The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
168. Calon Nyonya Narendra



Siangnya, Dara pulang kampus langsung berjalan ke depan gerbang karena Kai sudah menunggunya di sana. Sebelumnya Dara sudah meminta Manda untuk datang ke kantor dan bertemu dengan Ferdi di sana, untuk membahas perihal pembukaan restoran.


Dara juga tidak takut kultivator lain bisa merasakan kekuatan spiritual dari calon bayi Manda. Karena pil yang di minum oleh Manda bukan hanya menyamarkan kehamilannya, namun juga energi spiritual sang bayi yang Dara segel hingga tidak keluar.


Ferdi juga di minta untuk menghentikan latihannya hari ini dan bertugas untuk bertemu dengan Manda. Meskipun Ferdi memiliki sekretaris, namun Dara lebih memilih meminta Ferdi secara langsung.


Sebelum sampai ke pintu gerbang kampus, Langkah Dara terhenti karena panggilan dari seseorang. Orang itu tak lain dan tidak bukan adalah Rainer.


"Ra, kamu mau pulang? Nggak bawa motor atau mobil kan?" tanya Rainer dengan antusias


"Hmm" Dara hanya berdeham menanggapi ucapan Rainer.


Mata Rainer berbinar mendengar itu. Dengan menampilkan senyum setampan mungkin di depan Dara, ia dengan pedenya ingin memberikan tumpangan pada gadis yang sudah menarik perhatiannya sejak pertama kali bertemu.


"Aku antar pulang ya, atau mau jalan-jalan dulu? Aku siap jadi kang ojek kamu hari ini" ucap Rainer dengan penuh harap tapi ia yakin Dara akan dengan senang hati menerima nya.


"Tidak!" ucap Dara menolak dengan tegas dan datar


"Ayolah, tidak baik menolak niat baik seseorang. Aku anter ya!" ucap Rainer sedikit merajuk.


Dara tidak menggubris, ia berjalan lebih cepat hingga langkahnya berjarak sekitar tiga meter dengan Rainer di depannya. Dara menghampiri Kai yang sudah bertengger duduk di atas motor.


Kai saat ini menggunakan pakaian kasual dengan jeans dan juga Hoodie hitamnya, ia masih terlihat seperti anak kuliahan.


Para mahasiswi terlihat berbisik dan curi pandang ke arahnya dan bertanya-tanya siapa itu. Meskipun Kai saat ini menggunakan masker, tapi orang-orang yakin jika di balik masker itu adalah cowok tampan.


Kai sejak tadi mendengar obrolan Dara dengan Rainer, mengepalkan tangannya erat. Ia cemburu! Sangat!


Siapa yang tidak cemburu jika gadisnya di tempeli laki-laki lain? Ia segera turun dari motor.


"Sayang, apa sudah selesai?" ucap Kai cukup kencang dengan posesif memeluk pinggang kekasihnya itu. Tentu saja orang di sekitarnya terkejut mendengar ucapan Kai, termasuk Rainer yang terpaku dan menghentikan langkahnya di tempat.


Dara terkejut dengan sikap Kai, namun ia diam dan menahan senyumnya melihat kecemburan Kai. Ia kemudian menampilkan senyum manis ke arah Kekasihnya itu.


"Sudah, ayo kita pergi. Aku sangat lapar sekarang" ucap Dara lembut.


"Hmm, ayo, tapi pakai dulu helmnya" ucap Kai


Ia membantu Dara memakai helm itu, dan keduanya pun langsung bergegas pergi dengan Dara yang memeluk pinggang Kai.


Sedangkan orang-orang terkejut melihat Dewi Nasional sekaligus primadona kampus mereka di jemput pria tampan tadi. Hanya diam di tempat dengan tatapan tidak percaya.


Hati mereka seketika potek, saat mengetahui jika sang Dewi mereka sudah memiliki kekasih.


"Siapa cowok itu? Si*lan dia berani sekali memeluk dan memanggil gadisku dengan sebutan mesra! Nggak mungkin cowoknya Dara kan? Itu pasti kakaknya Dara. Ya, itu pasti kakaknya!" gumam Rainer, ia tidak percaya jika yang menjemput Dara barusan adalah pacarnya.


"Gue tampan! Gue kaya! Gue keren! Gue yakin tuh cowo kaga ada apa-apa nya di banding gue, Rainer! Nggak ada orang berani nolak pesona dan kekuasaan Keluarga gue, meskipun itu Dara. Nggak mungkin dia nolak gue demi cowo lain yang jelas-jelas levelnya di bawah gue. Itu pasti kakaknya, Gue yakin itu!" ucap Rainer narsis dan percaya diri.


Dia lupa, bahwa baru saja Dara sudah menolaknya dan bersikap sangat acuh, bahkan tidak meliriknya sama sekali. Tapi dia enggan mengakuinya.


.....


Kai memarkirkan motornya di Raka Restoran yang merupakan Restoran Pusat. Kai membantu melepaskan dan merapihkan rambut Dara yang sedikit berantakan.


Keduanya masuk dengan bergandengan tangan, Kai sudah melepas maskernya. orang-orang yang melihat keduanya hanya terpaku dengan keindahan di depan mata mereka.


Untung saja tidak ada yang sampai kejang-kejang melihat betapa sempurnanya sepasang kekasih itu.


