The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
200. Merasa nyaman



Sepeninggal Dara, Dimas dan yang lain bergabung dengan teman-teman di kelasnya. Sebelum berangkat semua Siswa di kumpulkan dan melakukan doa bersama.


Ketiganya pun memilih bangku yang bertiga hingga mereka bisa duduk bersama, mereka malas duduk terpisah, yang ada semua cewek berebut ingin duduk bersama salah satunya dari mereka.


"Kita nanti satu tenda kan?" tanya Ezio menatap kedua sahabatnya bergantian.


Jujur saja ia tidak terlalu paham dengan perkemahan ini, karena emang dia baru sekolah lagi setelah lama izin dan kurang update untuk masalah sekolah.


"Belum tahu, tapi gue sudah ajuin ke panitia sih kalau kita bisa satu tim dan tentunya satu tenda. Cuma kayanya ada satu orang lagi yang bakalan gabung bareng kita. Soalnya satu tenda buat empat orang" ucap Ryan.


"Waaahhh bener kata kakak, pikiran elu memang lebih maju satu langkah dari kita berdua Yan" ucap Dimas terkekeh.


"Ya harus, kalau nggak ya bakalan ribet. Kalian berdua otak doang yang pinter, sampe juara umum pula. Tapi kalau urusan begini an sering lupa" ucap Ryan menghela nafas.


"Kan kita punya calon manager terbaik di sini" ucap Dimas terkekeh.


Memang semester kemarin Dimas berhasil juara satu di kelas dan juga juara umum dari seluruh siswa di sekolahnya. Lalu Ryan harus puas di posisi dua, sedangkan Ezio di posisi ke lima. Namun mereka tidak ada yang merasa iri, justru semakin mempererat hubungan persahabatan mereka.


Tapi kalau urusan me-manage dan juga planning, Ryan memang tidak ada bandingannya. Ia memang The Real Next Top Manager.


"Eh lihat, itu cewek kayanya lihatin Mulu ke sini deh, apa cuma perasaan gue? Apa tuh leher nggak capek nengok ke belakang mulu?" ucap Ezio.


"Oh, itu si Firly kan? Yang ngejar-ngejar elu kan bro!" ucap Ryan menggoda Dimas. Sedangkan Dimas tidak menggubris sama sekali.


"Wih cantik juga itu Dim. Kenapa nggak genet aja" ucap Ezio


"Nggak tertarik suka-suka an gue. Ini kita masih kelas satu loh, gue masih bocil guys. Gue mau sukses dan mau bahagiain kakak gue dulu, masalah cinta-cintaan gue belum kepikiran" ucap Dimas.


"Yang bener? Kalau gitu tuh cewek buat gue aja gimana" ucap Ezio


"Terserah, kalau mau ya sok aja" ucap Dimas mengangkat kedua bahunya tidak peduli.


.....


Dara merebahkan badannya di kasur lipat di ruang keluarga dan terlelap di sana. Agam yang melihat nonanya tertidur berinisiatif mengambil selimut dan menyelimuti Dara.


Setengah jam kemudian Kai datang ke Star Mansion, Agam memberitahu jika nonanya tertidur di ruang keluarga.


"Kok Dara di biarin tidur di sini?" tanya Kai


"Saya tidak berani memindahkan nona ke kamar apalagi membangunkannya tuan muda" ucap Agam merasa tidak enak.


"Kalau begitu, biar aku yang bawa dia ke dalam kamar. Kamar Dara di mana ya Pak Agam?" ucap Kai.


"Di lantai tiga kamar sebelah kanan tuan muda" ucap Agam.


Agam tidak melarang Kai yang saat ini menggendong Dara ala bridal style. Karena Agam tahu kalau Kai adalah calon tunangan nonanya itu.


Kai membawa Dara ke kamarnya, Ia merebahkan tubuh kekasihnya itu ke tempat tidur. Melihat Dara yang sangat nyenyak, Kai pun melepaskan sepatu miliknya dan ikut merebahkan tubuhnya di samping Dara dan memeluknya


Sampai hari sudah gelap, Dara terbangun karena suara ketukan pintu. Agam memanggil keduanya karena sudah waktunya untuk makan malam.


