
Seperti hari biasanya Dara mulai bekerja kembali di kantor, karena hari ini adalah awal pekan setelah pernikahan Flo dan lingga. Abang Langit di temani Shine ikut juga ke kantor bundanya itu.
Dara memeriksa banyak berkas di meja kerjanya yang tidak ada habisnya itu, namun ia tetap mengawasi anaknya dari jarak dekat.
Sedangkan Flo dan Lingga, pengantin baru itu baru saja berangkat ke Raja Ampat untuk honey moon mereka selama seminggu kedepan.
Kai juga kembali ke pangkalan, hari-hari nya kembali tenang saat Rubby sudah di kirim ke perbatasan selama setahun sejak beberapa Minggu lalu. Kai dan Galuh juga sudah memberikan peringatan pada Tommy untuk lebih tegas pada Rubby setelah ia pulang dari tugasnya di perbatasan.
Jika tidak, maka keduanya akan di berikan sanksi tegas. Yakni di pecat dan di asingkan ke pulau lain dan tidak di perbolehkan menginjak ibukota lagi selama sisa hidup mereka.
Jadi mau tidak mau mereka menurut dan tidak berani macam-macam lagi, apalagi bagi mereka akan sangat berat meninggalkan kota kelahiran mereka itu.
Ring! Ring!
Bunyi telepon di kantor Dara berbunyi,
Dara mengangkat telepon itu, dan telepon kantor itu terhubung dengan kantor Ferdi yang ruangannya hanya berjarak beberapa blok dari ruangan Dara.
"Nona maaf mengganggu waktu anda" ucap Ferdi sopan dan hormat
"Ada apa Fer?" tanya Dara santai
"Begini nona, saya ingin tanya tentang interview perekrutan personal assistant anda yang baru. Saya mau reschedule jadwal interview mereka, jadi kapan nona memiliki waktu untuk melihat mereka?" tanya Ferdi.
"Ah ya alu lupa memberi tahumu, aku sudah dapat asisten pribadi yang cocok untukku, jadi aku tidak membutuhkan asisten pribadi lagi. Tapi karena dia baru bisa bekerja setahun kedepan, jadi kalau bisa ganti menjadi perekrutan sekretaris saja. Kamu bisa bicarakan hal ini dengan calon pelamar, jika mereka setuju maka lusa kita adalah interview untuk calon sekretaris ku" ucap Dara.
"Baik, akan saya sampaikan pada para pelamar Nona" ucap Ferdi.
"Oke, terimakasih Fer. Oh iya, jangan lupa minta sekretarismu untuk reschedule tentang apapun. Baik meeting, peninjauan atau deadline pengumpulan berkas lainnya, di tanggal 4 sampai tanggal 8 bulan depan. Jadi aku ingin di tanggal itu semua jadwalku di kosongkan dan di pindah hari lain saja" ucap Dara
Dara mengatakan itu pada Ferdi, karena sementara yang mengatur pertemuan dan lain-lain Dara di kantor saat ini adalah sekretaris Ferdi.
Dan jika nanti sekretaris Dara sudah Fiks di pilih, dia akan menjalani masa training terlebih dulu dengan sekretaris Ferdi.
Tentang apa saja yang harus di lakukan dan apa yang tidak boleh, baik itu tentang job desk maupun semua yang berhubungan dengan Dara. Itu akan di sampaikan saat masa training berlangsung.
Dan mengenai Azea dan Bu Lastri, masalah mereka semua sudah di urus oleh Hanna. Beberapa waktu lalu, Azea di bantu oleh Hana sudah mengajukan gugatan perceraian, hak asuh anak kelak dan pembagian harta gono-gini pada sang suami.
Adam tentu saja marah saat mendengar ini, dia berusaha mencari Azea. Namun calon mantan istrinya itu bagai hilang di telan bumi. Adam tidak bisa melacak keberadaannya, tentu hal itu tidak lepas dari bantuan Dara dan timnya.
Karena tidak berhasil menemukan sang istri, Adam marah dan juga merasa kehilangan sosok perempuan lembut dan sangat setia padanya.
Namun karena kebodohannya, ia melepaskan berlian seperti istrinya demi seorang sekretaris yang juga memiliki status lain yakni selingkuhannya.
Ia juga menyewa pengacara, ia tidak ingin perceraian terjadi dan mengajukan mediasi. Namun keinginannya itu di tolak dan penggugat kekeh ingin bercerai.
Hal itu membuat Adam geram dan juga kaget, karena mengetahui jika istrinya mampu menyewa pengacara juga. Dia bertanya-tanya, bagaimana bisa Azea memanggil pengacara untuk membantu nya.
"Baik nona, apa ada lagi?" ucap Ferdi saat mendengar ucapan Dara.
