The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
225. Pergi ke kota S



Dara dan Kai kini sudah berada di penthouse milik Kai, setelah beberapa saat lalu mengantar Flo ke apartemen lain yang berada di lantai 7 di gedung yang sama, dan Dara menarik Flo untuk ke ruang dimensinya untuk melakukan retret.


Kai langsung memeluk Dara yang saat ini merasakan udara malam yang menjelang pagi di balkon penthouse miliknya.


"Ini sudah hampir pagi Yang, di sini dingin nanti masuk angin, lebih baik ke dalam yuk!" ucap Kai memeluk Dara lebih erat dan menyalurkan kehangatan untuk calon istrinya itu.


"Ha-ha kita ini kultivator Kai sayang, kita tidak akan sakit hanya karena udara yang dingin seperti ini" ucap Dara terkekeh.


"Tetap saja aku tidak ingin mengambil resiko. Aku tidak ingin kamu sakit meskipun aku tahu kamu wanita yang sangat kuat sayang" ucap Kai


"Ha-ha, baiklah ayo masuk" ucap Dara


Kai pun langsung menggandeng tangan Dara dan keduanya menuju ke kamar. Tentu saja untuk tidur dan tidak melakukan apa-apa, karena Kai tahu batasannya dan tidak akan menyentuh Dara sebelum mereka menikah. Tentunya kecuali pelukan dan ciuman yang tidak mungkin sanggup untuk Kai tahan saat ini.


...


Beberapa hari sudah berlalu, anak-anak korban penculikan sudah kembali ke keluarga masing-masing. Kai juga sudah mengantisipasi untuk menyiapkan psikiater untuk anak-anak, agar tidak mengalami trauma berkelanjutan dan segera di tangani lebih dini.


Kini sudah waktunya Dara pergi ke kota S untuk melakukan Koas di rumah sakit milik keluarga Prayoga.


Saat ini Dara, Kai dan keluarganya sudah berada di bandara, tentu saja untuk mengantar Dara dan Kai yang akan ke kota S.


Kai ikut? Tentu saja iya!


Ia mengambil libur hari ini untuk mengantar Dara ke kota S dan menghabiskan waktu bersama sang tunangan seharian ini. Karena besok ia akan bertugas yang kemungkinan akan lama di luar kota bersama dengan tim Falcon lainnya.


Flo sudah keluar dari retret dan ia tidak bisa ikut ke kota S untuk melatih anggota GOD. Tapi Ia akan menyusul dua Minggu kemudian setelah pelatihan dan juga mengatur tugas baru untuk para anggota.


"Kakak hati-hati di sana. Nanti aku dan Ryan akan menyusul saat sekolah kita libur" ucap Dimas memeluk kakaknya itu.


"Tentu, kalian juga harus ingat untuk tidak membuat masalah. Kalau ada apa-apa beritahu kakak. Kalau ada yang mendesak kau harus segera kasih tahu kak Flo, Kak Ferdi atau kak Theo. Apa kau mengerti?" ucap Dara memeluk dan mengusap kepala kedua adiknya itu


"Aku mengerti kak" ucap Dimas dan Ryan.


"Pak Agam aku titip adik-adikku dan juga mansion. Jika ada sesuatu yang mencurigakan segera beri tahu aku atau Flo" ucap Dara pada Agam


"Tentu Nona, anda tidak perlu khawatir" ucap Agam dengan sungguh-sungguh.


"Sayang, jangan lupa kabari mama kalau sudah sampai di sana, kamu yang semangat untuk koasnya. Mama yakin kamu akan jadi dokter yang handal dan hebat. Jaga kesehatan di sana ya" ucap Hesti memeluk calon menantunya.


"Iya mah jangan khawatir karena di sana Dara tinggal di mansion kakek. Mama juga jaga kesehatan di sini ya" ucap Dara mencium tangan calon mertua dan juga keluarga Narendra. Kecuali Ajeng dan Lingga yang sudah kembali ke luar negeri.


Semuanya memeluk Dara bergantian, sampai akhirnya Dara dan Kai masuk ke pesawat dan terbang ke kota S.


....


Dara dan Kai duduk di kelas satu dan duduk beriringan. Hanya ada lima orang penumpang di dalam sana.


Sepanjang perjalanan kai merasa risih kala salah satu penumpang wanita terus melihat ke arahnya. Dara pun merasakan hal itu, jadi ia berinisiatif memeluk Kai agar wanita itu sadar jika Kai pergi bersama pasangannya.


