
Di puncak gunung ada Jembatan besi yang mengarah ke depan pintu istana, di sampimg jembatan besi ada Lava yang menyembur seolah-olah Lava yang menyembur adalah penghalang jembatan besi.
Aku mengaktifkan sihir "Barrier" untuk melindungi ku, Catherine dan teman-teman nya.
"Asal kalian Lari dekat dengan ku, kalian aman dari Lava yang menyembur itu."
Kata ku pada semua nya, semua orang mengangguk tanda mereka faham. Aku mulai mengambil ancang-ancang, setelah itu aku berlari di ikuti dengan Catherine dan teman-teman nya.
Saat kami lewat jembatan besi, Lava berkali-kali menyembur ke arah kami. Tapi Lava itu terpantul, karena "Barrier" milik ku.
Kami terus berlari melintasi jembatan, setelah satu menit, kami sampai di sebrang Jembatan tanpa masalah, kami saat ini berdiri di depan pintu Istana. Saat itu juga, Lava yang menyembur menghilang.
"Ternyata Lava itu aktif saat kita tidak berada di depan istana, sedangkan saat kita di depan istana Lava itu mati." Kata Bruno.
Berarti Lava itu di progam untuk menahan kami, sama seperti Demon, Wyvern dan Naga yang menghalangi kami sebelum nya.
Sebelum membuka pintu istana, aku membuka "Iventori" untuk mengambil Glory Road ku. Aku memegang Glory Road dengan tangan kanan.
Setelah mengambil Glory Road, barulah aku membuka pintu dengan tangan kiri.
Aku mendorong pintu perlahan, saat ku dorong, suara pintu terdengar sangat menyeramkan seakan-akan suara itu menandakan kami telah membuka pintu yang seharus nya kami tidak buka. Itu benar, itu seperti memberitahu kami, kalau kami sudah membuka kotak pandora.
"Entah kenapa kok aku jadi takut." Kata Catherine.
Aku terus membuka pintu, hingga celah pada pintu muat untuk ku masuki. Tanpa takut, aku langsung masuk ke dalam istana, di ikuti dengan Bruno, Siegurd, dan Javelin.
Saat di dalam, ruangan dangat gelap, kami tidak bisa melihat apa-apa. Aku menggunakan sihir "Light", cahaya remang-remang muncul di tangan ku.
Aku melihat sekeliling, ruangan di dalam istana sangat besar, tapi kosong tidak ada apa-apa.
"Catherine, mau sampai kapan kau di luar? Cepat masuk!" Teriak Javelin.
"Ba-baik!" Jawab Catherine terbata-bata."
Catherine memasuki istana, dengan tubuh gemetar, setelah masuk, Catherine langsung sembunyi di belakang Bruno.
"Ti-tidak ada apa-apa kan di sini? Ti-tidak ada hantu kan?" Kata Catherine ketakutan.
"Kalau itu sih aku tidak tahu." Jawab ku.
"Catherine, kau itu penakut ya." Kata Siegurd mengejek.
"Diam kau Bab*!" Teriak Catherine hingga suara nya menggema.
"Aaaahn," Desah Siegurd dengan nada nikmat.
Aku mengabaikan Catherine dan teman-teman nya aku hanya berjalan ke depan, memeriksa dalam istana. Aku terus terus berjalan, aku semakin dalam memasuki istana, saat sudah semakin dalam di depan ku ada sebuah cahaya di ruangan yang ada di sebelah kanan. Aku berhenti sejenak, untuk melihat kebelakang. Aku berfikir, aku sudah jauh meninggalkan Catherine dan teman-teman nya, tapi ternyata aku salah, Catherine dan teman-teman nya ada di belakang ku.
"Aku kira kalian jauh tertinggal di belakang, karena dari tadi aku berjalan sama sekali tidak ada suara."
"Ka-kami khawatir dengan mu, jadi kami mengikuti mu." Kata Siegurd dengan senyum mencurigakan.
Semua orang mengangguk tanda setuju dengan Siegurd.
Pasti terjadi sesuatu, saat aku menjelajah, jadi mereka cepat-cepat menyusul ku.
"Apa terjadi sesuatu di belakang?"
"Ti-tidak terjadi apa-apa, tidak terjadi apa-apa!" Jawab Siegurd sambil menggelengkan kuat kepala nya, teman-teman nya mengikuti Siegurd.
Mencurigakan! Tapi biarlah.
Aku berbalik lagi, melihat ruangan yang ada cahaya nya. "Kalian lihat, di ruangan itu ada cahaya." Aku menunjuk ruangan di sebelah kanan yang ada cahaya nya.
"Kau benar." Jawab Catherine.
"Kalau begitu ayo kita kesana." Kata Bruno.
"Ide bagus!" Jawab Siegurd.
Aku berbalik melihat Catherine dan teman-teman nya.
"Jadi siapa yang mau duluan?"
Semua orang membatu, seakan-akan kata-kata ku mengandung kutukan.
"Mira aja yang duluan!" Kata Bruno dengan senyum mencurigakan di wajah nya.
Perilaku mereka sangat mencurigakan, pasti terjadi sesuatu di belakang. Aku berbalik, sambil mengabaikan apa yang terjadi pada mereka, aku berjalan menuju ruangan yang ada cahaya nya. Tentu saja Catherine dan teman-teman nya mengikuti ku, tapi mereka bersembunyi di belakang ku.
Maaf saja, tubuh ku kecil tidak bisa menyembunyikan kalian, pikir ku kesal.
