
"Bagaimana Amanda? Apakah kau masih terluka?"
"Tidak... Luka ku sudah bergenerasi. Lupakan tentang ku, apakah kau tahu kenapa Natasha tidak datang kesini? Joshua."
"Aku tidak tahu... Tapi sewaktu kau dan Jack bertarung dia menghubungi ku melalui (Telephaty), memberitahu ku kalau Mira di culik kemudian dia memerintahkan kalian untuk tidak menyerang kelompok agama Pierot dan bertanya markas besar Agama Pierot."
"Dia bertanya markas besar kelompok agama itu?"
Joshua mengangguk.
Amanda kemudian memegangi dagu nya, memikirkan sesuatu. Beberapa saat kemudian dia membuka mulut nya.
"Joshua. Kalau tidak salah sebelum nya kau bilang markas kelompok agama itu di kota Salad kan?"
"Aku tidak yakin... Tetapi kelompok agama itu menyebar pertama kali di sana."
"Lalu bagaimana reaksi Natasha saat mendengar hal itu."
"Dia hanya mengucapkan terima kasih lalu menutup (Telephaty)."
"Begitu ya..... Dan Jack bersama yang lain nya pergi kesana...... Joshua berapa lama aku sampai ke sana jika terbang dengan kecepatan penuh?"
"Jika dari sini mungkin empat jam."
"Lalu, apakah kau bisa menyiapkan Crystal sihir teleportasi dan atur kordinat nya ke kota Salad?"
"Bisa saja..... Tetapi apakah kau akan pergi kesana? Natasha melarang mu untuk pergi kesana kan?"
"Aku tidak bisa membiarkan bawahan ku bertindak bodoh. Karena itu, aku akan pergi ke sana dan menghentikan mereka sebelum mereka sampai ke kota Salad."
"Begitu ya... Tunggu sebentar, akan ku siapkan Crystal nya."
"Terima kasih. Aku terbantu."
\*\*\*
"Kalian semua kita sudah sampai di padang rumput. Mira mengatakan, kalau kita sampai sini itu tanda kita sebentar lagi akan sampai di kota Salad."
Kata Jack kepada para Vampir yang mengikuti nya dari belakang, saat itu matahari sebentar lagi terbenam. Mereka berangkat pada jam 2 siang, dan untuk sampai ke kota Salad dari ibu kota kerajaan Eurasia memerlukan waktu 4 jam. Jadi sekarang jam 6 sore. Wajar matahari sebentar lagi akan terbenam.
"Yang mulia Jack, sebaik nya kita menunggu malam. Agar kekuatan kita mencapai puncak."
"Kau benar. Kita berhenti di sini dan tunggu malam tiba." Kata Jack menjawab saran dari Vampir sebelum nya.
Mereka pun turun di padang rumput, dan beristirahat sebentar, lalu dari arah kota ada sesuatu yang terbang di langit dengan kecepatan tinggi menghampiri mereka. Saat itu sesuatu itu mendarat di dekat mereka dengan sangat keras hingga menerbangkan debu di sekitar dan membuat kawah karena hantaman keras nya saat mendarat.
"Aku sudah menunggu kalian!" itu bukan lah sesuatu, tetapi seseorang. Lebih tepat nya seorang gadis, dia memegang tombak berwarna merah darah dan mata nya bersinar dengan warna merah terang.
"Amanda!?" Jack mengungkapkan identitas gadis itu. Dia adalah Ratu Vampir setelah Natasha yang di pecundangi Jack saat siang tadi.
"Kenapa kau ada di sini?"
"Tentu saja untuk menghentikan kalian."
"Seperti nya kau memang ingin mati Amanda."
