
Dara dan Bara kini duduk di sebuah bangku dekat taman yang cukup sepi, jadi mereka leluasa mengobrol di sana.
"Apa kakak mau cerita sekarang?" tanya Dara menoleh ke arah kakak ya itu.
"Hmmm...." Bara menghela nafasnya lalu mengangguk.
"Sebelum itu, kakak khawatir denganmu Ra. Mereka yang kamu pukuli itu adalah anggota Black shadaw, mereka geng terbesar di kota ini. Kakak takut mereka membalas perlakuan kamu barusan pada mereka. Mereka tidak segan untuk menyakiti seseorang atu membunuh, bahkan jika targetnya adalah seorang perempuan" ucap Bara
"Kakak tenang aja, mereka tidak akan bisa menyentuhku. Tolong percaya padaku, aku lebih kuat dari apa yang kakak lihat" ucap Dara
Bara melihat betapa seriusnya Dara saat mengatakan itu, ia menghela nafas berat. Bagaimana pun ia khawatir dengan Dara, ia juga merasa bersalah karena ia yang menyeret Dara ke situasi ini.
Tapi jauh dari lubuk hatinya, entah mengapa ia percaya dengan kemampuan Dara. Meskipun Dara adalah seorang perempuan, tapi aura dan kekuatan yang Dara keluarkan melebihi kekuatan dan aura Jefrey.
Bara tahu jika kakak sulungnya itu sangat hebat dalam bertarung dan sangat hebat dalam strategi. Tapi entah mengapa ia merasa Dara jauh melebihi Jefrey dalam hal itu.
"Baiklah, kakak percaya, tapi kamu harus hati-hati. Beritahu kakak kalau ada apa-apa" ucap Bara
"Hmm, sekarang ceritakan apa masalahnya" ucap Dara
"Mereka di bayar oleh seseorang, orang itu bernama Hadi. Jadi Minggu kemarin ada pertandingan basket tim kakak dengan tim Hadi. Dan timnya Hadi kalah telak saat itu dan tim kakak yang maju ke final melawan universitas Nusa indah seminggu setelah masuk kuliah nanti" ucap Bara.
"Aku pikir bukan hanya itu saja" ucap Dara
"Kamu memang sangat peka Ra, ya kau benar. Bukan hanya itu saja yang membuat Hadi sangat membenci kakak dan teman-teman kakak yang lain. Itu karena Cynthia, gadis paling cantik di kampus yang di sukai Hadi yang justru menyukaiku. Jadi Hadi lebih membenci ku lagi setelahnya" ucap Bara
"Kakak dan Cynthia itu pacaran?" tanya Dara namun respon Bara menggeleng.
"Tidak! Kakak tidak memiliki perasaan dengan wanita itu" ucap Bara
"Kenapa? Bukankah kata kakak dia wanita tercantik di kampus?" tanya Dara penasaran.
"Hmm, kakak akui jika dia memang cantik. Tapi cantik aja nggak cukup untuk membuat seseorang jatuh cinta. Terlebih kakak tidak suka sikap Cynthia, dia tidak tulus menyukai kakak" ucap Bara
"Dari mana kakak tahu dia tidak tulus?" tanya Dara
"Kakak tidak sengaja mendengar obrolan dia dengan sahabatnya, kalau dia mendekati kakak karena taruhan dengan temannya. Tak main-main, taruhannya adalah sebuah mobil" ucap Bara
"Dia tidak tahu kalau kakak dari keluarga Adi Raharjo?" tanya Dara
"Tidak, karena memang tidak di gembar-gemborkan kalau kakak anak dari keluarga Adi Raharjo. Hanya teman dekat saja yang tahu. Kalau dia tahu identitas kakak, dia pasti lebih gencar mendekati kakak" ucap Bara
"Kakak menyukainya?" tanya Dara
"No! Meskipun tidak ada taruhan itu pun, kakak tidak ada perasaan apa pun padanya" ucap Bara.
"Hmm aku ngerti" ucap Dara menganggukkan kepalanya.
"Ra, teman-temanku di kampus adalah penggemarmu dan Dimas. Mereka ingin bertemu dengan kamu, apa kamu keberatan?" tanya Bara
"Penggemarku? kan aku bukan idola kak" ucap Dara
Ia tidak mengerti kenapa teman kakaknya itu ngefans padanya, ia bukan artis. Kalau pada adiknya ia tidak heran karena sekarang Dimas jadi selebgram dan YouTubers terkenal yang memiliki followers jutaan. Tapi kalau padanya?
"Kamu emang bukan idola, tapi pesona kamu ngalahin semua idola dan artis lainnya. Video kamu yang masuk live streaming Dimas aja udah nembus 100 juta kali yang menonton, bahkan sekarang lebih dari itu" ucap Bara
"He-he itu nggak sengaja kak" ucap Dara terkekeh.
"Jadi mau nggak? Kalau kamu nggak mau, kakak juga nggak maksa kok" ucap Bara
"Nggak masalah, kapan emang?" tanya Dara
"Besok sore gimana?" tanya Bara
"Oke, kakak atur aja" ucap Dara
"Siap!!" ucap Bara
Kemudian keduanya mengobrol ringan sebelum mereka kembali pulang ke mansion.
....
