
Ghoul terus memberontak, untuk melepaskan diri dari rantai darah Natasha. Tapi tetap saja percuma, rantai Natasha semakin kencang melilit tubuh nya.
"Sialan!!" Ghoul berteriak kesal. "Akan kubunuh kau!! Akan ku bunuh kau!!!"
Aku menengok ke belakang, di belakang ku ada Natasha yang sedang berdiri melihat Ghoul.
"Natasha!"
"Kenapa?" Tanya Natasha heran.
"Bisa kau batalkan Cursed Blood Control mu?"
Natasha menghela nafas panjang. "Baiklah." Kata Natasha dengan nada kecewa. Natasha mengarahkan kedua tangan nya, kearah Ghoul. Rantai yang melilit. Tombak, dan anak panah yang tertancap di tubuh dan kepala Ghoul mencair semua. Setelah itu, semua darah yang di keluarkan Natasha kembali lagi ke dalam tubuh Natasha melalui luka yang Natasha buat.
Luka di tangan Natasha kembali menutup. "Sudah selesai!" Kata Natasha.
Aku mengangguk, kemudian aku melihat ke arah Ghoul. Tubuh Ghoul di penuhi dengan lubang bekas tertancap tombak dan anak panah. Lubang itu menutup kembali, beberapa detik kemudian lubang itu tertutup secara sempurna, tubuh Ghoul pun kembali lagi seperti semula.
Ghoul tertawa terbahak-bahak selama beberapa detik, setelah tertawa, Ghoul melihat ku dengan tatapan kebencian.
"Kubunuh Kau!" Kata Ghoul mengamcam.
Ghoul menghilang di depan ku. Kemudian aku merasakan hawa membunuh dari belakang ku, aku berbalik dengan cepat. Saat berbalik, aku melihat Ghoul bersiap-siap menusuk ku dengan kuku di tangan nya yang tajam.
Sebelum Ghoul menusuk ku, aku menendang bagian ************ Ghoul. Ghoul langsung membatalkan serangan nya, lalu ia memegangi ************ nya, setelah itu ia jatuh tersungkur.
"Sialan kau!!" Kata Ghoul kesal. Sambil memegangi ************ nya.
"Lemah sekali.... Berapa persen kekuatan yang kau keluarkan sekarang?"
"De-delapan puluh.... Persen." Jawab Ghoul merintih kesakitan.
"Delapan puluh persen!? Tapi kenapa kau sangat lemah sekali?"
"Sialan!! Jika aku bisa memakan para penduduk, kekuatan ku akan menjadi seratus persen, dengan begitu aku bisa membunuh kalian berdua."
Natasha melesat dengan cepat ke arah Ghoul, kemudian setelah dekat dengan Ghoul, Natasha menendang bokong Ghoul. Ghoul pun terpental ke langit setinggi lima meter.
"Banyak alasan." Kata Natasha kesal.
"Kenapa kau mengganggu ku Natasha?"
"Maaf... Aku sangat kesal kepada nya. Aku tidak menyangka kawan-kawan ku bisa terbunuh melawan orang itu." Kata Natasha kesal. Wajah Natasha memerah karena marah.
Aku dan Natasha melihat ke arah Ghoul terpental, saat kami melihat ke arah nya, Ghoul sedang berusaha untuk bangkit.
"Sialan!! Sialan!! Sialan!!" Ghoul berteriak kesal.
Ia terus mengatakan kata sialan.
Ghoul sudah berdiri dengan tegak, ia melihat ke arah kami dengan tatapan yang penuh dengan kebencian, dan amarah.
"Kubunuh kalian berdua!" Kata Ghoul kesal.
"Tidak sadar diri," Kata Natasha menghina. "Kekuatan mu dengan kekuatan kami itu berbeda jauh. Kau tidak akan bisa membunuh kami."
Ghoul berteriak sangat kencang, teriakan nya membuat hembusan angin yang sangat deras.
