The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
98. Bermain mata



Di kota S,


Ellena tengah heboh turun dari tangga, ia buru-buru ingin menjemput putri tercinta dan juga anak-anaknya yang lain di bandara hari ini.


Melihat mama mereka sudah rapih, tiga jagoan neon itu menatap heran ke arahnya. Tiga jagoan itu tidak lain dan tidak bukan adalah Si Jefrey, Revan dan juga Bara.


"Mau kemana mah?" tanya Bara membuka suara karena penasaran dengan kehebohan mamanya itu.


"Ke bandara" sahut Ellena.


"Loh mau ngapain? mama mau liburan?" tanya Bara pagi kepo.


"Jemput adik kalian" ucap Ellena.


"Dara dan Dimas ke sini mah?" tanya Bara lagi terkejut dan berbinar.


"Ya, Alan dan Ryan juga ikut. sama satu lagi asistennya Daea" ucap Ellena.


"Maksudnya Ferdi? Serius mah? Aku ikut ya!" ucap Bara.


"Nggak tahu, tapi kata dara ini asisten barunya dan cewe. Yaudah ayok, kebetulan kamu bawa mobil sendiri-sendiri ya, takut nggak muat kalau semuanya duduk di mobil mama" ucap Ellena


"Beres ma, emang pesawat Dara landing jam berapa?" tanya Bara


Sedangkan kedua pria tampan lain di sana hanya menyimak percakapan ibu dan anak itu.


"Jam setengah 4 sore" ucap Ellena ringan.


"Astaga naga terbang, ini baru jam 12 mah. Pesawat Dara dan yang lain juga belum take off pasti. Makan siang dulu lah di sini mah, masih 3 jam lagi, masih lama" ucap Bara terkejut saat tahu jam berapa pesawat Dara landing.


Ia heran kenapa mamanya terlihat buru-buru, orang masih ada 3 jam setengah lagi. Dan jarak antara rumah dan bandara hanya setengah jam saja. Mamanya menang suka kadang-kadang.


"Ih, mama mau ke sana sekarang pokoknya. Makan kan bisa di sana. Mama nggak sabar ketemu Dara dan yang lain. Kamu jadi ikut nggak nih?" tanya Ellena kesal


"Ke sana sekarang juga belum tentu langsung ketemu, wong Dara aja masih di Jakarta toh. Mama duluan aja deh, nanti Bara nyusul jam 2-an nanti" ucap Bara


"Issshh nggak bilang dari tadi kek, mama nungguin malah di suruh duluan. Dasar anak dugong!!" umpat Ellena kesal


"Lah kalau Bara Anak Dugong, berarti mamah emaknya Dugong.... Awwsss sakit mah" ucap Bara terkejut saat kepalanya kena jitak mamanya.


"Anak kurang asem!" ucap kesal Ellena.


"Bukan kurang, tapi nggak pernah!! Anak mama ganteng gmbwgini di bilang kurang asem. Yang nggak bakal bisa lah, orang Bara wangi terus" ucap Bara.


"Iishhh capek ngomong sama kamu Bara" ucap Ellena kesal lalu keluar dari rumah.


.....


Pesawat dari Ibukota sudah mendarat dengan sempurna di Kota S. Dara dan yang lain segera keluar, namun ada saja masalah di tengah jalan.


Seseorang laki-laki terus menerus melihat ke arah Flo dan Dara saat mereka di dalam pesawat.


Sebenarnya itu tidak ada yang salah, Siapapun boleh melihat siapa saja. Tapi yang salah, laki-laki itu datang dengan seorang perempuan di sampingnya. Entah mereka sudah menikah atau belum, yang jelas mereka adalah pasangan. Bukannya tidak sopan menatap wanita lain?


Untungnya Dara memakai maskernya, maka dari itu yang menjadi fokus pandangan laki-laki itu adalah Flo. Flo bagaimanapun terlihat sangat cantik, ia sangat memukau dan kecantikannya di atas rata-rata. Jika di nilai dari 1-100 nilai Flo ada di angka 90.


Sedangkan perempuan yang ada di samping laki-laki itu hanya memiliki nilai di atas 70.


Saat sedang mengambil antrian koper dari bagasi pesawat, laki-laki itu menatap Flo cabul. Flo merasakan itu dan menoleh ke arah laki-laki itu dan menatapnya tajam.


Tapi ternyata perempuan di sebelahnya memergoki Flo yang menatap ke arah prianya dan salah paham.


Laki-laki yang di sampingnya terkejut dan mengalihkan pandangannya saat ia ketahuan, untung yang dilihat adalah pandangan Flo saja, sedangkan dirinya tidak. Di sisi lain Flo memutar matanya malas meladeni dua orang itu.


Siapa yang mengira jika perempuan itu hendak menarik rambut kuda Flo. Namun sayangnya reflek Flo sangat bagus, Flo menahan tangan perempuan itu dan sedikit menggunakan tenaganya yang membuat wanita itu kesakitan.


