The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
77. Tim Organisasi Olahraga Panahan-TOP



Dara dan Kai menoleh, Keduanya melihat orang yang baru saja bertepuk tangan dan memuji tembakan panahan yang di lakukan oleh Dara.


Orang yang baru saja tepuk tangan itu justru sekarang terdiam, saat melihat wajah Dara yang kebetulan tidak menggunakan masker.


Ada tiga orang di sana dan semuanya adalah laki-laki, satu laki-laki paruh baya dan dua terlihat sebaya dengan Kai. Ketiganya sampai mimisan melihat kecantikan Dara dan terbengong.


"Ekhmm, hallo Pak Gustav" sapa Kai yang mengenali pria paruh baya yang baru saja datang itu.


Sebenarnya Kai merasa tidak suka kerena mereka menatap Dara terlalu lama dan intens bahkan sampai mimisan. Namun Kai masih memiliki sopan santun dan ia juga menyadari jika pesona dari gadis yang di cintainya itu tidak main-main dampaknya.


"Oh, eh...." ucap pria paruh baya yang bernama Gustav itu yang baru sadar, dua orang lainnya juga sadar dan menyeka darah di hidung mereka.


Sedikit merasa malu juga karena mereka sampai terbengong dan mimisan, karena begitu terpukau dengan penampilan Dara yang begitu luar biasa.


"Ah maaf, saya kira ini bukan anda Jendral muda Narendra" sapa balik Gustav membungkuk sopan


"Apa anda akan menggunakan lapangan panahan Pak Gustav?" tanya Kai


"Ya, saya membawa dua atlet untuk turnamen panahan di olimpiade Asia tahun depan. Emmm, kalau boleh saya tahu, nona hebat di samping anda siapa, Jendral muda?" tanya Gustav hati-hati karena tidak ingin menyinggung Kai.


Kai menoleh ke arah Dara yang juga menatapnya dengan senyum dan mengangguk. Yang artinya Ia boleh memberitahu namany, namun hal itu di manfaatkan dengan baik oleh Kai.


"Anda bisa panggi dia Dara, dia adalah kekasih saya" ucap Kai mengambil start.


abukan hanya tidak orang lain terkejut, Dara yang ikut mendengar itu pun terkejut karena Kai sudah memproklamirkan pada orang lain kalau ia adalah kekasihnya. Namun Dara diam saja, ia tidak mungkin mempermalukan Kai dengan mengatakan dia bukan kekasihnya, bukan?


Kai juga diam-diam tersenyum tipis penuh arti, bagaimana pun ia tidak ingin memberi celah orang lain untuk masuk. Benar saja, dua orang yang sebaya dengannya juga terkejut mendengat hal itu dan menatap iri padanya.


"Wah, saya tidak menyangka Jendral muda ternyata sudah memiliki kekasih, dan kekasih ada sangat cantik dan luar biasa" ucap Gustav dengan tulus.


Sejujurnya ia terkejut saat mendengar akqi sudah memiliki kekasih, karena yang ia tahu sosok Kai sangatlah dingin dan Enggan dekat dengan wanita.


"Salam kenal nona Dara, nama saya Gustav. Saya presiden Tim organisasi olahraga panahan ibukota" ucap Gustav memperkenalkan diri.


"Salam kenal tuan Gustav" ucap Dara dengan sopan sedikit mengangguk.


"Ah kalau boleh jujur, saya sangat mengagumi teknik memanah anda dan itu sangat indah dan menakjubkan. Apa anda masih kuliah atau sudah bekerja, nona Dara?" tanya Gustav


"Terimakasih sebelumnya tuan, kebetulan saya masih kuliah dan mengambil jurusan kedokteran" ucap Dara lagi.


"Anda seorang dokter rupanya, tapi melihat kemampuan memanah anda. Apa anda berkeinginan untuk bergabung ke organisasi dan mewakili negara untuk ajang olimpiade internasional?" tanya Gustav dengan penuh harap.


"Ah, maafkan saya, tapi sepertinya saya tidak bisa, meskipun panahan merupakan kegiatan yang sering aku lakukan saat saya memiliki waktu luang. Saya terlalu sibuk membagi waktu dengan kuliah dan pekerjaan saya, saya tidak memiliki waktu untuk masuk organisasi" ucap Dara lagi.


