From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 81 menangkap Goby



Pada malam hari, Goby dan para prajurit memasuki Istana. Goby pergi ke kamar Mira saat berada di depan kamar Mira, Goby menyuruh bawahan nya untuk berjaga di depan kamar Mira.


Goby memanggil bawahan Mira yang sudah tekena pengaruh sihir pengendali pikiran.


"Jack!!" Kata Goby memanggil.


Jack keluar dari kerumunan prajurit yang di bawa Goby, kemudian Jack berjalan mendekati Goby.


"Jack buka pintu nya!" Kata Goby menyuruh.


Jack memegang gagang pintu, kemudian Jack mendorong pintu. Pintu pun terbuka, Goby memasuki kamar Mira, Jack mengikuti Goby dari belakang.


Saat mereka masuk ke kamar Mira, mereka melihat gadis kecil berambut perak sedang tidur di kasur nya dengan nyenyak.


"Hehehehehe," Goby tertawa kecil. "Sekarang kau akan mati."


"Jack cepat kau bunuh dia!" Kata Goby dengan lantang.


Jack mengeluarkan pedang dari sarung nya. Kemudian ia mengangkat pedang ke atas dan mengambil posisi siap untuk menebas.


"Hahahahahahaha," Goby tertawa terbahak-bahak. "Mati kau!!" Goby berteriak.


Jack menurunkan pedang nya mengarah ke Gadis kecil berambut perak yang tidur di atas kasur.


Saat pedang Jack berjarak satu centimeter dengan gadis kecil berambut perak. Goby makin tertawa, kemudian tawa Goby berubah menjadi teriakan. Karena Goby merasakan sakit yang sangat hebat. Goby melihat ke kedua tangan nya. Tangan nya, sudah menghilang. Tangan nya menyemburkan banyak darah, Goby pun berteriak kesakitan.


"Aaaaaaaaaakh," Teriak Goby kesakitan. "Apa yang terjadi. Aaaaaaakh."


Goby melihat ke arah Jack. Jack tersenyum licik.


"Ka-kau bagaimana bisa!!"


"Dari awal sihir mu tidak berpengaruh ke Jack." Kata seseorang dari arah luar kamar.


Goby melihat ke arah keluar kamar, di lihat nya Gadis kecil berambut perak dan wanita berambut pirang.


"Kau, Kau. Bagaimana kau bisa ada disana!? Yang tidur di kasur itu siapa!?"


"Perhatikan baik-baik. Bodoh!!"Kata Mira yang berada di depan pintu.


Goby menengok kearah kasur, kemudian gadis kecil yang terbaring di kasur berdiri, lalu gadis kecil itu menarik rambut perak nya. Saat ia menarik. Rambut perak nya lepas, lalu terlihat lah rambut asli gadis kecil yang terbaring di kasur. Ternyata rambut gadis kecil itu berwarna Pirang, lalu gadis kecil itu memliki telinga panjang. Itu tanda nya dia adalah seorang Elf.


"Ba-bagaimana bisa!!" Kata Goby terkejut.


Tubuh gadis Elf kecil itu menjadi tinggi. Kemudian ia tersenyum licik. "Ini adalah sihir," Kata gadis elf itu. "Ini sihir Ilusi yang membuat ku terlihat seperti anak kecil."


"A-apa!!"Kata Goby terkejut. "Kalian semua habisi mereka!" Kata Goby nenyuruh bawahan nya.


"Percuma Goby," Kata seseorang dari luar kamar. Orang itu masuk ke kamar, orang yang masuk ke kamar itu adalah Charles. "Semua bawahan mu sudah di tangkap."


Keadaan Goby makin terdesak. Darah di tangan Goby terus keluar, ia sudah tidak bisa apa-apa lagi. Goby pun duduk di lantai sambil menundukkan kepala nya. "Semua rencana ku gagal!!" Kata Goby putus asa.


Goby melihat ke arah Mira. "Ba-bagaimana bisa aku kalah dari anak kecil seperti mu?"


"Entahlah."


