
Layar pun timbul di cristal.
Name:Mira
Level:01
Class:Princess
HP:10
MP:10
STR:01
AGI:01
INT:01
VIT:01
DEX:01
Hasilnya sangat mengecewakan, walaupun cristal nya lebih besar dari pada cristal yang pernah aku pakai. Tapi ternyata fungsinya sama saja, cristal ini tidak bisa mendeteksi status ku.
Semua orang terlihat biasa saja melihat status ku, seakan-akan mereka sudah mengetahui kalau status ku akan serendah ini.
Raja berdiri dari kursi nya, lalu ia menatap ku. "Sudah ku duga kalau bakat mu akan serendah ini." lalu raja menghadap ke depan dan berteriak. "Sudah ku putuskan kalau orang yang akan menjadi tunangan pangeran Alex adalah Putri Mira. Lalu untuk siapa yang mewarisi tahta akan ku putuskan dilain waktu, keempat Putri ku telah menunjukkan bakat yang luar biasa, jadi aku bingung memutuskan siapa yang berhak atas tahtaku. Kalau begitu semuanya boleh bubar!"
Semua orang mulai pergi meninggalkan ruang tahta, lalu aku pun ingin pergi meninggalkan ruang tahta juga, tapi raja menghentikan ku.
"Ada apa ayah?"
"Pangeran Alex akan datang besok, kau harus memakai pakaian yang pantas untuk menemuinya."
"Memang nya kenapa dengan pakaian yang biasa ku pakai?"
"Itu sudah bagus, tapi pakaian itu terlalu sederhana."
Lalu Ibu menepuk pelan pundak raja. "Tenang saja Charles, biarkan aku yang mengatur pakaian nya untuk esok."
"Kalau begitu ku serahkan padamu."
Ibu mengangguk, lalu aku berteriak kepada raja. "Tunggu sebentar, bagaimana kalau aku menolak pertunangan ini?"
Ibu dan raja kaget mendengar perkataan ku. Lalu ibu bertanya kepadaku. "Kau bercanda kan Mira?"
"Aku serius!" aku berkata dengan suara lantang. "Memangnya aku akan menerima menjadi tunangan pria yang bahkan wajahnya saja aku tidak tahu."
Raja menghembuskan nafas panjang. "Kau tidak boleh menolak nya, kalau kau menikah dengan pangeran Alex. Maka kerajaan Eurasia akan menjadi sekutu kita. Kau tahu kan betapa penting nya pertunangan ini."
Aku menghembuskan nafas panjang. "Kalau begitu ayah aku memiliki satu pertanyaan."
"Apa itu?"
"Jawab dengan jujur," aku menatap tajam ke arah raja. "Ayah lebih memilih aku atau kak Nina yang mewarisi tahta kerjaan, jawab sesuai dengan isi hati ayah. Bukan karena peraturan kerajaan."
Raja terdiam sejenak, lalu ia menjawab. "Tentu saja ayah akan memilih kamu."
Aku berbalik dan berjalan menuju pintu ruang tahta, pintu di buka oleh penjaga. Aku berjalan keluar ruang tahta, tapi sebelum aku sampai di luar ruang tahta aku berbalik.
"Dasar pembohong!" aku berteriak, setelah itu aku berbalik dan berjalan keluar ruang tahta lagi.
Malam hari tiba, aku berada di kamarku. Aku memakai baju tidur, dan sedang berbaring diatas kasur. Aku mencoba untuk tidur, tapi aku tidak bisa tidur karena gelisah. "Aku tidak bisa tidur, lebih baik aku keluar sebentar." Aku beranjak dari tempat tidur, lalu menggunakan (Teleportation) untuk berpindah ke tempat yang jauh dari istana.
Aku berpindah ke atas langit, lalu aku memakai (Fly) dan pergi terbang menuju arah Utara, aku terbang cukup lama lalu aku berhenti di atas sebuah kota, yang kotanya tidak kalah besar dengan kota Caramel. Lalu di tengah kota terdapat istana yang besar, istana itu lebih kecil dari pada istana tempat ku tinggal.
Aku memakai (Clairvoyance) untuk melihat seluruh isi kota, lalu dengan (clairvoyance), aku melihat bendera kerajaan Eurasia. Ternyata kota ini adalah ibu kota kerajaan Eurasia yang bernama Vanila.
Pada saat di atas kota Vanila aku memikirkan sesuatu. Jadi ini kerajaan Eurasia. Satu-satunya cara untuk membuat pertunangan ku di batalkan adalah dengan cara menghancurkan negara tempat tinggal pengeran Alex. Dengan satu Super Magic ku, negara ini bisa menghilang dari dunia. Pada saat memikirkan itu, entah kenapa perasaan ku jadi sangat senang.
Esok hari tiba, saat ini aku sedang bersiap-siap untuk menyambut pangeran alex. Ibu sedang merias wajah ku, dan Kak Yuri memperhatikan ku dari belakang, setelah beberapa menit akhirnya ibu selesai merias wajah ku. Kak Yuri langsung memeluk ku. "Tidak kusangka, kau akan menjadi tunangan pangeran yang tampan itu." lalu ia melepaskan pelukan nya, dan aku pun pergi bersama Ibu keruang tahta.
