
Di kerajaan Fantasia, ke empat putri pulang ke istana setelah mendapatkan surat dari Charles. Isi surat itu mengatakan kalau ketiga kerajaan besar akan mengadakan pertemuan. Dan Charles ingin ke empat putri ikut dalam pertemuan itu.
Mereka semua pulang menggunakan Cristal sihir, setelah insiden penculikan, Charles memberikan banyak Cristal sihir kepada ke empat anak nya.
Setelah mereka berempat sampai di istana, mereka berempat minum teh bersama dengan Charles, Carla dan ke empat Selir di ruang makan. Saat mereka minum teh mereka melakukan percakapan singkat.
"Jadi bagaimana bisa perekonomian kota yang kalian kota menurun." Tanya Charles. Nina, Blanc dan Rosa mengalihkan pandangan nya setelah di tanya oleh Charles.
"Cepat Jawab!!" Charles memukul meja.
Semua orang terkejut. Mendengar Charles memukul meja.
"Be-belakangan ini, ada masalah ayahanda." Jawab Nina dengan terbata-bata.
Charles menatap Nina dengan tatapan serius. "Masalah Apa?" Tanya Charles dengan suara berat.
"A-ayahanda tahu kan, tentang Low Light... Karena Low Light perekonomian di kota kita menurun." Jawab Nina.
Blanc, dan Rosa mengangguk.
"Jadi mereka sudah masuk ke kota kalian ya?"
Nina, Blanc, dan Rosa mengangguk.
"Baguslah kalian pulang hari ini, seperti yang ku katakan di surat ketiga kerajaan besar akan mengadakan pertemuan besok. Pertemuan kali ini akan membahas tentang Low Light. Mungkin saja kalian bisa menemukan penyelesaian tentang masalah yang kalian hadapi."
Setelah mendengar perkataan Charles. Nina, Blanc dan Rosa bernafas lega.
Jangan sampai ayahanda tahu. Kalau aku ada melakukan sedikit penggelapan dana. Kata Nina dan Blanc. Dalam pikiran mereka.
Jangan sampai ayahanda tahu. Kalau di kota ku banyak yang melakukan penggelapan dana. Padahal aku sudah menangkap mereka semua, tapi masih saja ada yang melakukan penggelepan dana. Pikir Rosa.
Rosa pun menghela nafas panjang setelah memikirkan hal itu.
"Lalu untuk mu Yuri. Apa saja yang kau lakukan? Di kota mu tidak ada peningkatan sama sekali."
"Maaf ayahanda. Aku sedikit kesusahan mengatur kota Banitza." Kata Yuri sambil menundukkan kepalanya.
"Begitu ya. Setidak nya kau lebih baik dari pada ketiga saudara mu." Kata Charles.
Yuri tersenyum. "Terima kasih ayahanda."
Mendengar pujian Charles, membuat Nina dan Blanc menjadi marah kepada Yuri.
Awas kau Yuri!! Kata Nina dan Blanc. Dipikiran mereka.
Lina dan White pun juga ikut marah kepada Yuri.
\*\*\*
Di kerajaan Milefolia. Albert saat ini sedang di kamar nya, Albert sedang menghadapi Lia yang saat ini sedang ngotot untuk berangkat pergi ke kerajaan Fantasia.
"Ayah... Ayo kita pergi sekarang saja."
"Kita kan sudah berjanji akan mengadakan pertemuan besok.
"Nggak mau. Aku mau pergi sekarang."
"Kenapa kau ngotot ingin pergi sekarang."
"Kan tadi aku sudah bilang. Kalau aku memiliki teman di kerajaan Fantasia, aku tidak sabar ingin menemuinya."
"Memangnya siapa teman mu. Palingan dia itu rakyat biasa yang tinggal di sana kan."
"Apa yang ayah bilang!? Dia itu Putri kerajaan Fantasia. Dia itu anak langsung dari Raja Charles dan Ratu Carla."
Mendengar perkataan anak nya, Albert terkejut. "Eeeeeh. Se-sejak kapan kah berteman dengan nya?"
"Sudah lama sih. Jadi ayo kita berangkat sekarang saja."
"Besok saja." Lia cemberut mendengar perkataan Ayah nya. "O iya. Siapa nama teman mu itu?"
"Haaah, ayah sudah lupa? Kan tadi sudah ku kasih tahu!"
"Ayah ingat kok. Umurnya sepuluh tahun kan?" Lia mengangguk. "Dan namanya Mi-Mi. Siapa sih tadi namanya.... Mi-Mi."
"Mira.. Namanya Mira.." Kata Lia.
"Benar namanya Mira."
Karena tidak di izinkan pergi, Lia pun pergi keluar kamar ayah nya dan dia kembali ke kamar tidurnya.
\*\*\*
Aku sedang menaiki kereta kuda untuk pulang ke rumah ku. Lalu di belakang kereta kuda anak-anak panti asuhan mengikuti ku.
Saat di perjalanan, kami semua menarik perhatian warga. Walaupun aku berada di dalam kereta tapi aku masih menutup wajah ku karena malu.
