From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 55 Hari pertemuan



Setelah semua anak panti asuhan menyantap aku mengajak mereka semua pergi kehalaman istana.


"Wooow. Besat sekali!!" Kata salah satu anak setelah melihat halaman istana.


"Apakah benar. Kita akan menanam buah nya di sini?" Tanya Juliet.


"Aku rasa Raja tidak akan mengizinkan kita menanam disini." Sambung Charlotte.


"Tenang saja. Joshua sudah memberi kan ku izin..... Dan juga aku sudah menyiapkan bibit nya."


Aku memanggil Natasha, Natasha pun datang sambil membawa beberapa kotak kecil.


"Semua nya. Biji buah yang akan di tanam ada di dalam kotak yang di bawa Natasha.... Sekarang kalian mulai menanam!"


"Baik!!" Semua anak menjawab serempak.


Setelah semua anak menjawab, Natasha menaruh kotak-kotak yang ia bawa ketanah, kemudian ia membuka kotak-kotak itu.


Sebelum kami kesini, aku menyuruh Natasha membeli beberapa biji buah. Aku tidak menyangka Natasha akan menemukan nya dengan cepat.


Aku mendekati Natasha, kemudian aku bertanya pada Natasha biji apa saja yang ia beli.


"Aku membeli biji buah Anggur, Stroberi, dan Nanas. Padahal aku ingin beli banyak lagi."


"Lalu kenapa kau tidak beli lagi? Padahal Aku sudah memberi mu uang yang banyak."


"Ini bukan masalah uang."


"Lalu apa?"


"Aku sudah mencari keliling kota Vanila. Tapi aku hanya menemukan tiga saja."


"Aku tidak menyangka biji buah itu sangat langka."


"Itu benar, biji buah sangat langka disini," Kata Sandra. "Tidak hanya disini, biji buah susah di dapat di seluruh benua Silia. Karena seluruh pohon buah hanya bisa tumbuh dengan subur di benua Hokahi. Karena itu hanya sedikit yang menjual biji buah."


"Jadi buah yang nanti kutanam ini tidak akan tumbuh?"


"Bisa saja buah tumbuh di sini. Hanya saja kualitasi nya kurang. Buah yang tumbuh di benua Silia tidak se bagus dengan buah yang tumbuh di benua Hokahi. Dan juga waktu tumbuh nya lama."


"Hmmm. Jadi begitu."


Aku tidak menyangka kalau buah susah tumbuh di benua ini. Pantas saja aku jarang melihat pohon buah. Apa yang membuat buah yang tumbuh di benua Hokahi dan di benua Silia berbeda? Apakah karena faktor iklim jadi buah yang tumbuh berbeda? Atau mungkin faktor tanah?


Aku melihat ke kiri dan ke kanan. Untuk mencari Arisa dan Jack. Tapi aku tidak melihat mereka berdua.


"Kemana Arisa dan Jack?"


"Arisa sedang di kamar nya. Dia kelelahan karena memakai terlalu banyak energi sihir." Jawab Natasha


"Lalu Jack mana?"


"Dia menemani Arisa."


"Cepat panggil mereka berdua... Dan juga berikan ini pada Arisa."


Aku mengambil barang dari saku baju ku, setelah mengambil dari saku baju ku, aku memberikan barang itu ke Natasha.


"Itu adalah ramuan pemulihan. Berikan ramuan itu pada Arisa."


Natasha mengangguk, setelah itu Natasha pergi ke rumah untuk memanggil Arisa.


Beberapa menit kemudian Natasha datang bersama Arisa dan Jack.


"Kenapa Kak Mira memanggil kami? Seharus nya Kak Mira sudah tidak perlu bantuan kami kan?" Kata Jack.


"Aku masih perlu bantuan kalian. Sudah beberapa menit setelah aku menyuruh anak-anak panti asuhan. Tapi di antara mereka tidak ada yang tahu cara menanam, karena itu kami belum memulai sama sekali. Aku ingin kalian yang mengajari mereka."


"Serius. Dari tadi belum ada mulai?" Tanya Arisa.


Aku mengangguk.


"Kalau begitu biar aku yang mengajari mereka, Arisa biar saja istirahat dulu. Walaupun Arisa sudah minum ramuan yang di berikan Kak Mira, aku masih khawatir dengan kondisi Arisa." Kata Jack.


"Baiklah aku membiarkan Arisa istirahat, sudah sana cepat kau ajari mereka!"


Jack pun langsung mendatangi anak-anak panti asuhan, kemudian Jack mengajari mereka cara menanam dengan benar.


"Kalau begitu aku kembali dulu Kak Mira." Kata Arisa.


"Tunggu sebentar. Ada yang ingin ku tanyakan."


"Kak Mira ingin bertanya apa padaku?"


