dia akan di cap sebagai kriminal karena menentang pemerintahan resmi, terlepas dari status nya saat ini."
Alasan berita pengeksekusian Yuri belum menyebar luas, adalah untuk mencegah Mira mendengar berita pengeksekusian Yuri. Tapi langkah itu bisa saja tidak berguna jika Mira mengirimkan mata-mata ke Ibu kota untuk mengumpulkan informasi.
"Itulah masalah nya... Jika ia bergerak sekarang, kita tidak punya pilihan lain untuk melawan nya. Dan jika itu terjadi, maka kerajaan Fantasia akan memasuki kondisi perang sipil. Jika kalian berpikir dia tidak punya kekuatan militer untuk melakukan itu, kalian salah besar. Dia memiliki kekuatan militer yang cukup untuk menggulingkan kekuasan kalian berdua dalam sekejap."
"Lalu bagaimana kami mengatasi masalah ini?" Tanya Nina.
Bruno diam sejenak... 'Sejujur nya, memang tujuan kami untuk membuat kerajaan Fantasia memasuki status perang sipil. Tetapi jika melihat dari kondisi saat ini, aku yakin Mira akan bergerak habis-habisan. Dan aku tidak yakin aku bisa melawan nya sekali lagi, aku harus melakukan sesuatu jikalau aku kalah melawan nya.'
"Apakah kalian siap untuk melawan Mira? Aku akan menyiapkan kekuatan militer yang cukup untuk melawan nya."
".... Berapa peluang kita untuk menang?"
'Nol.' Pikir Bruno, tapi ia tidak mengatakan itu kepada Nina dan Lina, ia mengatakan kebohongan dengan wajah yang sangat meyakinkan hingga mereka berdua mempercayai perkataan nya. "Aku tidak yakin, hanya saja menurut perhitungan ku. Peluang kita cukup tinggi... Lalu apa jawaban kalian? Apakah kalian siap melawan Mira?" mereka berdua masih belum yakin, Bruno pun memberikan satu dorongan lagi untuk meyakinkan mereka. "Kalian kira untuk apa aku meminta menjalankan rencana ini dalam waktu enam bulan? Aku menyuruh kalian untuk melakukan nya sekarang agar aku bisa menyiapkan pasukan yang siap melawan Mira."
"... Baiklah... Kami siap untuk melawan Mira!" mendengar perkataan akhir Bruno, akhir nya Nina setuju.
Dengan senyum puas, Bruno berkata pada mereka. "Bagus. Kalau begitu, aku akan pergi untuk menyiapkan pasukan untuk kalian. Selama aku pergi, sebisa mungkin kalian harus mencegah Mira menghentikan pengeksekusian Putri Yuri."
Bruno pergi dengan berteleportasi ke suatu tempat. 'Quest yang di berikan sistem kepada kami telah selesai. Dengan begini, aku bisa dengan bebas melakukan apapun yang aku inginkan.' Pikir nya, sebelum tubuh nya benar-benar menghilang dari pandangan Nina dan Lina.
\*\*\*
Di suatu tempat, Siegurd dan Javelin sedang bermain kartu untuk mengisi kebosanan, hingga pada titik mereka berhenti bermain karena ruang di sekitar mereka terdistorsi lalu Catulus dan Bruno muncul tepat di depan mereka.
"Mengapa kalian kesini?" Tanya Siegurd.
"Aku akan langsung ke inti dari pertemuan kita pada hari ini. Tapi sebelum itu, aku ingin bertanya pada kalian. Apakah kalian yakin bisa menang melawan Mira jika kita harus bertempur dengan nya sekali lagi?"
"Aku tidak yakin... Walaupun dia melemah sekarang, anak itu memiliki berbagai cara untuk bisa menang melawan kita." Jawab Javelin.
"Itulah yang ku takutkan... Bagaimana jika dia menemukan cara untuk mengalahkan kita tanpa harus membunuh kita?"
"Itu akan jadi masalah... Jika itu terjadi, walaupun ia menyelesaikan Quest nya, kita tidak akan bisa pulang." Jawab Siegurd dengan wajah cemberut.
