
Setelah Ghoul menghisap diri nya yang satu lagi, energi sihir Ghoul membuat ledakan besar. Kota Cocoa yang gelap, menjadi semakin gelap karena energi sihir Ghoul yang mengeluarkan asap hitam yang tebal.
Pandangan ku menjadi gelap, aku tidak bisa melihat apapun. Aku melihat sekeliling, kemudian aku melihat 2 cahaya merah yang berbentuk seperti mata. Cahaya itu mendekati ku, saat cahaya itu berada di hadapan ku, ternyata cahaya itu adalah bola mata Natasha yang bercahaya.
"Ternyata itu kau Natasha." Aku menghela nafas lega. "Jadi bagaimana cara mu untuk melawan orang itu?"
"Entahlah." Kata Natasha. "Aku juga tidak tahu. Dalam keadaan seperti ini sangat susah untuk melihat."
Natasha memegang tangan ku. "Ayo kita lihat dari atas!"
Tangan ku di tarik Natasha ke atas langit, aku mengaktifkan sihir (Fly).
Natasha melihat ke bawah, di bawah sudah di penuhi dengan asap hitam. Dan asap hitam itu sudah mulai naik ke atas langit.
"Sialan. Kalau begini aku tidak bisa membunuh nya." Kata Natasha kesal.
"Jangan di bunuh..... Tapi kurasa kau benar, jika kondisi nya seperti ini terus, akan terjadi sesuatu yang gawat.... Apa sebaiknya kuhilangkan saja semua asap ini?"
"Kau bisa melakukan nya?" Tanya Natasha.
"Gampang...... Super Magic Activated! Super Magic: Black Hole!"
Aku mengarahkan jari telunjuk ku ke arah asap hitam, kemudian dari ujung jari telunjuk ku, keluar bola hitam seukuran kelereng.
Bola hitam yang ku keluarkan jatuh tepat ke tengah-tengah asap, saat terjatuh, asap hitam terhisap ke dalam bola hitam yang ku keluarkan. Beberapa detik kemudian asap hitam pun terhisap semua ke dalam bola hitam yang ku keluarkan.
"Kenapa kau nggak lakukan dari tadi?" Kata Natasha kesal.
"Aku kira kau tidak memerlukan bantuan ku."
"Apa-apaan alasan itu." Kata Natasha sambil pergi mendarat ke tanah.
Aku mengikuti Natasha mendarat ke tanah. Saat di tanah, Ghoul sudah selesai menghisap orang yang di bawa Natasha. Tubuh Sarion yang saat ini di kendalikan Ghoul makin menjadi hitam, telinga panjang milik nya terlihat seperti tanduk, lalu bola mata nya berwarna putih semua.
Ghoul tertawa terbahak-bahak. "Akhirnya..." Kata Ghoul sambil tertawa terbahak-bahak.
Ghoul melihat ke arah ku dan Natasha, kemudian dengan kedua tangan nya ia menunjuk kami berdua.
"Kalian berdua akan mati!" Kata Ghoul mengancam.
Aku melihat ke arah Natasha. "Perlu bantuan?"
Natasha menggelengkan kepala nya. "Kali ini tidak perlu." Jawab Natasha dengan percaya diri.
Kuku jari telunjuk tangan kiri Natasha menjadi panjang, Natasha melukai telapak tangan kanan nya dengan kuku jari telunjuk nya.
Darah keluar dengan deras dari telapak tangan Natasha. "Cursed Blood Control. Shape One: Sword." Darah yang keluar dari telapak tangan Natasha perlahan-lahan mengeras kemudian darah Natasha berubah menjadi sebuah pedang.
Ghoul yang melihat Natasha mengeluarkan (Cursed Blood Control) nya. Tersenyum licik. "Jadi kau pertama yang harus ku bunuh." Kata Ghoul meremehkan.
Natasha menghilang dari hadapan Ghoul, dalam sekejap mata Natasha sudah berada tepat di depan wajah Ghoul. "A-apa!!" Kata Ghoul terkejut.
Natasha yang sudah berada tepat di depan Ghoul, langsung menebas tangan kanan Ghoul. Tangan Ghoul terpotong, darah berwarna hitam keluar deras dari potongan tangan Ghoul.
"Aaaaaaaakh...." Ghoul berteriak merintih kesakitan.
Natasha menendang Ghoul, sampai Ghoul terpental beberapa centimeter ke arah belakang. "Kenapa kau berteriak begitu keras?" Tanya Natasha dengan nada meremehkan. "Kau bisa bergenerasi kan."
Ghoul yang terpental jatuh terlentang di tanah, ia bangkit, setelah bangkit tangan Ghoul yang di potong Natasha kembali seperti semula.
Ghoul mengarahkan tangan nya ke arah Natasha, lalu dari telapak tangan Ghoul muncul bola hitam berdiameter 25 centimeter.
"Mati kau!!" Teriak Ghoul kesal.
Ghoul menembakkan bola hitam nya ke arah Natasha.
Natasha menghembuskan nafas panjang. "Change Shape. Shape Two: Shield." Pedang darah Natasha mencair, kemudian darah Natasha menjadi mengeras, setelah mengeras darah Natasha berubah menjadi sebuah perisai besar, besar perisai itu sampai bisa menutupi seluruh tubuh Natasha.
Akibat ledakan besar itu muncul asap tebal yang mengelilingi Natasha. Natasha keluar dari asap itu, ia sudah memegang pedang darah nya. Natasha melesat dengan cepat ke arah Ghoul.
Sekiranya serangan Natasha sudah bisa mengenai Ghoul, Natasha langsung mengayunkan pedang nya.
