From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 96 Kejadian yang tidak bisa di prediksi Mira



Natasha melihat pertarungan Arisa dan Sarion dari atas langit. Pertarungan Arisa dan Sarion sangat sengit, mereka berdua saling menembakkan sihir yang kuat. Tapi jika Natasha perhatikan lebih baik lagi, Arisa sedang menahan diri nya. Natasha tahu hal itu, karena Arisa belum memakai Sihir Super.


"Tornado!!" Teriak Arisa.


Angin kencang menutupi Sarion, Sarion pun terjebak di dalam angin itu.


"Percuma!!" Kata Sarion dengan percaya diri. "Ghoul. Makan angin ini!"


Bayangan hitam bergerak, kemudian ia mulai menarik nafas dengan mulut nya. Angin kencang yang menutupi Sarion pun terhisap ke dalam mulut bayangan hitam.


Bagus!! Hisap terus!!! Pikir Arisa.


Angin yang menutupi Sarion, mulai habis di hisap, oleh bayangan hitam.


"Sudah ku bilang percuma!!" Kata Sarion meremehkan.


"Fire Rope!!" Teriak Arisa.


Arisa mengarahkan tongkat nya ke sisa angin yang masih belum terhisap oleh bayangan hitam. Saat Arisa mengarahkan tongkat nya, dari ujung tongkat keluar Tali yang terbakar. Tali itu terkena angin yang tersisa. Api di tali itu kemudian menyebar dari angin yang tersisa ke angin yang di makan oleh bayangan hitam. Bayangan hitam itu pun menelan api, yang sudah menyebar di angin yang ia makan.


"Sekarang Ghoul kesayangan mu itu sudah memakan api yang sangat panas. Kita lihat apakah dia bisa menahan nya." Kata Arisa percaya diri.


Sarion tertawa terbahak-bahak. "Walaupun Api yang di makan Ghoul itu sangat panas. Tubuh Ghoul tidak akan terbakar." Kata Sarion meremehkan.


Bayangan hitam itu mengeluarkan suara bising. Bagi Sarion suara bising itu seperti sebuah rintihan.


"Ghoul!? Kau kenapa!? Jangan bilang kau kepanasan karena menghisap Api barusan?" Kata Sarion panik.


Bayangan hitam bernama Ghoul itu mengangguk. Melihat bayangan hitam itu mengangguk. Sarion tertawa terbahak-bahak.


"Kenapa kau tertawa? Ghoul mu saat ini sedang kepanasan. Dan kau malah tertawa?" Kata Arisa keheranan.


"Seperti nya aku harus mengeluarkan senjata Rahasia." Kata Sarion menyombongkan diri.


Setelah mengatakan itu, bayangan hitam yang bersama Sarion. Mengeluarkan suara bising, suara itu sangat bising. Sampai-sampai Natasha yang ada di langit bisa mendengar suara bising itu, bahkan para Vampir yang ada di sekitar puing-puing bangunan Restoran juga bisa mendengar nya. Para Vampir menutup telinga nya.


"Suara apa ini!?" Kata salah satu Vampir.


"Entahlah.... Tapi seperti nya sebentar lagi akan terjadi sesuatu yang gawat!!" Jawab Salah satu Vampir.


Natasha yang berada di atas langit menutup telinga nya. Beberapa detik kemudian suara bising itu pun menghilang, Natasha pun berhenti menutup telinga nya.


"Suara bising apa itu barusan?" Gumam Natasha.


Natasha melihat ke arah Arisa dan Sarion. Mereka berdua tidak melakukan serangan lagi, mereka berdua berdiam diri di tempat masing-masing.


Natasha melihat sekeliling, ia melihat para Vampir sedang kebingungan. Seperti nya para Vampir kebingungan dengan suara bising barusan. Natasha melihat sekeliling lagi. Kemudian ia meihat langit daerah pembuangan. Ia melihat di atas langit itu, ada seorang gadis kecil berambut perak yang sedang duduk di kursi. Lalu tepat di depan gadis itu terdapat meja. Di atas meja itu terdapat sesuatu, tapi jika di perhatikan baik-baik di atas meja itu terdapat cangkir, teko, dan keranjang.


"Tidak salah lagi. Itu Mira!! Cuma dia yang bisa minum teh di atas langit pada saat terjadi pertarungan besar seperti ini." Gumam Natasha.


Dari kejauhan Natasha mendengar suara seorang perempuan memanggil nya.


"Natasha!!"


Natasha melihat ke arah suara itu. Saat ia menengok, ia melihat seorang wanita terbang dengan sayap kelelawar di punggung nya. Wanita itu terbang mendekati Natasha.


"Amanda!!" Kata Natasha memanggil.


Akhir nya Amanda sampai di samping Natasha. "Dari mana saja kau?" Tanya Natasha.


"Aku dari Vila tempat Mira tinggal." Jawab Amanda.


"Sedang apa kau disana?"


"Bagaimana aku menjawab nya ya...... Menghentikan kekacauan mungkin?"


"Kenapa kau malah balik bertanya?"


Amanda tertawa kecil. Natasha pun menghela nafas panjang.


"Memang nya apa yang terjadi di sana?"


"Aku juga tidak paham.... Tapi saat aku sampai di sana...... Semua pelayan di Vila itu saling mencoba membunuh satu sama lain. Jika aku tidak datang cepat. Mungkin semua pelayan di sana akan terbunuh."


"membunuh satu sama lain?"