"Ah sangat di sayangkan, padahal bakat sangat hebat. Dan kami membutuhkan talent seperti anda di tim kami agar bisa menang" ucap Gustav sangat kecewa mendengarnya.


"Memang kapan Olimpiade itu di laksanakan?" tanya Dara


"Masih lama, itu sekitar pertengahan tahun depan" ucap Gustav


"Masih lama, tapi jika anda memerlukan saya untuk bertanding, saya bisa meluangkan waktu berkontribusi untuk negara. Tapi saya tetap tidak bisa bergabung di tim, karena saya memiliki kesibukan sendiri. Anda bisa menghubungi saya jika memerlukan bantuan" ucap Dara menyerahkan kartu nama miliknya.


"Benarkah? Tidak masalah, ini juga kartu namaku juga" ucap Gustav dengan senang hati menerima kartu nama itu.


Setelahnya Dara dan Kai pamit pergi dan kembali ke ruangan tembak milik Kai. Dan melanjutkan kegiatan menembak mereka


.....


Dimas, Ryan dan Ezio baru saja sampai di mansion setelah pulang sekolah dan les. Mereka bertiga masuk ke dalam rumah yang terlihat sepi.


"Pak Agam, kak Dara kemana? kok nggak ada di kamarnya ?" tanya Dimas. Dua temannya juga ikut menoleh karena penasaran dengan pertanyaan Dimas.


"Nona Dara titip pesan, dia pergi keluar, tuan muda" ucap Agam.


"Keluar? Sendiri?" tanya Dimas lagi.


"Tidak, tadi ada yang menjemput nona ke sini" ucap Agam jujur.


"Apa pria itu tampan dan mengendari mobil berwarna Hitam?" tanya Dimas dengan antusias.


"Ya, apa tuan muda tahu?" tanya Agam terkejut saat Dimas sudah tahu.


"Hmm, dia kakak ipar!" ucap Dimas dengan senyum lebar di wajahnya.


Semuanya terkejut mendengar ucapan Dimas, jadi mereka menanyakan lebih rinci dan yang jelas yang di ucapkan Dimas.


"Kakak ipar maksudnya gimana Dim?" tanya Ryan.


"Itu pacar kakak, ya meskipun kata kakak belum. Tapi di lihat dari ekspresi kakak, sepertinya mereka memiliki hubungan yang sangat dekat" ucap Dimas


"Benarkah? Orangnya yang kaya gimana?" tanya Ryan lagi.


"Itu loh yang waktu itu kita nggak sengaja lihat kak Dara di anterin sama cowo pulang " ucap Dimas.


"Yang ganteng itu?" tanya Ryan terkejut.


"Ya" ucap Dimas mengangguk antusias.


"Waaahhh, kak Dara pinter banget cari cowo tajir


....


Di tempat lain, Ferdi, Theo dan Hanna sedang mengurus pembelian lahan dan bangunan rumah sakit di perbatasan pusat dan Utara itu. Rumah sakit itu di beli dengan seharga hampir 2 triliun.


Hanna langsung membawa surat-surat terkait untuk di tanda tangani oleh Nonanya nanti


Sedangkan Ferdi dan Theo sedang mengatur pemutihan karyawan dan juga membangun tim untuk program gratis untuk pasien dari keluarga miskin.


Rumah sakit itu akan resmi beralih nama menjadi Star Hospital setelah besok. Ferdi akan mengevaluasi kinerja karyawan dan juga para dokter yang bekerja di sana. Qpakah masih layak atau di ganti.


Star Hospital memiliki visi menyelamatkan siapapun tanpa memandang kasta. Orang yang tidak mampu, bisa mengajukan pengobatan gratis di sana.


Dan itulah gunanya Tim yang akan menerima pengajuan lalu menyelidikinya. Apakah pasien itu berhak mendapatkan perawatan gratis, dan tidak akan salah sasaran.


Dan Adara membutuhkan tim yang sangat hebat dan sekarang dapat terwujud.


...•••••...



Nama : Adnan Adi Raharjo


Usia : 44 tahun.


Pekerjaan : Pengusaha/ Ketua A.R Corporation.