The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
167. Berbicara dengan Manda



Manda menatap tajam ke arah Dara, ia menjadi negatif thinking karena ucapan Dara. Dara yang melihat itu paham dan menghela nafasnya panjang.


"Jangan berburuk sangka, aku hanya memberikan solusi dan bantuan. Aku tidak masalah menjadi ibu angkat untuk calon anakmu jika kau tidak menginginkan dan membesarkannya. Aku juga tidak akan memaksa jika kau memutuskan untuk merawat anakmu sendiri" ucap Dara


Manda yang mendengar itu entah mengapa menghela nafas lega, ia merasa tidak enak hati sudah menuduh yang macam-macam. Meskipun ia belum mengutarakannya, namun dalam hatinya ia sudah berburuk sangka pada gadis cantik di depannya.


"Maaf..." lirih Manda


"Aku hanya tidak ingin kau berpikir pendek dan bertindak bodoh. Kau sudah melakukan kesalahan hingga menghasilkan seorang mahluk hidup di dalam perutmu. Jangan kamu menambah dosa lagi dengan membunuhnya. Kau tidak tahu jika di luar sana banyak perempuan yang tidak bisa memiliki anak, padahal mereka sangat menginginkannya" ucap Dara bijak


Manda tertunduk mendengar ucapan Dara, ia menyesali tindakan impulsifnya yang ingin bunuh diri karena tekanan. Ia lupa jika di luar sana masih banyak yang lebih menyedihkan darinya. Dia juga tidak memikirkan konsekuensi apa yang ia terima setelah melakukan tindakan tolol itu. Untung saja ia di selamatkan oleh Dara.


"Aku bisa memberikan bantuan padamu. Aku bisa membuat pria yang menghamili kamu bertanggung jawab dan menikahimu, kamu bisa hidup bersama di masa depanjl jika kamu mau.


Atau kamu memilih untuk membalaskan dendam mu pada pria itu, aku dengan senang hati akan membantumu. Aku juga tidak akan mengambil anakmu tanpa persetujuan darimu, karena kalian yang lebih berhak atas anak kalian.


Tapi dari pada nanti kau menelantarkan anakmu mending anakmu aku yang mengurusnya, lalu kau bisa menjalani hidup seperti biasanya tanpa repot mengurusnya. Kamu pikirkan baik-baik, apa yang ingin kamu pilih! Aku tidak akan memaksamu" ucap Dara lagi


"Kenapa...." cicit Manda


Dara menaikan sebelah alisnya mendengar pertanyaan Manda, namun ia tidak menjawabnya.


"Kenapa kau mau menolongku? Kita hanya orang asing, bahkan aku yakin kamu tidak tahu siapa aku" ucap Manda


"Apa harus ada alasan untuk menolong seseorang yang tengah membutuhkan uluran tangan kita? Aku memang tidak mengenalmu, aku hanya merasa kasihan padamu. Kau masih muda dan memiliki masa depan yang panjang, sayang kalau kamu mati konyol. Apalagi kamu bilang pacarmu mencampakanmu dan bahkan berniat membunuhmu? Apa kau begitu bodoh? Jika kau meninggal kau pikir siapa yang paling bersuka cita atas kematian mu?" ucap Dara


Seperti tertampar oleh kenyataan, Manda meringis malu dan marah mengingat ia bertindak bodoh bin tolol. Ia berpikir apa bedanya dirinya dengan pria brengsek itu, jika ujung-ujungnya ia dan anaknya mati. Bedanya ya hanya siapa yang membunuh, namun hasil akhirnya tetap sama yaitu mati.


"Maaf dan terimakasih, aku baru menyadarinya sekarang. Aku memang bodoh!" ucap Manda


"Aku tidak akan sudi kembali dengan si brengsek itu. Aku ingin membalas si brengsek itu dan aku tidak ingin membunuh anakku.


Tapi aku juga tidak tahu harus berbuat apa setelah ini. Aku hanya orang tidak punya sedangkan dia anak seorang pejabat. Aku juga harus menyelesaikan tugas akhirku, aku juga harus bekerja. Aku hanya punya seorang ibu keluargaku satu-satunya, aku tidak ingin mengecewakannya" ucap Manda menunduk.


"Bukankah aku sudah bilang, aku yang akan merawat anakmu jika kau tidak keberatan. Aku juga akan membantumu balas dendam. Aku tidak akan menghalangi kamu jika suatu hari nanti ingin mengambil anakmu kembali" ucap Dara


Terlihat Manda memejamkan matanya dan menghela nafas, sepertinya ia sudah mengambil keputusan.


"Aku tidak keberatan kau ambil anakku. Asal kau menjaga dan memperlakukannya dengan baik. Tapi masalahnya jika aku hamil, aku tidak bisa kuliah dengan tenang" ucap Manda


Dara mengangguk mengerti, ia paham Manda belum siap mendapatkan hujatan dari netizen yang mulut dan jarinya setajam silet dan sepedas cabe rawit super. Yang mengatakan ia hamil di luar nikah dan masih memiliki wajah untuk masuk kuliah.