Di tempat lain, salah seorang pria tengah menonton pemotongan lidah orang di depannya. Teriakan begitu pilu menggema di dalam ruangan.
Membuat empat orang lainnya di sana meringkuk ketakutan. Pria dengan jas hitam di depannya itu menatap tajam ke arah mereka.
Tentu saja mereka takut, karena pria di depannya adalah kaki tangan sang Hades, kepala geng ilegal Black Shadow. Yang terkenal dengan sebutan Rocky.
Setelah mereka menceritakan apa yang terjadi dan menerima hukuman cambuk. Rocky keluar dari ruangan gelap dan lembab itu menuju sudut bangunan yang terlihat megah dan bersih itu.
"Mereka berlima di bayar seseorang yang bernama Hadi untuk melumpuhkan seseorang yang bernama Bara, bos. Mereka di bayar 100 juta untuk melakukan itu" ucap Rocky
"Hmm lalu apa hubungan Bara dengan perempuan yang bersama dengannya?" tanya Bos penasaran.
"Mereka bilang tidak tahu, tapi mereka mendengar Pria bernama Bara itu memanggilnya dengan sebutan Dara. Lalu gadis yang di panggil Dara itu memanggil Bara dengan sebutan Kakak" jelas Rocky
"Dara? Nama yang cantik seperti orangnya" ucap bos yang di panggil hades itu tersenyum penuh makna.
"*Nama yang cantik seperti orangnya! Bos, bahkan kamu belum melihat wajahnya. Kan dia pakai masker, mana ketahuan cantik atau nggaknya, bos. Tapi harus aku akui, gadis bernama DARA itu sangat se*si dan juga hebat saat bertarung" ucap Rocky dalam hatinya*.
Rocky memang tidak melihat wajah Dara yang saat itu tengah berselfi ria. Tapi ia melihat kekuatan Dara dan juga bentuk tubuhnya yang terlihat Se*si itu, meskipun Dara tidak memakai pakaian terbuka.
"Jadi mereka berdua adik kakak?" tanya Hades
"Saya tidak tahu bos, tapi jika di lihat dari interaksi mereka berdua sepertinya begitu" ucap Rocky
"Hmm, sekarang kamu cari tahu tentang gadis itu!" ucap Hades
"Baik!" jawab Rocky
Saat keluar dari ruangan Hades, Rocky bergumam sendiri, bagaimana caranya ia mencari tahu tentang gadis itu. Sedangkan wajahnya saja ia tidak tahu.
Rocky kemudian menyuruh seseorang mencari tahu tentang Bara terlebih dulu. Baru nanti ia cari tahu tentang gadis itu.
....
"Baraaaaa!!!!!" teriak Revan dan Jefrey saat Bara dan Dara pulang ke mansion.
"Ada apa sih kak, kalian berdua kenapa berubah jadi toa sih, biasanya juga diem-diem bae" ucap Bara mengusap telinganya.
"Abis bawa kemana kamu adik kakak yang cantik ini hah?" ucap Jefrey
"Kemana aja, boleeehh.... awwsss awwwsss kak sakit" ucap Bara saat di jewer oleh kakak sulungnya itu
"Jewer terus kak, suruh siapa telepon kita nggak di angkat" kompor Revan
Dara yang melihat itu terkekeh, ia tahu jika itu bentuk kedekatan mereka sebagai kakak adik. Tapi ia tidak tahu jika mereka seheboh ini.
"Ra, jangan ketawa, tolongin kakak napa" ucap Bara meringis.
"Bawa kemana Dara tadi?" tanya Revan
"Lepasin dulu Napa, sakit kak" ucap Bara
Jefrey melepas jeweran di telinga adik somplaknya itu.
"Ajakin Dara ke taman kota" jawab Bara sembari cemberut
"Kenapa nggak jawab telepon kakak?" tanya Jefrey
"Mana aku tahu ada telepon, orang HP nya aku silent. Ya maaf nggak sengaja aku silent itu juga...." ucap Bara
"Ra, ikut kakak yuk!" Ajak Revan saat Jefrey dan Bara sedang asik berdebat.
"Kemana?" tanya Dara
"Ke....." ucap Revan terpotong karena teriakan Jefrey.
"Jangan mau Dek, kamu ikut kakak aja ya. Kita ke...." ucap Jefrey terpotong juga
"Ihh ikut-ikutan aja, kan aku duluan yang ngajakin Dara!" ucap Revan.
"Dara juga belum tentu mau jalan sama kamu, Dara maunya sama aku tuh" ucap Jefrey
"Pokoknya Dara jalan sama aku!" ucap Revan
"Aku...!!!"
Dara hanya melongo melihat kedua kakaknya ribut karena berebut untuk jalan dengannya. Lalu tiba-tiba ia di tarik dari samping, keluar dari mansion.
Menyadari Dara di tarik keluar, Revan dan Jefrey menoleh dan berteriak.
"Papaaaaaa!!!!! Mau di bawa kemana Dara!!!" teriak keduanya saat melihat Adnan membawa pergi putrinya.
Bara yang mendengar teriakan itu sontak menutup telinganya. Ia tidak menyangka kedatangan Dara menghebohkan mansion, bahkan dua kutub yang dulunya hanya diam saja, ini dari tadi sangat berisik berebut pergi dengannya.
...•••••••...