Dara yang terbangun terkejut mendapati tangan kekar Kai memeluknya. Ia bingung kenapa bisa Kai ada di sampingnya? Apakah tidurnya terlalu nyenyak? Tapi Dara memiliki tingkat kepekaan dan refleks yang cepat, jadi kemungkinan besar ia akan bangun saat mendengar sesuatu atau merasakan bahaya. Tapi kali ini tidak.


Apa alam bawah sadarnya tahu jika itu Kai yang tak lain adalah belahan jiwanya. Atu ia tahu kalau Kai hanya ingin membantunya untuk tidur lebih nyaman, juga percaya Kai tidak akan melakukan hal yang buruk. Hingga ia masih terlelap dan tidak sadar jika ia sudah di pindahkan ke kamar.


"Kau sudah bangun?" tanya Kai dengan suara berat dan serak khas bangun tidur, sungguh sangat se*si di telinganya.


"Hmm, ayo bangun. Mandi atau cuci muka terus kita makan malam" ucap Dara, Kai mengangguk.


Kai memutuskan untuk cuci muka, karena itu ia sudah mandi sebelum berangkat ke Star mansion. Sedangkan Dara memutuskan untuk mandi.


Kai terlebih dulu keluar kamar saat Dara hendak mandi, ia pun menunggu di lantai bawah.


"Nona di mana tuan muda?" tanya Agam.


"Baru bangun, ia sedang mandi" ucap Kai


Agam mengangguk, ia sama sekali tidak berani mencampuri urusan majikannya. Meskipun ia hanya orang luar dan kurang dari satu tahun kenal, tapi Agam tahu sifat Dara. Jadi ia percaya Dara dan Kai tidak akan melakukan hal yang di luar batas, meskipun keduanya sepasang kekasih.


"Mau tunggu di sini atau di meja makan saja tuan muda?" tanya Agam.


"Di sini aja Pak" ucap Kai yang di angguki oleh Agam.


"Pak Agam ikut ke kota S nanti?" tanya Kai


"Pas nona dan tuan muda tunangan?" tanya Agam


"Hmm" ucap Kai sembari mengangguk.


"Iya tuan muda, tapi nanti saya menyusul ke sananya dengan Tuan muda Dimas, Ryan dan juga Alan sehari sebelum tunangan" ucap Agam.


"Dimas dan yang lain nggak ikut sekalian pas Dara berangkat ke sana?" tanya Kai


"Mereka harus sekolah, Alan juga hanya di izinkan tiga hari. Jadi kami putuskan untuk berangkat hari Jumat, sehari sebelum acara pertunangan di mulai" ucap Agam


"Kalau begitu bareng saha saja Pak, tidak usah pesan tiket pesawat. Nanti pakai jet pribadi ku saja. Kebetulan aku juga ke kota S pada hari jumatnya" ucap Kai


"Apa tidak merepotkan Anda tuan muda?" tanya Agam lagi.


"Tidak sama sekali" ucap Kai menggelengkan kepalanya.


"Baik, terimakasih banyak tuan muda" ucap Agam tersenyum.


Tak lama Dara turun dan keduanya makan malam bersama di star Mansion.


....


Pagi harinya, Kai sudah menjemput Dara. Hari ini mereka sepakat akan pergi ke tempat anak buah Flo berada. Mereka tidak hanya berangkat berdua, tapi bertiga dengan Flo, karena hanya Flo yang tahu tempat anak buah ah bukan anak buat, tapi pasukan elite milik Flo.


Setelah siap, keduanya pun masuk ke dalam mobil yang di kendarai oleh Flo. Mobil mewah itu pun berjalan menuju ke barat daya ibukota.


"Apakah mereka sudah tahu tentang kedatanganku Flo?" tanya Dara


"Sudah nona dan mereka semua siap untuk bertemu dan menguji kekuatan yang mereka miliki saat ini" ucap Flo.


"Baiklah ayo kita lihat seberapa hebat orang-orang yang berhasil kamu cari" ucap Dara tersenyum.


...••••••••...