
Di Pulau N
Dara, Kai dan Theo kini sudah berada di kamar Dara. Sebelum berbicara Dara menyebar Chi miliknya yang mengelilingi kamar dan membuat kamarnya menjadi kedap suara.
Sebelumnya mereka bertiga makan malam di resto Hotel, sebelum menyiapkan diri untuk membahas hal yang akan mereka rembukan tentang ketiga benda yang sudah berhasil di identifikasi.
"Apa yang kalian temukan dari ketiga benda itu?" tanya Kai setelah ia duduk di atas tempat tidur. Sedangkan Theo duduk di kursi kayu tanpa mengeluh dan fokus dengan laptopnya.
Theo yang paham pun langsung menjelaskan, di mulai dari Chip dan juga benda lainnya yang cukup berat itu.
"Seperti yang Bos dan tuan muda tahu, Chip ini berisi data tentang senjata pemusnah masal. Barang itu memiliki daya ledak yang sangat tinggi. Data itu juga data yang mencakup pemerintahan. Lalu ada banyak rumus-rumus yang tidak saya mengerti dan ternyata rumus-rumus dari senyawa kimia, dan lebih hebatnya lagi, ternyata itu merupakan rumus dari cairan yang sedang di periksa Bos" ucap Theo
"Lalu tugas dari nona untuk aku mencari tahu orang mengetahui Chip ini. Itu hanya ada lima orang. Orang itu tak lain adalah Sanim, Loddy, Richard, Aoda dan Harun. Untuk lokasi tepatnya mereka aku sudah mengirimnya Via email bos" ucap Theo
Mendengar itu Kai mengepalkan tangannya erat. Namun ia masih bisa mengontrolnya, kemudian ia menoleh pada calon istrinya.
Dara yang di tatap pun tahu, jadi ia langsung mengatakan penelitian yang ia dapatkan.
"Theo benar, saat aku mendapatkan hasilnya, itu memang berisi rumus yang sama meskipun aku belum tahu kegunaannya. Namun aku terkejut saat mendapati kegunaan cairan itu" ucap Dara
"Cairan apa itu?" tanya Kai penasaran
"Virus yang ku sebut itu adalah virus tipe R. Virus ini bisa berkembang biak dengan cepat jika terkena air. Jika tebakanku benar, mereka menargetkan warga sipil dan mereka ingin menyebarkan Virus, dengan menyabotase lewat pasokan air minum.
Virus itu akan menyerang sistem kekebalan tubuh dan juga kinerja otak. Manusia yang terjangkit virus itu akan menjadi lumpuh dalam tiga hari dan jika dalam seminggu tidak mendapat penawar ia akan meninggal" ucap Dara dengan emosi dalam nada bicaranya.
Bagaimana ada orang yang begitu tega berbuat jahat terhadap sesamanya.
"Si*l!!! mereka menargetkan kita semua" umpat Kai yang juga marah saat mendengarnya.
"Lalu apa penawarnya ada di data chip itu?" tanya Kai
"Ya, tapi penawar itu tidak sempurna dan memiliki banyak kekurangan. Aku rasa mereka pasti akan mempromosikan penawar ini sebagai solusi yg untuk bencana yang mereka ciptakan sendiri" ucap Dara
"Kekurangannya apa?" tanya Kai menahan emosinya yang sudah hampir sampai ke puncak.
"Penawar mereka memiliki efek samping kerusakan hati dan kinerja otak yang melambat. Jika di biarkan orang itu akan struk atau kelumpuhan permanen" ucap Dara
"Apa cairan itu sudah mencemari air minum di sini?" tanya Kai
"Sepertinya belum, karena menurut Data yang ada di Chip. Cairan itu baru saja di selesaikan, jadi kemungkinan Cairan yang ada di tangan kita adalah satu-satunya" ucap Theo membuat Kai sedikit lega.
"Tenang saja, aku memiliki penawar tanpa efek samping jika ada kejadian darurat yang tidak terduga. Kita bisa memakainya" ucap Dara.
"Sungguh, kau berhasil membuatnya?" tanya Kai terkejut. Bukan hanya Kai saja tapi juga Theo.
"Ya, aku membuatnya setelah berhasil mengidentifikasi cairan itu" ucap Dara
"Sayang, kamu sungguh brilian dan juga luar biasa" ucap Kai memeluk dan mencium bibir Dara singkat.
"Untuk mereka berlima, kamu tahu harus apa kan sayang?" ucap Dara lembut mengelus pipi Kai..
"Hmm, Kau tenang saja" ucap Kai memeluk Dara posesif.
"Hais, aku salah tempat. Lagian ini hotel kenapa kamarnya jadi panas gini sih, apa ac-nya mati? Nanti kasih ulasan jelek baru tahu rasa" oceh Theo kemudian memilih keluar dan kembali ke kamarnya.
Dara dan Kai terkekeh mendengar ocehan Theo. Setelah Theo pergi, Dara dan Kai membahas apa yang akan mereka lakukan pada lima orang yang akan menjadi buronan mereka.
Terlebih untuk Harun, Kai benar-benar tidak menyangka. Ia marah dan juga merasa jijik saat tahu salah satu petinggi militer, justru mengkhianati negara kelahirannya sendiri hanya demi sebuah kekuasaan dan juga kekayaan.
....
Keesokan harinya d(i kota S.
"Bagaimana, apa sudah ketemu dengan gadis itu?" tanya seorang pria tampan yang bertanya pada seorang di depannya.
"Ya, gadis yang tuan cari ada di ibukota. Dia bekerja sebagai asisten Ketua Dari pemilik AA Entertainment" ucap Orang itu.
"Lalu hubungannya dengan Tuan Muda kedua Narendra?" tanya pria tampan yang tak lain adalah Zayn.
"Saya belum mendapat kabar itu tuan, yang saya tahu tuan muda kedua tengah menyelesaikan pendidikan magisternya di Negara A" ucap pria itu lagi.
"Oh...." ucap Zayn melengkungkan bibirnya.
Pria itu pun keluar setelah laporannya sudah selesai. Zayn masih duduk di kursi kebesarannya, ia kemudian memanggil asistennya.
"Ya Tuan" ucap Bagus, asistennya.
"Bagaimana jadwalku?" tanya Zyan.
"Hari ini ada pertemuan dengan perusahaan X di AR Hotel. Setelahnya ada kunjungan ke pabrik yang ada di jalan xx, untuk meninjau produk yang akan di kirim ke Negara R" ucap Bagus.
"Bagaimana dengan besok? Apa masih sibuk?" tanya Zayn.
"Sampai tiga hari ke depan jadwal sangat padat, itu karena perusahaan kita tengah mendapatkan banyak pesanan ekspor barang dan juga proyek besar di pusat kota" ucap Bagus
"Oke, kalau begitu atur tiga hari lagi untuk ke Ibukota" ucap Zayn.
"Tapi di jadwal tidak ada acara di ibukota Tuan" ucap Bagus
"Saya tahu, kosongkan hari itu dan besoknya. Saya ada keperluan yang harus saya urus" ucap Zayn.
"Baik" jawab Bagus.
...••••••...