
"Katakan sebenarnya ada apa? Apa maksudmu aku masih memiliki keluarga, begitu?" tanya Flo dengan serius dan menatap Dara.
"Bisa iya bisa tidak! Tapi Feeling ku mengatakan mereka adalah benar-benar Keluargamu" ucap Dara
"Mereka? Siapa?" tanya Flo dengan kening mengerut.
"Richie..." ucap Dara menoleh pada Flo yang tengah menautkan kedua alisnya.
"Maksudmu Richie adalah keluargaku? Bagaimana bisa?" ucap Flo terkejut saat mendengarnya.
"Ini hanya sekedar dugaanku saja, tapi ia mengatakan jika kau mirip sekali dengan ibunya......" Dara pun dengan pelan bercerita menurut versi Richie.
Flo mendengarkannya tanpa menyela sedikitpun. Semakin Dara menceritakan semuanya entah mengapa, jantungnya juga berdegub dengan kencang.
Melihat Flo yang hanya terdiam saja, Dara menepuk pundak Flo dengan lembut.
"Jika mereka benar keluargamu, apa yang kamu lakukan?" tanya Dara
"Entahlah, aku tidak bisa memikirkannya. Aku sudah terbiasa hidup sendiri sekarang. Kenapa saat aku sudah bisa berdiri sendiri, mereka justru muncul. Kemana mereka saat aku dalam kondisi terpuruk?" ucap Flo.
"Aku mengerti, tapi tidak baik menolak garis takdir. Bukankah aku sudah menceritakan semuanya, terutama keadaan ibu Richie yang sedang dalam gangguan mental. Mereka juga mencari putri mereka selama dua puluh tahun belakangan. Kalau benar mereka adalah keluarga mu, coba buka hatimu untuk menerima nya. Karena semua yang terjadi juga bukan keinginan mereka" ucap Dara mencoba untuk membuat Flo paham.
"Kalau aku benar adik Tuan Richie, aku takut aku akan jauh dari kalian. Terutama aku tidak ingin jauh darimu Ra. Bukankah aku sudah bersumpah setia dan akan selalu berada di dekat kamu dan menjadi orangmu. Juga bagiku kau lebih penting dari segalanya bahkan nyawaku sendiri" ucap Flo
"Apa yang kamu takutkan? Tidak ada yang bisa melarang mu melakukan apapun yang kamu mau. Kamu memiliki hak untuk mengatur hidupmu sendiri, orang lain tidak berhak Flo" ucap Dara
"Lalu apa yang harus aku lakukan?" ucap Flo menunduk meremas celananya itu.
"Lakukan test DNA dulu, untuk memastikan benar atau tidak kamu adalah bagian dari keluarga mereka yang hilang. Aku akan menghubungi Richie untuk itu dan meminta nya untuk ke ibukota sekarang juga" ucap Dara
"Hmm baiklah, aku akan mengikuti apapun yang kamu katakan" ucap Flo.
Pluk!!!
Dara memeluk dan menepuk pelan punggung Flo.
"Apapun hasilnya nanti, tetaplah berpikir jernih dan jangan mengambil keputusan secara gegabah. Semua hal pasti ada senan dan akibatnya. Jadi selidiki dulu sebelum kamu mulai mengambil sikap" ucap Dara
"Hmm Aku mengerti..." jawab Flo mengangguk.
.....
Di bandara Ibukota, Kai dan Nathan menunggu pesawat dari negara R sampai di bandara Ibukota. Hanya dalam waktu 10 menit setelah pengumuman bahwa pesawat dari negara R sudah mendarat, Sosok pria paruh baya dengan tubuh tegap dan juga kokoh itu terlihat.
Sosok itu tidak lain adalah Dong, si Kakek tua berusia ratusan tahun. Namun masih terlihat jauh lebih muda dari usianya. Yang bahkan memiliki aura Karismatik khas sugar Daddy yang H*t dan juga gagah.
"Tuan muda" ucap Dong dengan lembut dan menunduk sopan.
Bagaimana pun ia sudah menganggap Dara adalah junjungannya, dan Kai adalah tunangan Dara. Jadi sudah pasti cepat atau lambat Kai juga akan menjadi junjungannya.
"Hallo paman Dong" ucap Kai.
"Hallo tuan Dong, perkenalkan saya Nathan. Sahabat Kai" ucap Nathan.
"Hallo tuan Nathan, senang berkenalan denganmu. Saya Dong, saudara dari nona Dara dari negara R" jawab Dong.
setelahnya mereka pun langsung naik mobil dan beranjak menuju sebuah apartemen yang Kai sewa memang khusus untuk tempat tinggal sementara Dong.
"Di mana Nona Dara, tuan muda?" tanya Dong saat mereka sudah sampai di apartemen.
"Dara masih sibuk, tapi dia mengabariku jika dia sudah sampai di ibukota. Mungkin besok kalian bisa ketemu" ucap Kai.
Dong menganggukkan kepalanya, dia mengerti jika junjungan nya itu sangat sibuk. Ia tahu jika Dara juga kini tengah sibuk magang sebagai tugas kuliah kedokterannya.
