
Aku berada di ruang tahta kerajaan Eurasia, saat ini aku sedang bersama Natasha dan Alex. Aku memerintahkan Alex untuk menghubungi Joshua lewat (Telepathy), aku memiliki firasat, kalau telah terjadi sesuatu yang buruk pada Joshua.
"Ayah!!" Kata Alex dalam pikiran nya.
"Alex, kenapa kau tiba-tiba memanggil ku?"
"Mira ingin berbicara pada ayah, akan ku sambungkan ke Mira sekarang." Kata Alex.
Kemudian Alex memegang tangan Natasha, lalu Natasha memegang tangan ku. Hal ini bisa menyambungkan (Telepathy). Saat Natasha memegang tangan ku aku bisa mendengar kan suara Joshua dalam kepala ku.
"Mi-Mira kenapa kau menghubungi ku?" Tanya Joshua dalam Pikiran nya.
"Jangan banyak tanya, aku tahu kau saat ini dalam keadaan terdesak.... Sebenar nya aku sudah menduga kalau Lia akan datang ke pertemuan."
"Dari mana kau tahu?"
"Lizard menghubungi ku tadi malam, dia bilang melihat Lia pergi ke Vila ku kemarin. Jadi aku berfikir dia akan mencari ku di kerajaan Fantasia."
"Be-begitu ya.... Jadi apa yang harus ku lakukan? Aku harus jawab bagaimana?"
"Kau tenang saja. Ikuti saja semua yang ku katakan."
\*\*\*
Joshua sedang di tatapi semua orang, dia kebingungan harus menjawab pertanyaan Lia. Di tengah kebingungan Joshua mendapatkan (Telepathy) dari anak nya. Dan anak nya bilang kalau Mira ingin berbicara ke Joshua, Mira memberitahu Joshua untuk mengikuti seluruh perkataan nya.
"Apakah dengan cara ini aku bisa mengelabui mereka?" Tanya Joshua ke Mira melalui pikiran nya.
"Hanya inilah satu-satu nya cara untuk mengelabui mereka. Kau ikuti saja perkataan ku."
"Jadi Raja Joshua di mana kau bertemu Mira baru-baru ini?" Tanya Lia.
Semua orang melihat ke arah Joshua, Mira yang mendengar pertanyaan Lia melalui pikiran Joshua langsung memberikan jawaban ke Joshua.
"Haaaa," Joshua menghela nafas panjang. "Seperti nya aku memang harus memberitahu kalian."
Semua orang menatap Joshua dengan tatapan serius.
"Sebenarnya aku bertemu dengan Mira seminggu yang lalu di markas Low Light yang ada di kerajaan Eurasia."
Mendengar perkataan Joshua, Carla yang mendengar nya hampir pingsan. Sebelum Carla betul-betul pingsan Shina yang berada di samping Carla langsung memberikan obat ke Carla.
"Mira!!! Apakah yang kau katakan ini benar? Ibu mu hampir pingsan mendengar nya." Kata Joshua di dalam pikiran nya.
"Tenang saja, aku sudah menduga kalau ibu akan pingsan mendengar nya." Jawab Mira dalam pikiran Joshua.
"Raja Joshua apakah yang kau katakan ini benar?" Tanya Yuri.
"Iya benar, aku bertemu dengan Mira di sana. Aku melihat Mira bersama dengan pengawal nya."
"A-apa yang di lakukan Mira di sana?" Tanya Carla dengan suara pelan.
"Se-sebenarnya-"
"Mira apakah tidak apa memberitahukan hal ini kepada mereka?" Tanya Joshua dalam pikiran nya.
"Sudah kau ikuti saja kata ku." Jawab Mira dalam Pikiran Joshua.
"Sebenarnya apa?" Tanya Carla.
"Sebenarnya Mira adalah salah satu anggota tertinggi di Low Light."
Semua orang terkejut mendengar perkataan Joshua, setelah mendengar perkataan Joshua Carla beranjak dari tempat duduk nya. "Kau bohong kan... Tidak mungkin anak ku menjadi salah satu anggota Low Light!!" Kata Carla dengan berteriak.
"Untuk apa aku bohong di saat seperti ini... Karena inilah aku tidak ingin memberitahu kalian, kalian pasti akan sulit menerima kebenaran nya." Jawab Joshua.
