
Wuusshhh!!! Tiba-tiba saja Dara di serang oleh Steve Liu. Tentu saja Dara hanya diam saja kerena ia tahu jika Flo juga peka dan bertindak langsung menghalau pukulan Steve Liu yang mengarah padanya.
BOOMM!!!
BRAK!!!!
Suara dentuman terdengar begitu kencang, membuat meja di saja sudah seperti serpihan rengginang. Karena terkena benturan oleh dua kekuatan yang sangat besar itu. Kini ruangan itu seperti kapal pecah.
Beruntung Steve hanya mengeluarkan kekuatan kecil untuk menyerang Dara, toh dia tidak berniat melukai Dara karena ia hanya ingin menguji saja tebakan yang ada di pikirannya. Jika tidak, di tingkatan Flo saat ini tidak mungkin Flo bisa menghalau serangannya.
Ia melakukan ini di karenakan sikap Dara yang begitu santai dan tenang saat mengatakan identitas dirinya, yang membuatnya yakin akan sesuatu. Hal itu membuat Steve sedikit hilang kontrol dan berakhir hendak memukulnya.
Akibat benturan kekuatan itu Flo terdorong mundur dua langkah setelah menghalaunya, namun ia masih bisa berdiri tegak karena ia di sini bertekad untuk melindungi nonanya. Tidak akan ia biarkan seorang pun menyakiti nonanya.
Steve Liu dan Mo Xiao yang kita sebut saja Steve dan Marco (Nama Internasional Mo Xiao), sangat terkejut melihat aura kekuatan yanh menyelimuti Flo.
Tentu saja mereka terkejut, karena ternyata Flo adalah kultivator. Keduanya yakin jika Dara adalah seorang kultivator juga, karena Dara masih bisa duduk tenang setelah apa yang baru saja terjadi.
Yang buat mereka penasaran adalah seberapa kuat seorang Dara. Karena tidak mungkin kalau Dara lemah bisa tahan dengan tekanan dari Steve atau Marco. Flo aja terlihat sedikit tertekan karenanya kekuatan mereka berdua, tapi Dara terlihat sama sekali tidak tertekan.
Wusshhh!!!
Karena rasa penasaran, Steve kembali melancarkan serangan. Ia hendak melayangkan tinjunya, kali ini oukulannya bukan mengarah pada Dara tapi mengarah ke Flo.
Tentu saja Dara menyadari itu, ia juga tahu alasan mengapa Steve menyerang Flo. Itu tak lain tak bukan karena ia ingin menguji, apakah tebakannya benar kalau Dara adalah seorang kultivator atau bukan!
BRUK!!!
Tiba-tiba sebuah kekuatan besar menerjang ketiganya, semua orang di dalam ruangan itu merasa tertekan dan tiba-tiba jatuh berlutut di depan Dara, termasuk Flo. Bahkan mereka juga kesulitan untuk bernafas.
Dara berjalan dan menyelimuti Flo dengan Chi-nya, hingga Flo bisa bernafas dengan lega karena telah terbebas dari tekanan kekuatan Dara.
"Steven Liu!!! berani sekali kau menyerang orangku!!!" ucap Dara dengan dingin.
Untung saja Dara hanya mengontrol kekuatannya dalam radius 3 meter saja. Kalau tidak ia akan menyebabkan kehebohan di restoran orang. Juga ruangan memiliki kedap suara yang baik, hingga tidak ada yang mendrngar keributan itu.
"S-si-siapa kau Se-be-nar-nya?" ucap Steven menggunakan bahasa Mandarin nya dengan terbata karena nafasnya tercekat dan sulit bicara.
"Kau bahkan tidak mengenali leluhurmu, apa keturunan Kekaisaran Bintang lupa denganku?!" ucap Dara dengan Aura kuatnya yang mencekik siapa saja yang berani melawannya..
Mendengar ucapan Dara entah mengapa membuat Steven membola terkejut. Entah apa yang ia pikirkan, yang jelas ia merasa tebakannya tentang Dara itu adalah benar.
"A-am-puni Ham-ba Yang mu-lia!" ucap Steven memelas.
Wuushhh!!!
Dara menarik kembali tekanannya, membuat Steve dan Marco kini terduduk lemas di lantai. Bagiamana pun Keluarga Xing adalah keturunan dari kakak Liu Annchi, yakni putra mahkota.
Keduanya kemudian duduk mengontrol nafas mereka. Setelah mereka tenang, Steve kemudian berinisiatif berlutut di depan Dara, hal itu bukan hanya membuat Flo terkejut tapi juga Marco.
Selama 40 tahun hidupnya Marco tidak pernah melihat tuannya berlutut pada seseorang, bahkan dengan ayahnya atau patriak Keluarga nya sekalipun ia tidak pernah.
Steve yang Marco kenal merupakan seseorang yang sangat keras kepala, ambisius dan memiliki harga diri yang tinggi.
Tentu saja hal ini menjadi moment langka saat melihat Marco berlutut di depan wanita muda bernama Addara Azalea pemilik dari sebuah perusahaan kecil di negara ini.
"Yang mulia!" ucap Steven Liu.
Ucapan Steven jelas membuat terkejut Marco, kenapa Ia merasa Tuannya itu begitu merendah di depan gadis di depannya, bahkan sampai berlutut.
