
Di Benua Aziliya, Siegurd dan Javelin siap mengirim senjata ciptaan nya ke tengah-tengah Lembah Phacelia yang ada di Benua Yuro. Saat melihat ciptaan nya, Siegurd tersenyum bejat dengan wajah memerah. "Haaaah... Inilah Roman para Pria! Robot Mecha raksasa! Pria mana yang tidak akan bersemangat melihat benda ini bergerak seperti di Anime Mecha lain nya..."
"Kau benar kawan ku... Aku tidak menyangka hari di mana kita akan membuat Robot Mecha sungguhan akan terjadi." Jawab Javelin dengan senyum gembira, jari tangan kanan nya menyentuh batang hidung nya memperbaiki kacamata (Khayalan) nya.
"Mmm... Aku tidak ingin mengganggu kesenangan kalian... Tapi, apa yang membuat kalian bersemangat hanya karena melihat robot raksasa bergerak?" Tanya Bruno, ia nampak sedikit jijik karena kedua teman nya begitu bersemangat hingga keluar dari sifat asli mereka.
"Diam kau Bruno!" Teriak Javelin dan Siegurd bersama-sama. "Walaupun kau bertubuh laki-laki sekarang, jiwa mu masihlah tetap perempuan! Kau bukan laki-laki sejati karena tidak mengerti kegembiraan melihat robot Mecha raksasa bergerak!" Sambung Siegurd, membentak Bruno dengan nada bicara di penuhi kebencian yang di arahkan langsung ke arah Bruno.
"Seigurd benar. Semua lelaki pasti akan merinding dan bersemangat melihat robot Mecha raksasa bergerak. Aku yakin Mira juga seperti itu, karena kenyataan nya dia adalah seorang laki-laki..." sambung Javelin mendukung perkataan Siegurd.
"Kalau itu aku tidak yakin... Walaupun sebenarnya ia laki-laki, Mira tidak akan bersemangat melihat robot raksasa bergerak." Bantah Bruno dengan nada datar.
"Mau taruhan?" Siegurd menawarkan hal itu pada Bruno. "Kalau Mira bersemangat melihat Robot Mecha kami, serahkan setengah item mu pada kami. Kalau ia tidak bersemangat melihat ini, kami akan menyerahkan setengah item kami pada mu, bagaimana?"
"Ooo... Aku setuju! Bagaimana Bruno, kau menerima taruhan Siegurd?" Kata Javelin, bersemangat mendukung usulan kawan nya, Siegurd.
".... Ba-Baiklah... Aku terima!" Jawab Bruno dengan ragu-ragu.
Setelah percakapan konyol mereka bertiga, mereka pun mengirimkan salah satu unit Robot Raksasa ke Benua Phacelia dengan sihir (Gate).
\*\*\*
"Apa itu...?" Natasha bertanya dengan santai saat robot raksasa muncul di tengah-tengah benua.
Dia sangat santai karena tidak mengetahui seberapa berbahaya nya benda itu. Apakah ia meremehkan benda itu, atau ia tidak sadar akan kekuatan nya...? Aku sama sekali tidak tahu. Yang pasti aku sangat tahu kalau benda itu sangat berbahaya dari logam yang membentuk robot itu dan energi sihir yang di pancarkan nya.
Aku memegang tangan Natasha, kemudian merapal sihir teleportasi. Sayang nya sihir ku tidak berhasil. Sial... Kenapa sihir ku tidak bekerja!? Untuk menemukan jawaban mengapa sihir teleportasi ku tidak bekerja, aku melihat ke sekeliling lembah.
Belum selesai aku mencari penyebab mengapa sihir teleportasi ku terhambat, mata Robot raksasa mulai menyala, mengeluarkan cahaya merah. Gawat! Dalam film, anime, manga, novel, atau apapun itu jika mata robot menyala mengeluarkan cahaya merah, hal buruk akan terjadi... Aku bahkan tidak tahu apa yang baru saja aku katakan! Semua itu tiba-tiba muncul di kepala ku! Yang pasti saat ini situasi yang sangat gawat akan terjadi!
"Natasha! Siapkan perisai!"
"Eh!? Kenapa tiba-tiba?"
Natasha sedikit terkejut, karena aku tiba-tiba memerintahkan nya. Aku tidak menjawab nya, aku malah mendesak nya untuk cepat menyiapkan perisai.
"Cursed Blood Control. Shape Two: Shield!"
