The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
288. Berdebat di Mall



Saat keduanya sudah berada di depan Dara, Zayn sudah siap menyapa dan berusaha menyenangkan hati Dara. Namun sayangnya saat ia ingin menyapanya, Dinda mendahuluinya.


"Kamu siapanya Zayn?" tanya Dinda dengan ketus.


Dara yang mendengar itu mengeryitkan dahinya, meskipun sebenarnya ia tahu kenapa wanita di depannya berkata demikian. Itu hanya karena sebuah rasa yang di namakan Cemburu.


"Apa-apaan Lu, jangan ikut campur" ucap Zayn menahan amarahnya. Namun sayangnya ucapan Zayn di abaikan oleh Dinda.


"Oh aku tahu, kamu si asisten itu kan? Aku peringatin sama kamu ya, jangan ganggu tunangan aku!! Zayn itu tunanganku, jadi jangan pikir kamu bisa merebut Zayn dariku, atau akan ku pastikan kau tidak akan lama hidup di dunia ini. Paham kamu!!!" ucap Dinda dengan nada tinggi, begitu percaya diri sbari menatap sinis ke arah Dara.


Karena suaranya yang begitu kencang, membuat beberapa orang yang berada di sekitar sana mendengar dan mulai memperhatikan ketiganya.


Bahkan banyak sekali orang yang menganggap Dara tengah di labrak. Seperti adegan istri sah melabrak pelakor dalan Drama rumah tangga seperti di Chanel ikan terbang.


"Dinda! DIAM KAMU!!! Maafkan saya nona..." ucap Zayn dengan panik dan langsung minta maaf pada Dara. Namun Dara mengabaikannya dan menoleh ke arah Dinda yang tengah menatapnya dengan tajam itu.


"Apa maksud ucapan anda nona? Mengapa anda tiba-tiba datang dan langsung marah-marah. Apa saya mengenal kalian berdua? Perasaan tidak! Lalu asisten apa yang anda maksud? Saya sama sekali tidak mengerti dengan yang anda ucapkan" tanya Dara dengan tenang tak terpancing emosi saat menghadapi Dinda.


"Kenapa kamu membelanya Zayn!" ucap Dinda marah pada tunangannya itu.


"Sudah deh ngaku aja dasar pelakor, kamu si asisten yang sedang di kejar-kejar TUNANGAN saya kan??? Dasar tidak tahu diri" teriak Dinda lagi.


"DINDA!!!" Bentak Zayn yang merasa sangat malu, terlebih ia kini sudah kehilangan muka di depan nona muda dari keluarga terpandang di kotanya itu. Entah apa yang akan terjadi pada keduanya jika membuat Keluarga besar itu murka.


"Oh maaf, sepertinya anda salah orang nona. Dan lagi seperti yang anda katakan, jika pun memang benar saya orang yang anda maksud itu. Bukankah yang seharusnya anda peringatkan adalah TUNANGAN anda sendiri? Karena yang mengejar-ngejar adalah tunangan anda bukan aku atau orang yang anda tuduh. Jadi harusnya anda jaga Tunangan anda itu dengan baik, kalau perlu ikat dengan rantai besi sekalian. Juga sepertinya wawasan anda sedangkan itu menuduh orang tanpa bukti, ini bisa saya pidanakan atas pencemaran nama baik" ucap Dara datar.


Ucapan Dara membuat suasana gaduh karena orang-orang berbisik dan mulai menerka-nerka.


"Cewek itu tenang sekali, sepertinya dia bukan pelakor"


"Iya, mana ada pelakor spek bidadari kaya gitu, dunia bukan cuma ada satu cowo itu aja. Dengan tampangnya yang di luar nurul, aku pastikan ratusan bahkan ribuan cowok mengantri buat jadi pacarnya. Ngapain juga gangguin cowok orang, kayanya itu mbak-mbak salah orang deh atau cemburu buta"


"Iya nggak mungkin banget itu cewek jadi pelakor, lihat malah wajahnya seperti tidak mengerti apa-apa"


"Bener tuh, apalagi dia bilang akan pidanakan tuh cewek. Kayanya dia benar-benar tidak bersalah deh"


Begitu bisik-bisik orang yang berada di sana, namun menereka tetap penasan akan jadi apa drama itu berakhir. Jadi tidak ada yang pergi dan fokus menonton, untung-untungan menyaksikan serial Live.