"Sejak kapan Kau berpikir aku adalah Dia?" tanya Dara
Awalnya Dara pikir itu hanya perasaannya saja, ternyata tebakannya benar. Kalau kemungkinan Keluarga Xing atau beberapa anggota keluarganya menyadari tentang keberadaannya. Karena sumpahnya di masa lalu, ralat sumpah Liu Annchi.
Liu Annchi pernah bersumpah di depan Ayah dan kakaknya, jika ia meninggal dalam pertempuran atau menghilang tanpa jejak dan tanpa kabar. Ia akan kembali suatu hari nanti di depan keturunan anggota Kekaisaran Bintang. Sumpah itu ia ucapkan saat ia akan berperang melawan musuh di kekaisaran.
Dan sumpah itu terbukti saat ini! Dara bertemu dengan salah satu keturunan dari putra mahkota kekaisaran Bintang. Karena memang kematian Liu Annchi tidak ada yang di tahu, bahkan tubuhnya menghilang karena jatuh di ruang kehampaan, bersama pedang yang menancap di dadanya dan juga binatang kontrak miliknya, Xiao Bao atau White.
"Sejak hamba tidak sengaja melihat berita tentang anda sebagai Dewi Nasional Yang Mulia. Saat itu hamba kebetulan sedang berada di negara ini untuk kunjungan kerja di kantor cabang. Hamba awalnya seperti familiar melihat wajah anda saat tidak sengaja menekan video yang tengah viral. Tapi saat hamba kembali ke negara hamba, hamba melihat kembali lukisan leluhur.
Hamba sangat terkejut dan langsung membandingkan lukisan itu dengan wajah anda di video yang beredar sosial media. Hamba terkejut dan penasaran jadi hamba mencari tahu tentang anda setelah itu.
Saat hamba tahu anda pemilik A.A Entertainment, hamba berpikir untuk membeli perusahaan anda agar bisa bertemu dengan anda. Hamba menebak tidak akan mungkin anda akan menjualnya karrna progres Perusahaan tengah naik, ternyata tebakan hamba benar dan hamba bisa bertemu anda sekarang" ucap Steve Liu dengan wajah berbinar dan bahagia.
"Lalu kamu mencoba menyerangku untuk memastikan tebakanmu benar, begitu?" tanya Dara memastikan
"Benar Yang Mulia, tolong hampuni kelancangan hamba. Itu karena hamba pikir hamba salah menebak orang, meskipun wajah anda mirip tapi anda tidak memiliki nafas seorang kultivator, jadi hamba nekad barusan" ucap Steve menundukkan kepalanya
"Kenapa kau melakukan sampai sejauh ini demi bertemu denganku? Kau tahu bukan, seorang kultivator di larang melukai manusia biasa?" tanya Dara
"Hamba tahu Yang Mulia, hamba menyesal, tolong ampuni hamba" ucap Steve
"Hah.... baiklah kali ini aku maafkan. Jangan ulangi kesalahan ini. Jika ternyata yang kamu serang adalah manusia biasa, kamu akan menyesali nya seumur hidup" ucap Dara Steve mengangguk paham.
"Anda tahu Yang Mulia, Sejak kecil hamba sudah mengidolakan anda. Kisah anda sangat abadi di benak hamba dan hamba mengetahui semua tentang anda karena Setiap generasi di wajibkan mengetahui sejarah tentang keluarga Xing. Salah satunya tentang kisah anda yang sebagai seorang jendral wanita pertama dan orang paling berbakat sepanjang sejarah. Itu sangat keren!!" ucap Steve dengan semangat menceritakan hal itu.
Dara menghela nafas, ia sekarang tahu jika pria di depannya adalah salah satu fans fanatic Liu Annchi. Ia tidak menyalahkan Steve, tentu saja Steve terkejut melihatnya karena wajahnya dengan Liu Annchi sangat mirip, bagai pinang di belah dua.
Akhirnya pertemuan itu di tutup, tidak ada lagi Perusahaan Xing ingin mengakuisisi A.A Entertainment. Yang Ada adalah Perusahan Xing menjadi salah satu mitra bisnis A.A Entertainment sebagai investor projects yang akan di adakan oleh perusahaan.
Awalnya Dara keberatan, namun ternyata Dara meremehkan kekuatan seorang Fans fanatik. Karena Steve yang sangat mengidolakan Dara, ia ingin mengambil bagian demi menyenangkan Dara.
Apa Ini Cinta atau Obsesi? Bukan! Ini hanya murni bentuk rasa kagum Steve terhadap sosok Liu Annchi. Steve juga sadar diri, meskipun idolanya ada di depan mata, jarak usia mereka terpaut jauh. Ia saat ini berusia 40 tahun, ia lebih pantas di panggil paman oleh Dara. Meskipun karena ia seorang kultivator, wajahnya terlihat seperti laki-laki berusia dua puluhan.
Steve tahu jika Dara bukan Liu Annchi, lebih tepatnya reinkarnasi seorang Liu Annchi. Baginya sama saja, baik Liu Annchi atau Addara Azalea adalah orang yang sama.
Ia hanya bersyukur dirinya bisa bertemu dengan idolanya yang sangat ia kagumi.
...••••••••...