
Dara terkekeh melihat ekspresi yang di perlihatkan oleh Harun. Ekspresi terkejut dan tatapan tidak percaya kalau memang benar dirinya adalah tunangan Kai.
Dara heran kenapa Harun tidak mengetahui jika dirinya dan Kai sudah bertunangan Bukankah Keluarga Harun cukup dekat dengan keluarga Narendra? Begitu pikirnya
Melihat gadis-nya penasaran, Kai mengerti dengan ekspresi wajah Dara dan langsung menjelaskannya tepat di depan Harun yang masih menatap dua orang di depannya dengan bingung.
Sedangkan Richard dan Loddy hanya terdiam tidak mengerti dengan bahasa yang digunakan mereka bertiga. Setidaknya melalui gerak tubuh, keduanya sedikit mengetahui jika ada sesuatu yang akan terjadi pada Harun atau pada mereka nantinya.
"Sebenarnya papa ingin keluarga bajingan ini di undang pas kita tunangan, sayang. Tapi saat itu dia sedang bertugas di perbatasan dan kamu tahu sendiri di sana tidak ada sinyal. Dan juga Keluarganya sedang berlibur di luar kota, yah seperti yang kamu lihat karena itu dia dan keluarganya bahkan tidak tahu tentang pertunangan kita" ucap Kai membuat Harun yang ikut mendengarnya terkejut.
"Lalu Megan?" tanya Dara
"Aku sengaja tidak mau mengundang pastik karet itu, selain memang dia berada di luar negeri saat acara kita berlangsung. Keluarganya juga ada perjalanan bisnis di luar negeri. Alasan lainnya karena aku tidak ingin dia membuat keributan di acara penting kita, aku sangat tahu karakternya yang sangat mudah tersulut emosi karena terobsesi padaku. Itu sebabnya aku tidak mengundangnya, yang pasti akan membuat kekacauan" ucap Kai sembari memainkan rambut Dara dan menciumnya sesekali.
Dara hanya mengangguk paham, ia kemudian melirik ke arah Harun yang sudah pucat pasi. Mungkin ia kepikiran tentang nasibnya yang memang sudah di ambang keputusasaan.
Harun tidak terkejut saat Kai menyebut Megan si plastik Karet, tahu jika keponakannya melakukan operasi plastik. Yang membuat kakak dan kakak iparnya, alias kedua orang tuanya merogoh kocek sangat dalam hingga bermiliar-miliar-an hanya untuk memenuhi keinginan Megan.
Semua orang yang mengenal lama Megan pasti tahu perbedaan wajahnya yang dulu dan sekarang. Jadi mereka bisa menebak jika Megan melakukan operasi plastik.
Melihat Dara menatapnya , Harun beringsut hingga membuat tali yang mengikatnya di kursi itu semakin mengencang dan membuat tangannya sakit.
"Kau takut?" tanya Dara menyeringai melihat Harun seperti ketakutan padanya.
"Tolong lepaskan aku! Setidaknya tolong lihat hubungan persahabatan antara aku dan Galuh, Kaisar. Aku janji tidak akan melakukan kesalahan yang sama" ucap Harun.
"Cih, jangan bawa-bawa nama papa ku dengan mulut menjijikan mu itu!" ucap Kai marah karena Harun membawa nama papanya.
"Paman mohon!" ucap Harun tidak patah semangat.
"Asal kau tahu, papa sudah tahu dan dia yang memberikan izin untukku melakukan penangkapan" ucap Kai
Mendengar Galuh sudah mengetahui tentang kasusnya, Harun menjadi keringat dingin. Ia sangat mengenal Galuh yang sangat menjunjung tinggi keadilan dan juga memiliki jiwa patriotisme. Yang pastinya karir dirinya akan segera tamat, terlebih jabatan Galuh di kemiliteran adalah yang paling tinggi.
"Sudahlah Kai, aku pikir melepaskannya sekarang juga tidak masalah" ucap Dara
Ucapannya yang mendadak itu tentu membuat Kai terkejut dan melotot tidak percaya. Berbeda dengan Harun yang tersenyum lega dan penuh kemenangan, ia berpikir sebentar lagi ia akan bebas. Hanya saja senyum itu tidak bertahan lama setelah Dara melanjutkan kembali ucapannya.
"Maksudku melepaskannya untuk menikmati hidangan utama bersama tiga rekannya. Dia pasti sangat puas jika ia mendapatkan servis yang sangat hebat dari ketiga temannya itu. Dia pasti akan merasakan apa itu surga yang di imani oleh rekannya" ucap Dara lagi mengerlingkan matanya ke arah Kai.