"Sialan!!" Goby berteriak. Kemudian tubuh Goby membengkak seperti balon. Saat tubuh nya membengkak, Goby tertawa terbahak-bahak. "Aku akan meledakkan diri!! Kalian semua akan mati!! Hahahahahahahahaha."


"Gawat!!" Kata Charles. "Apa yang harus kita lakukan? Mira!!"


"Kenapa ayah malah tanya aku?"


"Kau bilang sudah merencanakan semua nya kan. Berarti kau sudah menduga kalau dia akan meledakkan diri." Kata Charles.


"Aku tidak menduga kejadian ini!!"


"Jadi apa yang harus kita lakukan!?" Kata Charles berteriak.


Aku melihat ke arah Arisa. "Arisa!!" Arisa menengok ke arah ku sewaktu ku panggil.


"Kenapa Nona Mira?" Jawab Arisa.


"Bisa kau lakukan itu?"


"Itu?" Tanya Arisa.


Aku menatap tajam ke arah Arisa. Kemudian Arisa mengalihkan pandangan nya ke arah Goby. "Ba-baiklah akan ku lakukan." Jawab Arisa.


"Apa yang kau rencanakan Mira?" Tanya Charles.


"Ayah jangan banyak tanya! Ayo cepat kita pergi dari sini!"


"Lalu Goby bagaimana?"


"Sudahlah ayo cepat kita pergi dari sini!! Biar Arisa yang mengurus nya."


Aku menyuruh Natasha dan Jack pergi ke ruang tahta. Aku, Ayah, Natasha dan Jack pun pergi berlari ke ruang tahta. Saat ayah berlari kencang menuju ruang tahta, aku, Natasha dan Jack melambatkan lari kami, kemudian aku diam-diam menyentuh tangan Natasha dan Jack. Saat tangan mereka berdua ku sentuh, tiba-tiba hawa di sekitar kami berubah. Aku melihat ke arah depan, saat aku melihat ke arah depan ayah berhenti berlari.


"Seperti nya Arisa berhasil menghentikan waktu." Kata Jack.


"Ayo cepat kembali ke kamar!" Kata Natasha.


Aku mengaktifkan sihir (Teleportation). Dalam sekejap mata kami pun sampai di kamar ku. Saat berada di kamar, kami melihat Arisa sedang terbaring kelelahan di kasur.


"Aku berhasil Kak Mira." Kata Arisa kelelahan.


Aku mendekat ke tubuh Goby, kemudian aku menyentuh tubuh Goby. "Super Magic Activated. Super Magic: Balck Hole." muncul bola hitam seukuran kelereng di tangan ku, lalu tubuh Goby pun terhisap kedalam bola hitam. "Super Magic Deactivated."


"Satu lagi rencana Mira berhasil." Kata Natasha memuji.


"Tentu saja. Jika aku sudah membuat rencana, maka rencana ku pasti akan berhasil."


"Untung saja Kak Mira berhasil menyadarkan ku sewaktu di kendalikan Goby." Kata Jack. Kalau tidak ada Kak Mira mungkin aku sudah menjadi bawahan Goby untuk selama nya." Sambung Jack.


"Kalau aku tidak menyadarkan mu, rencana ku pasti akan gagal. Yaaaa, walaupun ada perubahan rencana."


Bagaimana Mira bisa menyadarkan Jack? Ini semua di mulai dari tadi pagi. Saat Jack baru saja di kendalikan oleh Goby.


\*\*\*


Aku terbangun dari tidur ku, aku merasakan kalau Jack dalam bahaya. Saat aku terbangun Kak Yuri dan Ibu sudah tidak ada, aku langsung melompat dari kasur. Kemudian aku bergegas keluar kamar, saat di luar kamar aku berlari menuju kamar ku. Aku terus berlari hingga akhir nya aku bisa melihat pintu kamar ku, aku berlari mendekati pintu kamar ku. Saat aku berada di ambang pintu, aku mengambil gagang pintu, kemudian aku mendorong pintu hingga terbuka.


