The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
334. Kai marah.



Star Corporation,


Dara cukup sibuk dengan pekerjaannya saat ini, meskipun masih ada Flo yang membantunya saat ini di kantor.


Namun mengingat seminggu lagi dirinya pasti akan sangat sibuk mengurus pekerjaannya, karena Flo sudah mulai cuti untuk mengurus pernikahannya bersama Lingga. Yang akan di laksanakan kurang dari tiga Minggu lagi itu.


Meskipun tengah berbadan empat Karena mengandung Dede triplet, tidak membuat Dara diam saja di penthouse. Dara juga meyakinkan sang suami jika dirinya bisa menjaga diri dan calon anaknya, saat suami posesif dan bucinnya itu tahu istrinya masih sibuk mengurus perusahaan.


Perkembangan Star Corporation sangat pesat, omset yang di miliki Dara pun kini menembus ratusan triliun. Semua orang tahu jika perusahaan dara merupakan perusahaan kelas atas di ibukota.


Kendala Dara hanya di perusahaan AA Entertainment miliknya, yang progres kenaikannya saat ini hanya di bawah 5 persen, sedangkan anak perusahaan yang lain memiliki progres di atas 5 persen.


Mengenai AA Entertainment, memang sempat mengalami kemunduran saat Xavier memutuskan untuk hengkang dari dunia entertainment dan juga keluar dari agensinya.


Para penggemar Xavier sangat kecewa dan saham sempat turun hingga 5 poin setelah itu.


Tapi berkat kerja keras Lucas, nilai saham perusahaan bisa di naikan kembali. Setidaknya itu tidak menurun dan akhir-akhir ini naik meskipun persentasenya masih kecil.


Kenaikan saham itu karena Film layar lebar yang di perankan Felicia sebagai pemeran utama nya, sangat laku keras dan menembus lima juga penonton.


"Da... Da..." panggil Baby Langit, yang senantiasa ikut bersama bundanya ke kantor.


"Kenapa sayang, kamu harus hmm?" ucap Dara menghentikan gerakan tangannya yang tengah memeriksa berkas laporan dari semua anak cabang perusahaan miliknya.


"Aus bi, nen da" ucap baby Langit dengan menggemaskannya


Dara pun beranjak dari duduknya dan membuka tas khusus perlengkapan Baby Langit. Ia mengambil botol susu yang sudah terisi air mineral, Dara hanya menuangkan beberapa takar sendok susu.


"Yuk mum dulu, sayang" ucap Dara menggendong Baby langit dan membawanya ke meja kerja nya dan mendudukkannya di pangkuannya. Dara sendiri kembali melanjutkan memeriksa berkas itu, saat Baby Langit anteng.


"Lah udah bobo aja" ucap Dara terkekeh pelan saat melihat putranya tidur di atas pangkuannya, dengan botol susu kosong masih di pegang bayi lucu itu.


Segera Dara memindahkan putranya itu ke tempat tidur bayi yang memang di sediakan di ruangan kerjanya.


....


Di pangkalan militer


Kai tengah memandang datar sekilas pada seorang wanita yang menatapnya dengan penuh senyuman.


Dia segera keluar dari ruangan latihan para anggota Falcon, di ikuti oleh Nathan dan Rafael. Wanita yang bernama Rubby melihat Kai keluar dari ruangan mau tidak mau mengikutinya keluar dan memanggilnya.


"Kaisar!!" panggilnya dengan cukup keras.


Kai yang di panggil namanya itu menghentikan langkahnya, di ikuti kedua sahabatnya yang juga menghentikan langkah mereka.


"Ingat batasan Sertu Rubby!" ucap Kai tegas.


"Ma-Maaf Jendral, ak-aku" ucap Rubby dengan wajah sendunya.


"Kembali ke tempatmu, Tim ku tidak memiliki tempat untukmu" ucap Kai datar dan dingin


"Aku tahu yang kamu pikirkan, lupakan itu dan kembali ke tempatmu!" ucap Kai lagi.


"Kai, aku tidak masalah dengan kamu yang sudah menikah. Aku tahu jika kamu terpaksa menikah karena di jodohkan bukan? Maaf aku terlalu lama pergi meninggalkanmu" ucap Rubby.


Kai yang mendengar itu mengeraskan rahangnya, ia berusaha untuk tidak meluapkan emosinya saat ini. Kenapa banyak sekali wanita gila di sekitarnya, apakah memiliki wajah tampan menyusahkan seperti ini? Begitu yang di pikirkan Kai.


