
Beberapa menit setelah pembicaraan para komandan, dan pembicaraan Mira dan bawahan nya sampai pada tahap mencurigai Putri Catulus sebagai pelaku pengendali bola aneh.
Di suatu tenda tempat istirahat orang-orang penting, terdiri tenda peristirahatan Catulus di antara tenda-tenda itu.
Saat Catulus sampai di depan tenda tempat nya beristirahat, penjagaan nya sampai ke tahap maksimal. Dia tahu kalau ada seseorang yang akan selalu mengawasi nya setiap saat, dia harus memastikan dia tidak di awasi, setidak nya untuk saat ini, dia harus yakin dia tidak di awasi. Setelah memastikan tidak ada yang mengawasi pergerakan nya, Catulus menurunkan penjagaan nya, kemudian memasuki tenda tempat nya beristirahat.
Saat ia di dalam tenda, pandangan nya langsung terkunci ke seseorang yang sudah ada di dalam sana. Yang di dalam sana adalah Demi Human kucing perak, wajah nya sangat mirip dengan Catulus. Tidak, bukan mirip lagi, wajah nya 'Sama' dengan wajah Catulus.
Seseorang yang berwajah sama dengan Catulus itu melihat ke arah Catulus, pandangan nya tajam, wajah nya menunjukkan rasa benci sekaligus rasa amarah. Kemudian dia berbicara dengan suara yang sama dengan suara Catulus.
"Dasar tiruan tidak berguna!" Kata nya pada Catulus dengan suara tinggi.
Seseorang yang berwajah sama dengan Catulus itu adalah Catulus yang asli. Selama ini Catulus yang berada di markas pusat adalah Catulus tiruan.
"Ma-Maafkan hamba...."Catulus tiruan menundukkan kepala nya, meminta maaf kepada Catulus asli dengan nada yang sangat sopan.
"Cih... Dasar tidak berguna!" Catulus asli mendecekkan lidah nya, kemudian menjawab permintaan maaf Catulus palsu dengan hinaan.
Catulus memarahi tiruan nya karena tiruan hampir ketahuan oleh Arisa kalau Catulus yang selama ini di markas pusat adalah tiruan. Seseorang yang memakai Skill (Doppleganger) dapat menyambungkan Visi nya ke tiruan yang di buat nya, walaupun efek ini menghilang setelah (Doppleganger) berubah menjadi sihir di tangan Mira. Dan akibat penghubungan Visi itu, Catulus mengetahui kalau tiruan nya hampir ketahuan karena sifat tiruan Catulus yang selalu berubah-ubah.
"Cih..." Catulus mendecakkan lidah lagi. Seharus nya aku memaksimalkan Skill (Doppleganger) ku sewaktu di FL dulu. Aku tidak menyangka kalau Skill ini akan berguna. Sialan! Pikir Catulus dengan berwajah cemberut, menyesali perbuatan nya.
Skill (Doppleganger) membuat pengguna dapat membuat tiruan mereka menggunakan energi sihir sekitar, tapi Skill ini tidak sempurna.
Tiruan yang di buat harus di berikan instruksi kompleks agar sesuai dengan yang di inginkan pengguna dan juga tiruan yang di buat memiliki sifat yang tidak stabil, dapat berubah-ubah setiap menit nya, bahkan tidak jarang tiruan yang di buat oleh Skill ini mengkhianati pengguna sewaktu di FL dulu. Itu karena pengguna memberikan perintah sederhana dan sifat dari tiruan yang berubah-ubah. Walaupun begitu, ketidaksempurnaan Skill ini dapat di tutupi dengan menaikkan Level Skill. Sebagai contoh: Mira sewaktu di FL, dia menggunakan banyak uang untuk menaikkan Skill ini dan hasil nya sangat luar biasa! Dengan perintah sederhana tiruan dapat bergerak sesuai kemauan dari pengguna dan tiruan dapat meniru sifat dari pengguna tanpa ada perubahan sifat yang tidak stabil.