"Cih wajah kamu doang cantik, tapi sayang pikiranmu tidak cantik. Emang nggak ada cowo lain sampai kamu rebut tunanganku hah? Ngaku aja kamu" ucap Dina makin emosi.


"Terimakasih, semua orang tahu kalau aku cantik" ucap Dara membuat Dinda makin kesal


"Dasar Ja**Ng pelakor sialan!!!" teriak Dinda


PLAK!!!


Sebuah tamparan keras mengenai pipi kiri Dinda, pelakunya tak lain adalah Zayn. Terlihat dada Zayn naik turun, karena ia tengah menahan emosinya yang meluap.


"Zayn, kamu berani menamparku??? Kamu bela pelakor ini di banding aku tunangan kamu? Aku bakal bilang ke ayah kalau kamu...." ucap Dinda terpotong.


"Lapor saja sana cewek sialan!!! Kita lihat siapa yang akan berakhir! Kau tidak tahu siapa yang sudah kau singgung hah??? Brengsek!!! kalau kau mau jatuh jangan bawa gue" ucap Zayn sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya.


"Emangnya siapa cewek ini? Dia cuman asisten yang bahkan bisa aku singkirkan kapan pun ak...." ucap Dinda lagi.


"Ada apa ini?" ucap Bara yang baru saja keluar dari toko sepatu dan menenteng sebuah paperbag, menghampiri Dara yang ada di tengah kerumunan.


"T-Tuan muda kedua" ucap Dinda terkejut.


Ya, sebagai seorang putri salah satu pengusaha sukses di kota S, Dinda jelas mengenal sosok Revan dan Bara yang sangat di gandrungi banyak kaum hawa. Selain keduanya memiliki tampang yang sangat tampan, mereka juga sangat kaya dan berkuasa.,


Meskipun Bara jarang aktif dalam dunia bisnis, tapi sesekali ia pernah datang saat acara dan kebetulan Dinda juga datang saat ada acara itu, jadi ia mengenalnya.


"Ada apa dek?" tanya Bara pada Adik tersayangnya itu.


"Nggak tahu nih kak nggak jelas banget, datang-datang udah labrak aku. Malah cap aku pelakor lagi, orang kenal juga nggak. Lagian mana mungkin aku jadi pelakor, aku kan udah punya Kai yang gantengnya turunan syurga. Masa iya meleng sama orang yang speknya jauh, mata aku nggak rabun apalagi buta" ucap Dara begitu mengena di hati Zayn.


Memang di banding Kai Zayn hanya remahan rengginang yang akan terbang tertiup angin. Jadi mana bisa membuat Dara oleng. Jadi Zayn tidak bisa berbuat banyak atau membalas ucapan Dara.


"Siapa yang berani memfitnah adikku?" ucap Bara dengan dingin dan tatapan mata yang tajam ke semua orang yang ada di sana.


"A-a-adik?" ucap lirih Dinda terkejut saat tahu jika Dara adalah keturunan dari keluarga Adi Raharjo.


"Maaf tuan muda kedua, saya tidak ia ikut-ikutan. Wanita di sebelah saya yang memarahi nona muda di depan umum, saya sudah berusaha membuatnya diam dan minta maaf pada nona muda, tapi dia tidak mengindahkannya" ucap Zayn.


Ia memilih jalan aman, karena kalau sampai Bara tahu, dirinya juga akan tamat.


"Zayn kamu...." ucap Dinda tidak menyangka jika laki-laki pujaannya begitu tega menyerahkan dia begitu saja untuk di salahkan Seorang diri.


"Gue udah bilang buat diem, lu yang nggak mau dengerin gue goblok! Dasar nggak ngotak" ucap Zayn.


"Oh jadi kamu...." ucap Bara menilai Dinda dari atas sampai bawah dan kembali ke atas lagi.


"Cih wajah pas-pasan kaya gini, udah mah tuh badan kaya sapu ijuk nggak ada bentuknya plus buluk. Berani fitnah dan hina adikku yang cantiknya spek bidadari? Kamu nggak punya kaca di rumah? Harusnya yang pantesnya jadi pelakor ya modelan kaya kamu, bi**h" ucap Bara tajam menunjuk ke arah muka Dinda.


Mendengar itu Dinda mengepalkan tangannya saat di hina sedemikian rupa, namun tidak bisa menyerang balik. Ia tahu jika kekuasaan ayahnya yang di bilang keluarga kaya raya itu masih kalah jauh di bawah Keluarga Adi Raharjo.


"Dari keluarga mana kamu?" ucap Bara lagi.