"Aku punya cara untuk menutupi kehamilanmu, dan tidak akan ada orang yang menyadari perubahan tubuhmu, termasuk diri kamu sendiri" ucap Dara


"A-apa ada hal seperti itu?" tanya Manda terkejut dan juga tidak percaya.


"Berapa usia kandunganmu?" tanya Dara balik


"Ada berapa orang yang tahu?" tanya Dara


"Tiga orang, aku, si brengsek itu dan kamu" jawab Manda


"Apa orang-orang tidak curiga melihat perutmu?" tanya Dara lagi.


"Selain aku, tidak akan ada yang sadar, aku selalu memakai pakaian yang besar. Orang hanya berpikir aku sedikit chuby dan sedikit berisi. Jabang juga tidak rewel, aku tidak pernah ngidam sejak hamil, jadi tidak ada yang tahu kalau aku hamil" ucap Manda


Dara mengangguk, ia paham meskipun kandungan Manda sudah lebih dari tiga bulan dan hampir empat bulan. Tapi itu masih belum terlihat, dan tidak ada yang akan curiga padanya dalam kurun waktu dekat.


"Jika kamu percaya, aku bisa menyamarkan kandunganku seperti kamu tidak hamil. Kamu juga bisa bebas menggunakan pakaian apapun, aku pastikan tidak ada yang berpengaruh pada bayimu" ucap Dara


"Apa ada sesuatu yang bisa melakukan seperti itu?" tanya Manda.


"Mungkin kamu sudah tahu identitasku, aku adalah mahasiswi kedokteran. Aku juga punya obat tertentu yang sedang aku kembangkan. Aku jamin 100 persen ucapanku benar dan tidak ada efek samping. Hanya saja, aku harus mengecek kondisi mu secara berkala, perutmu akan kembali membesar setelah 24 jam mengalami kontraksi palsu atau mau melahirkan. Saat itu kamu harus menghubungiku dan diam di apartemen yang aku sediakan. Bagaimana, apa kamu mau?" tanya Dara


Manda mengangguk, ia pikir tidak ada salahnya ia percaya. Kehidupannya sekarang kamidangdung, serba salah Maju kena mundur kena. Jadi ia mengambil resiko apapun dengan setitik harapan dari Dara, tidak ada salahnya ia mencoba untuk mempercayainya.


"Minum pil ini, kamu akan tahu ucapanku benar atau tidak setelah meminumnya!" ucap Dara


Tanpa ragu Manda menelannya. Ia takjub saat ia merasakan perutnya seperti mengempes, sama seperti dulu saat ia belum hamil. Matanya berbinar menatap Dara, ia kemudian berlutut. Yang dalam benaknya hari ini, gadis di depannya adalah benar-benar seorang Dewi yang bahkan bisa melakukan sihir.


"Terimakasih Dewi, aku berjanji akan mengabdikan diriku mulai saat ini padamu" ucap Manda sungguh-sungguh.


Dara memijat pangkal hidungnya, ia tidak menyangka akan seperti ini tanggapan Manda.


"Apa otaknya gesrek karena banyak masalah? Kenapa dia memanggilku Dewi? Pasti dia terlalu banyak membaca novel nih" gumam Dara dalam hati


Mereka saling memperkenalkan diri dan bertukar nomor telepon. Kemudian Dara mengobrol dengan Manda, setelah Manda kembali dari bawah untuk mengambil kotak makan katering.


Dara juga menepati janjinya, ia mentransfer dua puluh juta untuk membayar makanan yang awalnya adalah pesanan dari penipu itu.


Setelah mencicipi masakan Manda dan Ibunya, Dara menganggukan kepala nya merasakan makanan enak di depannya meskipun sudah tidak lagi hangat. Namun tetap terasa enak dengan beragam rempah di mulut.


Dara membicarakan bisnis dengan Manda, ia berniat merekrut Manda dan ibunya untuk mengelola restoran. Ya, Dara berniat membuka restoran dan tentu saja Manda sangat antusias mendengarnya dan langsung setuju.


Dia dengan semangat mendengarkan Dara dan menatapnya penuh kekaguman. Ia sangat mengagumi Dara yang saat ini sudah seperti seorang idola di matanya itu.


Di matanya Dara adalah sosok Dewi yang turun dari langit dan menjadi malaikat penolong kehidupan keluarganya.


Ia juga tidak masalah jika saat anaknya lahir akan menjadi anak Dara, justru ia bangga jika anaknya akan di didik dan di besarkan oleh seorang yang sangat luar biasa.


...••••••...


Hai guys maaf update 1 BAB terus, karena di rumah sibuk banyak sodara ngumpul. Besok Autor up dobel seperti biasa. Crazy up nya akhir bulan ya, terimakasih dan selamat membaca 😉🥰