"Cih, kenapa perempuan itu terus menempel pria tampan itu? Apa mereka pacaran? Atau mereka sudah menikah? Si*l!!! Padahal baru kali ini aku sangat tertarik pada cowok saat pertama kali melihat" gumam wanita itu pelan.


Tentu saja Dara dan Kai bisa mendengarnya, namun keduanya bersikap biasa saja dan melanjutkan aksi kemesraan mereka hingga membuat wanita itu makin geram.


Kai tentunya sangat senang saat Dara berinisiatif memeluknya, ia membalas memeluk gadisnya itu dan menciumi kepala Dara.


Namun Kai dengan kepekaannya menghindar hingga tangan wanita itu hanya mengenai angin. Kai langsung menatap tajam ke arah wanita yang memasang wajah memelasnya itu.


"Maaf tadi aku hanya ingin minta tolong ambilkan barangku di atas, kakiku sakit jadi sulit untuk berdiri tegak" ucap wanita itu dengan manjanya dan menunjuk ke arah tas tangan bagasi.


Namun reaksi Kai hanya diam saja dan mengalihkan tatapannya ke arah Dara, ia justru sibuk memainkan jemari tangan calon istrinya itu.


"Hei, kenapa kau mengabaikan ku? Aku meminta tolong padamu" ucap wanita itu merasa kesal karena di abaikan.


"Maaf nona, kau bisa mengambil barangmu sendiri, kakimu sakit tapi kau masih punya tangan kan? Kalau kau ingin meminta bantuan. Mintalah pada pramugari atau staf pesawat bukan pada suamiku. Dan lagi, suamiku tidak suka bicara dengan perempuan lain selain aku dan keluarganya. Kau pasti paham ucapanku karena kau punya otak untuk berpikir dan telinga untuk mendengar, kami permisi" ucap Dara langsung melenggang pergi dengan Kai yang masih terus menggenggam tangannya.


Perempuan itu kesal karena ucapan Dara, untungnya di sana hanya mereka bertiga jadi ia tidak terlalu malu. Dengan menghentakkan kakinya yang ternyata baik-baik saja, wanita itu pergi setelah mengambil tas tangan miliknya.


....


Dara mengambil koper miliknya kemudian melangkah keluar bersama Kai tanpa mengatakan apapun sejak turun dari pesawat. Ia membawa koper agar tidak membuat keluarganya curiga karena tidak membawa apa-apa.


"Sayang" panggil Kai saat keduanya sudah berada di mobil yang memang Kai siapkan untuknya saat ia ke kota S.


Kai yang sudah memasang seat belt melepaskannya kembali dan mencondongkan tubuhnya ke arah Dara. Karena gadisnya itu hanya diam saja sejak tadi.


"Kamu kenapa hmm? Apa aku punya salah?" tanya Kai


"Tidak apa-apa" ucap Dara menoleh ke arah jendela.


"Sayang" ucap Kai lagi dan menarik lembut dagu Dara hingga keduanya bertatapan.


"Iya-iya, aku sedang kesal sekarang" ucap Dara cemberut


Kai hanya tersenyum dan mengecup pipi kanan Dara, ia juga menggenggam tangan Dara dan mengecupnya singkat.


"Tidak perlu kesal, bukankah aku sama sekali tidak di sentuh olehnya, aku juga tidak menjawab ucapannya" ucap Kai.


"Aku tahu, aku hanya kesal saja wanita itu tidak tahu malu mendekatimu padahal jelas-jelas aku ada di sampingmu" ucap Dara


"Kamu menggemaskan saat cemburu" ucap Kai tersenyum senang.


"Kai iihh kamu selalu saja meledekku, aku sedang kesal tahu" ucap Dara merajuk.


Cup!


Kai mencium dan mel*mat sebentar bibir manis Dara.


"Cari es krim mau?" tanya Kai


"Mau..." jawab Dara langsung membuat Kai terkekeh semakin gemas.


Beberapa bulan menjalin hubungan dengan Dara membuatnya tahu apa yang di sukai gadisnya itu. Ia juga tahu jika jadwal tamu Dara tengah datang, jadi saat ini Dara tengah sensitif dan mode senggol bacok jika sedang di usik.


"Ayo kita ke gerai es krim Micu kesukaanmu" ucap Kai


Mendengar itu mood Dara kembali lagi, ia kemudian tersenyum manis ke arah Kai dan dengan semangat duduk di kursi dan meminta Kai segera melajukan mobilnya. KAI hanya terkekeh melihat pacarnya yang sangat dewasa namun ia akan berubah manja dan kekanakan saat masa tamu mataharinya datang.


...•••••••...