
"Yang mulia!! Bukan kah anda sudah setuju untuk menikahkan saya dengan putri Mira!?" pria yang mengaku sebagai tunangan ku. Berdiri memprotes keputusan ayah.
"Aku bilang kalau Mira mau kan? Dari perilaku nya, seperti nya Mira tidak mau kau menjadi tunangan nya." Ibu menjawab. Ayah mengangguk setuju dengan perkataan Ibu.
"Aku menolak pertunangan ini!! Kau cari saja calon istri yang lain!"
Aku mengumumkan ketidak setujuan ku dengan keras. Aku berharap dengan pengumaman ku, pria tampan, yang sebenarnya tidak terlalu tampan ini mundur.
"Saya tidak ingin calon istri yang lain! Saya ingin anda menjadi istri saya Nona Mira!"
Aaaaakh, harapan ku jatuh dalam sekejap.. Kenapa dia sangat ngotot ingin menjadikan ku istri nya!? Apakah dia Lolicon!? Hmm, sudah pasti dia Lolicon!! Tidak salah lagi, dia memang Lolicon!
"Jika anda menjadi istri saya, saya bisa menguasai kerjaan ini! Jadi mohon terima pertunangan ini." Pria itu melanjutkan.
Jadi dia ingin menjadi istri ku bukan karena Lolicon! Tapi dia ingin menguasai tahta kerajaan.
"Jadi itu niat mu Dino!?" Ayah berteriak.
"Gawat!! Aku keceplosan!!" Kata Pria yang mengaku tunangan ku, dia menutup mulut nya, kemudian keringat nya mulai bercucuran.
"Sialan kau!!" Ibu berteriak. "Pengawal! Cepat usir dia!! Dan jangan biarkan keluarga Schwein memasuki istana lagi!"
Dua orang pengawal datang meringkus Dino, kemudian mereka menyeret Dino keluar dari ruang tahta.
"Yang Mulia! Tunggu! Dengarkan penjelasan saya! Yang Mulia!!"
Sementara Dino berteriak, ia sudah di keluarkan dari ruang tahta, dan pintu ruang tahta di tutup serapat-rapat nya.
Melihat pria itu di bawa membuat ku lega, dengan pergi nya pria itu pertunangan ku sudah di batalkan.
"Ayah, Ibu." Aku melihat ke arah orang tua ku. "Lain kali cari calon yang baik dan tidak brengsek seperti orang itu! Dan juga kalian harus dapat persetujuan dari ku."
"Akan kami lakukan untuk kedepan nya." Kata Ibu dengan senyum pahit di wajah nya.
"Kalau begitu Mira, cepat kau pilih calon suami mu sendiri." Ayah menyambung perkataan ibu.
"Ka-kalau itu, tunggu usia ku dua puluh tahun, baru aku memilih calon ku sendiri." Aku memberikan senyum canggung, sebenarnya yang ku katakan tadi hanya alasan agar orang tua ku tidak memilihkan sembarang calon suami lagi.
Setelah aku mengatakan itu, ayah dan ibu tersenyum bahagia.
Saat melihat senyum itu, membuat hati ku sedikit terluka. Dengan senyum pahit di wajah ku, aku meminta izin undur diri dari ruang tahta. Setelah mendapatkan izin, aku keluar dari ruang tahta, dan langsung menuju kamar ku, di ikuti Natasha, Arisa dan Jack. Sementara kak Yuri mendatangi Selir Shina yang ada di perpustakaan kerajaan.
Saat di kamar, aku menerjukan diri di kasur ku, tubuh ku sedikit lelah setelah berkeliling istana dan berurusan dengan bangsawan bodoh yang ingin menikahi ku.
Jadi saat aku langsung terjun di kasur, Natasha tidak memarahi ku, biasanya dia akan memarahi ku dengan berkata. "Mira, itukah perilaku yang pantas untuk seorang putri?"
"Kak Mira mau makan cemilan?" Tanya Arisa.
"Tidak!! Aku sudah makan banyak tadi, jadi kali ini aku tidak niat makan cemilan."
"Kalau begitu, kami saja yang makan."
"Silahkan!"
Arisa mengeluarkan meja, kursi, teh, dan keranjang cemilan dari (Inventori). Setelah mengeluarkan semua barang itu, Arisa, Jack, dan Natasha duduk di kursi masing-masing mengadap meja yang di atas nya sudah ada cemilan dan teh.
"O iya, Natasha!"
"Kenapa Mira?" Natasha dengan cepat menelan cemilan nya sebelum dia menjawab ku.
"Seharus nya ini jadi rahasia, tapi karena kau mantan keluarga kerajaan, jadi akan ku beritahu kau hal ini..... Kata Kak Yuri keluarga kerajaan harus menyembunyikan nama Marga nya. Kenapa bisa seperti itu?"
"Aaaah, itu......" Natasha melihat ke arah Jack dan Arisa. "Bisa kalian keluar sebentar? Ini bukan hal yang harus di dengar oleh orang biasa seperti kalian."
"Baik!" Jawab Jack. Kemudian Arisa dan Jack berdiri.
"Biarkan saja mereka di sini. Mereka juga tidak mungkin menceritakan hal ini kepada orang lain."
"Kalau masalah itu aku tahu! Tapi ini memang sudah peraturan nya, jika ada orang yang melanggar, orang yang melanggar itu akan terkena kutukan!"
"Kutukan?"
"Sebenarnya kutukan ini lebih lemah dari sihir mu Mira, jadi aku yakin kutukan ini akan langsung hilang bila kau merapal sihir penghilang kutukan. Tapi sekarang kondisi mu melemah, jadi kutukan itu lebih kuat dari sihir mu Mira.
