The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
169. Aura Kai- Bayi Langit



Kai dan Dara sudah berada di dalam ruangan pribadi milik Kai, yang ternyata sangat luas. Di sana selain ada meja makan terdapat juga sofa untuk bersantai. Ada televisi, meja kerja di sudut ruangan dan perpustakaan kecil. Bahan ada pintu khusus yang di dalamnya terdapat kamar tidur dan juga kamar mandi lengkap dengan walk in closed.


Ini jelas bukan ruangan pribadi untuk makan, tapi seperti apartemen atau ruangan kerja di kantor.


Di lantai empat ini hanya ada 3 ruangan, yaitu ruangan khusus milik Kai, Galuh dan Genta.


BRUK!!!


GREP!!!


"Aaahhhh...." Dara berteriak kecil saat dirinya di tarik oleh Kai dan sekarang terbaring di sofa dengan Kai yang berada di atas mengukung dirinya.


"Sayang, aku tidak suka melihat pria lain mendekati mu, aku cemburu!" ucap Kai menduselkan wajahnya di leher sang kekasih, ia menahan cemburu ini sejak tadi.


Dara yang paham mengapa kekasihnya ini merajuk, mengulum senyum dan mengulurkan tangannya membelai lembut kepala Kai.


"Aku tahu, aku minta maaf. Aku tidak tahu mengapa aku di lahirkan begitu cantik dan mempesona. Hingga begitu banyak orang yang menginginkan aku, termasuk kamu" ucap Dara terkekeh saat mengatakan itu.


"Sayang ihhh sempat-sempatnya Narsis, pokoknya aku nggak suka kamu dekat-dekat dengan laki-laki lain..." Kai merajuk dan mengeratkan pelukannya.


"Ha-ha-ha... Iya-iya, lepas ih, kamu berat tahu" ucap Dara tertawa melihat tingkah merajuk kekasihnya yang semakin menjadi itu.


"Nggak mau, aku lagi marah!" ucap Kai


"Orang marah kok bilang-bilang" kekeh Dara, membuat Kai mendengus kesal.


"Baik itu aku ataupun kamu terlalu menarik dan mempesona. Jadi sudah pasti banyak pria dan wanita yang tertarik pada kita berdua. Yang penting itu bagaimana perasaan kita berdua dan juga kepercayaan kita. Aku yakin kamu setia padaku dan tidak akan menganggap wanita lain itu ada. Aku juga sama, aku sebisa mungkin menjauh dari pria lain, selain keluarga, kerabat dan juga teman-temanku" ucap Dara


"Aku percaya padamu, tapi aku tidak percaya pada pria-pria yang mendekatimu" ucap Kai ketus


"Kamu mencintaiku kan?" tanya Dara, Kai mendongak menatap sang kekasih saat Dara menanyakan itu.


"Sangat!!! Kau tidak tahu, bahkan aku bisa gila jika jauh darimu semenit saja. Selama 26 tahun aku hidup, hanya kamu wanita yang aku cintai selain mama. Bahkan mungkin cintaku padamu lebih besar dari rasa cintaku pada mama. Aku sangat mencintaimu Dara, kamu orang pertama di dalam hatiku, kamu prioritas hidupku" ucap Kai sungguh-sungguh.


"Iihhh anak durhaka, masa ibunya sendiri di nomer duakan" ucap Dara terkekeh.


"Aku sangat menyayangi dan mencintai mamah, tapi maaf sepertinya perasaan ku jauh lebih condong ke arah menantu cantiknya. Aku sudah di buat klepek-klepek soalnya, salahkan kamu yang terlalu kuat daya tariknya" ucap Kai menggoda Dara.


"Ayam kali, klepek-klepek" ucap Dara tertawa renyah.


"Cantik banget sih calon istri, jadi pengen cepet-cepet halalin" ucap Kai.


BLUSH!!!


Dara menolehkan wajahnya ke samping, Kai yang melihat wajah Dara memerah menjadi gemas sendiri.


"Cie, blusing" goda Kai terkekeh.


"Iihh apaan sih, awas ihh kamu berat tahu. Minggir!" ucap Dara yang sudah salting dan tidak berani menatap Kai.


"Nggak mau! aku lagi nikmatin wajah kamu yang lagi ngeblush" ucap Kai.


Kai tertawa bahagia melihat kekasihnya salah tingkah, sampai akhirnya mata keduanya saling bersibobrok. Jantung keduanya bertalu kencang. Kai memiringkan Kepalanya mendekatkan bibirnya ke bibir Dara yang sudah menjadi candu baginya itu. Dara pun refleks menutup matanya.


TOK!!! TOK!!! TOK!!!


Pintu ruangan di ketuk, membuat Mata Dara terbuka. Situasinya berubah menjadi canggung. Dara segera mendorong tubuh Kai menjauh.


Kai membuka pintu itu dengan aura kesal yang menguar, membuat pelayan yang membawa makanan seketika bergidik dan tertekan. Mereka bertanya-tanya, apa salahku? Tapi hanya berani mengungkapkan itu dalam hati saja.


Dengan segera para pelayan menyajikan makanan lezat itu di atas meja. Setelahnya mereka bergegas pamit keluar karena tidak kuat dengan tenanan dari aura mencekam di dalam ruangan itu.