Dinda dan Zayn diam saja tidak menjawab, Zayn tidak menjawab karena takut akan keseret. Bagaimanapun keluarga Dinda memiliki saham sebanyak 30 persen di perusahaan milik keluarganya dan menjadi pemegang saham terbesar kedua di sana.


Jika Keluarga Dinda jatuh, otomatis Perusahaan miliknya juga akan terpengaruh, Bahkan mungkin bisa krisis keuangan.


"Budeg kalian???? Atau bisu!!!" ucap Bara kesal melihat tidak ada yang menjawab.


"Nih kak, lihat" ucap Dara memberikan ponselnya yang berisi informasi yang ia dapatkan dari Theo.


Ya, beberapa saat lalu Dara sempat memotret Dinda dan meminta Theo untuk mencari tahu identitasnya.


"Keluarga Tjahja? Oh, jadi kau Putri pemilik Tjahja Company...." ucap Bara kemudian melangkah ke arah Dinda.


PLAK!!!


Tamparan keras mengenai pipi kiri Dinda yang semakin bengkak karena sudah kedua kalinya ia mendapatkan tamparan di pipi kirinya itu.


"Itu cicilan pertama untuk mulut lemes mu yang berani mengatai anggota keluarga Adi Raharjo. Terlebih yang kau hina dan kau fitnah adalah kesayangan semua anggota keluarga besar Adi Raharjo. Aku pastikan malam ini juga, keluarga yang kamu banggakan tidak akan lagi bisa berdiri di kota S" ucap Bara dingin.


BRUK!!!


Lutut Dinda lemas mendapatkan tamparan dan juga peringatan Bara. Ia sudah tidak tahu harus bagaimana, ayahnya pasti sangat murka padanya. Ia jatuh terduduk di lantai sangat syok dengan ucapan Bara barusan.


Bara menarik tangan Dara untuk keluar dari kerumunan, membuat Dara mau tidak mau mengikuti langkah sang kakak.


"Mau kemana kak? Udah belanjanya?" tanya Dara.


"Makan siang adekku sayang, laper nih abis ngabisin energi banyak karena esmosi tadi sama Kuyang versi baru. Kakak udah selesai belanjanya, nih sepatu nya udah dapet. Yuk cari Resto yang enak" ucap Bara memperlihatkan paperbag yang ada di tangannya. Dan memegang tangan Dara untuk mengikutinya.


"Kalau gitu ayo" ucap Dara melepaskan genggaman tangan Bara dan mulai bergelayut manja pada lengan kakaknya itu.


"Tuan.... Tuan muda!!! Tolong maafkan saya...." ucap Dinda berteriak saat ia sadar dan segera meminta maaf. Hanya saja Bara dan Dara tidak menggubris dan justru semakin melangkah pergi jauh dari sana.


"Zayn, aku harus bagaimana? Ayah bisa murka padaku" ucap Dinda menutupi wajahnya dengan kedua tangannya memelas pada tunangannya. Ia tidak bisa menahan tangisnya lagi yang kini sudah pecah itu.


Zayn sejak tadi diam karena saat ini dia sangat marah, kesal, muak dan juga pusing karena tingkah tunangannya itu.


"Bodoh!!! Makanya jangan cuma emosi dan pikiran negatif yang menguasai pikiran lo Bi**h, puas Lo hancurin semuanya??? Dasar nggak guna, nyusahin!!! Nggak ngotak lu!!!" ucap Zayn marah dan meninggalkan Dinda yang masih terduduk di lantai mall.


"Zayn!!!!!" teriak Dinda melihat Zayn pergi, namun teriakannya sama sekali tidak di gubris oleh Zayn.


Zayn merasa pusing, karena ia juga terkena imbasnya dari kelakuan Dinda itu. Ia memutuskan untuk segera pulang dan memberitahu kedua orang tuanya tentang apa yang terjadi.


Setidaknya ia membuat plan B untuk menyelamatkan perusahaannya setelah nanti perusahan Dinda akan gulung tikar malam ini. Yang pastinya saham milik keluarga Dinda akan di tarik itu.


Karena ia yakin, ucapan Bara akan terjadi. Zayn tahu kalau Dara adalah Anak dan cucu kesayangan Adi Raharjo, semua orang di keluarga itu sangat menyayanginya dan menjadikannya harta paling berharga.


Di tambah Dara adalah calon menantu Keluarga Narendra yang sangat berkuasa di negara ini. Sudah pasti semua orang yang berani menyinggung Dara akan habis


...••••••••...