"Kau terlalu banyak tidur, hingga lupa untuk bangun dan menatap kenyataan yang sebenarnya. Kamu pergi atau tidak, tidak akan membuatku bersamamu. Karena selamanya orang yang aku cintai adalah istriku seorang, sedangkan kamu aku tidak mencintaimu baik di kehidupan dulu, sekarang atau kehidupan lainnya. Jadi bangun dan sadar sebelum kau menyesali semuanya!!!" ucap Kai dengan sangat tajam


Setelahnya Kai kembali melanjutkan langkahnya di susul oleh kedua sahabatnya, meninggalkan Rubby yang tengah sedih karena sudah di usir secara langsung dan di tolak masuk ke tim Falcon dan juga di tolak secara blak-blakan.


...


Kai sendiri langsung menuju ke ruangan petinggi militer, di sana tidak hanya ada Galuh sang papa, tapi juga petinggi lain termasuk Tommy, seorang jendral bintang tiga atau Letjend. Yang tak lain adalah ayah dari Rubby.


"Letjen Kaisar, ada apa gerangan datang kemari, bukannya kau sedang ada latihan saat ini?" ucap Galuh, berbicara dengan Formal pada putranya.


"Salam Jendral, Saya ada perlu dengan Letjen Tommy. Bisa bicara sebentar" ucap Kai


"Oh ada apa Letjen Kaisar, kenapa tidak bicara di sini saja" ucap Tommy


"Tolong bawa putri anda dari tempat tim ku" ucap Kai tanpa basa-basi, bagaimana pun ini keinginan Tommy untuk mengatakannya di depan semua orang.


Ucapannya membuat yang lain mengernyitkan keningnya, terutama Tommy. Karena nama putrinya di sebut, ia tidak menyangka jika Kai tidak segan membahasnya meskipun di depan orang-orang.


"Kenapa? Meskipun dia putriku, tapi dia memiliki kualifikasi untuk masuk ke dalam tim terbaik milikmu. Aku juga memiliki hak untuk merekomendasikan nya" ucap Tommy


"Yang menentukan seorang memiliki kualifikasi atau tidaknya, itu harus sepersetujuan saya sebagai pemimpin tim. Apa anda lupa jika tim saya tidak bisa di ganggu gugat, meskipun itu adalah petinggi militer sekalipun" ucap Kai dengan tegas


Memang terkesan sombong dan memiliki aura pemimpin yang begitu kuat hingga menekan semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut.


Namun Kai memiliki kualifikasi untuk sombong dengan posisi khususnya di militer, Bahkan papahnya yang memiliki gelar jendral besar pun tidak bisa menganggu gugat hal yang berada di ranah kekuasaan Kai.


"Berbicara tentang kualifikasi dan syarat, jika anda lupa maka dengan senang hati saya ingatkan lagi. Tim Falcon, memang bisa di rekomendasikan oleh petinggi militer untuk masuk ke timku, dengan syarat ketentuan berlaku. Selain usia tidak boleh melewati 30 tahun, Pangkat juga tidak boleh kurang dari Letnan satu (Lettu), dan syarat utama yang paling penting. Mendapatkan persetujuan dari pemimpin tim" ucap Kai


"Saya ingatkan tentang putri anda yang pangkatnya masih Serda di usianya yang ke 24 tahun ini. Dan dia tidak memiliki kualifikasi apapun untuk masuk ke dalam tim saya" ucap Kai


Tommy terdiam tidak bisa membantah, meskipun hal yang di ucapkan tidak tertulis di peraturan militer. Tapi peraturan tak tertulis itu sudah melekat dan tidak bisa di ganggu gugat.


"Saya tahu maksud anda Letjen Tommy yang terhormat mengirim putri anda ke tempat saya. Saya ingatkan jika saya sekarang sudah menikah dan tidak akan pernah menoleh pada wanita lain selain istriku, termasuk Putrimu. Kau tahu pasti apa yang harus di lakukan, jangan sampai aku membawa hal ini ke pengadilan militer" ucap Kai kemudian pergi dari sana.


Galuh yang mendengar ucapan putranya itu menghela nafas, lalu ia menoleh ke arah salah satu rekan di kemiliterannya. Ada tatapan kecewa dan tidak percaya rekannya itu bisa melakukan hal seperti itu.


"2 kali 24 jam, semuanya harus beres. Jangan sampai sanksi militer menyapamu, Tom" ucap Galuh lalu berdiri dan meninggalkan Tommy di sana, termasuk para petinggi yang lain.


Tidak ada satupun yang membela Tommy saat ini, karena memang mereka tidak ada yang mampu menyenggol Kai. Meskipun jabatan mereka sama atau lebih tinggi dari Kai sekali pun.


Mereka sadar sosok Kai adalah sosok yang tidak bisa mereka ganggu, bahkan ayahnya pun segan melakukannya. Bagaimana dengan mereka yang masih di bawah Galuh?


...•••••••...