Mara robot makin memerah, setelah beberapa saat cahaya merah menghilang, bersamaan dengan suara monoton terdengar dari robot. "Menganalisis kondisi sekitar selesai. Melanjutkan misi... Bantu pasukan Demon, habisi pasukan aliansi..." setelah mengatakan itu, robot kemudian berjalan ke arah pasukan aliansi berkumpul... Gawat! Dia menuju ke pasukan aliansi. Aku harus berteleportasi ke sana sekarang! Aku memegang tangan Natasha yang tidak sedang memegang perisai, kemudian merapal mantra teleportasi. Seperti sebelum nya, mantra teleportasi ku tidak berhasil... Sial! Kalau begini, tidak ada pilihan lain. Kita harus terbang ke tempat pasukan aliansi berkumpul.
"Natasha, kita terbang ke pasukan aliansi!"
Natasha mengangguk. Menumbuhkan sayap kelelawar di punggung nya, dengan satu kepakan sayap nya, Natasha melesat seratus meter ke atas langit. Aku mengaktifkan sihir (Fly) yang membuat ku dapat terbang ke atas langit, aku menendang tanah sekuat tenaga, dengan daya dorong dari kaki ku aku pun melesat ke atas langit, sepuluh meter ke atas langit tepat nya. Karena ketinggian ku tidak setara dengan Natasha, aku memutuskan untuk menambah ketinggian ku hingga setara dengan nya. Setelah itu barulah aku dan Natasha melesat ke arah pasukan aliansi berada.
Mungkin karena tubuh besar nya, robot Mecha bergerak seperti orang berjalan, walaupun saat ini robot itu sedang berlari. Saat aku dan Natasha terbang tepat di atas nya, tiba-tiba kaki robot itu mengeluarkan angin kencang, yang membuat robot itu terdorong. Alhasil robot itu berlari lebih kencang dari sebelum nya, ia pun berhasil meninggalkan kami yang saat ini sedang terbang.
"Benda itu menambah kecepatan nya! Kita harus cepat mengejar nya Natasha!"
"Baik!"
Aku dan Natasha menambah kecepatan terbang. Tetapi, karena tubuh ku melemah, kecepatan terbang ku pun ikut berkurang. Beberapa detik Natasha menambahkan kecepatan nya, aku sudah tertinggal jauh di belakang, sedangkan Natasha berhasil mengekor tepat di belakang robot mecha.
Melihat aku yang tertinggal, Natasha berbalik, terbang ke arah ku. Kemudian ia dengan cepat memeluk ku, setelah ia memeluk ku Natasha menambah kecepatan nya, mengejar robot mecha.
"Jangan memaksakan diri." Kata nya.
"Y-Ya."
Di pelukan Natasha, kecepatan ku pun sama dengan kecepatan nya, aku pun berhasil mengekor di belakang robot Mecha.
Tidak sampai semenit kami berhasil mengekor di belakang robot mecha, robot mecha berhasil keluar dari lembah, menghadapi langsung pasukan aliansi... Akan gawat kalau Natasha ketahuan terbang menggunakan sayap kelelawar, karena itu aku memutuskan untuk tidak mendarat di tempat yang dapat di lihat pasukan aliansi, aku pun menyarankan Natasha untuk mendarat sekitar seratus meter di belakang robot Mecha.
\*\*\*
Saat Charles, Jack, Joshua, Albert, dan komandan pasukan aliansi menyaksikan penampilan mahluk raksasa yang keluar dari lembah, mereka tertegun, takjub. Raksasa itu bukan mahluk hidup, tetapi bisa bergerak layak nya mahluk hidup, tidak memiliki otot, daging, tulang, pembuluh darah dan organ tubuh lain nya. Yang ada, raksasa itu memiliki tubuh yang terbuat dari baja, yang dari penampilan nya, baja itu lebih keras dari Adamantite yang di katakan sebagai baja terkeras.
Raksasa itu berdiri di pintu masuk lembah, mengeluarkan aura intimidasi yang kuat, sehingga Jack yang terkuat di antara seluruh pasukan tidak bisa menahan bulu kuduk nya yang berdiri saat melihat raksasa itu. Yang membuat raksasa itu menakutkan bukanlah tubuh nya yang besar, ataupun seluruh badan nya yang terbuat dari baja. Yang membuat raksasa itu menakutkan adalah energi sihir yang di pancarkan nya. Energi sihir yang sangat besar, yang kekuatan nya setara dengan seseorang berlevel seratus.
Di saat seluruh orang di pasukan aliansi merasa terintimidasi dengan kehadiran raksasa yang tiba-tiba muncul dari dalam lembah, mereka juga di buat kaget, karena raksasa itu jatuh tengkurap. Seperti ada yang memukul bagian belakang kepala nya dengan keras.
Dan benar saja....
Dari belakang kepala raksasa itu muncul sosok perempuan yang sedang menggendong seorang gadis kecil.