"Kalau masalah nya seperti itu, kami akan keluar." Setelah mengatakan itu, Arisa pergi keluar kamar bersama Jack.
"Kalau masalah kutukan itu aku tidak tahu, tapi yang pasti, jika kau memberitahu nama Marga mu ke sembarang orang kau akan terkena kutukan. Dan kutukan itu bisa membuat setengah tubuh mu hancur! Ah, tapi jika kau memberitahu nama Marga mu ke keluarga mu sendiri, kau tidak akan terkena kutukan. Dan peraturan ini hanya berlaku untuk keluarga kerajaan saja, bangsawan tidak berlaku, jadi bangsawan bisa memberitahu nama Marga nya tanpa masalah."
"Apa kah hanya itu? Pasti ada alasan lain kan? Kenapa aku tidak boleh memberitahu nama Marga ku."
"Tidak ada alasan lain. Hanya itu saja."
"Kenapa keluarga kerajaan bisa terkena kutukan jika mereka memberitahu nama Marga mereka ke sembarang orang?"
"Sudah ku bilang aku tidak tahu!"
"Cih!! Informasi itu tidak berguna!"
"Maaf saja ya, informasi yang kuberikan tidak berguna!"
Natasha menggembungkan pipi nya.
"O iya... Aku ada informasi yang berguna Mira!"
"Apa itu?"
"Kau tahu, kekuatan sihir, skill dan kekuatan fisik akan meningkat jika kita menggunakan nama Marga kita."
Aku memerengkan kepala ku dengan kebingungan menanggapi pernyataan Natasha.
\*\*\*
Yuri berada di perpustakaan menemani Shina yang sedang membaca buku.
Perpustakaan berada di bawah tanah ruang tahta.
Kenapa perpustakaan bisa berada di ruang bawah tanah?
Itu karena Charles atau Raja kerajaan Fantasia, ingin menyembunyikan buku. Buku adalah sumber pengetahuan, hanya bangsawan dan keluarga kerajaan yang memiliki nya, lalu harga nya juga sangat mahal, dan yang paling banyak yang memiliki buku di dunia ini adalah kerajaan Fantasia, jika kerajaan lain tahu tentang hal ini, kerajaan lain akan memaksa kerajaan Fantasia untuk memberikan beberapa buku mereka, untuk menghindari hal itu, Charles pun menyembunyikan perpustakaan nya di bawah tanah ruang tahta.
Yuri membaca buku di samping Shina.
Shina membaca buku yang sangat tebal, sedangkan Yuri membaca buku tipis. Yuri tidak suka membaca, karena itu ia memilih buku yang tipis, sedangkan Shina sangat suka sekali membaca. Shina bisa menghabiskan waktu seharian untuk membaca buku, karena itu ia lebih suka membaca buku yang tebal.
Saat Yuri bosan membaca, Yuri selalu meminta saran tentang bagaimana ia bisa menaikkan kualitas ekonomi kota yang ia pimpin.
Yuri mempimpin kota miskin seperti Mira, tapi cara memimpin nya tidak seperti Mira, Mira bisa membuat kota Cocoa yang merupakan kota miskin menjadi kota kaya, sedangkan Yuri selama 7 bulan ia memimpin sama sekali tidak ada kemajuan, kota yang di pimpin nya masih menjadi kota miskin. Tapi Yuri lebih baik dari ketiga kakak nya yang lain, ketiga kakak nya memimpin kota kaya, tapi sekarang dari yang Yuri dengar kota yang di pimpin ketiga kakak nya sedang mengalami penurunan kualitas ekonomi.
"Jadi bagaimana ibu apakah ibu ada saran?"
"Saran ya.... Yuri memimpin kota Banitza kan?"
Yuri mengangguk menanggapi perkataan ibu nya.
Shina berpikir sambil memainkan rambut nya, saat beberapa detik ia berpikir, Shina mengingat tentang buku sejarah kerajaan Fantasia yang ia baca.
"Benar juga. Yuri.... Ibu dulu pernah baca buku, di buku itu di katakan kalau dulu kota Banitza adalah salah kota kaya."
"Eh, apakah itu benar? Lalu kenapa bisa sekarang jadi kota miskin?"
"Itu benar. Itu di catat dalam sejarah kerajaan Fantasia, dan penyebab kota itu menjadi miskin karena Wyvern dan salah satu Dragon Leader!"
"Wyvern? Dragon Leader?"
Shina mengangguk. "Kau tahu, dulu kota Banitza adalah kota yang menghasilkan beragam produk hewani dan nabati. Tapi kota Banitza mengalami kerugian karena salah satu Dragon Leader dengan pasukan Wyvern nya menyerang kota Banitza.
Ternak, kebun, dan pertanian kota Banitza di hancurkan oleh mereka, dan banyak korban jiwa yang berjatuhan."
"Hmmm, jadi begitu ya.... Jadi apakah sekarang Dragon Leader dan pasukan Wyvern nya sudah pergi?"
Shina menggeleng. "Mereka belum pergi, mereka menunggu kota Banitza menjadi kota kaya lagi, saat Banitza menjadi kota kaya lagi, mereka akan kembali. Ada rumor yang mengatakan, mereka membuat sarang di perbatasan kota Banitza dan kota Cocoa."
"Begitu ya..." Yuri berdiri dari tempat duduk nya. "Terima kasih ibu. Setelah mendengar cerita ibu, aku sekarang tahu bagaimana untuk menaikkan kualitas ekonomi kota."
"Kau ingin penduduk mu untuk beternak dan bertani kan?"
"Ketahuan ya.."
Yuri tersenyum kemudian ia pergi dari perpustakaan. Melihat anak nya pergi, Shina membaca buku nya kembali.