The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
65. Pasar malam



Group BARA alias kepanjangan dari 'Bara, Addara, Ryan dan Adimas' kini sudah berada di pasar malam. Dimas dan Ryan kembali membuat konten Vlog Part II edisi kedatangan Bara.


Mereka berempat asik menjajal satu-persatu wahana yang ada. Tidak ada yang ketinggalan satu wahana pun yang mereka coba, termasuk komedi putar.


"Wah kak, itu ada permainan lempar bola, hadiahnya ada kipas angin, boneka, dispenser" Teriak Dimas, ia berlari ke arah sana dan yang lainnya mengikuti.


"Astaga dek, kan di rumah semuanya sudah pakai AC nggak perlu kipas angin. Kalaupun kamu mau, kakak bisa beliin, sampai pabrik-pabrik kalau perlu" ucap Bara.


"Tapi ini beda kak, buat seru-seruan aja. Ayo dong main" ucap Dimas.


"Ya sudah ayo ayo main!" ucap Bara mengalah.


Bara kemudian mengeluarkan uang lima puluh ribu, ia beli masing-masing untuk mereka dan masih ada sisa 10 ribu kembalian.


"Ayo siapa dulu yang lempar?" tanya Bara.


"Aku" ucap Ryan dengan semangat. Ia memberikan ponsel pada Dimas, karena akab sulit kalau ia melempar sembari memegang ponsel.


Ryan mulai menembakkan bola ke arah kaleng yang tersusun dengan ancang-ancang.


Wuuushhh!!!


Trang!!!


"Yaahhh" ucap Ryan lesu saat melihat hasilnya


Dari empat bola yang ada di tangannya, ia hanya berhasil mengenai empat kaleng. dan ia mendapatkan gantungan kunci kecil.


"Aku mau nyoba juga" ucap Dimas kali ini, ia mengembalikan ponsel yang masih mode merekam itu pada Ryan.


Dimas menarik nafas lalu menghembuskannya pelan dan melempar bola bola itu


Wuusshhh!!!


Trang!!!


"Yah, cuma lima" ucap Dimas setelah berhasil mengenai lima kaleng dan lima lainnya masih berdiri tegak. Dimas juga mendapat gantungan kunci.


"Sini biar kakak tunjukan kekuatan besar kakak" ucap Bara percaya diri dan bersiap untuk melempar.


Wuusshhh!!


Percobaan pertama, kedua dan ketiga gagal, yang keempat hanya berhasil mengenai satu kaleng saja.


"Ha-ha-ha" Dimas dan Ryan terkekeh geli melihat Bara.


"He-he sepertinya tangan kakak lagi bermasalah, biasanya selalu kena kok" ucap Bara cengengesan malu.


"Kakak coba lagi. Mas 10 ribu lagi!!" ucap Bara.


Ia kembali melempar, namun sayang kali ini justru zonk semua.


"Aduuhhh tangan kakak katanya kebentur sesuatu deh tadi, jadinya lemes" ucap Bara membuat alasan.


Semua orang yang ada di sana hanya terkekeh melihat tingkah Bara. Untung saja ia ganteng....


Bara malu karena ia tidak sebaik adik-adiknya.


"Kak Dara belum lempar" ucap Dimas saat ingat kakanya belum melempar.


"Kakak akan melempar, kalian mau dapat hadiah apa?" tanya Dara pada kedua adiknya


"Aku apa aja" ucap Dimas.


"Aku juga" ucap Ryan.


"Oke" balas Dara memegang bolanya. Ia langsung melempar bola di tangannya itu dengan cepat.


Wuusshhh!!!


Trang!!! Trang!!! Trang!!!


Sepuluh kaleng itu langsung jatuh, semua orang di buat terkejut karenanya.


"Woaaahhhhh!!!!" seru semua orang yang menonton bersorak.


Dara langsung pindah posisi ke tumpukan kaleng sebelahnya, dan itu sama persis jatuh semuanya saat ia melempar bola yang kedua.


Pemilik stand itu terkejut, jika Dara melempar ke-empat sekaligus ia mungkin akan rugi banyak. Namun Dara menghentikan setelah lemparan kedua, ia tidak mau membuat yang punya stand merugi banyak karena ulahnya.