Amanda mengangguk. "Semua nya saling menebas dengan menggunakan pisau dapur. Bahkan ada juga yang menebas dengan menggunakan pedang. Lalu ada yang memukul dengan benda tumpul. Intinya di sana sangat kacau."


"Jadi apa yang kau lakukan pada mereka?" Tanya Natasha.


"Aku membuat mereka pingsan."


"Mira itu..... Apakah dia sudah menduga hal itu akan terjadi? Dan untuk mencegah hal itu dia mengirim mu kesana?"


"Ngomong-ngomong di mana Mira?" Tanya Amanda.


Natasha menunjuk ke samping kiri nya. Amanda melihat arah yang di tunjuk Natasha. Ia melihat gadis kecil yang sedang duduk di kursi, dan tepat di depan gadis itu terdapat meja.


"aaaaa," Kata Amanda dengan lesu. "Jadi dia sedang minun teh."


Natasha mengangguk. "Kau benar. Cepat datangi dia!"


Mendengar perkataan Natasha, Amanda terbang ke arah yang di tunjuk Natasha.


Di saat Arisa dan Sarion bertarung. Di daerah pembuangan Jack juga sedang bertarung melawan monster.


Jack menebas monster menjadi potongan kecil. Dalam waktu beberapa detik monster itu kembali menjadi utuh kembali.


Saat sudah menjadi utuh, monster itu langsung menembakkan bola hitam ke arah Jack.


Jack menghindar, bola hitam itu pun melesat ke belakang Jack, saat bola hitam itu menyentuh bangunan, bola hitam itu langsung meledak.


"Hah.... Hah..... Hah...." Suara nafas Jack tersengal-sengal. "Apa yang harus ku lakukan? Berapa kali ku tebas monster itu akan langsung bergenerasi."


Jack melihat ke atas. Ia melihat Mira sedang minum teh sambil makan cemilan. Ia melihat wajah bahagia Mira, yang sedang makan cemilan.


Enak sekali Kak Mira. Padahal di sini aku bertarung dengan mempertaruhkan nyawa ku. Pikir Jack.


Jack melompat ke atas monster. Kemudian Jack menebas leher monster, setelah di tebas, kepala monster itu langsung terlepas dari tubuh nya. Tapi tidak sampai satu menit, kepala monster itu menyatu kembali ke tubuh nya.


"Sial!! Memang tidak bisa!!" Kata Jack kesal.


Aku menyuap cemilan. Saat cemilan masuk kedalam mulut ku. Aku merasakan rasa anggur yang sangat enak.


"Mmmmmm..... Rasa Anggur ini enak!!! Tapi bosan rasanya makan dengan rasa buah-buahan terus..... Aku ingin makan rasa coklat. Apakah di dunia ini ada coklat?"


Aku menyilangkan tangan ku di dada. "Hmmmm.... Setelah masalah ini selesai akan ku cari!"


Aku mendengar suara bising, aku menyadari kalau terjadi sesuatu saat pertarungan Arisa melawan Sarion. Setelah mendengar suara bising itu, aku merasakan firasat buruk. Aku merasa, ada sesuatu yang ku lupakan.


Tidak lama setelah suara bising menghilang, aku mendengar suara perempuan memanggil ku dari kejauhan. Aku menengok ke arah suara itu. Saat aku menengok, aku melihat Amanda sedang terbang mendekati ku.


Amanda sampai di samping ku. "Mira!!" Kata Amanda. "Aku ingin memberitahu mu apa yang terjadi di Vila...... Tapi tanpa harus ku kasih tahu, kau pasti sudah tahu kan apa yang sedang terjadi."


"Kau kira aku ini apa? Dewa?....... Mana mungkin aku bisa tahu apa yang sedang terjadi di sana."


"Eeeeeh," Amanda terkejut. "Bukan kah kau menyuruh ku kesana. Karena sudah tahu apa yang terjadi di sana?"


"Bukan bodoh..... Jadi bagaimana dengan orang tua yang ada di situ? Apakah dia terbunuh?"


"Orang tua?" Kata Amanda heran. "Maksud mu Leonardo?"


"Ternyata kau sudah kenalan dengan dia."


Amanda mengangguk. Kemudian ia tersenyum. "Tenang saja dia baik-baik saja."


"Begitu ya."


"Ternyata kau sudah tahu apa yang terjadi di sana.... Bahkan kau memperkirakan kalau Leonardo itu akan terbunuh."


Aku melihat wajah Amanda. Dari ekspresi nya, dia pasti berhasil menangani pembunuh yang sedang mengincar Leonardo.


"Jika kau menanyakan Leonardo, kau pasti sudah tahu kan kalau semua pelayan baik-baik saja." Kata Amanda.


"Semua pelayan? Bukan nya yang di incar pembunuh itu cuma Leonardo?"


"Pembunuh?" Kata Amanda heran.


"Kita membicarakan hal yang sama kan?"


"Kita membicarakan tentang para pelayan yang saling membunuh kan?" Kata Amanda heran.


"Semua pelayan saling membunuh!?.... Apa yang terjadi di sana!?"


"A-aku kira kau sudah tahu." Kata Amanda terkejut.


"Aku tidak tahu hal itu bodoh..... Kenapa kau tidak bilang dari tadi!?"


"Sudah ku bilang ku kira kau sudah tahu." Kata Amanda panik.


"Kau pikir aku ini apa!?..... Mana mungkin aku bisa tahu kejadian yang belum pernah ku lihat..... Cepat ceritakan apa yang terjadi di Vila sekarang!"


"Ba-baik!! Sebenarnya...."


Amanda pun menceritakan semua yang terjadi di Vila kepada Mira.