From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 227 Makan bersama



"Tu-Tujuh tahun......" Aku bergumam dengan suara bergetar.


Sebegitu parah kah aku bertindak sampai tidak sadarkan diri selama tujuh tahun. Pantas saja Natasha dan lain nya begitu terkejut melihat ku sadar.


Aku kemudian melirik ke arah empat wanita yang sebelum nya aku sebut tidak ku kenal. Aku memperhatikan wajah mereka dengan seksama. Setelah ku perhatikan betul-betul, mereka memang memiliki karakteristik dari ke empat saudari ku. Walaupun wajah mereka banyak berubah, tidak salah lagi kalau mereka adalah ke empat saudari ku. Kesampingkan Natasha dan Arisa yang memiliki Ras berumur panjang. Ibu, ayah dan para Selir tidak berubah sama sekali. Dan aku juga. Seharus nya anak seumuran ku memiliki pertumbuhan yang cepat, terutama dalam kasus seorang perempuan, pasti ada bagian yang seharus nya tumbuh. Tetapi dalam kasus ku..... Itu tidak terjadi.


"Haaaaah," Aku menghela nafas. "Apa-apaan perasaan kecewa bercampur dengan rasa lega ini....."


"Kau bilang apa Mira?"


"Tidak. Bukan apa-apa."


Aku bergumam dengan suara yang hanya bisa di dengar oleh ku sendiri, tetapi ibu menyadari aku mengatakan sesuatu dan bertanya, aku pun menjawab seolah-olah aku mengatakan sesuatu yang tidak penting.


"Tetapi. Kau terlihat tenang mengetahui tidak sadarkan diri selama tujuh tahun." Kata seorang wanita yang tidak ku kenal. Aku memperhatikan wajah nya, dan segera mengetahui kalau dia adalah Kak Yuri.


"Tidak ada gunanya untuk panik. Lagipula aku merasa seperti tidak sadarkan diri hanya beberapa jam, jadi aku tidak terlalu memikirkan waktu yang telah berlalu."


"Seharus nya kau panik di situ. Mengingat kau juga tidak tumbuh sama sekali. Kau harus nya lebih seperti 'Aaaaakh! Tujuh tahun telah berlalu tetapi kenapa aku tidak tumbuh!?' Seharus nya seperti itu!"


"Kalau masalah itu, cukup membuat ku panik. Jadi, kenapa aku tidak bisa tumbuh?"


"Bukan hanya kau tidak tumbuh di sini," Kata seorang wanita yang ku perhatikan baik-baik adalah Kak Nina. Kak Nina menatap ke arah Natasha, kemudian ia berkata. "Kesamping kan Elf yang di sana itu. Bawahan mu yang satu ini tidak menua sama sekali, sama seperti mu. Dia masih terlihat seperti seorang gadis remaja."


Tentu saja dia tidak akan menua, dia adalah Vampir, ras yang berumur panjang. Bahkan umur panjang nya dapat mengalahkan Ras Elf.... Tidak mungkin aku bilang seperti itu.


"Kesampingkan tentang Natasha. Aku ingin tahu kenapa aku tidak bisa tumbuh." Kata ku mengalihkan pembicaraan.


"Kami juga tidak tahu. Dokter dan penyihir kerajaan tidak tahu penyebab kau tidak bisa tumbuh, dan mereka juga bilang tidak ada penyakit atau kutukan dalam tubuh mu." Ayah menjelaskan pada ku.


"Apakah ada masalah dengan tubuh mu?" Tanya Ibu dengan khawatir.


"Tidak ada. Semua nya baik-baik saja. Hanya saja aku merasa lemas."


"Yah. Itu wajar. Kau tidak makan dan minum selama tujuh tahun."


"Benar juga. Tetapi sangat hebat aku masih bisa hidup dalam kondisi seperti itu."


"Tentang masalah itu. Apakah kau melihat lingkaran sihir di lantai saat kau bangun?" Tanya Kak Yuri.


Aku mengangguk.


"Bawahan mu, Arisa dan Natasha, mereka menciptakan sihir untuk bisa memberi mu nutrisi melalui udara. Jadi selama kau bisa bernafas, kau akan terus hidup walaupun tanpa makan dan minum. Kelemahan dari sihir ini hanyalah udara di ruangan harus bersih dari debu dan kotoran. Karena itu ruangan ini di kunci agar tetap steril."