"Ini gawat ayah, kita harus menangkap Mira dan menghukum mati dia." Kata Nina.
"Aku setuju dengan Kak Nina." Kata Blanc.
Yuri, Shina dan Carla terkejut mendengar perkataan Nina dan Blanc.
"Tunggu dulu Kak Nina, Kak Blanc. Pasti Mira punya alasan kenapa dia menjadi anggota Low Light." Kata Yuri.
"Nina, Blanc. Berani sekali kalian berkata seperti itu." Kata Carla.
Lina beranjak dari tempat duduk nya. "Carla, kau masih membela anak mu yang sudah menjadi kriminal."
"Tentu saja aku membela Mira. Dia itu anak ku, dia mungkin memang sudah jadi kriminal. Tapi dia menjadi kriminal itu semua salah Charles kan. Coba saja dia tidak mengusir Mira dulu, pasti Mira tidak akan menjadi anggota dari Low Light."
Perdebatan antara keluarga kerajaan Fantasia masih terus berlanjut.
"Mira kau juga sudah menduga kalau kondisi nya akan jadi seperti ini kan?" Tanya Joshua dalam Pikiran nya.
"Tenang saja, semua yang terjadi di sana sudah sesuai dengan dugaan ku. Kau hanya perlu mengikuti perkataan ku." Kata Mira dalam Pikiran Joshua.
"Semua nya Tenang!!" Charles berteriak sangat nyaring. Semua orang menutup telinga karena suara Charles yang sangat nyaring.
Setelah mendengar teriakan Charles perdebatan akhir nya berhenti. Kemudian Charles menyambung kembali perkataan nya. "Kita tidak bisa menghukum mati Mira karena dia sudah bukan warga dari kerajaan Fantasia lagi, jadi apapun yang dia lakukan sudah tidak ada hubungan nya lagi dengan kerajaan ini."
"Dan juga sepertinya cerita dari Raja Joshua masih belum berakhir. Sebaiknya kita dengar kan dulu cerita raja Joshua." Kata Charles.
Carla kembali duduk di tempat duduk nya, kemudian Nina dan Blanc mengambil cangkir teh nya lalu mereka berdua meminum teh mereka.
"Anu... Bagaimana dengan pembahasan Low Light, bukan nya kita mengadakan pertemuan untuk membahas tentang Low Light." Kata Albert.
"Tentang Mira lebih penting dari pada Low Light." Kata Carla dan Yuri secara bersamaan.
"Tenang saja Ayah, yang kita bahas hari ini semua nya berhubungan dengan Low Light." Sambung Lia.
Semua orang mengangguk, menandakan mereka semua setuju dengan perkataan Lia.
"Baiklah kalau begitu. Semua nya bermula pada seminggu yang lalu pada pagi hari, salah satu mata-mata yang ku taruh di markas Low Light kerajaan Eurasia memberikan laporan pada ku-"
Mira memberitahu kan cerita palsu kepada Joshua, Joshua pun mengikuti semua cerita palsu yang di buat Mira.
Mira menceritakan kalau seminggu yang lalu Joshua menerima laporan dari salah satu mata-mata nya yang menyusup ke markas Low Light yang ada di kerajaan Eurasia.
Mata-mata itu mengatakan kalau pada siang hari akan di adakan pelelangan di Low Light. Karena merasa penasaran Joshua pun mengikuti penyelidikan mata-mata itu.
Siang hari pun tiba, Joshua berhasil masuk ke markas Low Light.
Joshua di berikan topeng sebelum masuk ke markas Low Light, saat di dalam markas, Joshua melihat banyak orang yang memakai topeng, lalu di depan tempat duduk mereka ada sebuah panggung besar.
Panggung itu tertutupi dengan sebuah tirai besar, beberapa detik kemudian tirai itu terbuka. Saat tirai itu terbuka ada seorang gadis setengah kelinci yang berdiri di atas panggung.
Selama beberapa jam Low Light hanya menjual barang-barang yang tidak di ketahui oleh Joshua apa kegunaan nya. Setelah semua barang terjual, seharus nya semua orang sudah bisa keluar tapi entah kenapa seluruh pintu masuk tertutup.