Lalu tiba-tiba Arisa bangun.
"Kau sudah bangun Arisa?" Tanya Natasha.
Arisa mencoba untuk berdiri. "Aaakkh kepala ku..." Kata Arisa sambil memegangi kepalanya.
"Kau istirahat saja dulu, nanti kalau sudah sampai aku bangunin." Kata Natasha.
Akhirnya kami pun sampai di depan rumah ku.
Natasha membangunkan Arisa, kemudian Natasha membantu Arisa turun.
Setelah kami semua turun, Kereta kuda kembali berjalan ke istana. Semua anak berdecak kagum melihat rumah ku.
"Wow, besar sekali..." Kata salah satu anak.
"Lihat," Kata seorang anak sambil menunjuk ke arah samping. Semua anak melihat tempat yang di tunjuk anak itu. "Rumah ini bersebalahan dengan istana."
Aku bertepuk tangan, lalu semua perhatian tertuju padaku. "Baik semuanya. Kalian ikuti aku."
Aku pun berjalan ke depan pintu rumah, saat berada di depan pintu rumah. Aku berjinjit untuk mengambil gagang pintu yang lebih tinggi dari ku.
Aku pun berhasil meraih nya, kemudian aku memutar gagang pintu itu kearah kanan dan mendorong pintu itu hingga terbuka sepenuh nya.
Aku mempersilahkan anak-anak panti asuhan dan Sandra masuk. Tapi mereka tidak ada yang mau masuk, lalu Sandra berbicara padaku.
"Nona Mira saja duluan yang masuk."
Aku pun mengajak Arisa dan Natasha masuk. Saat kami bertiga masuk, barulah anak-anak masuk.
"Kalian kemana saja? Aku sudah menunggu kalian dari tadi."
Kata Jack yang datang dari arah dapur.
"Kenapa banyak orang yang datang?"
"Mulai hari ini, mereka akan tinggal bersama kita."
"Begitu ya."
"Semua nya. Perkenalkan nama nya Jack."
"Nama ku Jack. Saudara kembar nya Arisa."
"Siapa itu Arisa?" Tanya salah satu anak.
"Arisa itu kakak Elf yang itu. Dan kakak yang berambut pirang yang itu namanya Kak Natasha." Jawab Jack.
"Tunggu dulu. Katamu Arisa itu saudara kembarmu?" Tanya Peter.
"Iya. Arisa saudara kembar ku."
"Bagaimana bisa!?"
"Entahlah. Aku juga tidak tahu."
"Kenapa kau ada di sini? Bukan kah tadi ku suruh kau membantu Alex."
"Saat aku mendatangi Alex. Dia langsung menyuruh ku pergi. Dia bilang tidak memerlukan bantuan."
"Alex itu jangan-jangan..." Kata Scorpio dengan wajah terkejut.
"itu benar. Pangeran Alex."
"Aku tidak menyangka bocah seperti mu bisa dekat dengan Pangeran Alex." Sambung Juliet.
"Bisakah kalian berhenti memanggilku bocah. Aku ini memiliki nama, apakah kalian lupa namaku? Kalau kalian lupa biar aku perkenalkan diri ku lagi..... Namaku Mira. Ingat itu di dalam kepala kalian."
"Ba-baik. Kami akan ingat nama mu." kata Peter.
Aku mengajak mereka semua keruang makan, saat sampai di ruang makan aku menyuruh mereka makan makanan yang sudah disiapkan oleh Jack dan Arisa.
Mereka semua makan dengan lahap, senyum bahagia menghiasi wajah mereka. Satu menit kemudian pintu rumah ku diketuk seseorang.
"Siapa yang datang?"
"Apakah perlu ku buka kan?" Tanya Natasha.
Aku mengangguk.
Kemudian Natasha berjalan kepintu.
Saat Natasha membuka pintu, yang menunggu di luar ternyata Joshua. Natasha pun membiarkan Joshua masuk.
Saat Joshua masuk anak-anak panti asuhan berhenti menyantap makanan mereka.
"Ya-Yang Mulia!?" Kata Sandra
"Se-semua nya ce-cepat berlutut!" Kata Sandra.
"Tidak perlu," Kata Joshua sambil mengangkat tangan nya. "Aku kesini hanya ingin berpamitan ke Mira." Sambung Joshua.
"Kau sudah mau berangkat?"
Joshua mengangguk. "Aku titip Putra ku."
"Tidak kah kau berangkat terlalu cepat? Bukan nya pertemuan nya diadakan besok?"
Mendengar perkataan ku, Joshua jongkok, lalu Ia mendekatkan mulut nya ke telinga ku.
"Aku ingin sekalian liburan... Jujur aku sudab stres mengurus negara ini sendirian." Bisik Joshua.
Ternyata itu alasan nya.
"Baiklah. Aku akan membantu Alex.... Kau ingat perjanjian kita sebelum nya kan?"
Joshua mrngangguk. "Tentu saja aku ingat. Tenang saja, aku akan tutup mulut."
Setelah mengatakan itu Joshua berpamitan kemudian Joshua pun kembali ke istana.