
Saat aku terbang di langit, aku melewati padang rumput yang luas dan indah. Aku ingat dengan perkataan Mira, kalau kota Salad itu dekat dengan padang rumput. Tetapi aku tidak mendengar kalau padang rumput itu seindah ini.
Warna hijau membentang luas, semilir angin membuat rumput-rumput itu bergoyang-goyang seakan-akan menari. Terdapat juga bunga yang mekar di beberapa tempat padang rumput itu yang membuat nya semakin indah.
Saat beberapa menit, akhir nya aku dapat melihat ujung pada rumput ini. Dan tepat di sana terdapat dinding yang mengelilingi kota. Sudah jelas di sana adalah kota Salad. Di luar kota aku dapat melihat ada sawah dan beberapa kebun buah. Ini benar-benar tempat yang indah.
Aku turun di jalan raya, jika aku berjalan kaki itu akan sampai di kota dalam waktu lima menit. Karena tidak ada orang jadi tidak ada yang melihat ku.
Saat ini sudah lewat tengah hari, menurut perkiraan ku mungkin ini lewat pukul satu?
Aku berjalan ke arah kota, dan saat sampai aku di tahan oleh penjaga gerbang. Aku di tanya beberapa pertanyaan. Seperti dari mana asal mu? Apakah kau sendiri? Apakah kau kesini dengan berjalan kaki?
Aku pun menjawab aku datang sendiri dari desa dekat dengan kota ini, kebetulan aku melihat beberapa saat terbang ke kota Salad. Mungkin dengan berjalan kaki memerlukan waktu dua hari. Para penjaga menerima jawaban ku, dan membiarkan aku masuk. Hanya saja sebelum aku masuk aku di peringatkan satu hal yang menganggu ku.
"Untuk selanjut nya mohon datang ke sini dengan penjaga. Dewa Pierot tidak senang jika ada seorang gadis dalam bahaya."
Itulah yang di katakan salah satu penjaga gerbang kepada ku.
Aku hanya menjawab dengan "Mengerti" dan memasuki kota.
Yang menganggu ku dengan peringatan sebelum nya adalah para penjaga gerbang sudah menjadi pengikut dewa Pierot. Itu membawa asumsi kalau saja agama Dewa Pierot sudah betul-betul mempengaruhi semua penduduk kota ini. Itu akan sangat berbahaya, jika satu kota ini sudah menjadi pengikut dewa Pierot, ada kemungkinan jika para bangsawan berpengaruh juga menjadi pengikut agama sesat ini.
Saat aku di dalam aku melihat kota umum seperti biasa nya. Dan dari gerbang kota dapat terlihat Mansion pemimpin kota dari sini. Itu semua adalah hal umum di setiap kota, tetapi yang menjadi perhatian ku bukan Mansion besar yang ada di tengah kota. Yang menjadi perhatian ku adalah sebuah Katedral yang berdiri dengan kokoh di samping Mansion itu.
"Seperti nya kota ini sudah menjadi markas besar agama Pierot."
Seingat ku kakak nya Mira yang bernama Rosa tidak tahu kalau agama Pierot menyebar di kota nya. Tetapi jelas sekali kalau kelompok agama itu sudah menjadi satu dengan kota ini. Apakah para bangsawan menyembunyika tentang kelompok agama ini? Dan juga jika yang di katakan rumor itu benar, berarti pengikut agama ini sudah lumayan banyak. Karena agama ini tersebar luas di ketiga negara besar.
Aku bukan Mira, tetapi aku setuju dengan Argumen Mira tentang. 'Berurusan dengan entitas yang di sebut Dewa atau Tuhan itu sangat merepotkan!'
"Haaaah. Seperti nya aku harus menyusup ke dalam Katedral itu."
Tapi sebelum itu.... Aku harus mengumpulkan beberapa informasi dulu.
Saat aku berjalan sebentar, aku tidak melihat ada seseorang, aku pun menabrak nya hingga ia terjatuh.
"Ma-"
"Maafkan aku!"
Saat aku mengulurkan tangan untuk membantu nya sambil meminta maaf, dia bersujud meletakkan kepala nya di tanah dan meminta maaf pada ku.
"Eh?" Karena saking bingung nya aku pun mengeluarkan suara bodoh.
Setelah ia meminta maaf, dia segera berdiri lalu membungkuk lalu pergi meninggalkan ku.
"Apa yang terjadi?"
Aku pun mula berjalan lagi, lalu aku melihat seseorang menjual buah apel. Aku saat ini tidak lapar, tetapi biasa nya. Pedagang dapat memberikan informasi yang berguna, aku pun memutuskan untuk mampir ke penjual buah apel itu.
