
"Hah....... Hah...... Hah...... Hah...... Ha.... Haha.... Haha...... Hahahaha..... HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!
AKU BERHASIL!! HAHAHAHAHAHAHAHA!!"
Jack bernafas dengan berat setelah dia menghisap darah Amanda, setelah itu ia tertawa seperti orang gila saat melihat Amanda yang terbaring di tanah. Tubuh nya di penuhi dengan keriput karena darah nya di hisap oleh Jack secara berlebihan. Kebalikan dari Amanda, tubuh Jack di penuhi dengan otot dan terlihat gagah. Luka-luka nya sembuh dan wajah nya menjadi segar kembali.
Jack menjilat sisa darah di bibir nya kemudian ia mengelap keringat dari dahi nya dengan tangan kanan nya.
"Aaaah. Baju ku jadi kotor semua." Kata Jack dengan dingin sambil melihat pakaian nya yang sudah compang camping dan di penuhi debu akibat pertarungan dengan Amanda sebelum nya.
Di saat itu, dari atas langit turun sekelompok orang dengan sayap kelelawar di punggung nya. Mereka tidak bisa di pungkiri lagi, adalah pasukan Elit Vampir yang menyaksikan pertarungan antara Jack dan Amanda.
Saat pasukan Elit Vampir mendarat di tanah, mereka bersujud di hadapan Jack.
"Pemimpin kami, Raja Vampir Jack!" Kata para Vampir secara serempak.
Mendengar perkataan itu, Jack merasa di ambung ke atas awan. Rasa sombong di dalam diri nya makin menjadi-jadi. Dia tersenyum, kemudian membalas perkataan para Vampir dengan suara rendah dan dingin. Menunjukan kesombongan nya.
"Para pengikut ku. Saat membebaskan kalian dari perbudakan! Dengan kutukan Budak darah yang melemah kita bisa berkhianat pada musuh kita! Dan juga! Kita bisa membunuh nya dengan mudah! Karena........" Senyum Jack semakin lebar yang membuat nya terlihat menyeramkan. "Dia sudah melemah! Musuh kita.... Mira sudah melemah! Dengan begitu, kita bisa membunuh nya dengan mudah!"
"Ooooooh!" Semua Vampir bersorak.
"Tetapi," Sorakan itu di hentikan oleh salah satu Vampir yang posisi nya sekarang berada di depan kaki Jack. Dia sedang merendahkan kepala nya di bawah kaki Jack. "Bagaimana dengan Natasha?" Tanya Vampir itu.
"Aku akan membunuh nya juga! Dengan aku yang sekarang. Pasti bisa membunuh nya! Karena....... Sekarang aku bisa menggunakan semua Cursed Blood Control!"
Semua Vampir yang mendengar itu menjadi terkejut. Mereka semua di penuhi dengan rasa takut yang membuat bulu kuduk mereka merinding. Itu di karenakan, perkembangan Jack yang sangat pesat. Dia adalah Vampir baru, yang baru menguasai satu (Cursed Blood Control) sebelum nya. Tetapi sekarang, dia sudah menguasai semua (Cursed Blood Control). Di tambah, dia bisa menggunakan pedang Pahlawan Sieg, yang membuat nya semakin kuat, dia juga bisa menyatukan kekuatan pedang pahlawan sieg dengan (Cursed Blood Control) yang seharus nya saling bertolak belakang. Itu membuat nya semakin menakutkan. Para Vampir yakin......
Dia pasti bisa mengalahkan Natasha!
"Sekarang. Kita pergi ke kota tempat Mira di tahan!"
Kata Jack sambil tersenyum, pandangan nya tertuju ke arah kota Salad berada.
\*\*\*
"Mereka sudah selesai!"
"Kenapa Mira?"
"Ah. Bukan apa-apa. Hanya bicara sendiri. Hahaha...."
Aku duduk kembali setelah menjawab Ibu.
Aku sebelum nya, duduk sambil menajamkan indera perasa ku untuk merasakan dua energi sihir yang saling bentrok sebelum nya. Selama beberapa saat mereka saling bentrok dan itu semakin lama semakin kuat. Tetapi beberapa detik yang lalu, kedua energi sihir itu berhenti saling bentrok, kemudian salah satu energi sihir menjadi semakin kuat, mungkin energi sihir itu setara dengan miliki Natasha.
Sebenarnya siapa yang saling bertarung ini, dan siapa pemilk energi sihir ini.
Aaaaakh! Aku tidak bisa mengenali energi sihir ini!
Apakah karena penghalang di dalam Sel ini? Yang membuat ku susah untuk merasakan energi sihir?
"Ada apa Nona Mira? Wajah mu seperti kesusahan."
".....Bukan apa-apa."
Aku menjawab Natasha sambil tersenyum masam.
Aku menekuk lutut ku, kemudian memeluk nya, setelah itu aku membenamkan wajah ku. Dengan begini tidak ada yang bisa melihat ekspresi ku.
"Haaaaaah!"
Aku menghela nafas.
Semenjak aku di tangkap. Perasaan ku selalu gelisah, detak jantung ku berdebar sangat kencang..... Sudah lama, aku tidak merasakan detak jantung ku berdebar sekencang ini. Semenjak tubuh ku melemah, aku sering mengalami nya. Pertama kali aku merasakan nya, sewaktu Natasha melawan Dragon Leader. Ini adalah perasaan yang membuat ku muak. Dan juga ini perasaan normal yang di miliki anak kecil seumuran ku. Itu benar..... Ini adalah rasa......
"Aku takut......"
Tanpa sadar, aku mengungkapkan nya.
Setelah aku mengatakan itu, tubuh ku terasa di tarik, dan sesuatu yang hangat mengelilingi tubuh ku....... Ini membuat ku tenang.
"Tenang saja Mira. Ibu di sini bersama mu.... Jadi jangan takut!"
"......"
Ternyata saat ini aku di peluk oleh ibu. Sekejap rasa takut dan cemas ku menghilang. Tanpa sadar, air mata ku pun jatuh membasahi pipi ku.
Saat ini, aku bukanlah seorang "Penyihir" yang bisa menghancurkan sebuah negara, sekarang aku adalah seorang "Putri" dari seorang wanita yang sangat menyayangi ku..... Walaupun kekuatan ku menghilang, aku masih memiliki orang-orang yang menyangi ku.... Jadi kenapa aku harus takut. Aku sangat bodoh karena tidak menyadari hal itu.
Aku mengelap air mata ku dengan kedua tangan ku, kemudian melepaskan diri dari pelukan ibu.
"Terima kasih. Ibu.... Sekarang sudah nggak takut lagi."
Ibu tidak menjawab, dia hanya mengelus kepala ku dengan lembut sambil tersenyum.
Itu benar! Aku memiliki orang-orang yang menyayangi ku! Aku memiliki bawahan yang bisa ku percaya yang tidak akan pernah mengkhianati ku. Yang harus ku lakukan saat ini adalah membuang rasa takut dan menunggu bawahan ku yang masih tersisa untuk menyelamatkan ku. Aku harus percaya mereka bisa menyelamatkan ku. Atasan seperti apa yang tidak percaya pada bawahan nya.
Itu benar! Yang harus ku lakukan adalah percaya kalau Jack, Amanda dan Para Vampir menyelamatkan kami. Sampai saat itu, aku harus tetap kuat dan membuang rasa takut ku.
Di saat aku memikirkan hal itu, kelompok orang berbaju hitam datang ke penjara kami.
"Saat nya ritual di mulai, Iblis Perak." Kata seseorang di antara mereka dengan dingin.