
Kami sampai di Vila yang ada di kota Cocoa. Vila di kota Cocoa ini lebih besar dari pada Vila ku yang ada di kota Tiramisu. Dan yang lebih mengejutkan nya lagi, daerah tempat Vila ini di bangun adalah daerah yang banyak memiliki rumah besar. Daerah ini sangat berbeda dengan daerah sebelum nya, daerah sebelum nya sangat kumuh, daerah tempat Vila ini di bangun adalah daerah yang sangat indah. Banyak rumah besar, dan bahkan ada taman bunga yang besar.
"Kita sudah sampai di Vila yang akan anda tempati." Kata Rony.
"Daerah ini sangat berbeda dari sebelum nya."
"Tentu saja, daerah yang sebelum nya adalah daerah pembuangan." Jawab Rony.
"Pembuangan?"
"Benar. Daerah yang barusan itu adalah tempat pembuangan penduduk yang terkena penyakit menular, jadi kami para bangsawan Cocoa memutuskan membuang penduduk ke daerah tadi...... Tapi aneh, kenapa Tuan Putri malah berteleportasi ke daerah tadi, bukan nya ke daerah ini."
"Bukan aku yang mengatur kordinat Cristal nya. Ayah yang mengatur kordinat nya."
Aku melihat wajah Rony, wajah nya tiba-tiba pucat. Sewaktu aku memberitahu kalau ayah yang mengatur kordinat Cristal nya.
"Be-begitu ya.... Tuan Putri pasti capek. Ayo kita masuk kedalam."
Rony pun bergegas masuk kedalam Vila. Aku, Natasha, Arisa dan Jack mengikuti Rony. Saat di dalam Vila, kami di sambut dengan banyak pelayan.
"Selamat datang Nona Mira." Kata seluruh pelayan.
Maju salah satu pelayan laki-laki, pelayan itu memiliki rambut yang sudah berwarna putih, serta sudah memiliki keriput di wajah nya. Jika di perhatikan lagi, pelayan itu mungkin berumur 50 tahun.
"Selamat datang Nona Mira. Aku adalah kepala pelayan di sini. Namaku Leonardo." Kata Pelayan itu.
"Leonardo adalah bangsawan di sini. Dia mengabdikan diri nya sebagai pelayan di Vila ini." Kata Rony.
"Yang di katakan Tuan Rony benar. Saya mengabdikan diri di Vila ini sebagai pelayan untuk keluarga kerajaan yang ingin tinggal di Vila ini." Sambung pelayan bernama Leonardo.
"Leonardo akan membantu Tuan Putri selama di Vila ini. Dan juga saya akan sesekali mengunjungi Tuan Putri, jadi Tuan Putri tidak perlu khawatir." Kata Rony.
"Begitu ya..... Tapi kau tidak perlu mengunjungi ku. Aku sudah memiliki banyak pelayan di sini."
"Walaupun Tuan Putri memiliki banyak pelayan, saya masih merasa khawatir." Jawab Rony.
Aku menatap tajam kearah Rony. Saat ku tatap Rony tersenyum lebar.
"Ada apa tuan Putri?" Tanya Rony tersenyum.
Aku memalingkan wajah ku, kemudian aku menatap ke Leonardo.
"Leonardo!! Bisa kau tunjukkan seluruh isi Vila ini."
"Ba-" Sebelum Leonardo selesai berbicara Rony memotong perkataan Leonardo.
"Biar saya yang melakukan nya Tuan Putri." Kata Rony.
"Tidak perlu biar Leonardo saja."
"Saya pikir lebih baik Tuan Rony saja yang mengantar Nona Mira berkeliling." Kata Leonardo.
Aku melihat wajah Leonardo, wajah Leonardo pucat pasi. Ia seperti kutakutan kepada Rony.
Aku mengangguk. "Baiklah." aku menghela nafas. "Rony! Antar aku berkeliling."
Rony membungkuk. "Akan saya laksanakan." Jawab Rony.
Rony berjalan. Aku, Natasha, Arisa dan Jack mengikuti Rony. Pertama Rony berjalan ke ruangan belakang bagian Vila. Saat sampai di sana Rony pun menjelaskan fungsi dari ruang belakang.
"Ruangan ini adalah dapur," Kata Rony. "Para koki akan memasak di ruangan pada saat waktu sarapan, makan siang dan makan malam. Jadi pada saat jam seperti ini tidak ada satupun koki di sini."
Rony kemudian mengajak kami keruangan berikut nya. Sekarang adalah ruangan tengah di bagian Vila.
"Ruangan ini adalah ruang tamu." Kata Rony.
Rony mengajak kami keruangan selanjut nya. Setelah di ajak Rony berkeliling lumayan lama, akhirnya kami selesai berkeliling di lantai pertama. Rony pun mengajak kami ke lantai dua.
"Sebenarnya di lantai dua cuma ada kamar dan ruang kerja saja." kata Rony.
"Kalau begitu antar aku keruang kerja."
Kami di ajak Rony pergi ke ruang tengah yang ada di lantai dua. Kami akhirnya sampai di ruang tegah. Di ruang tengah terdapat sebuah meja dengan tumpukan kertas, lalu terdapat banyak lemari. Aku melihat-lihat semua lemari yang ada di ruangan. Di dalam lemari tidak ada apa-apa kecuali kertas.
"Kenapa banyak sekali kertas di ruangan ini."
"Laporan masalah?"
