
Di bandara Ibukota, Kai turun dari pesawat dan di jemput oleh supir pribadinya. Ia kemudian menuju ke apartemennya untuk beristirahat, baru pagi nanti ia datang ke markas untuk melapor.
Di mobil, ia mengirim pesan pada kekasihnya kalau ia sudah sampai di ibukota. Melihat tidak ada balasan sampai ia sudah berada di apartemen, Kai memutuskan untuk membersihkan diri.
Ia tidak marah pesannya tidak di balas. Karena ini sudah tengah malam, ia pikir Dara sudah tidur karena kecapaian. Setelah membersihkan diri Ia pun juga terlelap.
.....
Keesokan harinya, Kai datang ke pangkalan militer untuk melapor. Setelahnya ia pergi ke Manor Keluarga besar Narendra.
Rumah besar bangsawan yang bergaya klasik itu terlihat hijau dan berwarna dengan banyaknya tumbuhan dan juga bunga yang tengah bermekaran.
Kedatangan Kai di sambut hangat oleh keluarga besarnya. Di sana Keluarga nya berkumpul semua.
Mulai dari kakek dan neneknya yang sebagai tetua, mama dan papanya, om dan Tante nya, dan juga dua sepupunya yang baru pulang dari luar negeri.
"Baru inget pulang kamu?" tanya Hesti kesal melihat anaknya itu jarang berada di rumah.
"Hmm" jawab Kai
"Hais, anak ini, bicara yang panjang dikit nggak akan buat kamu rugi" ucap Hesti mulai mengomel, namun Kai hanya diam.
"Kak Kai nggak pernah berubah he-he" ucap Ajeng, adik sepupu paling muda Kaisar. Ia menghampiri Kai dan memeluknya sebentar.
Ajeng Sri Narendra yang baru berusia 19 tahun dan menempuh pendidikan di negara A dengan jurusan Design-nya. Ia juga bekerja sebagai model bertaraf internasional, meskipun itu hanya untuk selingan saat ia jenuh dengan pendidikannya.
Ajeng adalah gadis pintar, cantik, tegas dan keras kepala. Meskipun begitu ia sangat baik dan sangat peka, ia sangat mengagumi Hesti dan juga Kai.
Yang orang lain tidak tahu dan hanya Keluarga yang mengetahuinya. Kalau adiknya itu pencinta bela diri dan film Action. Koleksi film, Komik dan novel dengan genre Action, fantasi juga sangat banyak yang ia miliki.
Makanya ia sangat mengagumi Kai yang terkenal sebagai pria muda terkuat di kemiliteran, dan berkali-kali meminta Kai mengajarkannya bela diri saat ia pulang.
Sedangkan pada Hesti, Ajeng mengangumi nya karena Hesti adalah seorang Desainer terkenal di dalam bahkan di luar negeri. Hesti bahkan punya ratusan cabang yang tersebar di dalam dan di luar negeri.
Sepupu Jai yang lebih tua juga menyapanya dengan senyum ramah. Namanya adalah Lingga Raka Narendra. Usianya 22 tahun dan menimba ilmu di negara E di fakultas bisnis.
Ia sama seperti ayahnya Genta, ia sangat jenius di bidang bisnis dan ia akan menyelesaikan gelar MBA nya tahun ini. Dan masuk ke perusahaan keluarga untuk membatu ayahnya mengelola perusahaan.
Semua anggota keluarga Narendra sangat akur, tidak ada yang saling senggol dan iri. Mereka saling bekerja sama dan melengkapi satu sama lain. Mereka juga saling peduli dan menyayangi.
...
"Apa ada masalah dengan pekerjaan mu, Kai? Jangan terlalu di forsir. Kamu sudah menjadi yang terhebat di antara pria sebaya dengan mu bahkan orang di kemiliteran tidak ada yang sebaik diri mu" ucap Dierja.
Sebagai kakek, dia sangat bangga dengan prestasi cucu-cucunya. Terutama pada Kai yang sangat berprestasi di bidang kemiliteran Karena ia juga dari kemiliteran, tapi Dirja sangat menyayangi ketiga cucunya sama ratanya.
"Semuanya baik dan tidak ada masalah Opah" ucap Kai.
"Syukurlah, lalu kenapa kamu sibuk bekerja kemarin? Padahal kamu bisa mengambil libur walaupun sehari untuk menyambut tahun baru bersama di sini" ucap Dierja.