"Eeeeh..... Begitu ya." Walaupun begitu, bisa-bisa nya Arisa lupa mengunci kamar ku. Aku langsung menatap ke arah Arisa, dia langsung membuang muka dengan wajah yang terlihat bermasalah.


Saat itu. Perut ku langsung berbunyi, tanda aku kelaparan. Karena itulah, kami semua memutuskan untuk pergi ke ruang makan.


\*\*\*


Sesampai nya di ruang makan, kami semua keluarga kerajaan duduk di tempat masing-masing. Meja makan berbentuk persegi panjang, dan bisa menampung sekitar empat orang. kami di bagi 5 kelompok.


Meja makan kedua. Adalah para Selir.


Meja makan ketiga. Kak Nina, Tristan dan seorang laki-laki yang tidak ku kenal.


Meja makan ke empat. Kak Rosa, Mariana dan seorang laki-laki yang tidak ku kenal.


Meja makan kelima. Kak Blanc, Liliana dan seorang laki-laki yang tidak ku kenal.


Kenapa Para Saudari ku harus makan bersama laki-laki yang tidak ku kenal itu. l Jawaban nya adalah, mereka ternyata suami ketiga saudari ku. Dan ketiga bocah yang memasuki kamar ku sebelum nya adalah anak mereka. Para suami saudari ku adalah pangeran dari kerajaan kecil. Yang saat ini datang berkunjung. Ada sesuatu yang mengganggu ku semenjak aku sadar, para suami saudari ku itu menatap ku terus semenjak di dalam ruangan sebelum nya, aku awal nya cuma mengabaikan, tetapi semakin lama waktu berlalu tatapan mereka sungguh mengganggu.


Aku kemudian bertanya pada Kak Yuri, yang duduk di samping ku nama para suami dari saudari ku. Dan dia pun menjawab seperti ini :


Suami dari Kak Nina bernama Martinez.


Suami dari Kak Blanc bernama Taylor.


Suami dari Kak Rosa bernama Davis.


Setelah aku selesai berbicara dengan Kak Yuri, makanan di bawa oleh para pelayan. Kami pun makan dengan tenang. Setelah beberapa menit, kami akhir nya selesai makan hidangan pembuka dan hidangan utama, hidangan penutup pun di sediakan di atas meja. Dan itu adalah manisan yang ku tunggu-tunggu. Selama makan, aku di beritahu beberapa informasi penting, tentang bagaimana Seluruh negara di Benua Silia sekarang terbagi menjadi dua aliansi. Dan pernihakan ketiga saudari ku di lakukan untuk memperkuat hubungan kedua aliansi. Dan ternyata bukan hanya ketiga Saudari ku, tetapi Alex dan Lia juga melakukan pernikahan politik untuk memperkuat hubungan antara kedua aliansi.


"Asal ayah tahu saja. Aku tidak akan melakukan pernikahan politik." Karena topik nya pas, aku memberitahu kalau aku tidak ingin menikah politik.


"......." Semua orang terdiam, mereka langsung memerhatikan ku.


"Apakah kau mengerti bagaimana kondisi politik saat ini!?" Tanya Selir Lina dengan penuh emosi.


"Diam! Aku tidak bicara pada mu!"


"Ap- Berani nya kau-"


"Aku bilang Diam!"


Selir Lina mulai emosi. Tetapi dia langsung terdiam setelah ku tatap dengan tajam.


"Tenang saja. Kau tidak akan pernah melakukan pernikahan politik." Kata Ayah.


Kalau begitu bagus.


"Kesampingkan hal itu. Kak Yuri sudah masuk umur pernikahan. Apakah Kakak sudah memiliki calon?"


"Untuk itu aku akan menikahi keluarga Duke dari kerajaan Eurasia. Dia adalah bangsawan muda yang berbakat dan sepupu dari Pangeran Alex. Saat pertempuran dengan pasukan Aliansi kerajaan kecil, dia memimpin pasukan dan berhasil menekan pasukan aliansi."


"Eeeeh....." Aku tidak tahu ada bangsawan seperti itu di kerajaan Eurasia. "Ngomong-ngomong siapa nama bangsawan itu?"


"Nama nya adalah Jack."


Eh? Apa?


Kejutan lain nya yang keluar dari mulut Kak Yuri. Membuat aku tidak bisa berkata-kata.