Aku dan Natasha mengarahkan tangan kami ke depan untuk melindungi wajah kami. Karena hembusan angin yang kencang, tubuh kami makin terseret ke arah belakang.
Dari arah belakang kami, Para Vampir berdatangan. Mereka menghirup nafas panjang melalui mulut mereka. Setelah itu mereka berteriak.
"Ultrasonic Sound!" Teriak para Vampir.
Hembusan angin dan suara yang keras keluar dari mulut para Vampir, karena teriakan itu Ghoul langsung terpental, kebelakang nya sejauh sepuluh meter.
Natasha bertepuk tangan. "Aku tidak tahu kalian bisa melakukan itu." Kata Natasha kagum.
"Semua Vampir bisa melakukan nya, kecuali kau." Kata Amanda yang datang dari belakang kami.
"Kak Mira!!" Kata Arisa dan Jack yang datang setelah Amanda.
"Kami datang untuk membantu." Kata salah satu Vampir.
"Tidak perlu." Kata Natasha kesal.
Aku mencubit pinggang Natasha, Natasha langsung merintih kesakitan. Aku pun melepaskan cubitan ku.
"Kenapa Mira!?" Kata Natasha membentak.
Aku menunjuk ke arah depan. "Itu!"
Natasha melihat ke arah depan, ia melihat Ghoul berusaha untuk bangkit.
"Sialan!! Sialan!! Sialan!! Sialan!!!" Teriak Ghoul kesal. "Jika kekuatan ku sudah seratus persen. Kalian pasti sudah kubunuh!! Sialan!!"
Aku menyuruh para Vampir yang di depan ku minggir, para Vampir pun menuruti suruhan ku. Aku berjalan mendekati Ghoul, Natasha mengikuti ku dari belakang. Para Vampir, Arisa dan Jack, hendak mengikuti ku juga. Tapi mereka langsung di hentikan oleh Natasha.
Aku sudah berada di depan Ghoul, jarak kami kini hanya satu meter.
Natasha melihat ke arah Mira, ia melihat Mira memegangi dagu nya. Setelah memegangi dagu nya, Mira tersenyum licik.
"Kau ingin mengeluarkan kekuatan penuh kan?"
Ghoul tidak menjawab pertanyaan ku, ia hanya menatap ku dengan tatapan amarah.
"Jika kau ingin mengeluarkan kekuatan penuh mu. Kau hanya harus menghisap energi sihir ke empat Roh. Kau tidak perlu untuk memakan para penduduk."
Semua orang menjadi bingung dengan perkataan ku. Lalu dari arah belakang ku terdengar teriakan dari para Vampir, Arisa dan Jack.
"Kenapa malah di kasih tahu." Teriak Para Vampir, Arisa dan Jack.
Aku mengabaikan teriakan mereka, aku hanya berfokus ke pada Ghoul.
Ghoul tertawa terbahak-bahak, kemudian ia melihat ku dengan tatapan meremehkan. "Terima kasih Putri Mira.... Sebagai ucapan terima kasih ku, akan ku bunuh kau tanpa rasa sakit." Kata Ghoul sombong.
"Salamender, Sillvaine, Genome, Leviathan. Datanglah kepada ku."
Arisa yang melihat dari belakang Mira. Ia melihat sesuatu datang mendekati Ghoul, Arisa melihat cahaya berwarna merah, hijau, kuning, dan Biru. "Cahaya apa itu?" Gumam Arisa bingung. Apakah itu Roh? Pikir Arisa.
Aku melihat empat orang kecil setinggi satu centimeter dengan sayap kupu-kupu di punggung nya. Mereka Datang mendekati Sarion.
Apakah mereka Roh? Mereka mirip seperti Peri dalam cerita barat. Aku terus menatapi mereka, mereka berhenti mendekati Sarion. Mereka malah berbalik menatap ku.
"Kenapa kalian berhenti!?" Kata Ghoul membentak.
Salah satu dari orang kecil itu menunjuk ku. "Manusia itu bisa melihat kita." Kata nya dengan suara kecil.
