From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 195 Penculikan Ratu Carla



Karena tidak ada yang bisa di lakukan untuk keluar dari penjara, aku pun menyerah dan pasrah menerima keadaan. Yang bisa kulakukan adalah duduk menerima nasib yang akan menimpa ku.


"Ngomong-ngomong kita ada di mana?" Tanya Arisa.


"Kau fikir aku tahu?"


Arisa terdiam.


Apakah dia bodoh?


Dia bertanya padaku yang tidak sadarkan diri sewaktu di bawa ke penjara ini. Seharus nya dia yang masih sedikit sadar yang mengetahui tempat ini. Yah, aku tahu kenapa dia sampai bertanya seperti itu pada ku.


Itu karena, dia sangat khawatir.


Untuk menghilangkan ke khawatiran nya. Ia mencoba untuk memulai pembicaraan. Itu karena dari tadi, kami hanya duduk terdiam, yang menyebabkan keheningan di sekitar kami.


Dari pada itu, ada sesuatu hal yang menganggu ku semenjak penyerangan di kamar ku. Aku pun memutuskan untuk bertanya pada Arisa.


"Arisa. Apakah ada sesuatu perubahan pada sikap Jack?"


"Eh!?" Arisa terekejut sebentar karena aku tiba-tiba bertanya. "Hmmmmmm," ia memegangi dagu nya sambil bergumam, seperti nya ia sedang berfikir. "Aku rasa tidak ada yang berubah."


"Begitu...."


"Memang nya kenapa Kak Mira bertanya?"


"Tidak apa-apa. Aku hanya berfikir dia akan menjadi sombong karena kekuatan nya meningkat pesat dan melakukan hal bodoh."


"Aku rasa tidak mungkin. Walaupun Kak Mira bilang kekuatan nya meningkat pesat, dia masih lebih lemah dari pada aku dan Kak Natasha."


"Tapi dia lebih kuat dari pada Vampir lain nya. Natasha berkata 'untuk Vampir baru kekuatan Jack sudah termasuk besar. Dalam waktu singkat dia pasti akan menjadi Vampir terkuat kedua.' Begitu katanya. Jadi aku berfikir mungkin saja Jack akan jadi sombong."


"......Begitu ya. Aku harap yang di katakan Kak Mira salah. Aku tidak ingin dia melakukan hal bodoh yang bisa membahayakan diri nya sendiri."


"Tindakan bodoh yang membahayakan diri sendiri masih bisa di maafkan. Jika....."


Tindakan nya sampai membuat orang lain dalam bahaya...... Aku haruap dia tidak melakukan hal itu.


"Dari pada membahas Jack, aku penasaran dengan iblis perak yang mereka katakan." Kata Arisa.


"Kalau itu sudah jelas kan? Sudah pasti aku yang-...... Tunggu dulu......"


Apakah Iblis perak itu aku? Kalau tidak salah Gaztor mati karena kekurangan darah. Itulah yang dilaporan Jack pada ku. Mati karena kekurangan darah itu butuh waktu, pasti dia masih bisa menghubungi penyembah Pierot. Kalau tidak salah jika seseorang kekurangan darah, ia masih memiliki beberapa menit untu mati. Dalam waktu beberapa menit itu, seharus nya Gaztor bisa menyampai kan pesan yang lebih rinci, kenapa dia hanya menyampaikan pesan tangkap iblis perak dan jadikan dia persembahan untuk membangkitkan Dewa Pierot?


Mengatakan beberapa patah kata seperti itu tidak mengambil waktu b


Satu menit. Jika dia hanya bilang iblis perak, itu pasti akan menjadi ambigu.


Bisa saja yang di maksud Gaztor itu benar-benar iblis berbadan perak, atau binatang yang memiliki bulu perak, atau Naga yang memiliki warna perak di tubuh nya. Ada banyak maksud 'Iblis perak' ini. Tapi kenapa mereka langsung mengetahui maksud Gaztor, dan langsung mengincar ku.....


"Apakah bukan hanya aku?"


Jika memang begitu......


"Kak Mira?"


"Arisa. Yang di maksud iblis perak itu siapa?"


"Eh? Kak Mira kan? Soal mereka berfikir Kak Mira yang membunuh Dewa Pierot."


"Padahal bukan aku yang membunuh nya.... Ok, kesampingkan hal itu. Pierot dan Gaztor mengetahui nama ku kan?"


"Hmmmm....... Aku fikir mereka tahu."


"Jika memang begitu, kenapa mereka tidak bilang saja 'Tangkap Mira!' atau sesuatu seperti itu. Tapi malah 'Tangkap Iblis Perak!' bukankah itu malah membuat para penyembah nya bingung?"


