
"Belum sekarang saat nya, masih terlalu dini untuk mengingat semua nya."
\*\*\*
Di saat Catulus berhasil mengalahkan Arisa, ia dengan cepat merubah penampilan nya menjadi Arisa. Dengan Skill khusus nya yang ia dapatkan saat menyelesaikan Quest mengalahkan Raja Iblis Lucifer, Catulus yang saat itu masih sebagai Catherine mendapatkan Skill untuk merubah penampilan nya sebagai orang lain. Skill ini tentu saja berguna untuk menyamar.
Saat Catherine berubah menjadi Catulus, level nya tidak berubah, kemampuan nya masih sama seperti di FL, hanya penampilan nya saja yang berubah. Yang awal nya ia adalah Demi Human kucing hitam, berubah menjadi Demi Human kucing Putih. Dari semua teman nya yang berpindah ke dunia lain, hanya Catherine saja yang berubah penampilan nya. Bahkan Mira yang di kirim ke dunia lain bukan melalui sistem saja penampilan nya masih sama.
Saat Catherine atau sekarang yang di kenal sebagai Catulus telah merubah penampilan nya menjadi Arisa dengan Skill khusus nya, ia mengambil Crystal Sihir yang tersimpan di dalam (Inventori) nya. Crystal sihir itu tersimpan sihir (Gate) sejenis sihir (Teleportation). Sebenarnya Catulus memiliki Crystal sihir (Teleportation), hanya saja ia memilih Crystal sihir (Gate) agar lebih meyakinkan Mira kalau dia sebenarnya di kirim paksa ke Benua Aziliya.
Saat berada di Benua Aziliya, Catulus berpura-pura pingsan. Ia kemudian melihat sekeliling, dan melihat sebuah bangunan berdiri kokoh di tempat yang sama sekali tidak ada apa-apa ini. Ia mencurigai bangunan itu adalah bangunan yang menjadi tempat persembunyian teman-teman nya, yang juga berfungsi sebagai laboratorium, tempat teman nya melakukan eksperimen. Hanya saja, bentuk bangunan yang berdiri megah itu dengan laboratorium yang Catulus ketahui sangatlah berbeda.
Laboratorium tempat teman Catulus melakukan eksperimen berbentuk bulat dengan kubah yang menjadi atap nya. Sedangkan bangunan yang ada di depan Catulus berbentuk persegi lima. Di lihat dari mana pun, bangunan itu bukanlah laboratorium yang Catulus tahu.
Catulus pun mengajak Mira mendekati bangunan yang mungkin saja adalah laboratorium teman nya, saat berada di depan bangunan itu, Catulus terkejut bukan main. Bangunan itu mengeluarkan ribuan senjata, senjata itu pun langsung menembaki Catulus. Untung saja Catulus sempat menggunakan sihir (Barrier).
Karena Catulus saat ini menyamar menjadi Arisa dengan Skill nya, yang dapat mengcopy penampilan, Class, Skill dan sihir. Ia dapat menggunakan sihir yang sama dengan Arisa. Hanya saja ia tidak dapat mengcopy semua level Arisa. Arisa berlevel seratus, dan Catulus hanya bisa mengcopy setengah level dari level Arisa. Itu arti nya saat ini Catulus berlevel lima puluh.
Sebenarnya senjata yang di tembakkan bukanlah apa-apa jika di bandingkan dengan seseorang berlevel seratus, tapi karena level Catulus saat ini adalah lima puluh, senjata yang di tembakkan berdampak besar bagi nya. Alhasil (Barrier) yang di ciptakan nya perlahan-lahan mulai hancur. Mira yang perspektif tentang kekuatan ikut menjadi kabur di saat bersamaan dengan melemah nya tubuh nya, mengira kalau semua senjata yang di tembakkan setara dengan seseorang berlevel seratus, yang di mana sebenarnya senjata itu tidak akan mempan jika di tembakkan ke seseorang berlevel seratus.
Beberapa menit berlalu, semua senjata selesai di tembakkan, Catulus menghela nafas lega. Tapi sesaat ia merasa lega, suara monoton terdengar dari arah bangunan. Suara itu mengatakan ingin meledakkan bom atom. Di saat Catulus mendengar hal itu, ia seketika mengutuk teman-teman nya di dalam kepala nya. 'Sialan kalian, Bruno Javelin Siegurd!'
Untung saja sebelum bom benar-benar meledak, Catulus berhasil berteleportasi ke jarak yang aman dari ledakan bom atom terjadi. Bom atom itu menciptakan awan jamur. Melihat ukuran awan jamur yang muncul di akibatkan ledakan bom atom, hati Catulus di penuhi rasa amarah yang membuat wajah nya cemberut.