"Baguslah kalau kalian sadar... Sebenarnya aku ingin memberitahu kalian sebuah cara untuk mengatasi hal itu."
Bruno menghabiskan waktu berjam-jam untuk memberitahu rencana nya kepada ketiga teman Player nya.
\*\*\*
Para penjaga gerbang istana kerajaan Fantasia menjaga gerbang masuk seperti biasa. Mereka memiliki tugas untuk tidak membiarkan orang asing memasuki istana tanpa izin dari pihak keluarga kerajaan.
Tugas mereka hari ini agak berat dari biasa nya, itu dikarenakan para warga yang masih tidak percaya dengan berita Putri Yuri membunuh Ratu Carla, mereka berkumpul di depan gerbang untuk meminta kejelasan dari berita tersebut. Bahkan para warga yang tidak mengetahui ketegangan antara keluarga kerajaan pun dapat berpikir dengan jelas kalau itu tidak mungkin terjadi, mengingat Putri Yuri baru di angkat secara resmi menjadi Ratu kerajaan, tidak mungkin ia melakukan hal yang sangat jelas dapat mengancam posisi nya sebagai pemimpin resmi kerajaan Fantasia.
"Jika kalian terus melakukan hal ini. Kami di izinkan untuk menggunakan kekerasan! Jika kalian tidak ingin kami melakukan hal itu, mohon pergi sekarang."
Mendengar peringatan dari penjaga gerbang, beberapa warga akhir nya sedikit menjauh dari gerbang istana tapi sebagian besar tidak mendengarkan peringatan penjaga, membuat mereka tidak punya pilihan lain selain menggunakan kekerasan untuk menghentikan warga kota yang masih berisi keras untuk masuk ke istana.
"Hentikan!"
Tiba-tiba terdengar suara teriakan gadis kecil dari kerumunan warga, membuat warga yang berkumpul dan para penjaga yang hendak memukul warga kota berhenti bergerak, untuk melihat orang yang baru saja berteriak.
Saat gerombolan warga membuka jalan untuk gadis kecil itu, ia berjalan menuju gerbang istana di dampingi oleh seorang gadis remaja di samping nya. Gadis kecil itu menggunakan jubah yang menutupi wajah nya, saat ia berjarak agak dekat dengan gerbang istana, gadis kecil itu membuka jubah nya, seketika menunjukkan wajah nya yang membuat semua orang yang ada di situ terkejut dengan kehadiran nya.
Para penjaga gerbang saat melihat wajah gadis kecil itu, seketika berlutut, di ikuti dengan para warga yang juga ikut berlutut di hadapan gadis kecil itu.
"Putri Mira!" Kata salah satu penjaga.
"Aku tidak akan membiarkan kalian melukai warga kota."
"Maafkan kami! Kami hanya menjalankan perintah dari Putri Nina."
"Begitu... Dan untuk warga kota Fantasia. Aku harap kalian tidak menerobos kedalam istana sesuka kalian! Aku mengerti kebingungan kalian, tetapi itu bukan berarti kalian di perbolehkan untuk melakukan tindakan pelanggaran seperti ini. Untuk masalah ini, kalian serahkan pada ku! Aku sendiri yang akan meminta penjelasan pada Putri Nina."
"Baik!" Jawab warga kota serempak.
"Kalau kalian mengerti, aku memerintahkan kalian untuk pergi dari sini sekarang!"
Mira memerintahkan para warga kota yang berkumpul di gerbang istana dengan lantang, membuat semua warga kota sedikit demi sedikit pergi dari sana.
Di kejauhan, ada Nina yang melihat Mira yang mengatasi masalah warga kota dengan mudah nya, ekspresi wajah nya menunjukkan kekesalan atas perilaku nya.
'Sialan! Walaupun aku berhasil mengendalikan para bangsawan dengan mudah, aku masih tidak bisa mengendalikan para rakyat jelata itu! Dan anak itu... Anak itu dapat melakukan apa yang tidak ku bisa dengan mudah! Jika terus seperti ini, kekuasaan yang akhir nya telah ku dapatkan akan dia rebut dengan mudah! Aku harus cepat menggunakan item yang diberikan Bruno untuk mengendalikan para rakyat jelata itu di bawah kaki ku!'