"Siapkan ruangan pribadiku!" ucap Kai dengan datar pada dua Resepsionis yang masih terpesona dengan keduanya.


"Ini calon istriku" ucap Kai lagi membuat dua resepsionis dan beberapa pelayan yang ada di depan terkejut mendengarnya.


"Buat aturan khusus untuk calon istriku, dia memiliki akses di restoran ini, ia juga bisa menggunakan ruangan pribadiku dan semua tagihan masukan ke akunku jika suatu hari dia datang!" ucap Kai lagi dengan nada tegas namun Datar dan dingin.


Semuanya kembali terkejut mendengar itu, mereka tidak keberatan dengan nada bicara Kai karena mereka sudah terbiasa. Hanya saja baru kali ini tuan mudanya itu berbicara dengan kalimat yang panjang.


Yang mereka heran, tuan mudanya Bahkan memberikan akses ke ruangan pribadinya untuk gadis yang di sebut sebagai calon istrinya itu.


Yang semua karyawan Raka Restaurant pusat tahu, ruangan pribadi milik Kai bahkan tidak di perbolehkan orang lain untuk masuk. Jika Kai membawa orang, ia akan menggunakan ruangan lain, termasuk sahabat atau keluarga.


Kalaupun untuk membersihkan, biasanya Kai akan di bersihkan setiap kali Kai datang saja. Itu pun harus dengan izin dari yang bersangkutan.


"Kai, tidak perlu seperti itu. Aku masih bisa membayarnya jika lain kali aku datang ke sini, ruangan atau meja manapun tak penting Kai" ucap Dara pada Kai.


"Kamu calon istri ku sayang, jadi di masa depan Restaurant ini juga milikmu. Jadi jangan menolaknya hmm? Restoran ini berbeda dengan yang ada di barat atau cabang pain yang memiliki satu private Room khusus untuk keluarga Narendra. Aku memiliki ruangan privat sendiri di sini, begitu pun dengan papa dan om Genta yang memiliki ruangannya masing-masing di lantai empat" ucap Kai dengan lembut dan menatap Dara penuh dengan cinta.


Staf yang mendengarnya hampir menjatuhkan rahang mereka, seumur hidup mereka bekerja di sini. Baru kali ini mendengar Kai, tuan muda mereka yang dinginnya mengalahkan salju abadi itu berkata dengan lembut dan panjang pada seorang gadis.


Beberapa dari mereka menatap Dara yang di perkenalkan Kai sebagai calon istrinya itu terlihat tidak asing. Namun mereka lupa pernah melihatnya di mana.


"Jika lain kali calon istriku datang, kalian tahu harus bersikap seperti apa bukan?" tanya Kai kembali datar pada karyawan nya.


"Kami paham tuan muda" ucap mereka kompak.


"Maaf tuan muda, boleh saya tahu nama nona muda? Agar namanya bisa di input dan agar kami bisa memberi tahu rekan kami yang tidak ada di sini sekarang, agar tidak terjadi salah paham di kemudian hari saat pergantian shift" ucap Resepsionis yang bernama Eka di name tag itu.


"Addara Azalea Adi Raharjo" ucap Kai memberikan nama lengkap Dara, sedangkan Dara hanya diam tidak menyela.


Selesai urusan di bawah, Kai langsung mengajak Dara ke lantai 4 di mana ruangan pribadi milik Kai berada.


Sedangkan di bawah, para karyawan mulai bergosip heboh saat tahu bos muda mereka sudah memiliki tambatan hati. Meskipun bos mereka tampan dan luar biasa juga mereka mengaguminya.


Tapi tidak ada karyawan yang berani bermimpi bersanding atau dekat dengan Kai. Mereka cukup tahu diri dengan posisi mereka dan sifat Kai yang sangat dingin pada orang lain terutama perempuan.


Mereka juga terkejut saat Kai berbicara sangat lembut jika dengan Dara. Gosip pun tersebar di antara karyawan resto, jika Kai memiliki calon istri yang cantik dan sangat di cintainya.


"Eh, tapi kok wajah nona muda seperti tidak asing ya?" celetuk Eka pada rekan resepsionis nya yang bernama Luna.


"Iya, aku juga seperti pernah melihatnya" jawab Luna


"Aku tahuuuu!!!!" teriak Rumi tiba-tiba, dia adalah pelayan dan mengejutkan beberapa orang yang ada di sana karena teriakan nya.


"Jangan teriak-teriak Rumi!" tegur Eka


"He-he maaf, aku hanya baru ingat aku pernah melihat nona muda di mana" ucap Rumi


"Di mana?" Tanya Eka, Luna dan karyawan lain yang ada di area lobby penasaran.


"Dia si Dewi Nasional! Pemilik A.A Entertainment!" ucap Rumi.


"Waaaaaaaaaaa, kau benar!!! Aku mengingatnya sekarang!" seru yang lain yang baru menyadarinya setelah mendengar ucapan Rumi.


Mereka sekarang tahu identitas Dara sebagai calon istri dari Jendral muda sekaligus bos mereka. Selain itu nama belakang Dara tak luput menjadi perhatian mereka. Namun mereka tidak berani membawa berita ini keluar.


Bagaimana pun, mereka memiliki kontrak kerja yang sangat ketat. Mereka tidak di perbolehkan membocorkan rahasia perusahaan ke luar, termasuk masalah apapun yang terkait dengan anggota keluarga Narendra.


...••••••...