
Ruang tahta kerajaan Dwarvania, sama seperti ruang tahta pada umum nya. Ruangan besar, dan kosong. Tidak ada apa-apa kecuali dua singgasana untuk raja dan ratu, serta hiasan dinding dan hiasan yang ada di langit-langit.
"Kau bisa turun Natasha. Di sini tidak ada jebakan."
"Ok."
Natasha perlahan-lahan turun ke tanah, setelah itu ia menurunkan ku dari gendongan nya, kemudian menghilangkan sayap kelelawar yang ada di punggung nya.
Aku berjalan ke depan, menuju singgasana. Berjalan di atas karpet merah, hingga mencapai tangga yang membawa ku naik sedikit, tangga itu menuju lantai tempat singgasana di letakkan. Aku berjalan melewati kedua singgasana itu, langsung menuju ke arah belakang nya, menuju dinding putih polos.
Saat sampai tepat di depan dinding, aku menyentuh nya. Kemudian mengucapkan mantra : (Dispel Magic)
Dinding di belakang ruang tahta, mulai membentuk pola kotak-kotak kecil, seperti dinding itu adalah kumpulan dari banyak kotak kecil. Kemudian kotak-kotak kecil itu mulai bergerak secara acak, melubangi dinding, mengekspos ruangan yang tersembunyi di balik nya.
"Wooow!" Natasha yang datang dari belakang ku terpana melihat pertunjukkan ruangan rahasia terbuka. "Dwarf memang hebat! Tetapi, bagaimana cara mu membuka nya?"
"Ruangan ini memiliki sihir untuk mendeteksi energi sihir tertentu. Untuk kasus ini, energi sihir dari para Royalty kerajaan Dwarvania yang bisa membuka nya. Yang ku lakukan hanyalah menghilangkan sihir pendeteksi itu, lalu mengalirkan energi sihir ku. Dan... Yah, seperti yang kau lihat aku bisa membuka nya."
"....Sederhanakan penjelasan! Aku tidak mengerti!"
"Intinya. Aku merusak mesin ruangan ini agar bisa terbuka... Sudahlah, lupakan hal itu. Kita harus segera mencari tongkat itu!" Aku tidak punya waktu untuk menjelaskan tentang masalah seperti ini!
Aku berjalan memasuki ruangan di balik dinding, bersama dengan Natasha di samping ku. Di dalam ruangan terdapat setumpuk emas, permata, buku-buku kuno, item sihir, perak dan perunggu. Semua itu di letakkan di bagian ujung ruangan, berserakan di mana-mana, hanya item sihir dan biku-buku kuno yang tersusun rapi di rak-rak yang ada di sekitar kami.
"Jadi di mana tongkat sihir itu?" Tanya Natasha, berjalan di samping ku.
Aku terus berjalan, melihat sekeliling mengecek energi sihir di ruangan ini. Jika tongkat sihir itu memang seperti yang di katakan Putri Catulus pada kami, pasti energi sihir tongkat itu akan merembes di udara sekitar.
Aku pun pada akhir nya dapat melihat energi sihir di ruangan ini, dengan mata ku aku mengikuti aliran energi sihir itu. Dan menemukan sumber nya.
Itu ada di sebuah lemari di tengah-tengah ruangan ini. Di sisi dinding sebelah kanan. Aku Kemudian mempercepat langkah ku menuju lemari tempat tongkat sihir itu di letakkan.
Di sana ada sebuah lemari terbuat dari kaca, di dalam sana terbaring sebuah tongkat emas indah, dengan bentuk seperti sebuah menara dengan Cristal sihir berwarna Ruby di puncak nya, sama seperti deskripsi yang di katakan Putri Catulus pada kami.
Aku tanpa basa-basi membuka lemari itu, kemudian terdengar suara seorang gadis menggema di seluruh ruangan.
"Sudah ku bilang... Aku tidak ingin di pegang penyihir tua yang jelek! Beri aku gadis muda! Tubuh ku hanya boleh di pegang oleh gadis muda! Kalian dengar aku!? Sialan!"
"Siapa itu!"
Natasha yang ada di samping ku berteriak kebingungan sambil melihat ke sekeliling mencari sumber suara.
"Oh? Suara gadis? Ternyata kalian mengerti!"
"....Natasha... Pemilik suara itu adalah tongkat itu." Kata ku kepada Natasha yang masih memeriksa sekeliling mencari pemilik suara asing yang menggema di seluruh ruangan.
