The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
173. Tentang Sarah



Di Mansion Keluarga Brigez, Rafael memarkirkan mobilnya dan langsung masuk ke dalam mansion mewah itu. Kedatangan nya di sambut oleh tunangan dan juga kedua calon mertuanya.


Setelah mengobrol dengan kedua orang tua Alice, Rafael meminta izin untuk mengajak Alice keluar. Setelah pamit, keduanya pun langsung keluar menuju mobil Maserati milik Rafael terparkir di halaman depan mansion Keluarga Brigez.


Dengan sigap Rafael membukakan pintu mobil untuk sang pujaan hati. Setelah keduanya masuk Rafael juga memasangkan seat belt.


Alice hanya tersenyum saja mendapatkan perlakuan manis seperti biasanya. Banyak yang mengatakan jika Rafael dan Alice adalah pasangan yang sangat serasi dan harmonis, karena tidak pernah terlihat bertengkar atau bermasalah satu sama lain.


Tentu saja itu pandangan orang lain, meskipun keduanya saling mencintai dan berusaha menghindari yang namanya konflik di hubungan mereka. Namun pasti ada kalanya mereka bertengkar seperti pasangan pada umumnya, seperti bumbu di masakan agar hubungan mereka berjalan tidak monoton dan ada rasa yang beragam.


Hanya saja mereka tidak memperlihatkan pada orang lain jika sedang ada masalah dalam hubungan mereka, jadi di mata orang lain mereka terus mesra dan harmonis.


"Yang kita mau kemana?" tanya Alice


"Kita nonton aja gimana?" tanya Rafael


"Wah kamu nggak ada kerjaan nih ceritanya jadi ajak aku kencan. Perasaan lama amat liburnya, nggak kaya biasanya selalu ngilang?" ucap Alice


"Lagi nggak ada tugas penting, tapi kan aku tetep kerja yang. Ya walaupun nggak sibuk banget ,paling hanya melapor setiap pagi dan kadang latihan. Jadi masih sempetlah buat kita pacaran, kangen-kangenan, uwu-uwuan gitu. biar makin melekat cinta kita, biar puas juga kita berduan" ucap Rafael terkekeh.


"Ihhh bisa aja deh kamu" ucap Alice ikut terkekeh dan memukul kecil otot bisep tunangannya itu.


Keduanya kemudian masuk ke dalam Holly Mall dan langsung naik ke lantai lima di mana Bioskop berada. Mereka sudah sepakat menonton film bergenre komedi romantis.


"Sayang, mau yang premiere tau regular aja?" tanya Rafael.


"Premiere aja yang, kalau gitu biar aku yang beli minum sama cemilan. Kamu mau apa yang?" tanya Alice


"Nanti aja pesannya yang, Filmnya juga masih ada sejam lagi mulainya, kita bisa santai dulu. Kamu tunggu di sana ya" ucap Rafael menunjuk ke arah bangku yang kosong.


Rafael bergegas memesan tiket dan kembali setelah beberapa saat. Saat sudah duduk, Rafael menimbang-nimbang mengatakan tentang Ivone pada Alice.


Meskipun Alice dan Ivone tidak akur, tapi mereka berdua tetap saudara. Pasti sedikit banyaknya Alice pasti khawatir, apalagi kedua orang tua Ivone sangat khawatir dengan putrinya itu.


"Alice..." panggil Rafael


"Hmm..." Alice langsung duduk tegak dan menatap Rafael, ia sangat paham jika Rafael memanggil namanya itu berarti ia ingin mengatakan hal yang serius.


"Aku sudah tanya sama Kai tentang keberadaan Ivone" ucap Rafael.


"Terus?" tanya Alice, entah mengapa perasaannya tidak enak.


"Kai bilang kemungkinan Ivone sekarang masih berada di tangan Tante Sarah jika ia belum kembali" ucap Rafael menghela nafasnya.


"Tan-Tante Sarah??? Jangan bilang Tante Sarah lagi lakuin hobi anehnya lagi" tanya Alice, Rafael menganggukkan kepalanya dan Alice memijat pangkal hidungnya yang kini terasa pusing.


"Benar tebakan aku, tuh anak bebal emang! Pasti dia nekad dateng ke Manor dan mengatakan yang tidak-tidak tentang Dara" ucap Alice.


"Jangan terlalu di pikirkan ya, emang Ivone nya aja yang keras kepala dan susah di nasehatin. Jangan pusing-pusing, Kai bilang nanti Ivone akan di pulangkan dengan selamat kok" ucap Rafael.


"Ya aku tahu cepat atau lambat Ivone bakal di pulangin dengan selamat. Tapi selamat dari tangan Tante Sarah itu artinya lain El" ucap Alice frustasi.


Rafael menepuk-nepuk punggung tunangannya itu, ia juga paham betul bagaimana gilanya seorang Sarah Aulia Narendra Atau yang memiliki Nama asli Sarah Aulia Wilson.


Sarah adalah seorang putri dari seorang ketua agen persenjataan dari negara tetangga Yakni negara S. Keluarganya berkontribusi besar terhadap amunisi, terutama di wilayah Asia, Australia dan sebagian eropa juga Amerika.


Sarah terlihat sebagai wanita yang sangat anggun, lembut, berpendidikan luas, bermental baja dan juga pandai bersosialisasi. Terutama karena ia menyandang sebagai nyonya kedua di keluarga Narendra, dan juga istri seorang ketua Narendra Corporation.


