
Kai berteriak dengan kencang saat kekuatan besar yang Bisma kerahkan itu mengarah pada istrinya, Flo dan Dark pun memekik saat melihatnya. Dara menghela nafas, ia sudah pasrah jika harus mati.
SRRRIIING!!!
DUUARR!!!!
Sebuah cahaya membuat semua orang memejamkan matanya karena begitu menyilaukan, begitu pula suara ledakan yang membuat degub jantung semua orang berdetak kencang.
"Da...." suara itu sukses membuat Dara membuka matanya segera, ia tidak mempercayai matanya yang melihat Langit berdiri di depannya.
Langit berdiri menghalangi serangan yang Bisma arahkan padanya. Namun Langit tetap berdiri tegak. Tubuhnya menciptakan sebuah barier besar, kuat dan tebal yang memblokir kekuatan Bisma mendekat dan menghancurkannya.
"Sayang...." ucap Dara terkejut melihat putranya sudah bisa berdiri dan berjalan.
"Da Napa nanis? Aban ga cuka liat da nanis, Lang tu ahat mukun da Ampe dan nanis. Aban malah" ucap Langit
"Sayang kenapa kamu ke sini, kamu pergi cepat! Di sini bahaya" ucap Dara panik saat menyadari Langit dalam bahaya karena datang.
Dara mencari keberadaan Shine dan menemukan Shine berdiri cukup jauh. Terlihat Shine sendiri kesulitan untuk bergerak.
"Ga mu, Aban mu ulang ma da, ma yayah" ucap Langit nggelengkan kepalanya.
"Abang dengerin bunda..." ucap Dara terpotong karena suara Bisma
"Waaahhh tebakanku tidak salah, ternyata bayi ini memang bayi ajaib. Seorang anak kultivator, sangat bagus! Sangat bagus! Jadi selama ini kamu berpura-pura anak kecil?" ucap Bisma menatap Langit tidak percaya lalu tertawa sumbang karena berhasil di kubuli oleh bayi berusia 6 bulan.
"Amu ni Lang ahat, mukun da yayah Aban. Aban benti Lang ahat" ucap Langit marah menatap tajam pada Bisma, namun yang terlihat justru sangat menggemaskan.
"Aku tidak paham yang kamu katakan anak kecil, kemarilah! Kamu akan menjadi bahan ritual terbaik" ucap Bisma
"Ga mu, amu elek! Aban ga cuka Lang elek" ucap Langit, membuat Dara mengulum senyumnya.
Untungnya Bisma tidak mengerti kalau Langit tengah mengejeknya, kalau tidak ia mungkin akan sangat marah karena ada yang berani mengejeknya lagi.
Karena Langit tidak juga mendekat, maka Bisma yang berjalan mendekat. Ia hendak menarik Langit, namun ia terpental sejauh 3 meter.
PRANG!!!
"Akkkhhh...." teriak Bisma menabrak guciahal hingga pecah berkeping-keping.
"Ngan centuh Aban, ana ga cuka" ucap Langit cemberut.
Hal itu sukses membuat semuanya yang ada di sana terkejut, termasuk Dara. Mereka tidak mengira jika Langit memiliki kekuatan yang sangat besar.
"Da, Napa duduk telus, da akit? De Ayi nakang ya ma da?" ucap Langit dengan polosnya.
Langit kemudian duduk dan menyentuh perut bundanya dengan lembut dan terdengar mengatakan sesuatu.
"De Ayi ga Leh nakang ma da" ucap Langit setelahnya.
Dara kemudian merasa sesuatu aneh masuk ke dalam tubuhnya, Dara membolakan matanya saat merasa Chi di pusat energi miliknya kembali masuk ke tubuhnya dan membuat energinya perlahan terisi penuh.
"Abang..." ucap Dara tidak percaya dengan apa yang terjadi.
Langit tersenyum menatap bundanya, tangannya masih di perut bundanya itu.
"De Ayi bilan map ma da, da Ngan Ampe akit. Nanti meleka nanis" ucap Langit.
"Sayang..." ucap Dara memeluk Langit dan menciumnya.
Raut wajah pucatnya kembali berseri, tenaganya kini kembali. Karena putra sulungnya memberikan Chi padanya, anak-anak yang lain di dalam perutnya juga melakukan hal yang sama.
"Sayang, kamu bisa tunggu bunda di sana. Bunda mau kasih pelajaran sama orang tua jelek itu!" ucap Dara melirik Bisma yang baru saja bangkit.
"Bis tuh kita lang da.." ucap Langit.
"Iya, nanti kita pulang. Kamu tunggu di sana hmm" ucap Dara, Langit mengangguk.
"Oke da antik" ucap Langit menurut, dengan langkah mungilnya ia berpindah ke sudut ruangan.
"Terimakasih anak-anak bunda" ucap Dara sembari berdiri dan mengelus perutnya dengan senyum merekah.
"Kamu masih bisa berdiri?" ucap Bismabterkwjut saat dirinya juga baru menyeimbangkan tubuhnya.