"Maaf semua nya, hari ini kalian belum boleh pulang... Rabisia akan memperkenalkan anggota penting di Low Light."
Semua pandangan menuju ke panggung.
"Baiklah yang pertama Ketua cabang dari Low Light di kerajaan Eurasia adalah.-" satu pria muncul dari belakang panggung. "Kita sambut Douglas."
"Lalu Wakil ketua dari Low Light adalah.-" Satu pria lagi muncul dari belakang panggung. "kita sambut Lizard."
"Dan ini dia ketua besar dari Low Light.-" Seorang wanita dewasa berambut hitam muncul dari belakang panggung. "Kita sambut Nona Misha."
Wanita itu berdiri di tengah-tengah panggung. "Baiklah semua nya, seharus nya perkenalan nya berhenti di aku," Kata Wanita itu. "Tapi kami ingin memperkenalkan anggota baru. Kami memanggil nya Putri yang terbuang.... Kalian pasti berfikir kenapa dia di panggil Putri yang terbuang. Jawaban nya karena dia adalah putri kerajaan tapi dia dibuang oleh ayah nya karena tidak berbakat."
Mulai timbul bisikan-bisikan dari penonton.
"Putri kerajaan yang di buang, aku tidak pernah mendengar nya." Kata salah satu penonton.
"Semua nya mohon tenang," Kata Wanita yang bernama Misha. Semua orang menjadi tenang. "Kami tidak bisa menyebutkan nama nya dan juga kami tidak bisa menyebutkan dari mana dia berasal... Kalau begitu kita panggil saja, Putri Yang Terbuang silahkan naik ke panggung."
Gadis kecil berambut perak yang memakai topeng muncul dari belakang panggung, gadis kecil itu di temani oleh dua orang wanita berambut pirang kedua wanita berambut pirang itu juga memakai topeng dan juga salah satu dari wanita itu adalah Ras Elf.
"Anak kecil?" Kata sebagian penonton dengan suara berbisik-bisik.
"Ras Elf?" Kata sebagian penonton dengan berbisik-bisik
Salah satu penonton berdiri. "Dia sudah dibuang oleh ayah nya pada usia yang masih sangat muda... Sungguh ayah yang sangat kejam!!" Kata penonton yang berdiri itu dengan berteriak.
"Mohon duduk kembali, kami tahu bagaimana perasaan mu... Tapi memang dia di usir dari kerajaan pada usia yang masih anak-anak." Kata Misha.
Salah satu penonton mengangkat tangan. "Berapa umur Putri Yang Terbuang."
"Dia masih berumur sepuluh tahun. Dia di usir karena dia tidak berbakat, pada saat tes bakat Level nya masih level satu. Makanya dia di usir dari kerajaan.... Tapi percayalah semua nya, sebenarnya anak ini sangat berbakat. Dia yang membuat Low Light bisa berdiri di kerajaan ini, bahkan dia sudah memiliki setengah dari kota Tiramisu."
"Setengah kota Tiramisu!!"
"Tidak mungkin anak kecil seperti dia!!"
Kata para penonton.
"Kalian masih tidak percaya kan, anak ini sebenarnya sangat cerdas. Dia pintar dalam membuat strategi, bahkan kami lolos dari militer kerajaan Eurasia semuanya berkat anak ini... Sebenarnya anak ini sangat berbakat, hanya saja bakat nya belum di asah... Kalau kalian tidak percaya lihat ini."
Wanita bernama Misha itu memukul gadis kecil berambut perak itu, Misha memukul dengan keras sampai gadis kecil berambut perak itu jatuh tersungkur. "Cepat lakukan hal yang ku ajarkan padamu."
Kedua wanita berambut pirang ingin membantu gadis kecil berambut perak itu, tapi gadis kecil itu menghentikan mereka.
"Ba-baik!!" Kata gadis kecil berambut perak itu.
Gadis kecil berambut perak itu mengeluarkan sihir bola api, bola api di tangan nya hanya sebesar bola tenis, lalu gadis kecil berambut perak itu menembakkan bola api yang ada di tangan nya ke arah dinding.
Dalam sekejap, bola api itu mengeluarkan ledakan besar.
Setelah terjadi ledakan bedar semua penonton bersorak. Misha berjalan mendekat ke arah Gadis kecil itu kemudian Misha menendang perut gadis kecil itu. "Tidak ada yang menyuruh mu menembak ke dinding."