"Oh gadis cantik. Kau mau beli apel?"
Memang nya untuk apa lagi aku kesini?
Aku memprotes orang tua penjual apel di dalam kepala ku.
"Iya," Jawab ku. "Tolong lima buah."
"Kau orang luar?" Tanya penjual apel.
"Iya benar."
"Kau sangat beruntung untuk datang ke sini. Hasil panen buah di sini lebih enak di bandingkan dengan di tempat lain."
"Begitu ya.... Apakah ada alasan khusus agar jadi seperti itu?"
"Tentu saja ada alasan khusus untuk itu..... Kau ingin tahu gadis muda?"
Walaupun kau berkata gadis muda, umur ku jauh lebih tua dari pada mu! Aku kembali memprotes nya dj kepala ku.
"Jika kau ingin memberitahu. Itu akan sangat bermanfaat."
"Kalau begitu dengarkan baik-baik dan dengan seksama..... Ini semua berkat Dewa. Dewa memberkati kita dengan tanah yang subur ini!!"
Cih.... Aku tahu jawaban itu akan keluar dari mulut nya.
"Tetapi akankah dewa begitu baik hati memberikan kalian tanah yang subur? Tanpa meminta imbalan." Untuk saat ini aku akan bermain bodoh.
"Apa yang kau katakan dewa tidak meminta imbalan? Dia meminta kita untuk membayar." Dia sedikit mencondongkan tubuh nya melewati meja tempat nya menjajakan jualan nya. "Kau lihat Katedral yang di sana itu? Sebagai imbalan, dia meminta kita untuk membangun rumah untuk nya dan meminta kita untuk berdoa kepada nya. Dengan begitu dia akan memberkahi tanah ini dan hasil panen kami akan melimpah. Atau begitulah yang di katakan para imam besar."
"Hanya itu? Dan juga apa itu imam besar?"
"Imam besar adalah orang-orang istimewa yang mendengar suara dewa, melalui mereka, dewa memberikan kita perintah dan melalui mereka dewa memberikan berkah nya. O iya. Kadang-kadang imam besar meminta hasil panen kita sebanyak 30% untuk di berikan pada dewa. Yah, itu jumlah yang sangat sedikit untuk apa yang di berikan dewa kepada kami."
Apa itu!? Itu sudah sangat mencurigakan!? Mereka meminta hasil panen sebesar itu!?
"Bukankah itu lumayan banyak, belum lagi kalian harus membayar Pajak kan. Dengan memberikan mereka hasil panen kalian kepada dewa itu dan membayar pajak. Kalian harus kehilangan 45% hasil panen kalian."
"Kami tidak membayar pajak."
"Eeeeh!?"
"Untuk apa kami memberikan uang kepada Putri raja yang suka foya-foya itu. Dari pada memberikan hasil panen kami padanya yang berakhir tidak membawa keuntungan lebih baik kami memberikan hasil panen kami ke dewa yang memberikan kami keuntungan."
"I-itu kejahatan kau tahu! Jika putri raja yang memimpin kota ini tahu. Hidup kalian para petani akan berakhir!"
"Tenang saja. Seluruh bangsawan di sini adalah Hamba dewa, jadi mereka menyembunyikan fakta itu dari Putri. Atau begitulah yang para bangsawan katakan saat Putri itu pulang ke ibu kota."
"Be-begitu ya... Kalau begitu terima kasih banyak."
Aku pun pergi meninggalkan pedagang buah apel. Dan aku juga berhasil mendapatkan informasi yang berguna.
Tetapi apakah dewa yang di maksud orang itu adalah Pierot? Dia tidak menyebutkan 'Dewa Pierot' sebelum nya. Apakah ini adalah kelompok agama yang lain. Tetapi kesampingkan hal itu, aku jadi faham kenapa ekonomi kota ini turun terus setiap bulan nya..... Penyebab utama nya adalah kelompok agama yang sudah menyerap di kehidupan masyarakat di kota ini.
Dan jika kelompok agama yang di kota ini adalah, kelompok agama Pierot, ini akan menjadi masalah yang cukup serius.
Dan setelah mendengar penjelasan dari pedagang buah itu, tujuan ku masih sama. Untuk menyusup ke dalam Katedral itu.
Aku berjalan mendekati Katedral saat di dekat Katedral para pejalan kaki semakin ramai, karena terlalu ramai, semua orang tidak berfokus pada ku. Dengan cepat aku memasukkan buah yang ku beli ke dalam (Blood Box).
Ada satu kesamaan di para kerumunan orang yang berjalan mendekati Katedral ini, mereka memakai kalung dengan pola geometris yang sangat rumit, sekilas itu terlihat seperti lingkaran sihir.