"Itu kalimat ku! Apakah kau ingin mati berkhianat pada Mira? Apakah kesombongan membutakan mu? Tanpa Mira kau tidak akan menjadi sekuat itu! Ini juga berlaku untuk kalian," Amanda mengacungkan ujung tombak nya menunjuk para Vampir yang ada di belakang Jack. "Apakah kalian lupa, siapa yang membebaskan kalian? Jika tanpa Mira kita tidak akan bisa menghirup udara segar dan kita tidak akan memiliki tempat tinggal jika Mira tidak membantu kita. Jangan lupakan itu. Dasar kalian Bodoh!"
"Kau masih mengatakan itu Amanda?" Kata salah satu Vampir maju dari belakang Jack, dia memiliki wajah jahat yang tidak menyenangkan orang saat melihat nya. "Mira adalah Ras Human, dan jangan lupa Ras Human lah yang menyegel kita. Jadi apa yang di lakukan Mira adalah untuk membayar apa yang dulu Ras leluhur nya lakukan."
"Itu benar!"
"Kami tidak akan mengikuti Ras yang sudah menyegel kita!"
"Kami tidak akan mengikuti perintah anak kecil!"
Kata para Vampir dengan cara berteriak.
"Kau dengar itu Amanda?" Kata Jack. "Tenang saja. Para Vampir akan terbebas setelah aku membunuh Mira."
"Kau fikir Natasha akan membiarkan itu?"
"Tentu saja aku akan membunuh Natasha juga. Natasha itu adalah orang aneh yang jatuh cinta pada gadis kecil. Dan orang aneh seperti dia tidak cocok untuk menjadi satu Ras yang sama dengan ku!"
Mendengar hal itu para Vampir tertawa terbahak-bahak.
"Apakah kau fikir bisa membunuh Mira dan Natasha dengan mudah?" Tanya Amanda kepada Jack.
"Untuk membunuh Mira sangat mudah. Dia sudah melemah sekarang. Dan untuk Natasha aku pasti bisa membunuh nya saat aku menghisap darah mu untuk menambah kekuatan ku! Tenang saja darah mu tidak akan habis kok."
"Seperti nya percuma untuk berbicara pada kalian."
"Yang mulia Jack. Biarkan aku yang maju di sini." Kata Vampir berwajah jahat.
Vampir itu pun maju ke arah Amanda, sambil memegang pedang darah, bersiap menebas Amanda.
Saat Vampir itu dekat dengan Amanda dan hendak menebas Amanda, matahari akhir nya terbenam di sebelah barat. Vampir itu tersenyum saat kejadian itu. Karena kekuatan nya pasti meningkat saat hari sudah malam, itu pun membuat nya yakin akan kemenangan nya.
Tetapi hal yang sama berlaku untuk Amanda.....
Amanda masih tidak bergerak, akhir nya pedang darah Vampir itu pun menebas secara horizontal ke arah leher Amanda. Saat pedang itu menyentuh leher Amanda, pedang darah Vampir itu menghilang dari tangan nya. Vampir itu membuat wajah bodoh saat itu terjadi, dan kejadian selanjut nya adalah Vampir itu tertusuk dengan banyak tombak yang muncul dari tanah. Tombak itu memenuhi tubuh Vampir itu, ia darah pun jatuh seperti hujan dari tubuh Vampir itu, yang segera darah itu pergi ke arah Amanda dan mengelilingi nya.
"Tidak seperti Natasha yang hanya bisa mengendalikan darah nya sendiri, aku bisa mengendalikan darah mahluk hidup di sekitar ku. Saat kita bicara sebelum nya, aku sudah mengumpulkan darah mahluk hidup di sekitar sini dalam radius 10 kilometer. Saat masih siang, aku tidak mungkin melakukan ini, tetapi saat hari dekat dengan malam aku dapat dengan mudah melakukan nya. Jangan fikir kau bisa mengalahkan ku dengan mudah Jack."
Seperti perkataan Amanda, tubuh Jack beserta para Vampir menjadi melemah hingga mereka berlutut, dan muncul luka dari tubuh mereka yang mengeluarkan darah mereka. Dan segera darah mereka melayang ke arah Amanda dan segera mengelilingi nya.