Kai juga langsung kembali untuk menemui kekasih tercintanya, bersama dengan Nathan yang juga ingin menemui Manda. Keduanya membiarkan Dong untuk beristirahat setelah melakukan perjalanan jauh.
....
Megan merasa kesal karena ia belum bisa kembali ke negaranya dan bertemu sang pujaan hati. Terlebih sekarang wajahnya masih bengkak pasca operasi plastik yang ia lakukan.
Namun ia tidak bisa marah-marah atau itu akan berakibat fatal untuk wajahnya.
Di sisi lain, Dua dokter bedah yang menangani Megan tengah berdiskusi satu sama lain.
"Dokter Lee, bagaimana dengan pasien di VVIP 2 itu?" tanya Dokter Kwon
"Haaaahhh, aku tidak tahu. Yang jelas kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memulihkan wajahnya yang sangat tidak terbentuk" jawab Dokter Lee menghela nafas
"Salah sendiri saat itu ia merusak kontur wajahnya dengan sangat parah" ucap Dokter Kwon
"Jaga ucapanmu, jangan sampai ia mendengarnya. Bagaimana pun pasien itu merupakan pasien VVIP, ia membayar sangat mahal untuk ini"ucap Dokter Lee mengingatkan rekan kerja sekaligus sahabat sesama Dokternya itu.
"Bagaimana kalau dia mengamuk lagi?" tanya Dokter Kwon
"Entahlah, tapi sejauh ini dia masih tenang. Mungkin karena hasil operasi belum terlihat benar karena masih bengkak" ucap Dokter Lee.
"Mungkin nanti kita harus siap2 penutup telinga" ucap Dokter Kwon.
Ya, keduanya tengah membicarakan Megan.Pasien yang tengah mereka tangani itu. Kondisi wajah Megan tidak terlalu buruk di banding yang pertama. Hanya saja terlihat jelas jika wajahnya berbeda terutama di bagian hidungnya yang sedikit membesar dan juga tulangnya yang tidak simetris.
....
Dara dan Flo kini sampai di area parkir Star Resto untuk makan siang, Dara juga sudah menghubungi Kai untuk menemuinya di sana dan makan bersama.
Saat keduanya tengah asih mengobrol dan hampir masuk ke resto, keduanya merasakan aura kultivator. Saat melihat ke depan keduanya terkejut, karena tidak menyangka jika mereka melihat adanya Zayn.
Pria itu menebarkan senyum semanis mungkin ke arah Flo. Meskipun ia sempat kagum dan terpesona dengan kecantikan Dara. Namun entah mengapa justru pandangannya lebih menarik ke arah Flo.
Seperti ada sesuatu yang menggelitik di hatinya saat memperhatikan gadis ayu itu. Yang membuat dirinya pecah konsentrasi belakangan ini.
"Cih..." Flo berdecih pelan karena kesal, kenapa harus di pertemukan dengan orang ini lagi.
Dara paham dan tahu siapa Zayn, karena Flo sudah menceritakan apa yang ia alami dan siapa itu Zayn, hanya diam saja.
Sesungguhnya Dara marah pada pria tampan di depannya itu. Hanya saja ia menahannya, karena tidak ingin merebut ranah Flo untuk membalas.
"Hai Nona Flo, kita bertemu lagi. Mungkin kita benar-benar jodoh" ucap Zayn masih dengan senyum di wajah nya.
"Nona, ayo masuk... Saya sudah memesan ruangan pribadi" ucap Flo mengabaikan Zayn dan menghindar darinya.
"Hei tunggu... Aaakkhhh....!!!" Teriak Zayn
BRUGH!!!
Suara dentuman itu cukup keras, namun tidak sampai menganggu suasana makan para pelanggan karena posisi mereka cukup jauh.
Suara itu adalah suara Zayn yang terbanting di lantai karena ulah Flo.
"Jangan berani sentuh saya, saya tidak suka dan kita tidak saling mengenal tuan. Tolong jaga batasan anda" ucap Flo dengan datar dan menahan emosi di dadanya.
Sungguh tidak ada sedikit pun raut wajah marah di sana, benar-benar Flo pintar menyembunyikan ekspresi.
"Nona, kamu sangat semangat sekali. Ahhh tanganku dan belikat ku sakit, anda harus tanggung jawab" ucap Zayn tidak tahu malu sembari berdiri.
Ia sebenarnya sangat terkejut dengan kekuatan Flo yang sangat kuat itu. Hal itu membuatnya semakin tertarik dengan Flo.
"Mba, maaf minta tolong panggilkan ambulance dan bawa orang ini ke sana. Untuk biaya bisa saya kirim nanti" ucap Flo kemudian menarik lembut Dara pergi dari hadapannya.
"Astaga,, kenapa ia sangat menggemaskanm Ia sangat kua suka. Aku yakin bisa mendapatkannu dan akan ku buat kau bertekuk lutut dengan pesona yang ku miliki" gumam Zayn dalam Hati.
...••••••••...