"Benar juga....."


"Sial!! Firasat ku tidak enak, semakin jauh aku memikirkan kemungkinan ini!!"


"Memang nya ada apa?"


"!!"


Arisa terkejut saat aku menunjuk rambut ku.


"Apakah Kak Mira berfikir, kalau Ratu akan kena tangkap juga?"


".......Kuharap fikiran ku itu salah." Aku diam sejenak kemudian menjawab.


\*\*\*


Carla saat ini berjalan ke kamar Putri nya Mira. Ini adalah kegiatan sehari-hari nya. Setelah habis bekerja di ruang tahta, atau setelah selesai mengurus berkas-berkas yang merepotkan. Carla pergi ke kamar Putri nya untuk menyembuhkan kelelahan nya, dengan melihat Putri tersayang nya saja sudah dapat menyembuhkan hal itu.


Itu adalah tanda seberapa besar cinta Carla pada Putri nya.


Itu sangat wajar. Mengingat semua hal yang terjadi pada Putri nya.


Putri nya dulu tidak sadarkan diri selama sepuluh bulan, dan di ambang kematian. Tidak ada dokter atau tabib yang bisa membangunkan Putri nya. Itu semua karena kutukan ulah penyihir misterius yang sampai sekarang masih menjadi Buronan.


Setelah dengan sabar menunggu Putri nya dan berdoa pada tuhan atau iblis atau apapun mahluk yang dapat membangunkan Putri nya, akhir nya doa nya terkabul dan Putri nya pun sadar.


Rasa bahagia memenuhi hati Carla.


Tetapi kebahagiaan itu segera menghilang karena perbuatan bodoh suami nya yang terlalu terikat pada peraturan yang di buat leluhur nya. Dia mengusir anak nya sendiri karena melukai pangeran kerajaan lain. Itu jelas insiden internasional. Dan benar saja, ayah dari pangeran yang di lukai itu mendeklarasikan perang. Tetapi karena alasan yang tidak di ketahui, keesokan hari nya deklarasi itu di tarik dan perang di batalkan.


Seharus nya itu cukup untuk memaafkan anak nya, tetapi suami bodoh nya tetap teguh pada peraturan dan mengusir putri tercinta Carla. Yang membuat hati Carla hancur dan membuat nya membenci suami nya sendiri. Dan beberapa bulan setelah di usir, Putri tercinta Carla menunjukkan prestasi yang gemilang saat dia status nya sudah di cabut, karena prestasi itu Putri tercinta Carla pun pulang kembali ke istana, tetapi Putri nya segera pergi lagi untuk melakukan tugas dan pergi lagi dari istana. Dan saat pulang dari tugas nya, dia datang dengan keadaan sakit dan membuat nya khawatir kembali.


"Haaaah,"


Mengingat semua kejadian yang menimpa Putri tercinta nya, Carla menghela nafas.


"Kenapa Mira selalu kena masalah?"


Biarlah ... Yang penting semua masalah itu sudah berakhir dan Mira dengan aman sekarang berada di kamar nya.


Carla tersenyum dan mempercepat langkah nya menuju kamar putri nya yang tercinta.


Saat sampai di depan kamar Putri nya, Carla mengetuk pintu sambil memanggil nama Putri nya.


"Mira...."


Tidak ada balasan. Carla mengetuk sambil memanggil lagi.


Tapi masih tidak ada jawaban.


"Apakah dia tidur?"


Karena tidak ada jawaban, Carla mengira Putri nya sedang tidur. Karena itu Carla cemberut sambil bergumam.


"Anak itu..... Ini masih siang. Dan dia sudah tertidur..... Haaaaah....."


Carla menghela nafas, menyentuh gagang pintu memutar nya, lalu mendorong pintu untuk membuka nya.


"Aku harus memarahi nya, walaupun dia itu anak Raja, tetapi dia tidak bisa melakukan sesuatu sesuka hati nya!"


Kata Carla sambil membuka pintu.


Saat di dalam kamar, ruangan sangat gelap, dan pintu tiba-tiba tertutup. Dan Putri nya tidak ada di dalam kamar, malah ada sekelompok orang asing mengenakan jubah hitam dengan tudung yang menutupi wajah mereka.


"Selamat datang iblis perak."


"Si-siapa kalian..... Di mana anak ku!?"


"Kau tidak memiliki hak untuk bertanya. Yang bisa kau lakukan adalah ikut dengan kami."


"Penyusup!!..... Penjaga!! Ada penyusup!!"


"Usaha yang sia-sia, ruangan ini kami buat kedap suara. Teriakan mu tidak akan sampai keluar. Sekarang ikut dengan kami!"


Setelah itu kesadaran Carla menghilang.