Pada saat aku berada di ruang tahta, aku melihat. Ketiga putri berada di ruang tahta, dengan gaun yang sangat mewah dan riasan yang sangat mencolok. aku mendatangi ketiga putri itu. Dengan nada menyinggung aku bertanya. "Kenapa kalian disini?"
Mereka semua tidak menjawab, mereka hanya tersenyum. Lalu penjaga pintu berteriak.
"Pangeran Alex, dari kerajaan Eurasia telah tiba." Pintu terbuka, lalu masuk dua orang pria, pria yang satu adalah pria tua. Lalu yang satu lagi adalah pria muda yang sangat tampan. Sampai-sampai ketiga putri yang hadir tidak bisa memalingkan pandangan nya dari pemuda itu.
"Selamat datang Raja Joshua dan pangeran Alex." Raja berteriak kepada dua pria yang baru memasuki ruang tahta.
Lalu raja Charles dan raja Joshua bersalaman, mereka melakukan obrolan kecil. Aku memerhatikan sekeliling untuk mencari Kak Yuri, tapi kak Yuri tidak kutemukan. Lalu dari belakang ada yang menepuk pundak ku.
"Kau kaget Mira?"
"Kak Yuri, sejak kapan kau ada di belakang ku?"
"Hehe, itu rahasia!" lalu kak Yuri melihat ke arah pangeran Alex. "Berapa kali kulihat pangeran Alex tetap tampan. Kau berpikir seperti itu kan Mira?"
Aku hanya diam, lalu pangeran Alex melihat kesana kemari, lalu ia berkata. "Sudah cukup basa-basi nya dimana tunangan ku?"
Raja Charles tersenyum. "O,iya. Aku lupa. Mira cepat kesini!"
Aku mendekat ke raja Charles. Lalu raja Charles memperkenalkan ku. "Perkenalkan dia putri Bungsu ku, Mira."
Lalu Pangeran Alex menatap ke arahku. "Dia tunangan ku!?" pangeran Alex berkata dengan nada tidak puas. "Anak kecil ini tunangan ku!? Jangan bercanda raja Charles."
"Aku serius." raja menjawab dengan tersenyum.
"Memang nya aku mau, menikahi seorang anak kecil."
"Betul kata anak ku Charles. Anak ku tidak mungkin menikahi anak kecil seperti dia!?" Raja Joshua menambahkan.
"O,iya Raja Charles. Aku dengar kau memiliki 5 Putri. Bagaimana kalau ke 4 putri mu menjadi tunangan ku." Alex berkata dengan nada sombong.
"Itu tidak bisa ku lakukan!"
"Kalau begitu perjanjian damai nya batal!" Joshua melanjutkan.
Raja Charles, menunduk wajah nya menunjukkan kalau dia berpikir serius. Pangeran Alex mendekati ku, lalu pangeran Alex menyetuh pipiku. "Jangan batalkan perjanjian nya Ayah, setelah ku amati anak ini akan menjadi gadis yang cantik dalam waktu 7 tahun kedepan."
"Kalau itu mau mu, perjanjian nya tidak akan ku batalkan." Kata Joshua.
Lalu raja Charles menunjukkan wajah senang. "Benar, kata pangeran Alex. Putri ku Mira akan menjadi gadis yang cantik di masa depan. Hahaha." tawa keras keluar dari mulut raja.
"Kalau begitu mari kita mulai pesta pertunangan nya." Joshua berteriak.
"Mira, kau temani pangeran Alex berkeliling istana ini." Raja menyuruhku.
Aku mengangguk, lalu tangan ku di tarik oleh Alex, setelah itu Alex mendekatkan mulutnya ke telinga ku dan berbisik. "Mulai sekarang kau adalah mainan ku."
Aku melihat wajah nya, senyuman menjijikan keluar dari Wajah nya. Secara reflek aku melepaskan tangan ku yang di genggam oleh tangan nya. Lalu aku mengangkat gaun ku, dan mengayunkan kaki ku kearah ************ Alex.
Tendangan ku tepat mengarah ke daerah sensitif milik Alex. Alex jatuh tersungkur, sambil memegangi ************ nya.
"Siapa juga yang ingin menjadi mainan mu dasar Sampah!" aku berteriak kepada Alex yang tersungkur kesakitan.
Pandangan semua orang mengarah ke padaku, lalu Joshua berlari mendatangi anak nya yang sedang kesakitan. "Alex, kau tidak apa-apa."
"Ini sangat sakit Ayah!" Alex menangis, dengan keras. Ingus dan air mata memenuhi wajah nya. Padahal aku menendang nya dengan pelan.
"Charles!!" Joshua berteriak. "Yang di lakukan oleh putrimu tidak dapat di maafkan, aku menyatakan perang dengan kerajaan Fantasia."
"Tu-tunngu dulu, mari kita bicarakan-" omongan raja Charles di potong dengan Joshua.
"Tidak ada yang perlu di bicarakan lagi, besok pasukan ku akan datang menyerang negara ini!" Joshua, membopong anaknya yang sedang menangis. Lalu Joshua mengeluarkan sesuatu dari sakunya. "Cristal Teleportation, Pindahkan aku ke Eurasia!" ia membanting cristal yang ada di tangannya, lalu pada saat cristal itu pecah, wujud Joshua dan Alex menghilang dari ruang tahta.