"Cursed Blood Control : All Shape!"
Darah yang mengelilingi Amanda segera berubah menjadi tombak, pedang, anak panah, dan pisau.
Jumlah senjata itu sangat banyak untuk di hitung, itu jelas. Karena jumlah nya ada ribuan, dan senjata itu melayang di belakang Amanda seperti menunggu perintah nya.
"Jangan lupa. Aku sekarang adalah Ratu kalian. Pemimpin kalian. Kalian fikir bisa mengalahkan ku dengan mudah?" Kata Amanda sambil tersenyum, mata nya bersinar terang di gelap malam, itu berwarna merah terang. Taring di mulut Amanda mencuat keluar.
Jack yang melihat itu berusaha untuk bangkit dan tubuh nya bergetar sedikit. Tetapi itu bukan karena dia takut, tubuh nya bergetar karena dia mencoba sekuat tenaga untuk menahan tawa yang akan keluar dari mulut nya.
Jack masih berusaha untuk bangkit. Lalu saat itu tawa bocor dari mulut nya.
"Kukukukukuku."
Melihat hal itu, wajah Amanda menjadi cemberut.
Saat Jack berhasil bangkit, dia melihat Amanda dengan senyum menjijikan. Lalu tawa yang nyaring keluar dari mulut Jack.
"Hahahahahahahahahahaha........ Sangat hebat! Kekuatan yang luar biasa! Jika aku meminum darah mu, semua kekuatan mu akan menjadi milik mu! Hahahahahahahahahahahahaha....... Itu membawa ide yang sangat hebat. Aku akan meminum darah Mira dan Natasha hingga mereka mati. Dan itu akan menjadikan ku mahluk terkuat di dunia ini. Hahahahahahahahahaha."
"Oooo. Anda sangat jenius yang mulia!"
"Kesetiaan ini hanya untuk mu yang mulia!"
"Banzai yang mulia!"
"Hahahahahahahahaha.... Puji aku wahai para pengikut ku! Puji aku! Hahahahahahahaha....."
"Kau..... Kau sudah gila Jack!" Teriak Amanda. "Seperti nya aku harus membunuh mu di sini. Aku akan meminta maaf kepada Arisa nanti." Gumam Amanda dengan suara pelan. "Bersiap Jack!" Kata Amanda sambil bersiap melemparkan tombak nya.
Jack segera mengigit urat nadi di tangan nya, dan dari luka itu mengeluarkan banyak darah. Dengan darah itu Jack menciptakan dua pedang darah, masing-masing tangan memegang satu pedang darah.
"Maju kau Amandaaaaaaaa!" Jack berteriak lalu berlari ke arah Amanda.
Amanda melempar tombak, lemparan Amanda di ikuti dengan senjata yang melayang di belakang nya. Ribuan senjata pun terbang ke arah Jack dengan kecepatan yang gila.
\*\*\*
Aku mengeluarkan kain putih bersih dari (Inventori) dan aku menyebarkan di lantai. Lalu Arisa membaringkan ibu di atas kain yang ku keluarkan dengan perlahan. Setelah selesai, tiba-tiba tubuh Arisa mengigil dan dia dengan cepat memeluk tubuh nya.
"Aku merinding!" Kata Arisa.
"Apakah sesuatu terjadi pada Jack?" Tanya ku.
"Ba-bagaimana ini Kak Mira? Semakin aku memikirkan Jack, semakin aku membenci nya sehingga membuat ku ingin membunuh nya. Apakah ada yang salah dengan ku?"
Kata-kata Arisa barusan tidak bisa ku abaikan. Perasaan benci yang tiba-tiba muncul kepada saudara nya sendiri. Itu menandakan kalau Jack melakukan sesuatu yang sangat berbahaya....
Saat itu, sekelompok orang berbaju hitam datang sambil membawa seorang gadis yang sangat ku kenal.