Mereka sekarang berpikir, apakah mereka membuat mood sang tuan muda memburuk? Apa kah mereka datang bukan di waktu yang tepat? Apa saat mereka datang, tuan muda dan nona muda sedang...


Ah mungkin tebakan mereka benar, karena pelayan itu tidak sengaja melihat baju keduanya kusut. Mereka merutuki diri mereka, karena sudah merusak suasana yang ekhmm... tenggorokan pelayan tiba-tiba terasa gatal dengan pikiran mereka yang melalang buana jauh menembus awan.


....


Dara dan Kai menyantap makanan yang ada di depan mereka. Sesekali Kai memasukan makanan yang di sukai Dara dalam piring kekasihnya itu.


Dara tersenyum dan mengucapkan terimakasih, perhatian dan cinta Kai tidak perlu di ragukan lagi. Bagi Dara Kai adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan padanya, ia sangat bersyukur karenanya.


"Ra, maksud kamu di chat gimana? Kamu ingin mengadopsi anak?" tanya Kai setelah keduanya menyelesaikan makan mereka.


"Hmm" Dara mengangguk


"Dari panti asuhan? Aku tidak keberatan, tapi kita belum menikah, mengadopsi seorang anak haruslah orang yang sudah menikah" ucap Kai menjelaskan


"Aku tahu itu, Ibunya mengatakan bersedia memberikan anaknya setelah lahir dan itu masih sekitar tujuh bulan lagi" ucap Dara


"Ibunya? Jika anaknya lahir? Tunggu! Bayi yang kamu ingin adopsi bukan anak yatim piatu atau dari panti?" tanya Kai.


"Bukan, jadi begini...." Dara kemudian menceritakan semuanya pada Kai apa yang terjadi pada Manda di kampusnya tanpa terlewat.


"Jadi maksudmu anak dalam kandungan wanita itu memiliki aura supranatural? Apa ada kemungkinan ia keturunan kultivator?" tanya Kai.


"Itu mungkin, tapi bukan itu intinya" ucap Dara


"Apa?" tanya Kai penasaran.


"Bayi itu tipe kekuatan yang langka, setahuku hanya ada dua kemungkinan. Pertama, bayi itu memang keturunan murni dari seorang kultivator yang sangat kuat. Kedua, ini adalah bayi langit. Tapi kemungkinan pertama itu tidak mungkin, karena ibunya bukankah kultivator. Aku bahkan sudah memeriksanya, dia tidak memiliki darah kultivator sama sekali, pria yang menghamilinya juga bukan seorang kultivator" ucap Dara


Karena sebelum Dara berpisah dengan Manda, kebetulan pria brengsek itu terlihat sedang berjalan dan Dara melihatnya dari atas Rooftop. Dan Manda memberitahu jika orang itu mantan kekasih yang sudah menghamilinya.


"Bayi Langit? Aku tidak mengerti" ucap Kai


"***Tentu saja tidak mengerti, jangankan kamu bahkan kultivator di dunia ini tidak akan tahu. Karena hal ini tidak pernah ada di dalam buku manapun! Tapi keterangan itu ada di dalam sebuah buku kuno yang ada di Ruang dimensiku. Dan aku, ah salah... Liu Annchi adalah salah satu bayi langit itu. Bayi yang lahir 1.000 tahun sekali. Atau bahkan mungkin lebih, atau mungkin bisa jadi sepuluh ribu atau sejuta tahun sekali.


Yang jelas kasus Liu Annchi berbeda dari bayi langit biasa, ia yang memiliki multi bakat bahkan ruang dimensi tubuh, itu kasus yang melebihi bayi langit itu sendiri. Karena yang bisa mendapatkan anugerah ruang dimensi tubuh 1:1.000.000 bayi langit. Bayangkan saja betapa langka nya bakat seorang Liu Annchi. Sepertinya aku harus berterima kasih karena bakat itu sekarang menjadi milikku" ucap Dara dalam hati***.


Dara menghela nafas dan mulai menjelaskannya. Untung saja ruangan Kai kedap suara, jadi ia tidak takut terdengar keluar. Kalaupun ada kultivator, Dara bisa merasakannya lebih dulu.


"Bayi langit adalah sebuah bakat hebat di dalam dunia kultivator yang hanya di temukan seribu tahun atau lebih. Biasanya seorang Bayi Langit memiliki bakat lebih dari satu" ucap Dara menjelaskan garis besarnya.


"Maksudmu seperti dirimu?" tanya Kai yang mengetahui jika kekasihnya memiliki lebih dari satu bakat.


"Bisa jadi! Tapi kasusku beda, aku bukan bayi langit atau lebih tepatnya aku tidak tahu aku bayi langit atau bukan" ucap Dara terkekeh.


Dia berkata dengan jujur, meskipun ia sempat terpikir kemungkinan itu. Ia tidak berani memikirkannya, buat apa? Toh tidak penting! Yang jelas ia bersyukur memiliki memori dan jiwa Liu Annchi, yang sudah jelas ia tahu sebagai the next level bayi langit. Dan ia adalah pewarisnya, itu bahkan lebih hebat lagi bukan?


...•••••••...