
Setelah dari Perusahaan Dean, Dara pun melajukan mobilnya menuju ke bandara untuk menjemput Flo. Asistennya itu mengabarinya jika ia akan sampai di kota S jam 7 malam nanti.
Karena jam 7 malam masih lama, Dara memutuskan makan malam terlebih dahulu di area foodstreet dekat dengan bandara kota S. Dara juga menikmati jalan-jalan sore di sekitar taman di sana.
Sembari makan Dara memikirkan akan membawa Flo ikut serta untuk misi penangkapan Sanim dan juga Mr.D yang di bayar untuk melindungi Sanim, buronan kelas kakap itu.
Setelah selesai makan malam Dara langsung bergegas menjemput Flo, karena sudah hampir jam 7.
"Nona, anda datang jemput sendiri? Astaga, kan bisa saya naik taksi, kenapa merepotkan anda" ucap Flo merasa tidak enak karena nonanya sendiri yang datang menjemput dirinya.
"Tidak masalah Flo, tadi aku ada di sekitar sini. Apa kamu sudah makan malam?" tanya Dara. Jika Flo belum makan malam, Dara tidak masalah ke Restoran atau cafe lagi untuk menemani Flo.
"Saya sudah makan di pesawat tadi nona" ucap Flo
"Biar saya saja yang menyetir Nona" ucap Flo.
"Tidak perlu Flo, kali ini biar aku yang bawa mobilnya" ucap Dara
Flo tidak bisa menolak jika Dara sudah mengatakannya sendiri. Baginya ucapan Dara adalah perintah mutlak.
Keduanya pun langsung masuk ke dalam mobil, setelah memasang seat belt mobil pun perlahan menjauhi bandara.
"Flo selamat atas resminya hubungan kalian" ucap Dara tersenyum ke arah Flo sembari mengemudikan mobilnya.
"Terimakasih nona, tapi saya sedikit ragu. Bukankah anda tahu kalau aku dan dia sangat berbeda" ucap Flo
"Jangan berpikir terlalu jauh, jalani saja. Lingga itu orang baik dan juga bertanggung jawab, ia juga orang yang menepati apa yang sudah ia ucapkan. Jangan terlalu terbebani dengan perbedaan kalian, jalani Seperti air yang mengalir" ucap Dara.
Ia tidak memberitahu Flo bahwa Lingga secara pribadi sudah mengatakan keinginannya menjadi kultivator pada dirinya dan memohon bantuannya. Ia juga sudah siap dengan segala resiko yang akan di tanggungnya.
Dara tidak menolak, hanya saja seperti biasanya. Dara tidak akan mengubah manusia biasa jika orang itu tidak ada basic secara fisik dan keinginan kuat untuk menjadi kultivator.
Bagaimana pun mengubah seorang manusia biasa menjadi kultivator tidaklah mudah. Butuh wadah dan juga isi yang kuat. Di mana Fisiknya harus berada di titik ideal dan juga keinginan dan jiwa yang kuat.
Dara juga mengatakan jika Lingga harus mengatakan hal itu pada Kai, karena ia akan berlatih di bawah bimbingan Kai. Lingga pun mengatakan jika ia akan berusaha untuk melatih fisiknya mulai dari ia mengatakan niatnya pada Dara.
Namun ia juga mengatakan untuk merahasiakan ini dari Flo, karena takut kekasihnya itu akan khawatir. Ia akan mengatakan hal itu dengan jujur pada kekasihnya jika ia sudah berhasil menjadi kultivator nantinya.
"Saya akan mengingatnya nona" ucap Flo
"Panggil Dara saja, bukankah cepat atau lambat kita akan menjadi saudara" ucap Dara lagi
"Saya masih canggung nona dan tidak terbiasa. Bagaimana pun anda adalah adalah atasan dan junjungan saya" ucap Flo
"Mulai dari hari ini biasakan, setidaknya saat kita tidak dalam lingkup kerja. Bukankah beberapa kali saat sama-sama dengan Manda juga Kau bisa memanggilku nama saja" ucap Dara
"Saya usahakan No, ekhmmm Dara" ucap Flo
"Ngomong-ngomong bagaimana keadaan Manda?" tanya Dara
"Baik-baik saja, saya juga sudah menempatkan orang-orang terbaik dari GOD untuk menjaganya dari jauh" ucap Flo
Ia memang memberikan keamanan ekstra untuk Manda, karena kandungan Manda sudah hampir memasuki 7 bulan. Dan kemungkinan dua atau tiga bulan lagi Manda melahirkan.