"Tentu, kamu pikir orang tua jelek sepertimu bisa membunuhku? Dalam mimpimu orang tua jelek!" ucap Dara
"Si*lan, ku bunuh kamu ja*ang!!!" teriak Bisma marah karena Dara terus terusan mengatainya orang tua jelek.
BAK!!! BUK!!! BAK!!! BUK!!!
Wuuushhhh...
BLAM!!!
DUARR!!!
Dara dan Bisma saling menyerang.
Bisma tidak percaya jika wanita yang tadi sangat lemah berubah menjadi sangat lincah dan juga sangat kuat puluhan kali lipat. Saat Dara mengeluarkan Chi miliknya, Bisma terkejut saat tahu Dara juga seorang kultivator tingkat Dao, hanya saja levelnya masih lwbih tinggi dirinya.
Namun dirinya tidak percaya, jika kultivator di bawahnya malah bisa mengimbangi kekuatannya. Hal itu membuatnya merasa kesal dan marah.
Dara sendiri dalam kondisi primanya saat ini dan ia merasa lebih dari cukup untuk mengalahkan Bisma.
"Butterfly wave blow!!!" Dara langsung mengerahkan kekuatannya dan membuat gelombang besar yang menghantam Bisma.
Bisma langsung membuat Barier Chi miliknya untuk menangkis serangan Dara.
Dara tersenyum dan mengeluarkan Chi dan membentuknya menjadi sebuah pedang.
"Sky splitting sword!!!" Dara mengayunkan pedang Chi miliknya dengan mudah dan menerjang langsung ke arah Bisma.
Wuuushhh...
Slasshhh!!!
"Aaa...." Teriakan Bisma tertahan.
DUK!!!
Kepala Bisma tertebas dan menggelinding di lantai dengan mata terbelalak dan pindah menjulur.
"Guruuu!!!!" teriak Tobby yang melihat itu semua, tubuhnya kini bergetar saat Dara berhasil membunuh gurunya itu. Bahkan Dara membuat kepala Bisma terpisah dari tubuhnya.
Tekanan yang menekan semuanya pun menghilang, membuat semua orang menghela nafas lega.
"Da..." Langit berjalan ke arah bundanya itu.
Dara langsung mengambil Langit lalu menggendong dan menciumnya.
"Terimakasih sayang, pahlawan bunda" ucap Dara dengan tulus, kalau bukan karena Langit mungkin dirinya dan yang lain akan tewas.
"Dara, apa kamu tidak apa-apa? Maaf tidak langsung membawa Langit pergi, ia yang memaksa dan berjalan sendiri menghampiri mu. Apalagi aku tertahan oleh sebuah kekuatan dan tidak bisa bergerak" ucap Shine
"Tidak apa-apa, terimakasih sudah menjaga Langit. Kalau kalian tidak ada, mungkin kami sudah tidak ada lagi di dunia ini" ucap Dara tulus. Shine mengangguk dan tersenyum lega, saat semuanya selamat.
"Shine tolong gendong Langit sebentar, aku akan mengobati yang lain dulu" ucap Dara
"No, Da... Aban mu lan dili" ucap Langit.
"Kesayangan Bunda udah gede, Ya udah tapi jangan lari hmm" ucap Dara menurunkan putranya di lantai dan Langit mengangguk.
Dara menghampiri Kai, suaminya itu tersenyum ke arahnya dengan kondisinya yang masih lemah. Tangannya di buka meminta sebuah pelukan, Dara mendekat dan memeluknya sebentar.
"Maaf membuatmu sulit dan terimakasih sudah selamat, sayang. Aku sangat takut tadi" ucap Kai lirih
"Jangan bicara dulu, aku periksa hmm" ucap Dara langsung memeriksa kondisi Kai.
Organ vital Kai terluka parah, namun masih bisa di sembuhkan dengan teknik apukuntur 12 element. Dara langsung melakukan pengobatan apukuntur dan memberikan pil penyembuh setelah organ Kai sudah pulih.
Setelahnya Dara mengobati Flo dan Dark secara bergantian. Itu cukup menguras energi spiritualnya, namun tidak berefek besar seperti sebelumnya. Karena tenaga Dara saat ini dalam kondisi terbaiknya.
Dara memeriksa keadaan Doni, ia yang paling parah lukanya. Bahkan setelah di obati, Doni masih belum sadarkan diri. Dara bisa saja menyembuhkannya saat ini juga, namun energinya tidak akan cukup.
Jadi ia menginstruksikan Dark untuk membawa Doni ke markas dan akan mengobatinya nanti. Yang terpenting, keadaan Doni sekarang sudah melewati masa kritis.
Tobby ketakutan kala Dara berjalan mendekat ke arahnya.
"Ja-jangan mendekat, maafkan aku. Tolong ampuni aku! Jangan bunuh aku!" ucap Tobby memohon
BUGH!!!
"Uugghhh...!!!" Tobby merasa sakit yang teramat saat pusat energinya di hancurkan dalan sekali serang oleh Dara.
"Flo, berikan dia pertama kali pada Zeta!" ucap Dara
"Baik" ucap Flo.
Tobby, Radit dan mayat Bisma, ketiganya kini berada di cincin ruang dan mereka bertiga adalah orang pertama yang akan menjadi santapan lezat Zeta.
...••••••...