From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 223 Berhasil menghentikan Mira



Saat Amanda sampai ke depan tubuh Natasha dan Arisa, dia melepaskan rantai yang melilit tubuh mereka, setelah itu dia mengguncang-guncang tubuh mereka berdua sambil meneriakkan nama mereka.


"Natasha! Arisa! Bangun! Situasi darurat! Cepat bangun!" Teriak Amanda sambil mengguncang-guncang tubuh Natasha dan Arisa. "Cepat bangun!" Teriak nya kembali sambil menambah kekuatan saat mengguncang tubuh mereka berdua. Usaha Amanda tidak sia-sia, mata Natasha berkedut, sebelum akhir nya terbuka secara perlahan-lahan.


".....Hmmm.... Amanda?" Kata Natasha, pandangan nya masih sedikit kabur, sehingga ia tidak yakin apakah yang di depan nya adalah Amanda atau bukan.


"Plak!" Amanda langsung menampar pipi Natasha.


"!"


Natasha terkejut dengan tamparan yang datang tiba-tiba, tetapi berkat itu ia kembali sadar. Natasha segera bangun, duduk di depan Amanda sambil memegangi pipi nya yang baru saja di tampar Amanda.


"Jangan hanya tidur di sini dengan nyenyak! Cepat bantu aku!" Teriak Amanda dengan panik. Setelah itu, Amanda melihat ke arah Arisa yang masih tidak sadarkan diri, ia dengan kesal menampar pipi Arisa dengan keras. "Kau juga! Cepat bangun!" Teriak nya.


"!" Arisa tersentak, ia langsung duduk sambil memegangi pipi nya yang di tampar Amanda, kemudian ia berkata. "SAKIIIT!!" dengan suara keras. Pandangan Arisa langsung tertuju ke arah Amanda. "Kak Amanda!? Kenapa ada di sini!?"


"Untuk menolong kalian tentu saja... Tunggu bukan saat nya untuk mengobrol dengan santai! Kalian berdua, lihat itu!" Kata Amanda sambil menunjuk ke arah Mira yang sedang menyiksa Jack.


Saat ini Mira sedang menyiksa Jack dengan Iron Maiden yang di buat nya dengan sihir (Creation). Jack di masukkan ke dalam Iron Maiden yang di mana di sana penuh dengan duri, kemudian Mira menutup Iron Maiden secara perlahan hingga Jack mati tertusuk di dalam sana, darah yang sangat banyak pun keluar dari dalam Iron Maiden itu, sedetik kemudian Iron Maiden yang di buat Mira menghilang memperlihatkan tubuh Jack yang di penuhi dengan lubang, Mira pun memundurkan waktu tubuh Jack hingga ia hidup kembali.


"Eeeeekh!" Jack menjerit ketakutan saat mengetahui dia di hidupkan kembali, Mira pun menyiapkan siksaan selanjut nya.


Natasha dan Arisa yang melihat hal itu tercengang tidak bisa berkata apa-apa, sesaat Mira menyiapkan siksaan selanjut nya, barulah Natasha sadar akan situasi yang terjadi.


"Sejak kapan Mira melakukan itu!?" Tanya Natasha ke Amanda dengan panik. Arisa yang di samping Natasha juga sadar akan gawat nya situasi dan segera menatap ke arah Amanda.


"Tidak tahu. Tetapi yang jelas tubuh Mira sudah tidak tahan dengan energi sihir yang dia keluarkan!" Jawab Amanda.


"Ki-kita harus menghentikan Kak Mira," Kata Arisa dengan wajah pucat. "Ini untuk kebaikan Kak Mira juga, dan sekaligus untuk keuntungan Jack. Aku memang kesal dengan apa yang dia lakukan sebelum nya, tetapi melihat dia di siksa seperti itu, aku menjadi kasihan pada nya."


"Karena itulah aku membangunkan kalian." Kata Amanda dengan ekspresi kesal di wajah nya.


Natasha perlahan-lahan berdiri di ikuti oleh Arisa yang juga ikut berdiri, kemudian mereka berdua melihat ke arah Mira. Sesaat setelah melihat Mira, Arisa langsung menelan ludah, ia ketakutan melihat pemandangan Mira yang dengan kejam menyiksa saudara nya.


Amanda yang sudah tidak tahu berbuat apa, melihat ke arah Arisa dan Natasha secara bergantian, menyerahkan perkara menghentikan Mira kepada mereka. Natasha yang memperhatikan tatapan Amanda langsung membuka mulut, memberi tahu rencana untuk menghentikan Mira.


"Aku akan menghentikan Mira, pada saat bersamaan kalian berdua pukul Jack dengan sekuat tenaga!"


"EH!?" Amanda dan Arisa terkejut dengan rencana yang baru saja di jelaskan Natasha kepada mereka. 'Kenapa harus memukul Jack?' Pikir Amanda dan Arisa di kepala mereka dengan kebingungan.