"Aaakkhhh sakiitt ja*ang! lepas!" teriak wanita itu membuat atensi semua orang mengarah pada keduanya.


"Kenapa kau menyerangku?" tanya Flo dengan tajam.


"Itu karena kamu membuatku marah setelah berani bermain mata dengan suamiku!" teriak wanita itu.


Bisik-bisik semua orang di sana pun sudah mulai riuh terdengar. Flo melirik ke arah Dara dan yang lainnya, mereka hanya diam.


Bukannya nggak mau nolong, itu karena mereka percaya dengan Flo yang bisa mengatasi masalahnya sendiri. Terlebih Flo sudah memberikan kode untuk mereka tidak ikut campur.


"Oh maksudmu pandanganku yang melototinya di anggap bermain mata? Kalau begitu, Tolong tanyakan pada suamimu nyonya. Kenapa dia tidak lelah menatapku selama di pesawat?" ucap Flo.


"Omong kosong! Kau hanya perempuan materialistis yang sedang mencari mangsa bukan? Kau tahu suamiku naik ke kelas satu, jadi kau mau menggodanya!" tuduh perempuan itu.


"Hais, ucapan anda tidak masuk akal. Untuk apa aku tertarik dengan pria lemah macam suamimu? Kau dengar dan lihat baik-baik nyonya, apa anda pikir setiap wanita harus menyukai suamimu yang wajahnya pas-pasan itu? Sorry, standart saya tinggi dan suami anda tidak masuk kriteria saya" ucap Flo pedas.


Perempuan itu terdiam sejenak karena marah, bukankah itu berarti Flo sengaja mengolok dirinya yang tidak memiliki standart pria yang tinggi.


"Kau!! Suamiku sangat tampan di mataku, kau tidak bisa menyalahkan cinta yang datang pada orang tidak kita ketahui. Lagian suamiku sangat kaya, banyak wanita yang suka menggodanya termasuk kamu!" ucap Wanita itu marah.


"Cinta memang tidak salah, tapi otakmu yang salah karena tidak pernah di pakai dan hanya jadi cadangan. Apa aku perlu mengeluarkan bukti kalau suami anda yang selalu menatapku sejak di pesawat? Aku menatapnya karena aku merasa risih dan menatpnya dengan tajam agar dia berhenti menatapku" ucap Flo.


"Nona jangan berlebihan, aku tidak melihatmu. Itu hanya perasaan kamu saja, jangan pernah bermain denganku! Aku bisa saja membuatmu di usir dari kota S kalau aku ingin!" ucap laki-laki itu.


Ia tidak ingin nama baiknya hancur di depan umum, ia bisa menggertak wanita itu dengan kekuasaan yang dia miliki. Dan sia yakin kalau Flo tidak memiliki bukti jika dirinya yang selalu menatapnya.


"Aku nggak takut! Coba saja kalau bisa. Dan lihat ini" ucap Flo tegas dan menunjukan video rekaman yang ia ambil diam-diam. Di mana pria itu terus menatap ke arah ia dan Dara duduk.


PLAK!!!


"Kau...Dasar Playboy cap tengik!! Berani kamu goda perempuan di dekatku!! Aku akan memberikan pelajaran untukmu!!!" geram perempuan itu saat ia tahu jika benar suaminya yang suka bermain mata.


"A-ampun sayang, video itu editan. Jangan percaya padanya" ucap laki-laki itu menolak mengakuinya.


"Hello... Video ini baru di ambil ya dan aku tidak memiliki waktu untuk mengeditnya. Pikir pakai otak udangmu itu!" ucap Flo kesal.


BUGH!!!


"Aarrrgghhh!!!


Sebuah tonjokan kuat melayang ke wajah laki-laki itu hingga terhuyung ke belakang. Tonjokan yang Flo layangkan tepat mengenai mata kiri laki-laki itu. Itu cukup keras jadi sudah pasti memar dan tulang hidungnya sedikit retak.


Semua orang terkejut, termasuk perempuan itu, Dimas, Ryan dan Alan juga sama terkejutnya melihat betapa kuatnya Flo.


"Cih lemah!! Ambil ini, anggap saja kompensasi karena memukulnya" ucap Flo.


"Aakkkh, kauuuu aku akan membalasmuuu, aku akan melaporkan mu ke polisi" ucap laki-laki itu sembari mengerang kesakitan.


"Oke aku tunggu!" ucap Flo, ia tidak takut sama sekali.


Meskipun ia salah karena memukul orang di tempat umum, ia yakin jika nonanya tidak akan diam kalau polisi bertindak.


Dara dan lainnya kemudian beranjak dari sana dan keluar. Terlihat Bara dan Ellena sudah berada di sana menyambut kedatangan mereka berlima.


...••••••...