Tubuh Ghoul terbelah menjadi dua bagian, dalam waktu singkat tubuh Ghoul kembali lagi seperti semula. Setelah tubuh Ghoul kembali seperti semula, Natasha mengikat tubuh Ghoul dengan rantai darah nya.
"Change Shape. Shape Five: Chain!" Pedang darah Natasha mencair, lalu darah Natasha melilit tubuh Ghoul, setelah tubuh Ghoul terlilit, darah Natasha berubah menjadi rantai.
Rantai itu memiliki empat ujung, ke empat ujung rantai itu dengan sendiri nya tertancap di tanah.
"Sialan kau!!" Kata Ghoul kesal. "Rantai seperti ini bisa ku lepaskan kapan saja." Ghoul memberontak untuk melepaskan diri dari rantai darah Natasha, tapi usahanya percuma saja. Karena semakin dia memberontak, rantai Natasha akan melilit nya semakin kuat.
Melihat Ghoul yang sudah terikat, membuat Natasha tersenyum jahat.
Natasha mengigit kelima jari tangan kiri nya. Darah keluar dari luka kelima jari yang di gigit Natasha. "Cursed Blood Control. Shape Six: Lance. Darah yang keluar, beruba bentuk menjadi lima tombak. Kelima tombak itu langsung melesat ke arah Ghoul. Tubuh Ghoul pun tertancap kelima tombak.
Ghoul berteriak kesakitan. Natasha pergi menjauh, sejauh lima meter dari Ghoul, Natasha melukai telapak tangan kirinya dengan kuku jari telunjuk tangan kanan nya.
"Cursed Blood Control. Shape Three: Bow. Shape Four Arrow." Darah yang keluar dari telapak tangan kiri Natasha membentuk sebuah busur dan sebuah anak panah.
Natasha menembakkan panah tepat ke mata Ghoul. Ghoul pun berteriak kesakitan.
"Kenapa kau berteriak sekeras itu?" Kata Natasha sambil menarik anak panah. "Kau akan terus bergenerasi kan. Aku bersyukur kau bisa terus bergenerasi, jika kau terus bergenerasi aku bisa terus menyiksa mu." Kata Natasha sambil menembakkan anak panah nya. Anak panah itu menembus mulut Ghoul. "Dengan begini kau tidak bisa berteriak lagi." Kata Natasha dengan nada meremehkan.
Aku melihat Natasha terus menembaki anak panah ke kepala Ghoul. Melihat hal itu aku tersenyum melihat kelakuan Natasha.
"Seperti nya Natasha benar-benar kesal."
Jika seperti ini terus, aku tidak akan dapat giliran. Apakah aku harus menghidupkan para Vampir sebagai homonculus agar Natasha senang?
Aku menggunakan (Teleportation). Untuk pergi ke tempat Arisa dan yang lain nya berada. Sebenarnya tempat mereka sangat dekat, aku berjalan kesana saja tidak sampai satu menit, tapi aku malas untuk berjalan, jadi aku menggunakan (Teleportation).
Aku sampai di tempat Arisa dan yang lain nya, saat aku sampai di sana, para Vampir menangisi kawan-kawan nya yang telah terbunuh.
"Maafkan aku... Hanya untuk masalah sepele seperti ini kalian jadi kehilangan kawan-kawan kalian."
Salah satu Vampir menggelengkan kepala nya. "Ini bukan salah mu Mira... Ini semua salah kami, karena lemah. Kami sombong karena kami adalah Ras terkuat, jadi kami tidak pernah memperkuat diri kami... Kawan-kawan kami mati karena kelalaian kami sendiri."
"Walaupun kalian bilang seperti itu... Aku tetap merasa bersalah. Apakah kalian mau kawan-kawan kalian ku hidupkan kembali?"
Semua Vampir mengelengkan kepala nya. Lalu Amanda berdiri. "Itu tidak perlu Nona Mira." Kata Amanda dengan sopan. "Sudah kami bilang ini murni karena kesalahan kami sendiri... Biarkan kematian mereka memberikan kami pelajaran."
Amanda berjalan ke hadapan ku, saat berada di hadapan ku, Amanda berlutut. "Aku sebagai Ratu Para Vampir bersumpah untuk melatih para bawahan ku... Agar bisa melayani anda kedepan nya."
Seluruh Vampir juga ikut berlutut. "Kami bersumpah akan terus melayani anda, hingga akhir hayat kami."
Melihat perilaku para Vampir membuat hati ku senang. Walaupun aku tidak bisa melihat wajah ku sendiri, aku tahu saat ini wajah ku sedang memerah. Karena itu, aku langsung berpindah ke tempat Natasha bertarung menggunakan (Teleportation).
Saat aku berpindah, Natasha masih terus menembaki Ghoul dengan anak panah nya. Aku berjalan mendekati Natasha, setelah dekat dengan Natasha aku memukul punggung nya dengan keras.
"Aduh!!" Kata Natasha merintih kesakitan. natasha melihat kearah ku. "Mira... Kenapa kau kesini?"
"Gantian!" Aku menunjuk ke arah belakang, sebagai tanda aku menyuruh Natasha pergi.
"Kau ingin bertarung? Tumben sekali." Kata Natasha bingung.
"Kalau aku berdiam saja... Aku akan mengantuk."
"Be-begitu ya."
Natasha berjalan menjauh. Aku melihat Ghoul, terikat rantai darah Natasha, lalu tubuh nya tertusuk dengan lima tombak dan kepala nya di penuhi dengan anak panah.
"Dasar Bodoh!! Kau menggali kuburan mu sendiri." Kata Sarion menyombongkan diri nya. "Kau itu masih anak-anak, pikirkan dulu sebelum melawan ku. Dasar Sampah!"
"Untuk orang yang sudah mengalami kekalahan telak, kau masih bisa berbicara sombong ya."