"Sepertinya di benua ini pohon buah tidak tumbuh subur seperti di benua Hokahi."


Arisa mengangguk mendengar perkataan ku.


"Kau pernah tinggal di benua Hokahi kan. Apa yang membuat pohon buah tumbuh subur di benua Hokahi."


Arisa memejamkan kedua matanya, kemudian ia memegangi dagunya.


"Lalu bagaimana kondisi iklim di sana?"


"Iklim? Apa itu Iklim?" Tanya Arisa.


"Kau tidak tahu Iklim?


Arisa menggelengkan kepalanya. "Baru dengar ada benda yang namanya Iklim."


"Sebaiknya kau lupakan saja yang barusan ku katakan."


"Baiklah akan ku lupakan." Jawab Arisa.


Arisa tidak mengetahui tentang Iklim. Ini apa hanya Arisa yang bodoh, atau ilmu pengetahuan di dunia ini memang sangat rendah.


"Kak Mira."


"Apa?"


"Aku tidak tahu ini berhubungan dengan iklim atau tidak... Kata ibuku yang membuat pohon buah tumbuh subur di benua Hokahi karena roh membantu pertumbuhan pohon buah."


"Roh?"


Arisa mengangguk. "Kata ibuku, para Elf bisa mengendalikan roh sesuka hati mereka. Ibuku juga bilang kalau Elf bisa melihat roh dari kecil."


"Lalu apakah kau bisa melihat roh?"


"Tidak. Aku tidak bisa melihat nya. Mungkin karena aku ini setengah Elf dan setengah Human."


Jadi hanya Elf berdarah murni saja yang bisa melihat Roh.


"Kalau begitu aku kembali dulu Kak Mira."


Aku mengangguk, kemudian Arisa kembali menuju rumah.


\*\*\*


Satu hari berlalu semenjak Joshua pergi meninggalkan kerajaan Eurasia.


Saat ini Joshua sedang berendam di kolam air panas yang ada di istana kerajaan Fantasia, kolam air panas itu terletak di bagian paling belakang istana.


"Haaaaah," Joshua menghela nafas panjang. "Keputusan ku untuk datang cepat tidak sia-sia aku bisa bersantai sebentar disini." Kata Joshua.


"Jadi tujuan kau datang cepat ke sini hanya untuk bersantai Joshua."


Suara laki-laki terdengar di belakang Joshua. Joshua pun menengok ke belakang.


"Charles!!" Kata Joshua dengan wajah terkejut.


"Hahahahaha. Maafkan karena mengejutkan mu.... Jadi apakah benar kau datang ke sini hanya untuk bersantai?"


Setelah berkata seperti itu, Charles masuk ke kolam, dan ia berendam di samping Joshua.


"Tentu saja tidak, kan sudah ku bilang kemarin. Aku hanya ingin mengetes Putra ku."


"Baiklah aku percaya," Charles memasang wajah serius. "Ngomong-ngomong Joshua bagaimana bisa Low Light berdiri di kerajaan Eurasia?"


"Kenapa kau menanyakan hal itu?"


"Kerajaan Eurasia sudah terkenal dengan kekuatan militer nya. Bagaimana bisa organisasi itu berdiri di kerajaan Eurasia yang terkenal dengan kekuatan militer nya."


"Kalau begitu Charles aku ingin bertanya pada mu."


"Silahkan tanya saja."


"Apakah kau sanggup membunuh seluruh warga yang ada di daerah kumuh kerajaan Fantasia?"


Charles terkejut mendengar perkataan Joshua. "Apa maksud dengan pertanyaan itu?"


"Kau tahu kan kalau Low Light berdiri di daerah kumuh Kerajaan Eurasia."


Charles mengangguk.


"Sebenarnya seluruh warga yang tinggal di daerah kumuh adalah anggota dari organisasi Low Light. Aku tidak mungkin membunuh seluruh warga di daerah kumuh kan, maka dari itu aku membiarkan organisasi itu, selagi organisasi itu tidak membahayakan negara ku."


Charles tersenyum mendengar perkataan Joshua.


"Ngomong-ngomong Charles, apakah tidak apa-apa kita berendam terlalu lama di sini?"


"Memang nya ada masalah kalau kita berendam lama-lama disini?"


"Bagaimana kalau raja Albert datang, dan kita masih berendam di sini, bukan kah itu gawat."


"Tenang saja. Aku telah lama mengenal Albert, setiap dia ingin mengadakan pertemuan dia pasti akan datang siang hari. Jadi tidak mungkin dia datang pagi-pagi begini."


Setelah Charles berkata seperti itu, datang seorang prajurit memberikan laporan kepada Charles.


"Lapor Yang Mulia, Raja Albert dari kerajaan Milefolia sudah datang."