Dara sudah memberikan mantra ke jabang bayi, jadi itu terikat dengan Dara. Dara akan merasakan jika bayi itu akan lahir dan ia bisa melakukan persiapan.
Selain itu tentang Manda dan Nathan, Dara sudah mengetahui dari yang Manda ceritakan. Manda juga menanyakan tentang hak asuh jabang bayi setelah lahir, Dara menyerahkan semuanya pada keputusan Manda. Sampai saat ini Manda masih menimbang keputusannya.
Meskipun nanti bisa sajal Manda memutuskan untuk merawat anaknya sendiri, Dara tidak masalah. Hanya saja Dara akan menyegel aura jabang bayi langit itu. Karena takut akan mengundang hal-hal yang tidak di inginkan.
Pastinya para kultivator yang mengetahui tentang bayi langit, pasti kultivator akan melihat tanda-tanda kelahiran bayi langit. Dan Dara akan Mengantisipasi segala kemungkinan terburuk. Bisa jadi para kultivator mencari keberadaan bayi langit dan bermaksud merebutnya untuk kepentingan pribadi dan Dara tidak bisa membiarkan hal itu.
....
Keesokan harinya, Zayn sampai di Ibukota bersama dengan asistennya Bagus. Dengan senyum mengembang Zayn keluar dari Bandara. Bagus pun mengemudikan mobil mewah yang sudah di siapkan sebelumnya. Keduanya menuju ke sebuah apartemen milik Zayn di ibukota selatan.
"Anda bisa istirahat dulu tuan" ucap Bagus.
"Tidak, aku ingin ke perusahaan Gadis itu sekarang" ucap Zayn.
Dengan sedikit enggan Bagus tetap mengantar Zayn ke sebuah perusahaan sementara Star Corp. Tidak ada yang tahu itu perusahaan apa, yang orang tahu itu adalah kantor pusat sementara A.A Entertainment.
Bagaimana tidak enggan, Bagus hanya manusia biasa dan juga merasakan capek. Namun demi cuan yang tidak sedikit, ia melakukan tugasnya dengan baik meskipun sangat melelahkan.
Bagus segera membuka pintu mobil Zayn yang baru saja sampai di kantor pusat sementara yang berlantai lima itu.
"Selamat pagi dan selamat datang" Sambut dan sapa security dengan senyum yang ramah. Bagus yang merespon hanya mengangguk sopan. Keduanya pun langsung menghampiri resepsionis.
"Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu Pak?" tanya resepsionis dengan nada lembut namun jelas.
"Pagi mba, bisakah kami bertemu nona Flo?" tanya Bagus ramah.
"Maaf sebelumnya, tapi nona Flo belum terlihat pagi ini" ucap Resepsionis bernama Mutia.
"Kapan kira-kira beliau datang?" tanya Bagus.
"Saya belum tahu, saya akan menanyakannya dulu. Tuan-tuan silahkan bisa menunggu dulu dan maaf dari tuan siapa?" ucap Mutia.
"Terimakasih, kami dari Z Company" ucap Bagus yang di ikuti Zayn duduk di ruang tunggu Lobby.
Setelahnya Mutia menanyakan hal itu pada bagian direksi di lantai lima dan kembali setelah menanyakan itu.
"Tuan, maaf tadi saya sudah tanya. Kata orang bagian sana Nona Asisten Flo menyusul Ketua di kota S dan belum tahu kapan kembali. Namun jika tuan-tuan ingin membahas tentang pekerjaan, saya bisa menghubungi sekretaris untuk mengatur janji bertemu dengan tuan Ferdi yang tak lain CEO perusahaan" ucap Mutia sopan.
Tentu saja membuat Zayn dan Bagus terkejut, mereka sengaja datang dari kota S ke ibukota untuk bertemu dengan Flo. Namun sangat plot twist sekali, karena pada saat mereka sampai di ibukota justru Flo ke kota S.
Zayn pun memutuskan pulang dan meminta Bagus membeli tiket penerbangan ke Kota S hari ini juga.
...•••••••...