"Dua saja cukup, kakak nggak minta barang yang ada di sana kan?" tanya Dara


Bara menggelengkan kepalanya, bukannya sombong atau meremehkan barang yang ada di stan. Tapi dia tidak memerlukan barang yang ada di sana.


"Kalian berdua pilih mau yang mana?" tanya Dara


Dimas dan Ryan menggaruk kepalanya bingung, mereka juga tidak memerlukan semuanya. Karena memang di mansion semuanya sudah lengkap.


Namun tiba-tiba ada pria paruh baya yang ragu-ragu mendekat ke arah Dimas.


"Dek, pilih kipas angin saja, Kalau tidak mau ambil kipasnya, boleh saya membelinya? Tapi uang saya tidak banyak" ucap seseorang pria paruh baya dengan malu berbicara pelan dengan Dimas.


"Bapak butuh kipas angin?" tanya Dimas polos


"Iya, di rumah nggak ada kipas. Anak saya selalu kepanasan kalau di rumah dan sulit tidur. Tapi saya hanya punya uang segini" ucap bapak-bapak itu menunjukan uang sebanyak 50 ribu saja dengan ragu.


"Kak, aku mau kipas angin" ucap Dimas pada kakaknya.


Dara mengangguk, dia kemudian mengambil kipas dari pemilik stand.


"Ini ambil aja pak" ucap Dimas.


Bapak itu terharu dan mengucapkan terimakasih banyak pada Dimas. Ia menyodorkan uang itu pada Dimas namun Dimas menolaknya.


"Buat bapak saja" ucap Dimas tersenyum


Dara yang melihat itu tersenyum di balik maskernya. Ia bangga adiknya tidak melupakan untuk membantu orang-orang yang tidak mampu.


Giliran Ryan di tanya oleh Dara mau ambil apa, tapi akhirnya dia tidak mengambil apapun karena bingung. Pemilik Stan menghela nafas lega mendengarnya.


Mereka berempat kemudian pulang setelah puas bermain di sana.


.....


Di perjalanan Bara menanyakan pada adik perempuan satu-satunya itu tentang White.


"Ra, kakak mau nanya" ucap Bara sambil menyetir.


"Tanya aja kak" ucap Dara


"Kenapa kamu memelihara si Zebra? Kan itu bahaya" ucap Bara


"Zebra??" beo Dara mengerutkan keningnya bingung, ia berpikir keras. Perasaan ia tidak pernah memelihara Zebra.


Berbeda dengan Dara, berbeda pula dengan Dimas dan Ryan yang tengah terkekeh geli mendengar pertanyaan Bara.


"Itu loh, hewan peliharaan kamu" ucap Bara


"Aku cuma punya satu peliharaan, White. Tidak punya peliharaan Zebra" ucap Dara polos.


"Ya, si putih belang itu" ucap Bara


Mendengar itu Dara meloading sebentar lalu terkekeh, karena tahu jika yang di maksud Bara Zebra adalah White, si harimau kesayangannya.


"Namanya White kak, dia itu harimau bukan Zebra" ucap Daraasih terkekeh.


"Sama aja Ra, kan warnanya belang juga kaya Zebra, persis kan hitam putih?" ucap Bara. Yang lainnya Kanya tertawa saja mendengarnya.


"Kamu belum jawab pertanyaan kakak Ra" ucap Bara lagi.


"White itu jinak kok kak, dia tidak akan membahayakan semua orang yang ada di mansion" ucap Dara apa adanya


"Sejinak-jinaknya harimau, dia itu tetap hewan buas.Dia hewan liar yang tempatnya di hutan, bukan di kandang" ucap Bara lagi


"Aku jamin White tidak akan membahayakan kok kak, tenang aja. Lagian aku sudah lama dengannya dan Dia sudah akrab juga dengan seluruh penghuni mansion" ucap Dara


"Bagaimana kalau di makan?" tanya Bara


"Tidak akan, White selalu terjamin makanannya. Jadi dia tidak akan menyerang manusia apalagi memakannya" ucap Dara yakin.


"Ya sudah deh terserah kamu aja, tapi kamu harus perhatikan keamanan semua orang" ucap Bara yang mendengar adiknya selalu menjawab dengan yakin.


"Tentu, kakak tenang saja" ucap Dara.


Setelah beberapa saat, mereka berempat sampai di Star mansion. Semuanya langsung istirahat, karena besok Bara akan kembali pulang ke kota S.


...••••••...