
Pintu emas bercampur dengan hiasan mutiara dan berlian dengan corak kerajaan Fantasia yang di ukir di pintu. Pintu itu memiliki tinggi tiga meter dan lebar satu meter, itu adalah pintu yang sangat berharga, sesuai dengan kegunaan nya, yaitu pintu yang membawa masuk ke ruang tempat benda berharga di simpan. Ruangan di balik pintu berharga ini adalah ruang harta.
Pintu ini tidak bisa di buka oleh sembarang orang, hanya keturunan langsung dari raja Fantasia saja yang bisa membuka pintu ini, itu berarti Ibu dan para Selir yang bukan keturunan dari raja Fantasia tidak bisa membuka pintu ini, hanya aku dan kakak-kakak ku saja yang bisa membuka nya.
Yang perlu ku lakukan untuk membuka pintu ini sangat sederhana. Aku hanya perlu meletakkan tangan ku di lambang kerajaan yang terukir di pintu, kemudian pintu akan secara otomatis menyedot energi sihir ku, setelah itu lambang kerajaan akan mengeluarkan cahaya putih pucat, dan pintu akan terbuka dengan sendiri nya. Jika orang yang bukan keturunan dari Raja Fantasia yang menyentuh pintu ini, jebakan di pintu akan aktif dan akan melumpuhkan orang yang menyentuh nya.
Setelah pintu ruang harta terbuka, aku dan Ibu memasuki ruang harta, dan di dalam nya terdapat gunung harta, membuat siapapun yang melihat nya akan takjub.
Tapi gunung harta itu tidaklah berharga sekarang, yang berharga sekarang adalah sekelompok senjata dan Armor yang berderet di ujung ruangan, yang jumlah nya tidak terhitung. Aku dan Ibu pun memulai pencarian armor yang berguna untuk membantu ku di perang nanti, untuk senjata aku sudah memiliki Glory Rod, jadi aku tidak membutuhkan senjata. Yang ku butuhkan sekarang hanya Armor.
Ibu melirik ke sekeliling, kemudian ia melihat sesuatu yang menarik perhatian nya. Ibu kemudian menggenggam tangan ku lalu menarik ku ke arah sesuatu yang menarik itu.
"Mira! Gunakan ini! Ini adalah Armor terkuat yang di katakan bisa menahan nafas naga. Dengan ini kau tidak akan tergores sedikit pun."
Di depan mata ku ada sebuah Full Plate Armor yang terbuat dari baja terkeras di dunia ini yaitu Adamantite, bahkan aku melihat ada sedikit campuran Orihalcum dan Mithril yang menambah daya tahan dari armor yang di tunjuk ibu. Memang benar itu adalah armor yang bagus, hanya saja ada satu masalah....
"Ukuran nya terlalu besar. Armor itu tidak akan muat di tubuh ku."
Itu benar. Ukuran armor itu terlalu besar. Itu akan cocok jika di gunakan oleh orang dewasa tapi dengan tubuh ku yang tidak tumbuh, dan masih berpenampilan seperti anak kecil, armor itu tidaklah cocok untuk ku.
Dan juga aku tidak ingin menggunakan nya jika ukuran armor itu pas. Armor baja memiliki berat yang lumayan, yang membuat pengguna armor biasanya akan terganggu pergerakan nya selama pertempuran. Untuk seseorang yang mengandalkan sihir dan kecepatan seperti ku menggunakan armor sama sekali tidak cocok.
"Kalau begitu..." Ibu melirik sekeliling lagi, lalu menemukan sesuatu lagi, ia pun menarik ku lagi. "Bagaimana dengan ini?" Tanya nya sambil menunjuk Chain Armor yang terbuat dari Mithril.
"Hmmm.... Bagus sih... Tapi ukuran nya..."
Itu benar. Ukuran nya masih terlalu besar. Chain armor adalah armor yang terbuar dari logam yang di bentuk menjadi cincin-cincin kecil kemudian di satukan hingga membentuk semacam jaring. Armor ini di buat seringan mungkin, jadi seseorang yang bertarung mengandalkan kecepatan dalam pertarungan tidak akan terganggu dengan berat nya. Jujur ini adalah armor yang bagus, dan sangat cocok untuk ku, hanya saja ukuran nya masih terlalu besar. Mungkin pas untuk orang dewasa tapi untuk ku yang masih memiliki tubuh seperti anak-anak armor ini masih terlalu besar.
Kemudian ibu menunjukkan beberapa armor lagi, ada armor yang terbuat dari kulit serigala legendaris, Fenrir. Ada armor yang terbuat dari sisik naga. Dan berbagai macan armor lain nya. Tidak peduli seberapa banyak ibu menunjukkan nya pada ku, aku selalu menemukan itu tidak pas di tubuh ku. Semua armor yang di tunjukkan berukuran terlalu besar untuk di gunakan di tubuh anak-anak ku. Pada titik ini aku mulai putus asa, aku mulai menemukan fakta, ternyata tubuh ku yang tidak tumbuh dewasa membawa banyak masalah dari pada keuntungan bagi ku. Padahal aku sudah melewati fase puber dan aku juga sudah datang bulan, tapi tetap tubuh ku sama sekali tidak tumbuh.
"Haaah... Aku kira tidak tumbuh dewasa adalah hal yang patut aku syukuri. Tapi setelah melihat ke kenyataan... Hal ini tidak patut di syukuri sama sekali." Gumam ku dengan suara pelan, tapi itu dapat di dengar oleh ibu yang tersenyum canggung saat mendengar gumaman ku.