"Benar," Jawab Rony. "laporan masalah. Masalah yang ada di kota Cocoa ini sangat banyak, jadi kami para bangsawan mencatat nya di kertas. Contoh nya saja, masalah pajak, keuangan kota, penyakit menular, monster yang memakan ternak warga, dan masih banyak lagi."
"Dari tadi aku penasaran penyakit apa yang kau maksud ini?"
"Kami tidak tahu. Hanya saja penyakit ini dapat menyebabkan darah keluar dari setiap lubang yang ada di tubuh manusia, dan juga penyakit ini dapat menyebabkan orang yang terkena menjadi gila. Biasanya yang terkena akan teriak-teriak kesakitan kemudian dia akan menyerang orang yang ada di sekitar nya."
Mendengar perkataan Rony, aku mengingat saat aku mengobati Arisa dan Jack dari efek samping serbuk surgawi. Gejala Arisa dan Jack sama seperti yang di sebutkan Rony. Apakah penyakit menular itu di sebabkan Serbuk Surgawi? Tapi perasaan ku Serbuk Surgawi tidak ku sebarkan di kerajaan Fantasia dan juga efek samping serbuk surgawi seingat ku tidak dapat menular.
"Bagaimana penyakit itu bisa menular?" Tanya Arisa.
"Aku sudah bilang kan? Kalau orang yang terkena penyakit ini akan menyerang orang lain yang ada di sekitar nya?" Kata Rony.
Arisa mengangguk kan kepala nya. "Memang nya itu ada hubungan nya?"
"Ada. Orang yang terkena penyakit ini akan menyerang orang lain, dengan cara mengigit mereka. Dan orang yang terkena gigitan nya akan langsung tertular."
"Kalau cara penularan nya seperti itu. Kenapa kau bilang kalau Nona Mira akan terkena penyakit rakyat jelata? Bukan nya dari para warga sebelum nya tidak ada yang berniat mengigit Nona Mira?" Kata Natasha.
"Sebenarnya cara penularan nya bukan hanya dengan gigitan. Tapi juga bisa dengan air liur. Jadi kalau Tuan Putri pergi ke daerah pembuangan pastikan tidak ada rakyat jelata yang mendekat. Kalian bertiga faham?" Tanya Rony.
"Kami faham!" Jawab Natasha, Arisa dan Jack bersamaan.
"Rony!"
Rony menengok saat aku panggil. "Kenapa Tuan Putri?" Tanya Rony.
"Apakah dulu Kota Cocoa ini adalah kota yang Indah?"
"Anda benar. Dulu kota Cocoa ini adalah kota yang Indah. Ke indahan nya tidak kalah dengan kota Yugmish, Gelato, Salad dan Puding. Yang membuat tempat ini indah adalah banyak hewan yang ternak yang imut, anda tahu? dulu kota ini sangat terkenal."Kata Rony tersenyum.
"Hmmm, begitu ya. Lalu kenapa kota ini menjadi seperti ini sekarang?"
"Ini bermulai dua tahun yang lalu. Saat itu-"
Rony menceritakan penduduk Kota Cocoa yang tiba-tiba terkena penyakit menular, lalu tidak lama setelah penyakit menular, datang para Monster yang menyerang ternak para warga. Kedua hal ini menyebabkan perekonomian kota Cocoa menurun. Untuk mengatasi perekenomoian kota yang menurun para bangawan memutuskan untuk menaikkan pajak. Lalu mereka juga memutuskan untuk mengasingkan para penduduk yang terkena penyakit menular.
"Begitulah cerita nya." Kata Rony menutup ceritanya.
Jadi penyakit menular nya bermula dari dua tahun yang lalu, berarti penyakit menular ini bukan berasal dari Serbuk Surgawi.
"Tapi aneh," Kata Jack. "Dari semua penduduk tadi tidak ada yang mengamuk?"
"Kenapa memang nya dengan itu?" Tanya Natasha.
"Semua penduduk yang berada di daerah yang kita datangi tadi itu terkena penyakit kan? Lalu kenapa mereka tidak mengamuk?" kata Jack.
"Kau benar juga Jack." Kata Arisa membenarkan.
"Mereka tidak mengamuk karena obat khusus." Jawab Rony.
"Obat Khusus?" Tanya Natasha.
"Benar. Obat itu adalah obat buatan bangsawan tertinggi."
"Bangsawan tertinggi?"
"Maksudku mantan bangsawan tertinggi. Posisi beliau sudah di gantikan oleh tuan Putri."
"Lalu siapa mantan bangsawan tertinggi ini?"
"Saya!" kata seseorang dari arah luar ruangan.
Kami melihat kearah luar ruangan, seorang Elf laki-laki berambut pirang memasuki ruangan, ia memakai jas berwarna hitam, dan ia membawa tongkat di tangan nya.
"Perkenalkan Putri kelima kerajaan Fantasia. Nama saya Sarion." Kata Elf itu.
"Nama ku, Mira. Dan mereka adalah bawahan ku." Aku menunjuk kearah Natasha, Arisa dan Jack. "Yang berambut pirang namanya Natasha," Natasha membungkuk saat ku sebut namanya. "Yang Elf namanya Arisa, dan yang laki-laki nama nya Jack."
"Hmmmm," Kata Elf bernama Sarion bergumam. Kemudian ia berjalan mendekati Arisa. "Aku tidak menyangka dapat bertemu gadis dari Ras ku. Aku sangat senang."
Saat berada di depan Arisa, Sarion berlutut kemudian Sarion menarik tangan Arisa, lalu Sarioan mencium tangan Arisa. "Gadis Elf yang cantik menikahlah dengan ku." Kata Sarion.