Kai yang mendengar itu paham dan terkekeh, ia mengacak rambut Dara gemas. Ia tidak menyangka jika gadisnya begitu jahil, membuat perasaan lawannya terbang begitu tinggi ke langit karena salah paham dengan ucapan pertamanya. Namun setelah itu kenyataan dari ucapan keduanya membuat lawannya langsung di jatuhkan terhempas dari ketinggian.
"Ha-ha, lakukan yang kamu mau sayang. Asal biarkan dia tetap hidup dan membiarkannya tetap waras" ucap Kai.
Harun membolakan matanya saat Dara dengan sigap memberikan obat pada Richard dan Loddy, yang juga memberontak namun tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah.
Obat yang di berikan Dara adalah obat perangsang dengan dosis yang tinggi. Dan setidaknya efek obat itu itu akan bertahan selama 6 sampai 8 jam.
Setelahnya Kai juga melepaskan ikatan dari ke empat pria itu dan memastikan mereka tidak baur dengan menekannya dengan aura miliknya. Kemudian Kai membawa Dara meninggalkan mereka berempat di dalam ruangan yang terkunci dari luar.
Brak!!!
Pintu besi itu tertutup dan terkunci dari luar, secara otomatis tekanan Kai juga di lepaskan.
"Tidak!!!! Kaisaarrrr, tolong jangan tinggalkan aku di sini, aku mohon!!! Aaahhhh jangan mendekat Richard, aaaahhh jangan ke sini!!! Aaahhhh Kaisaaarrr tolong akuuuuuu, aku tidak mau, aku tidak suka tingkat kehidupan, aku punya sendiri dan tidak ingin menambahnya. Aaaahhh tidaaakkk jangaaaaannnn!!!!" teriakan Harun begitu membahana menggema sampai di beberapa meter dari ruangan itu masih terdengar.
Setelahnya suara rintihan, tangisan bercampur dengan suara de**han bercampur menjadi satu.
Keadaan di dalam ruangan itu sangat tidak kondusif, di mana Harun menjadi bulan-bulanan kedua rekannya yang menyo*ominya dengan kasar, Karena pengaruh dari obat itu.
Ini pertama kalinya Harun di perlakukan seperti ini, Dia pria normal yang menyukai lubang wanita, bukan seperti dirinya yang saat ini di jadikan lubang.
Sungguh ia menangis ketakutan dan kesakitan sekarang, bahkan tenaganya tidak bisa membendung nafsu rekannya yang sudah sampai ubun-ubun.
Astaga dengarlah dia saat ini menjerit kesakitan karena dengan bringas kedua rekannya memperkosanya dengan bringas. Bahkan mulutnya tidak di anggurkan oleh keduanya.
Loddy juga sempat melakukannya dengan Aoda yang sudah tidak bisa apa-apa seperti mayat hidup itu, tapi masih bisa ia garap meskipun Aoda sudah tidak bisa bergerak.
....
Kai tidak membiarkan Dara melihat adegan selanjutnya dan juga tidak membiarkan telinga tunangannya itu ternodai oleh suara-suara laknat yang di keluarkan oleh para pria bajingan yang ada di sana. Itu sebabnya ia mengajak Dara keluar dari markas.
Tidak ada yang berani mendekat ke ruangan itu tanpa izin dari Kai. Anggota Falcon semuanya berkumpul di aula yang jaraknya cukup jauh, mereka di sana untuk merayakan keberhasilan mereka menangkap buronan.
Mereka saling mengobrol dan membahas tentang kejadian ini. Semuanya tidak menyangka jika Harun terlibat dengan itu semua. Padahal Harun tidak memiliki tampang seperti seorang pengkhianat negara, tapi tampang tidak bisa menentukan apa yang ada di dalam hati dan otak mereka bukan?
"El, gimana ceritanya semua penjahat itu di tangkap? Gus masih nggak nyangka Tuh pak tua terlibat" tanya Nathan yang memang tidak ikut dalam operasi itu kecuali penggrebekan di kediaman Harun.
"Jujur gue juga nggak tahu lengkapnya gimana, tapi kata si Bos. Ada orang suruhannya yang berhasil membawa keempat orang itu. Gue juga nggak nyangka si tua Bangka itu jadi pengkhianat negara. Bikin malu militer, Gila aja!!" ucap Rafael kesal mengingat itu.