Saat pintu terbuka, aku melihat Natasha dan Arisa sedang duduk dengan santai sambil minum teh dan makan manisan.


"Mira kau sudah bangun." Kata Natasha.


"Ngapain kalian malah santai-santai begini!? Jack sedang dalam bahaya!"


"Kami tahu," Jawab Natasha. "Kami berdua sedang menunggu mu... Kau pasti tahu kan, bagaimana cara menyelamatkan Jack. Makanya kau datang kesini untuk mengajak kami menyelamatkan Jack."


"Kalau kalian sudah tahu bagus lah."


"Jadi apa yang harus kita lakukan?" Tanya Arisa.


"Tunggu sebentar aku mandi dulu."


Mira pergi dari kamar nya. Beberapa menit kemudian Mira datang dengan sudah memakai gaun. Mira pun pergi mendekati Natasha dan Arisa yang sedang minum teh dan makan cemilan.


"Jadi apa yang harus kita lakukan?" Tanya Arisa.


"sebentar aku sarapan dulu."


"Santai dulu Arisa," Kata Natasha. "Jika Mira tidak sarapan Mira tidak dapat berfikir."


Mira, Natasha, dan Arisa pun sarapan. Setelah sarapan. Mira, Natasha dan Arisa pergi dari kamar. Kemudian mereka mendatangi Yuri yang sedang berada di halaman depan. Mira dan Yuri bermain di halaman depan, Natasha dan Arisa juga ikut. Mereka berempat bermain hingga siang, saat siang hari mereka pergi masuk kedalam istana. Saat di dalam istana, Yuri kembali ke kamar nya. Mira, Natasha, dan Arisa kembali ke kamar Mira.


Saat di kamar Mira, mereka kembali duduk di meja makan sambil makan manisan dan minum teh.


"Seperti nya kita melupakan sesuatu." Kata Arisa.


"Kau benar. Rasanya kita melupakan hal yang sangat penting." Sambung Natasha.


"Kata orang jika kita melupakan sesuatu berarti hal yang kita lupakan itu tidak penting."


"Mira benar." Kata Natasha. "Pasti hal yang kita lupakan ini tidak penting."


Mereka bertiga pun lanjut minum teh dan makan manisan.


"O iya. Dimana Jack?" Tanya Natasha.


"Kak Natasha ini ngomong apa sih," Jawab Arisa. "Jack kan sedang bertugas menyelidiki Goby."


"Aaaaaaa," Mira berteriak. "Kita lupa menyelamatkan Jack!"


"Aaaaaaa," Natasha dan Arisa berteriak. "Kau benar." Sambung Natasha.


"Jadi apa yang harus kita lakukan Kak Mira?" Tanya Arisa.


"Tunggu sebentar."


Aku menghubungi Jack melalui (Telephaty.) saat aku menghubungi nya, sama sekali tidak ada jawaban. Jika Jack tidak menjawab berarti Jack dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Aku memanggil nama Jack dalam pikiran ku, tapi masih tidak ada jawaban.


"Aku sudah menghubungi Jack melalui Telephaty tapi tidak ada jawaban."


"Kalau begitu Jack dalam keadaan tidak sadarkan diri." Kata Natasha.


"Ayo kita bangunkan Jack secara paksa."


"Bagaimana caranya?" Tanya Arisa.


"Kita masuk ke alam bawah sadar Jack. Kemudian kita bangunkan dia lewat situ."


"Jadi begitu ya." Kata Arisa. "Seperti kita sedang memasuki mimpi Jack.


"Iya kurang lebih seperti itu."


"Jadi bagaimana kita masuk ke alam bawah sadar Jack?" Tanya Natasha.


"Pegang tangan ku!"


Natasha dan Arisa memegang tangan ku. "Tutup mata kalian!"


Natasha dan Arisa menutup mata. Kemudian aku mengucapkan mantra. "Super Magic Activated. Super Magic: Telephaty."


Aku menggabungkan sihir super dengan telepati. Jika kugabungkan kedua sihir ini aku bisa memasuki pikiran seseorang yang aku sedang pikirkan.