"Oh? Gadis lain nya... Dan dari suara nya, seorang gadis kecil!? Seorang gadis kecil!! sialan!! Kalian membuat ku senang!"
Dengan perasaan gelisah di hati ku. Aku menutup lemari kaca. Aku kemudian menatap ke arah Natasha.
"Kau memikirkan apa yang ku pikirkan?" Tanya ku memandang Natasha langsung ke mata nya.
"....Tidak. Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan..."
Baiklah... Yang ku pikirkan di sini adalah Putri Catulus berbohong... Bagian tongkat sihir sangat kuat hingga memiliki kesadaran sendiri itu memang benar, tetapi bagian tongkat sihir itu hanya mau di pegang oleh seseorang yang memiliki energi sihir besar adalah bohong.
Ras Dwarf adalah Ras berbadan pendek, peminum keras, dan hebat dalam membuat sesuatu. Yang menjadi masalah di Ras ini adalah, semua orang akan berpenampilan seperti orang tua berumur 50 tahun atau lebih, tidak peduli berapapun umur mereka. Bahkan seorang gadis seumuran aku saja akan berpenampilan seperti orang tua 50 tahun... Tongkat sihir ini, bukan mau di pegang oleh pemilik energi sihir yang besar, dia hanya mau di pegang oleh seorang gadis muda yang cantik.
Untuk membuktikan hipotesa ku, aku membuka lemari sekali lagi. Kemudian memegang tongkat itu dengan tangan ku.
"Hah... Hah... Hah... Ta-Tangan yang sangat lembut!! Sialan! Aku mulai nafsu di sini!"
"Klang!"
"Aduh!"
Dengan perasaan jijik, aku melempar tongkat itu ke lemari kaca hingga pecah berkeping-keping. Tongkat itu mengeluarkan jeritan.
Aku kemudian melihat ke arah Natasha, ekspresi nya tercengang. "Kau tahu apa yang ku pikirkan sebelum nya?"
"I-Iya... La-lalu apa yang ingin kau lakukan?"
Aku melihat ke arah tongkat itu, kemudian berbicara pada nya.
"Ma-Maaf... Karena melempar mu!"
"Tidak apa-apa... Malahan merupakan suatu hadiah di lempar seorang gadis!"
"Uugh!" Tanpa sadar aku mengerang dengan jijik. Sa-sabar Mira... Mengingat tongkat ini bisa berbicara, itu pasti memang sangat kuat. "A-Aku mohon jangan terengah-engah saat ku pegang."
"Baiklah."
Aku kemudian memegang tongkat sihir itu. Memang ia tidak terengah-engah, tetapi dia mengelarkan suara yang lebih buruk. "Aaaahn!" Dia mendesah! Dengan sekuat tenaga aku melempar tongkat itu ke tanah karena reflek.
"Jangan mendesah! Itu membuat ku jijik!"
"I-Itu salah mu! Kau menyentuh daerah sensitif ku!"
Apa yang barusan ku sentuh!? Pikir ku.
"Lalu bagaimana agar kau tidak mengeluarkan suara aneh saat ku sentuh?"
"Buat tubuh ku berubah menjadi bentuk Humanoid, dengan begitu kau tidak perlu menyentuh ku. Dan juga dengan itu aku bisa melihat dengan jelas. Aku ingin melihat wajah mu, suara mu terasa nostalgia, seperti sudah lama aku mengenal mu."
Itu suatu kebetulan, aku juga sangat akrab saat pertama kali melihat tongkat ini.
"Bagaimana cara nya?"
"Kau keluarkan saja energi sihir mu, aku akan menyerap nya secara otomatis."
Aku menuruti kemauan tongkat sihir itu dan mulai mengeluarkan energi sihir ku. Setelah beberapa menit, tongkat sihir itu mulai mengeluarkan cahaya, melayang dari lantai setinggi 2 meter. Lalu cahaya itu mulai berubah bentuk dari tongkat ke Humanoid, perlahan-lahan turun ke tanah lalu cahaya menghilang mengungkapkan sosok nya. Seorang gadis kecil, lebih pendek dari ku. Jika di lihat dari tinggi badan nya, berumur tujuh tahun. Dia memiliki rambut emas dan mata merah seperti Ruby, dia telanjang bulat tanpa sehelai kain menutupi tubuh nya.
Dia menegakkan tubuh nya, lalu memberi ku hormat. "Item sihir, Ciptaan sistem! Type : Mage's Item. Name Item : Glory Rod. Siap menjalani tugas!" Kata nya sambil tersenyum.