"Lalu Sanim di mana?" tanya Nathan yang tidak melihat adanya Sanim di ruangan itu.
Ya, semua tim Falcon sempat melihat empat orang yang di sekap itu sebelum meninggalkan Dara dan Kai yang mengurusnya.
Mereka bahkan tidak tahu bagaimana caranya keempat orang itu berada di sana, apalagi penjagaan di markas Falcon di ibukota sangat ketat dan bisa mendeteksi orang luar masuk. Bagaimana bisa mereka tidak ada yang tahu buronan itu sudah di letakan di sana.
Namun Kai mengatakan jika mereka tidak perlu bertanya lebih jauh, karena semua ini melibatkan anggota GOD yang membantu mereka menangkap keempatnya.
Jadi mereka tidak lagi bertanya, karena tahu betapa hebat organisasi GOD itu. Bahkan mereka merasa organisasi itu lebih hebat dari tim mereka.
Tapi itu tidak mereka masalahkan, karena mereka tahu moto organisasi GOD. Adalah tidak menyakiti orang atau kelompok yang tidak bersalah. Dan semua permintaan dan informasi sudah di seleksi begitu ketat, sebelum di terima oleh mereka.
"Eh, komandan sudah keluar" ucap Nathan langsung berdiri di ikuti semua anggota lainnya.
"Jangan ada yang mendekat ke ruangan itu jika kalian tidak ingin telinga kalian tercemari, Setidaknya dalam kurun waktu beberapa jam" ucap Kai pada mereka semua.
"Loh, kenapa emang Dan?" tanya Nathan.
"Kerena mereka berempat tengah berperang di dalam" sahut Dara
"Eh, berperang, kalau mereka mati gimana?" tanya Rafael terkejut.
"Mereka tidak akan mati, Paling mereka akan mengalami trauma. Ah lebih tepatnya di bajingan Harun yang akan trauma secara psikis dan mental" ucap Kai dengan mengangkat kedua bahunya.
Mereka semua berpikir, perang apa yang bisa membuat orang trauma. Semuanya tidak ada yang berhasil menebak apa yang terjadi di dalam sana.
Mereka penasaran, tapi mereka tidak berani melanggar ucapan Kai yang memang sudah menjadi perintah mutlak dalam tim mereka.
"Jangan penasaran, kalian akan tahu setelah besok" ucap Kai lagi.
Mau tidak mau semua anggotanya menelan rasa penasaran mereka dan hanya bisa menagngguk menunggu esok hari nantinya.
....
"Nathan, bisa ikut denganku? Ada yang ingin aku bicarakan" ucap Dara pada Nathan.
Nathan terkejut mendengar itu, ia tahu jika ini ada hubungannya dengan dirinya dan Manda. Sebelum ia mengiyakan, ia menoleh ke arah Kai yang melototi dirinya dengan tajam. Jelas Kai tidak mengizinkan Dara berdua saja dengan pria lain, meskipun pria itu adalah anak buah sekaligus salah satu sahabatnya.
"Aku ikut!" ucap Kai
"Cih dasar kang pocecip" ledek Rafael dan Nathan bersamaan kemudian di sambut kekehan oleh anggota yang lain.
Mereka kini sudah terbiasa dengan kebucinan yang mendera komandan mereka. Mereka memahami itu, karena siapa yang tidak akan bucin jika mendapatkan nyonya komandan. Sosok gadis seperti dara yang tidak memiliki celah sama sekali dan menjadi sosok istri yang sempurna di mata mereka.
Ya, sebutan Dara sebagai Nyonya komandan, sudah melekat di semua anggota Tim Falcon. Bahkan ada selogan yang mengatakan, mereka lebih takut dan menurut pada Dara di banding Kai. Karena sudah jelas Dara merupakan pawang Kai dan Kai tidak berani membantah Dara sama sekali karena saking bucinnya.
"Hmm kamu boleh ikut, Ayo pergi" ucap Dara
Ia tidak keberatan Kai ikut, karena Kai tahu apa yang akan di bahas menyangkut hubungan Nathan dan Manda.
Dengan posesif nya Kai mengandeng mesra Dara membuat Nathan berdecak sebal, ia merasa akan di jadikan obat nyamuk dan melihat kemesraan Kai pada Dara. Saat ini tiba-tiba saja Nathan jadi merindukan si kelinci imutnya, sebutan untuk Manda. Karena Manda mempunya gigi seperti kelinci yang menggemaskan.
...•••••••...