Setelah telepon terputus, Dara kembali fokus untuk mengerjakan pekerjaannya. Ia sekilas melihat Abang Langit yang tengah asik bermain dengan Shine di area bermain anak.
Dara tidak merasa terganggu sama sekali dengan celotehan Putra sulungnya itu, justru itu merupakan mood booster baginya agar terus bersemangat menjalani pekerjaannya.
....
Di sisi lain, di sebuah kota di negara T.
Seorang pria yang terlihat seperti pria paruh baya berusia 40 tahunan atau mungkin lebih, tengah mengisap perlahan cerutu panjang di tangannya itu.
Ia terlihat sangat santai sembari berjemur di pinggir kolam renang di kediaman nya. Kanan dan kirinya di apit oleh wanita muda berusia dua puluhan dengan berpakaian se*si, karena hanya memakai bikini.
Pria paruh baya itu menikmati dirinya di manjakan oleh sentuhan dua perempuan cantik dan masih muda.
"Tuan, aku dengar tuan akan pergi ke negara I awal bulan depan, apa itu benar?" ucap salah satu wanita cantik dengan rambut sebahunya itu.
"Ya, aku memiliki perjalanan bisnis di sana, ada apa?" tanya Pria itu, meskipun penampilannya di bilang seperti usia 40 tahun lebih, namun badannya masilah terlihat sangat kekar dan berotot.
"Tidak ada apa-apa,aku hanya Merasa akan merindukan tuan jika aku tidak bersama dengan tuan" ucap Wanita itu bergelayut manja di lengan kekar pria itu.
"Aku juga akan sangat merindukan mu, tuan. Kita biasanya bertemu dua hari sekali, akan sangat kehilangan tidak bertemu dengan anda selama beberapa hari. Ranjangku akan terasa dingin jika tidak ada tuan" ucap wanita satunya yang berambut panjang nan pirang.
"Apa tuan Bisma tidak ingin mengajak kami berdua ke sana juga?" ucap keduanya kompak
Ya, pria itu adalah Bisma Andrigo, orang yang di cari tahu identitasnya oleh Theo beberapa minggu yang lalu.
Ia menikmati hari-harinya di negara T dengan terus berganti-ganti pasangan Setiap harinya. Tak terkecuali dua wanita di samping kanan dan kirinya itu. Tapi bedanya, dia wanita ini paling sering di panggil oleh Bisma dan menemani nya.
Mereka memang cantik, tapi bukan karena mereka berdua lebih cantik atau memuaskan di atas ranjang Bisma lebih sering bersama mereka. Jika membicarakan tentang cantik, wanita-wanita di sekitar Bisma banyak yang lebih cantik dan memuaskan dirinya.
Hanya saja dua wanita ini memiliki energi Yin yang kuat di tubuh mereka, dan itu sangat cocok bagi Bisma. Karena dengan itu bisa membantunya dalam mengolah teknik kultivasi ganda yang ia miliki.
Biasanya Bisma akan mengajak mereka berdua kemana pun ia akan pergi. Namun ia memiliki sesuatu yang sangat penting di negara I, jadi ia tidak bisa mengikut sertakan keduanya dalam perjalanannya kali ini.
"Maaf sayang-sayang ku, Aku tidak bisa mengajak kalian dalam perjalanan ini. Karena ini sangat beresiko dan juga sangat penting bagiku untuk mengolah Bisnisku agar semakin besar" ucap Bisma membuat keduanya tampak cemberut.
"Jangan marah, sebelum berangkat aku akan memuaskan kalian berdua di atas ranjang sampai tidak bisa berjalan. Jadi bersiaplah!. Dan selama aku pergi, kalian bebas menggunakan black card milikku untuk membeli apa pun yang kalian mau" ucap Bisma, mampu mengubah ekspresi mereka dengan cepat dan kini terlihat berbinar.
"Cih... Dasar wanita, hanya di iming-imingi kepuasan di ranjang dan dompet mereka. Mereka mudah sekali luluh, beruntung kalian masih berguna bagiku. Kalau tidak akan aku buang kalian jika sudah tidak memiliki manfaat lagi" Gumam Bisma dalam Hati.
Ya, meskipun mereka memiliki tubuh dengan aura Yin, tapi aura di tubuh mereka akan berkurang bahkan menghilang setelah dua tahun di ambil secara bertahap oleh Bisma dengan proses kultivasi ganda tersebut.
Dan ini baru berjalan kurang dari satu tahun, dengan ini keduanya masih berguna untuk Bisma meningkatkan kekuatan miliknya. Jadi tentu ia dengan sabar menghadapi keduanya, lagian ia tidak rugi melakukan itu. Karena ia juga mendapatkan manfaat dan juga kenikmatan saat beradu peluh dengan mereka berdua.
...•••••••...