"Apa!? Itu tidak mungkin!?" Kata Ghoul terkejut.
"Aku bisa melihat nya dengan jelas. Aku tahu ada orang kecil dengan sayap kupu-kupu terbang di sekitar mu kan."
"Di-dia bahkan dapat melihat wujud kita!?" Kata salah satu orang kecil terkejut.
Orang kecil yang lain nya terbang mendekati ku. "Hebat!! Hebat!!" Kata orang kecil yang terbang mendekati ku kagum. "Padahal Oberon tidak bisa melihat wujud kami. Tapi kau bisa melihat kami dengan jelas."
Aku menangkap orang kecil yang terbang mendekati ku. Setelah ku tangkap orang kecil itu memberontak.
"Lepaskan aku sialan!!" Kata orang kecil itu.
Orang kecil yang berada di dekat Ghoul, terbang dengan cepat ke arah ku. "Lepaskan Leviathan!" Kata semua orang kecil bersamaan.
Aku dengan cepat menangkap semua orang kecil yang mendekati ku.
Aku tersenyum jahat ke mereka. "Aku sudah menangkap kalian.... Sekarang apa yang harus ku lakukan pada kalian?"
Natasha yang berada di samping Mira kebingungan, ia melihat Mira sedang menangkap sesuatu. Tapi ia tidak melihat apa yang di tangkap Mira. Natasha pun berusaha mengabaikan Mira, ia lalu melihat ke arah Ghoul. Ghoul melihat ke arah Mira dengan wajah ketakutan.
Kenapa dia tiba-tiba ketakutan? Pikir Natasha bingung.
Arisa yang berada di belakang Mira, melihat Mira sedang menangkap ke empat cahaya yang baru saja datang.
"Kak Mira berhasil!" Kata Arisa senang.
"Apa nya yang berhasil?" Tanya Jack heran.
Arisa tidak menjawab Jack. Sudah ku duga, Kak Mira bisa melihat Roh juga. Pikir Arisa kagum.
Para orang kecil yang ku tangkap ketakutan. "Ji-jika kau melakukan sesuatu pada Kami, Ratu dan Oberon tidak akan diam saja." Kata salah satu orang kecil mengancam.
"Tenang saja, aku tidak akan melakukan apapun pada kalian... Dan juga kalian harus berterima kasih pada ku. Jika kalian pergi ke orang itu, kalian akan di makan."
"Jika itu keinginan Raja, kami dengan senang hati di makan."
"Jika kami bisa berguna untuk Raja Roh, kami akan merasa senang hati."
"Eeeh, dia itu Raja Roh?"
Semua orang kecil mengangguk.
"Aku tidak tahu hal itu."
"Bisa kau melepaskan kami?" Kata salah satu orang kecil.
"Boleh saja... Tapi kalian harus mengenalkan diri kalian dulu."
"Bukan nya identitas kami sudah terlihat dengan jelas."
Aku melihat mereka lebih teliti, aku melihat warna rambut mereka berbeda. "Aku tahu... Yang berambut biru Leviathan, yang berambut merah Salamender, yang berambut hijau Sillvaine, dan yang berambut kuning Genome kan?"
Semua orang kecil mengangguk. "Kau benar." Jawab salah satu orang kecil.
Setelah memperkenalkan diri, aku melepaskan mereka. Mereka pun pergi mendekati Ghoul. Ghoul langsung menghisap mereka kedalam mulut nya. Setelah menghisap mereka berempat, energi sihir yang mengerikan keluar dari dalam tubuh Ghoul.
Ghoul tertawa terbahak-bahak. "Akhir nya... Akhir nya... Hahahahahahahaha."
Arisa melihat Mira melepaskan ke empat cahaya yang di genggam nya. Lalu ke empat cahaya itu di hisap oleh Ghoul. Melihat hal itu, Arisa menjadi ketakutan.
"Ke-kenapa Kak Mira melepaskan Roh nya!?" Kata Arisa gemetar ketakutan.