Beberapa menit kemudian awan jamur menghilang, di saat bersamaan sebuah serangan yang di arahkan langsung ke arah Catulus dan Mira terjadi. Serangan itu berasal dari arah ledakan bom atom sebelum nya terjadi. Catulus tahu kalau serangan itu sebenarnya di maksudkan hanya sebagai kode untuk melanjutkan rencana. Dengan begitu Catulus bergerak sesuai skrip yang telah di tentukan. Ia membawa Mira turun ke tanah, membiarkan nya mendapatkan sedikit informasi, mengirimkan isyarat secara sembunyi-sembunyi kepada Bruno, mengatakan kalau Mira sebenarnya sudah melemah. Bruno yang menerima isyarat, membalas isyarat Catulus, mengatakan inilah saat nya Catulus menusuk Mira dengan anak panah khusus yang mampu menembus tubuh seseorang walaupun tanpa di lesatkan dengan busur.
Catulus melakukan nya, ia menusuk Mira dengan anak panah khusus itu. Mira terbelalak kaget, sekilas wajah Mira menunjukkan ekspresi bingung bercampur marah, lalu pada akhir nya wajah nya berubah menjadi sedih. Melihat ekspresi wajah Mira, Catulus seketika hendak menangis. Tapi ia menahan nya... Walaupun Mira tidak menganggap Bruno dan Catherine sebagai teman lagi, mereka berdua masih menganggap Mira sebagai teman berharga. Terlebih lagi Bruno. Dia menganggap Mira bukan hanya sebagai teman. Ia menganggap nya lebih dari itu. Jadi saat Catulus menusuk Mira, Bruno sekilas juga menunjukkan ekspresi sedih.
Catulus menusuk Mira tepat di jantung nya. Ia perlahan mencabut anak panah yang tertusuk di dada Mira bagian kiri, sesaat anak panah itu di cabut, pendarahan hebat terjadi. Seketika Mira kehilangan semua kekuatan nya, dan jatuh tengkurap ke tanah dengan tubuh yang bersimbah darah.
Di saat itulah, sebuah layar hologram muncul di hadapan Catulus, Bruno, Siegurd dan Javelin. "Quest telah selesai..."
"Akhir nya kita bisa pulang!" Kata Javelin.
"Penantian panjang akhir nya tebayarkan..." Siegurd yang tidak bisa menahan kebahagiaan nya, mengeluarkan air mata, ia dengan cepat menghapus air mata nya.
"Kalian..." Catulus yang tidak dapat mempercayai mata kepala nya sendiri, kalau ia melihat kedua teman nya merasa gembira di saat seseorang kenalan mereka mati, memanggil mereka berdua dengan nada di penuhi dengan amarah. "Seseorang baru saja mati. Dan kalian menerima nya dengan gembira? Apakah tinggal di dunia ini terlalu lama telah merusak pikiran kalian?"
Mendengar perkataan Catulus, Siegurd dan Javelin seketika menjadi kaku, mereka terdiam seperti patung dengan ekspresi wajah seperti orang bodoh.
"Ca-Catherine benar... Walaupun kepribadian nya buruk, Mira pernah menjadi teman kita." Kata Siegurd dengan nada bersalah.
"Kalian mengatakan kepribadian Mira buruk...? Apakah kalian tidak berkaca pada diri sendiri?" Kata Catulus dengan nada menghina.
Sekali lagi mereka menjadi kaku, terdiam membeku dengan ekspresi wajah yang di penuhi dengan rasa bersalah.
Dari tadi hanya Catulus, Siegurd dan Javelin yang berbicara. Bruno hanya berdiam menatap ke arah depan dengan ekspresi wajah kesal. Melihat kondisi teman nya yang seperti itu, Catulus dan kedua teman lain nya memanggil Bruno.
"A-Ada apa Bruno?" Tanya Javelin.
"Kalian... Baca pesan nya sampai habis." Jawab Bruno dengan nada lesu, ia seperti seseorang yang sedang di landa keputusasaan.
"Quest telah selesai. Sesuai perjanjian Player akan di pulangkan kedunia asal mereka. Hanya saja untuk saat ini Player belum di perbolehkan untuk pulang. Sebelum penjajah menyelesaikan Quest nya."
Membaca semua isi pesan itu tatapan para Player yang berasal dari dunia lain menjadi kosong, wajah mereka seperti mayat hidup, energi tubuh mereka menghilang seketika, mereka pun jatuh terduduk di tanah dengan kepala tergantung, di penuhi keputusasaan.
'Ba-Bagaimana bisa penjajah menyelesaikan Quest nya, kalau penjajah nya saja sudah mati.' Pikir semua Player.
Di saat itulah, tanpa sepengetahuan siapapun, jari-jari tangan Mira bergerak sedikit.