Melihat gadis kecil itu di tendang. Kedua wanita berambut pirang membantu gadis kecil itu, lalu salah satu wanita berambut pirang menatap tajam ke arah Misha.
"Apa-apaan tatapan mu itu!? Jangan lupakan kalau tuan putri kalian sembuh itu karena aku."
"Maafkan kami, Nona Misha. Tapi sepertinya Tuan Putri sedang kelelahan kami akan membawa nya ke kamar." Kata wanita Elf berambut pirang.
Mereka berdua pun pergi dari atas panggung sambil menggendong gadis kecil berambut pirang itu.
"Kalian pasti bertanya-tanya kenapa aku memukul dan menendang anak tadi kan... Kalian pasti berfikir aku kejam kan... Kalau kalian memikirkan hal itu maka sebentar lagi kalian akan mati."
Setelah Misha mengatakan itu, setengah dari penonton mati, setengah penonton mati dengan kepala mereka yang meledak secara tiba-tiba.
"Seperti nya setengah dari kalian memikirkan hal itu. Baiklah perkenalan nya kita sudahi sampai di sini, Rabisia buka pintu keluarnya!"
Banyak penonton berlarian keluar, Joshua juga ikut berlari di antara penonton itu.
Gadis kecil itu... Walaupun dia memakai topeng, aku bisa tahu dari warna rambut nya. Dia adalah putri kelima kerajaan Fantasia. Pikir Joshua.
"Begitulah ceritanya. Aku sangat yakin gadis kecil itu Mira. Aku bisa tahu dari warna rambut nya."
"Aku tidak menyangka kau akan membuat cerita yang bagus dalam waktu yang sangat singkat Mira." Kata Joshua dalam pikiran nya.
"Tentu saja, seperti yang ku sebutkan di cerita, aku ini sangat cerdas." Kata Mira dalam pikiran Joshua.
Carla, Yuri, dan Shina. menangis mendengar cerita Joshua. Setelah itu Carla beranjak dari tempat duduk nya.
"Maaf, seperti nya saya tidak bisa mengikuti pertemuan ini lebih lanjut. Saya permisi." Kata Carla.
Setelah mengatakan hal itu Carla berlari menuju pintu ruang tahta, para penjaga membuka pintu ruang tahta lalu Carla berlari keluar dari ruang tahta.
"Maaf ayahanda, saya juga ingin pergi." Yuri pun juga pergi dari ruang tahta.
Tanpa berpamitan, Shina mengikuti Yuri pergi dari ruang tahta.
"Aku tidak pantas untuk mengatakan ini kepadamu Charles. Tapi aku setuju dengan perkataan Misha, Mira itu sebenarnya sangat berbakat hanya saja bakat nya tidak di asah dengan benar, seharus nya kau buang saja peraturan leluhur itu dan terima kembali Mira di istana." Kata Joshua.
"Apa yang kau katakan Joshua!? Aku tidak menyuruh mu mengatakan hal itu." Kata Mira dalam pikiran Joshua.
"Baiklah aku akan memikirkan untuk menerima Mira kembali di istana lagi." Kata Charles.
"Kau senang kan Mira." Kata Joshua dalam pikiran nya.
"Aku tidak senang!! Kau merusak seluruh rencana yang kubuat dari awal. Aku tidak bermaksud kembali lagi ke istana."
"Lalu kenapa kau membuat cerita yang sangat menyentuh hati, jika kau tidak ingin di terima di istana lagi. Sebenar nya di dalam lubuk hati mu kau ingin pulang ke sini lagi kan."
Mendengar perkataan Joshua Mira langsung memutus kan (Telepathy).
\*\*\*
Setelah memutuskan (Telepathy) aku langsung pergi dari ruang tahta.
Aku berjalan di dalam istana bersama dengan Natasha.
"Natasha ayo kita cepat selesaikan urusan di kerajaan ini, setelah itu kita pulang ke Tiramisu."
"Semua nya sesuai dengan rencana kan Mira." Kata Natasha.
"Tentu saja, aku hanya tinggal melaksanakan tahap akhir, setelah melaksanakan tahap akhir aku akan pulang ke kerajaan Fantasia."