Walaupun Mira dapat menggunakan Skill ini dengan sempurna, Catulus tidak bisa menggunakan nya dengan sempurna, itu karena level dari Skill nya yang masih rendah.
Kelihatan nya Catulus memarahi tiruan nya karena tiruan nya hampir ketahuan oleh bawahan Mira, yaitu Arisa. Catulus memiliki alasan lain memarahi tiruan nya itu.
Selama Catulus menjalankan rencana dari Bruno pada hari kedua ini, dia berada di ujung tanduk, dia memegang benang tipis harapan agar rencana ini berhasil. Satu hal yang sangat fatal membuat Catulus hampir gagal menjalankan rencana Bruno pada hari kedua ini.
Rencana Bruno sangat simple, yaitu membuat Catulus mengendalikan serangga yang di buat oleh Siegurd dan Javelin, serangga itu dapat merubah seseorang menjadi zombie, apapun ras nya mereka akan berubah menjadi zombie setelah terkena kutukan dari serangga ciptaan Siegurd dan Javelin.
Walaupun terdengar mudah, mengendalikan serangga itu memerlukan energi sihir besar. Dan mengeluarkan energi sihir besar sangat berbahaya untuk Catulus. Sesaat Catulus mengeluarkan energi sihir nya, dia akan segera ketahuan kalau dialah yang mengendalikan serangga perubah zombie itu. Karena itulah, Javelin dan Siegurd menciptakan item yang dapat menyembunyikan energi sihir.
Walaupun sudah menggunakan item penyembunyi energi sihir, energi sihir Catulus masih bisa terdeteksi oleh Jack, bawahan Mira. Dia sangat kesal, seberapa berbahaya Mira dan bawahan nya itu? Dia sangat takut ketahuan saat mengendalikan serangga perubah zombie, dan saat di tengah-tengah ketakutan nya, tiruan nya juga hampir ketahuan oleh bawahan Mira lain nya, Arisa. Akhir nya rasa takut Catulus berubah menjadi perasaan iritasi, dan rasa marah. Alhasil dia pun melampiaskan kemarahan nya ke tiruan nya sendiri.
Rencana ini hampir gagal bukan salah ku, pikir Catulus dengan perasaan iritasi. Ini semua salah tiruan tidak berguna ini, dan item tidak sempurna buatan dua orang sialan itu!
Kalau saja tiruan Catulus bersikap sempurna dalam meniru Catulus, Arisa pasti tidak akan curiga.
Kalau item buatan Javelin dan Siegurd bekerja dengan baik, dia pasti tidak akan di curigai oleh Jack.
Karena itu, Catulus dengan egois mulai menyalahkan orang lain atas kesalahan yang ia buat. Kalau saja ia memaksimalkan Skill (Doppleganger) nya, tiruan nya pasti akan bergerak sesuai dengan keinginan nya. Kalau saja ia dapat mengendalikan energi sihir nya hingga item penyembunyi energi sihir dapat menyembunyikan energi sihir nya, ia pasti tidak akan ketahuan oleh Jack. Catulus tidak pernah mengintropeksi diri atas kesalahan yang ia lakukan, ia hanya dengan egois menyalahkan orang lain.
Walaupun begitu, ia tidak bisa mundur sekarang. Ia harus maju ke tahap berikut nya, dari rencana Bruno. Pada hari ketiga Invasi, akan terjadi perubahan besar akibat rencana Bruno ini.
Dengan ketetapan di hati Catulus, ia merogoh ruang kosong yang di ciptakan (Inventori) nya. kemudian mengambil Crystal sihir (Teleportation) dari dalam nya, setelah itu melihat ke arah tiruan nya. "Sampai aku kembali, jangan bjarkan siapapun masuk ke dalam tenda." Kata Catulus kepada tiruan nya.
"Baik!" Balas tiruan Catulus sambil menundukkan kepala nya dengan sopan.
Catulus pun membanting Crystal sihir nya, berpindah ke suatu tempat.