Tapi jangan mengira ia wanita lemah. Ia di didik sangat keras sebagai keturunan keluarga Wilson yang memiliki banyak musuh. Itu karena Keluarga Wilson tidak mau menjadi pemasok senjata ilegal, keluarga Wilson lebih suka bekerja sama dengan pemerintah dan instansi terkait secara legal.


Maka dari itu anggota keluarga Wilson sering menjadi incaran para musuhnya


Berbanding terbalik dengan Hesti yang Anggun dan tidak memiliki keterampilan bela diri. Sarah menguasai empat ilmu beladiri bahkan sudah memegang sabuk hitam. Yakni Karate, taekwondo, kick boxing dan Muay thai.


Bahkan anggota keluarga yang tahu tentang Sarah dan Hesti, berpikir keras. Karena pasangan Sarah dan Hesti seperti tertukar.


Juga tidak ada yang tahu kegemaran Sarah yang suka bermain dengan mental dan nyawa seseorang, yang sudah berani mengusik Keluarganya. Kecuali Keluarga Wilson, Narendra dan orang terdekat nya.


....


Di penthouse Kai, Kedua sejoli itu sudah berada di ruang dimensi Dara. Keduanya sudah berganti pakaian dan bersiap untuk melakukan adu tanding.


"Sudah siap?" tanya Dara pada kekasihnya itu.


"Sudah sayang, hmmm... Tapi kenapa tidak kamu minta yang lain untuk menjadi lawan ku?" tanya Kai.


Ia sedikit segan melawan orang yang ia cintai, ia takut melukai Dara. Ia tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika Dara terluka karena dirinya.


"Kamu takut melukaiku?" tanya Dara menebak nya dengan tepat, yang di jawab anggukan oleh Kai.


"Aku tidak akan kenapa-kenapa, mungkin kamu yang menjadi lawan sepadan ku suatu hari nanti, tapi tidak sekarang ha-ha" ucap Dara tertawa renyah.


"Kalaupun aku atau kamu terluka, aku memiliki obat yang bisa menyembuhkannya. Gunakan semua kekuatan kamu, jangan di tahan dan keluarkan semuanya, karena aku juga tidak akan segan padamu. Anggap ini bukan latihan tapi pertarungan yang sebenarnya! Kamu mengerti kan Kai?" ucap Dara


"Hmm..." Kai mau tidak mau mengangguk dan menuruti kemauan kekasihnya itu


Keduanya bersiap, dalam waktu singkat keduanya sudah mulai beradu pukulan.


BAK! BUK! BAK! BUK! BAK! BUK!


BUAGH!!!


Dara menghindar, menangkis dan menyerang Kai. Ia cukup terkejut melihat betapa kuatnya Kai. Bahkan Dara sudah menaikan levelnya ke tingkat lima namun Kai masih bisa mengimbanginya meskipun sedikit kesulitan karena perbedaan satu tingkat itu sangat jauh berbeda.


Wuushhh!!!


Kai masih terus menyerang Dara, ia merasa bersemangat saat ia menemukan lawan yang berada di atasnya. Selama ini di pangkalan militer, selama ia latihan tidak ada orang yang bisa menang darinya. Jadi tidak ada yang bisa membangkitkan semangatnya untuk menang.


DUK!!!


"Kaki kananmu lengah, perhatikan posisi berdiri kamu" ucap Dara setelah berhasil mendaratkan tendangan di kaki kanan Kai, hingga membuat Kai sedikit oleng. Namun Kai segera berdiri dengan benar dan mulai menyerangnya lagi.


"Perhatikan celah dari lawanmu, kamu tidak akan pernah berhasil memukulku jika kau tidak memperhatikan kelemahan lawanmu dengan baik" ucap Dara sembari menyerang.


Kai masih fokus dan menuruti Dara untuk fokus melihat kelemahan lawannya. Namun ia tidak bisa melihat kelemahan Dara sama sekali.


BUGH!!!


Tendangan Dara mendarat di perut Kai hingga Kai terdorong tiga langkah ke belakang.


"Melihat kelemahan lawan boleh, tapi kamu harus tetap fokus pada pertarungan yang sedang kamu hadapi. Jika tidak, itu akan jadi kesempatan besar bagi lawanmu" ucap Dara lagi.


Kai mulai menyerang lagi, Namun entah mengapa terlintas suatu di pikirannya saat ini.


Saat sedang fokus menyerang, Kai mengatakan sesuatu pada Dara, jangan lupakan ekspresi terkejut dan tatapan matanya mengarah ke dada Dara.


"K-Kancing di dadamu lepas yang!" ucap Kai.


Sontak bogeman Dara yang melayang itu terhenti dan refleks langsung menutup dadanya dengan cepat.


Cup!


Sebuah kecupan mendarat mulus di bibir manis Dara, bahkan Kai sempat me*umatnya sebentar.


"Aku tahu kelemahanmu sekarang! Aku nggak berani memukul kamu, jadi aku cium saja ya. Manis sayang, aku suka!" ucap Kai dengan berbisik


"Kaaii, Dasar kamu mesum! Kamu bohong, aku pake kaos mana ada kancingnya!" ucap Dara saat ia sadar dan mengejar Kai yang berlari menjauh darinya.


"Ha-ha-ha ampun sayang!" ucap Kai yang masih berlari menghindar dari amukan Dara.


"Berhenti di sana Kaisar Raka Narendra!!! Beraninya kamu membohongiku" ucap Dara.


Dan terjadilah adegan Legend film India, saling kejar-kejaran dan jatuh cinta.


...•••••••...


Tingkatan kultivasi :



Body Tempering


Initial Element


Qi Transformasion


True Element


immortal Ascension


Transcedent


Saint


Origin


Dao


Emperor