Saat aku kesal, aku sudah masuk kedalam ruangan, di depan kami ada seorang gadis yang seperti nya berumur 17 tahun menggunakan gaun putih dan memiliki rambut panjang yang menutupi wajah nya.
Saat melihat gadis itu, Catherine dan teman-teman nya berteriak.
"Kuntil anak!" Teriak Siegurd.
"The White Lady!" Teriak Bruno.
"Dedemit, Setan, hantu! Apapun itu namanya, intinya kami takut!" Teriak Catherine.
Ternyata mereka ketemu hantu di belakang.
Aku menembakkan "Fire Ball", tapi "Fire Ball" ku menembus tubuh gadis itu.
"Setan!!" Teriak Catherine.
Mereka berempat semakin mendekap tubuh ku.
Bisa di lepasin nggak? Aku nggak bisa gerak. Seharus nya kalian kan yang bantuin aku. Bukan nya sembunyi di belakang ku! Karena malas, aku hanya memperotes mereka dalam pikiran ku.
Aku mengambil posisi waspada, lalu aku memperhatikan gadis yang ada di depan ku dengan sekesama. Aku melihat ke bawah kaki nya, kaki nya tidak menyentuh tanah! Itu berarti dia itu Monster bertipe Ghost!
Di FL Monster bertipe Ghost, tidak mempan dengan serangan fisik maupun sihir yang berbentuk fisik, untuk mengalahkan monster jenis Ghost harus menggunakan sihir "Purification."
"Mi-Mira!! Itu cewek kaki nya nggak nyentuh tanah!" Teriak Bruno.
Aku tahu! Aku bisa melihat nya sendiri, jadi tidak perlu berteriak.
"Mi-mira cepat gunakan Purification!" Kata Siegurd mengguncang tubuh ku.
Ini ingin ku gunakan jadi berhenti mengguncang tubuh ku.
Sementara aku memperotes mereka berempat, gadis di depan ku membungkuk.
"Selamat datang di Istana Raja Iblis!" Kata gadis di depan ku.
Suara nya sangat lembut, aku bahkan tidak percaya dia itu Monster, dan juga kenapa dia bisa bicara? Apakah dia bukan Monster? Dia itu NPC?
"Di-dia bicara!" Teriak Javelin.
Aku bisa dengar itu.
"Cepat gunakan Purification!" Kata Catherine suaranya bergetar.
"Pertama lepaskan aku dulu, aku tidak bisa bergerak." Akhirnya aku membuka mulut.
Mereka masih mendekap di tubuh ku, sepertinya mereka tidak dengar perkataan ku.
Gadis itu mengabaikan perilaku kami dan terus berbicara. "Aku akan mengantar kalian ke Hadapan Raja Iblis, Mohon ikuti saya!"
Setelah gadis itu berkata begitu, muncul tangga spiral di belakang nya. Gadis itu menaiki tangga, tanpa memperhatikan kami mengikuti nya atau tidak. Ia hanya terus menaiki tangga itu.
"Kita di suruh ikuti dia tuh... Kayak nya kita di antar ke ruang Bos!"
"Aku nggak mau, Mira aja yang ikuti dia!" Kata catherine. Semua orang mengangguk.
"Kalau begitu kesepakatam kita batal!"
Aku menggunakan sihir (Blow), angin kencang meniup Catherine dan teman-teman nya menjauh dari ku.
Setelah itu aku berjalan mendekati tangga Spiral dan menaiki nya.
"Tunggu Mira!" Teriak Catherine. Dia langsung berlari menyusul ku. Setelah itu teman-teman nya mengikuti Catherine untuk menyusul ku.
Saat aku menaiki tangga, aku bisa melihat gadis itu melayang saat menaiki tangga. Lalu Catherine dan teman-teman nya masih mendekap di belakang ku.
"Kalian ketemu naga nggak takut, tapi ketemu cewek cantik malah takut."
"Naga itu mahluk Fiksi, untuk apa kami takut dengan mahluk Fiksi!" Kata Javelin.
"Itu benar, Kuntil anak itu mahluk nyata, udah banyak penampakan nya. Dan juga kuntil anak itu nggak cantik." Kata Bruno.
Maaf saja, aku nggak pernah liat kuntil anak atau sejenis nya.
Kami terus menaiki tangga, hingga akhir nya kami sampai di lantai paling atas. Waktu di lantai paling atas gadis yang di bilang kuntil anak oleh Bruno berhenti, ia menyuruh kami untuk pergi ke depan hingga sampai di Ruang Tahta.
Kami menuruti nya, sekitar beberapa menit kami berjalan, dengan Catherine dan teman-teman nya yang mendekap di tubuh ku, kami sampai di depan pintu besar, yang sepertjnya itu adalah Pintu masuk Ruang Tahta.
Saat itu juga Catherine dan teman-teman nya, menjadi bersemangat dan tidak takut lagi.
"Aku buka."
Aku mendorong pintu hingga terbuka lebar, saat di dalam ada seseorang duduk di singgassana, dia seperti seorang Pria berumur tiga puluh tahun dan ia memiliki tanduk di kepala nya, saat kami masuk, ia langsung beranjak dari Singgassana nya.
"Aku telah menunggu wahai Pahlawan yang akan menyelamatkan Putri Momo! Aku Lucifer, akan menghentikan kalian untuk mengambil nya!"
Setelah berkata seperti itu, Pria yang bernama Lucifer menembakkan bola hitam kearah kami.