Natasha tidak memperdulikan kebingungan mereka, dia langsung melesat ke arah Mira dengan kecepatan tinggi, kemudian memeluk Mira dengan sekuat tenaga.


"!" Mira tersentak mengetahui tubuh nya di peluk secara tiba-tiba.


"Aaaakh.... Kita hanya perlu memukul nya kan!?" Kata Arisa dengan cepat melesat ke arah Jack yang di penuhi dengan luka sayatan, menerima siksaan Mira. "EH! Bisa jelaskan kenapa kita harus memukul nya!?" Protes Amanda, tetapi ia juga ikut melesat ke arah Jack.


Saat di samping Jack, Arisa menendang perut Jack dengan keras, kemudian Amanda datang lalu memukul bagian atas kepala Jack dengan keras hingga ia tidak sadarkan diri.


"Kami tidak membela nya! Kami tidak akan mengkhianati mu!" Kata Natasha sambil memegangi Mira yang dengan sekuat tenaga memberontak, mencoba melepaskan diri.


"Bohong! Jika kalian tidak membela nya, biarkan aku menyiksa nya! Jangan menghalangi ku!"


"Kau boleh menyiksa nya," Kata Natasha. Mendengar perkataan Natasha, membuat Arisa dan Amanda berpikir di kepala mereka secara sepontan, 'Jangan mendukung nya!' tetapi mereka tidak berani mengatakan nya langsung melalui mulut.


Karena Natasha tidak tahu komentar pedas dari Arisa dan Amanda, dia terus melanjutkan perkataan nya pada Mira.


"Tetapi jika menyiksa Jack menyebabkan kau dalam bahaya, aku akan menghentikan mu. Setidak nya jangan siksa Jack dengan sihir mu, itu memberikan beban pada tubuh mu."


"Aku tidak terbebani! Ini energi sihir ku sendiri, bagaimana bisa energi sihir milik ku bisa membebani ku!? Cepat lepaskan aku!"


"Kalau itu tidak membebani mu. Kau pasti bisa lepas dari ku dengan mudah! Kau tidak bisa lepas dari ku adalah tanda tubuh mu terbebani. Tubuh mu semakin melemah setiap detik nya, apakah kau sadar!? Jika terus begini, kau akan mati! Dingin kan kepala mu, dan kau pasti sadar akan hal itu!"


Mendengar perkataan Natasha, tubuh Mira gemetar, ia saat ini di penuhi dengan rasa kesal, marah, dan benci. Perasaan itu memenuhi hati Mira, hingga energi sihir yang keluar dari tubuh nya semakin besar. Tanpa di sadari Mira, hidung nya mulai mengeluarkan darah.


"Tenangkan diri mu, Mira!" Teriak Natasha, mengetahui Mira mulai mimisan.


"AAAAAAAAAAKH!!!!...... SIALAN!!" Energi sihir Mira, tiba-tiba menjadi gelombang kejut yang menyebabkan semua yang di sekitar nya terpental.


Ibu Mira yang tidak sadarkan diri juga ikut terpental, untung nya Arisa yang di dekat ibu Mira, langsung menahan nya agar dia tidak terhempas ke dinding dengan keras. Sebagai catatan, Amanda dan Arisa juga ikut terpental, yang masih bertahan hanya Mira dan Natasha yang saat ini sedang memeluk Mira. Jack yang tidak sadarkan diri juga ikut terpental, tetapi tidak ada yang menahan nya, ia pun terhempas ke dinding dengan keras hingga menyebab kan kepala nya mengeluarkan darah yang sangat banyak.


Setelah gelombang kejut itu, energi sihir Mira langsung menjadi tenang. Sesaat energi sihir nya menjadi tenang, tubuh Mira langsung melemah, membuat nya terjatuh. Natasha langsung menahan nya dan mengangkat Mira di pelukan nya dengan lembut.


Joshua yang sebelum nya tidak bisa bergerak, menjadi bisa bergerak dengan bebas. Ia berlari ke arah Jack kemudian menggendong Jack yang tidak sadarkan diri. Natasha yang melihat hal itu, berkata kepada Joshua dengan suara kesal.


"Tinggalkan saja dia!"


"Itu tidak bisa. Saat ini para Vampir sedang memuja nya, dan mengangkat nya sebagai pemimpin, kita harus menunjukkan sisi menyedihkan nya untuk menyadarkan para Vampir yang ikut berkhianat bersama nya." Kata Joshua dengan senyum masam.


"...Apa kau bilang? Para Vampir juga ikut berkhianat bersama Jack?"


"Itu benar."


Natasha langsung menatap Amanda dengan tatapan tajam. "Bagaimana bisa itu terjadi Amanda?"


"Maafkan aku. Karena ke tidak mampuan ku, ini semua bisa terjadi." Jawab Amanda dengan tatapan bermasalah.


"Kau tahu apa yang harus kau lakukan pada mereka kan?"


Amanda mengangguk, kemudian ia menjawab dengan singkat dengan kata, "Iya!"


"....Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Arisa sambil menggendong ibu Mira.