"Ti-Tidak tumbuh dewasa juga patut di syukuri Mira..." Ibu berusaha menghibur ku, karena aku terlihat depresi. Aku hanya tersenyum dan mengucapkan terima kasih dengan pelan. Yah, yang di katakan ibu memang benar, tidak tumbuh menjadi orang dewasa juga membawa keuntungan bagi ku. Salah satu nya aku bisa secara otomatis menolak lamaran yang di tujukan kepada ku. Karena tubuh kekanak-kanakan ku, sangat sedikit orang yang melamar ku untuk menjadi istri, karena para lelaki seumuran ku tidak dapat memuaskan nafsu nya dengan tubuh ku yang tidak tumbuh ini, jadi hanya beberapa orang yang memiliki selera aneh saja yang mau mengirimi ku surat lamaran. Yang di mana surat lamaran itu tentu saja langsung ku tolak.
"A-Anu... Mira... Kau tidak sedang depresi kan?" Ibu bertanya dengan takut-takut.
"Ah. Aku tidak sedang depresi. Setelah aku memikirkan perkataan ibu, ternyata tubuh ku yang tidak tumbuh ini membawa sedikit keuntungan bagi ku, salah satu nya sangat sedikit yang memberikan surat lamaran pernikahan pada ku, yang membuat ku tidak kerepotan untuk menolak nya."
".... Kau sangat mirip dengan ku waktu masih muda. Sangat tidak ingin untuk menikah." Ibu terdiam sejenak, dengan wajah bermasalah ibu pun menanggapi perkataan ku.
"Yah. Lupakan masalah pernikahan ini terlebih dahulu, kembali ke masalah utama... Apakah di ruangan ini tidak ada armor sihir?"
Aku mengalihkan pembicaraan yang akan segera mengarah ke ibu akan menasihati ku untuk segera menikah, akan merepotkan jika aku harus mendengarkan ceramah ibu tentang penting nya pernikahan, karena itu aku mengembalikan inti pembicaraan ke masalah armor... Aku pun kemudian bertanya mengenai armor sihir.
"Eh...!?" Entah kenapa saat aku bertanya mengenai armor sihir, wajah ibu menjadi kaku dengan air muka nya yang berubah menjadi pucat.
"Mira dari siapa kamu mendengar tentang armor sihir ini?"
"Hah?"
O. Iya. Dari siapa aku mendengar mengenai armor seperti itu... Aku tidak pernah menemui armor sihir di jual di pasaran sebelum nya. Bahkan aku tidak yakin ada benda bernama armor sihir di dunia ini. Kalau begitu... Dari mana aku tahu mengenai armor ini...? Sialan... Ingatan seseorang lagi-lagi memasuki kepala ku. Ingatan milik siapa ini sebenarnya...?
Karena aku berusaha mengingat sesuatu yang tidak bisa ku ingat, kepala ku tiba-tiba terasa pusing, aku pun secara reflek memegangi kepala ku sambil merintih kesakitan.
"Ka-Kau tidak apa-apa Mira!?"
Melihat ku yang tiba-tiba kesakitan, ibu berteriak dengan panik sambil menopang tubuh ku.
"Y-Ya. Aku tidak apa-apa."
"... Seperti nya kau sendiri tidak ingat dari mana kau mengetahui tentang armor sihir."
"Ya. Aku tidak tahu dari mana aku mendengar tentang armor sihir sebelum nya."
"Yah. Lagipula itu bukan sesuatu yang sembarang orang dapat ketahui dengan mudah," Kata Ibu. "Armor sihir sudah tidak ada lagi di dunia ini, negara yang memproduksi masal benda itu sudah lama hancur." Ibu memberitahu ku informasi itu dengan wajah sedih, ia melihat ke kejauhan seakan-akan ia melihat kembali ke masa lalu.
"... Ibu mengetahui tentang armor sihir?"
"Ya. Ibu tahu... Dan kalau tidak salah... Tunggu sebentar..."
Ibu melihat sekeliling, mencari sesuatu, akhir nya ia melihat sesuatu yang di cari nya tercecer di lantai, dekat dengan gunung emas dan berlian yang terletak di tengah-tengah ruangan.
Ibu mengambil sesuatu yang tercecer di lantai itu, kemudian membawa nya pada ku, saat aku melihat apa yang di bawa ibu, aku terkejut.
Yang di bawa oleh nya adalah pakaian wanita lengkap. Terdiri dari baju berjenis Blazer berwarna perak sama seperti rambut ku dan rambut ibu, lalu celana kulot pendek seukuran lutut yang berwarna sama dan ada sepatu yang warna nya juga berwarna perak.
"Ini adalah armor sihir yang dulu pernah ku pakai. Walaupun terlihat seperti pakaian biasa, ini terbuat dari bagian dalam tubuh Ras Dragon yang dulu pernah menjajah benua Silia, kemudian armor ini di mantrai dengan sihir pertahanan mutlak terhadap tusukan, tebasan, panas, dingin, pembusukan, dan sihir. Bahkan armor ini juga di mantrai dengan sihir percepatan, yang dapat membuat pengguna bergerak dua kali lipat dari kecepatan normal."
"...."
"Mi-Mira... Kenapa kau hanya diam saja..?"
"Jika ada sesuatu yang berguna seperti itu, beritahu aku dari awal!!"
Aku memprotes ibu, kemudian menerima pakaian yang dia bawa, lalu memakai nya.