"Aku ke kota S" ucap Kai
"Kota S? Apa kamu bertugas di sana?" tanya Galuh, ia merasa tidak pernah ada masalah di kota S hingga memerlukan Putranya untuk turun tangan.
Sebagai Jendral besar, Galuh satu-satunya dari keluarga mereka yang tahu kalau Kai menjadi komandan pasukan khusus Falcon, bahkan Dierja pun tidak tahu, karena dirinya sudah pensiun.
"Kai bilang ke kota S untuk bertemu pacarnya mas, entah benar atau tidak. Atau itu cuma alasan dia saja karena tidak mau aku kenalin sama anak-anak temanku" ucap Hesti.
"Kalau begitu mana buktinya kalau kamu sudah punya pacar, bahkan kamu tidak pernah membawanya kemari" ucap Hesti cemberut.
Sebenarnya saat Kai mengatakan punya pacar, Hesti sangat senang. Bagaimana pun ia ingin putranya itu memiliki pasangan dan bahagia. Tapi ia takut putranya itu hanya mengatakan omong kosong agar bisa menghindar saat ingin di kenalkan pada seorang wanita.
Melihat obrolan antara ibu dan anak itu, yang lain hanya menyimak, bahan terkejut saat mendengar Kai memiliki pacar.
Bukan rahasia lagi jika Kai terkenal dingin dan datar pada orang lain kecuali Keluarganya. Di luar pun ia hanya dekat dengan Nathan dan Rafael.
Dengan ketampanan Kai, banyak wanita yang rela datang dengan sendirinya. Namun Kai menolak dan juga tidak pernah bersikap lembut pada siapa pun.
Ia hanya mengeluarkan kata paling banyak dua kata dan bersikap dingin pada orang lain, dan ia tidak pernah berbicara dengan wanita lain kecuali Keluarganya dan selalu mengabaikan wanita-wanita itu.
"Kak Kai beneran punya pacar?" tanya Ajeng terkejut
"Hmm..." Kai mengangguk
"Mana buktinya, tunjukan padaku foto pacarmu itu? Dan kapan kamu bawa dia kemari?" ucap Hesti mendesak putranya tidak sabar.
Kai tidak menjawab, ia menyodorkan ponselnya dan memperlihatkan galeri foto di ponselnya.
Mata Hesti membola melihat banyaknya foto Dara dan juga Kai di ponselnya, apalagi kecantikan Dara membuatnya tertegun. Tak cukup di sana Hesti melihat riwayat chat di ponsel anaknya diam-diam.
Ia kembali terkejut mendapati pesan antara anak dan kekasih anaknya itu. tertera nama Dara di tulis Dara-ku♥️. Hesti juga membaca pesan di sana yang membuatnya senyum-senyum sendiri.
Ia tidak menyangka anaknya bisa sebucin ini dengan calon menantunya yang sangat cantik. Namun sebelum itu ia ingin mencari tahu siapa gadis itu dan apakah layak untuk Putranya.
Setelahnya ia mengembalikan ponsel itu pada putranya, namun Ajeng yang penasaran mengambil ponselnya dan melihat seperti apa calon kakak iparnya itu.
"Astaga, cantiknya...." gumam Ajeng melihat foto itu setelah sekian detik dirinya terpana dan segera mengembalikan ponsel itu pada Kai.
"Kapan kau membawa pacarmu ke sini?" tanya Hesti.
"Akhir pekan, dia bilang akan datang ke sini setelah kembali dari kota S" ucap Kai
"Benarkah? Bagus, kalau begitu mama akan menyiapkan makanan untuk makan kita bersama" ucap Hesti antusias.
"Kai, boleh kami tahu nama dan keluarganya? Omah bukan bermaksud buruk, hanya ingin tahu saja. Meskipun dia dari keluarga tidak berada pun Omah akan mendukung keputusan yang terbaik untukmu. Yang penting bagi omah kamu bahagia sudah cukup" ucap Omah Kai yang bernama Dian Narendra.
Semuanya yang ada di sana memasang telinga mereka untuk memperoleh informasi kekasih Kai itu.
"Namanya Addara, orang-orang biasanya memanggil dia Dara, Opah juga kenal dengan keluarganya" ucap Kai
"Oh ya? Siapa?" tanya Dierja terkejut.
"Hmm, dia cucu perempuan satu-satunya Gusti Adi Raharjo dari kota S" ucap Kai
"Adi Raharjo???" Ucap semuanya terkejut mendengar nama keluarga yang di sebutkan oleh Kai
...••••••...