The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
326. Pernikahan Manda-Nathan



Jam 10 malam, Kai sudah menjemput Dara, Dimas, Shine dan baby Langit di apartemen Manda. Mereka berempat langsung pulang ke Star Mansion malam ini dan menginap di sana. Sedangkan Flo akan menginap di apartemen sahabatnya itu.


"Shine, kamu bawa Baby Langit ke kamarnya, kamu juga istirahatlah sudah malam. Nanti pagi-pagi harus sudah bangun dan ke tempat pernikahan Manda" ucap Dara


"Baik" jawab Shine


Dara dan Kai mencium kening Baby langit yang tertidur. Lalu setelahnya di bawa ke kamar khusus Baby Langit yang berada di samping kamar Dimas. Sedangkan Shine malam ini tidur bersama Baby Langit dan menjaganya.


Kai dan Dara kembali ke kamar utama, karena akan membahas hal penting mengenai kejadian sore tadi.


"Apa itu sesuai dengan yang aku pikirkan bang?" tanya Dara yang sejak tadi menahan diri untuk tidak bertanya, karena situasi dan kondisi nya tidak memungkinkan.


"Hmm, aku pikir dia merupakan aliran yang sama dengan King Lintang dan Braja" ucap Kai


"Dia masih hidup di cincin ruang milik Abang kan?" tanya Dara, Kai pun mengangguk.


"Aku sudah minta Flo untuk meminta anggota GOD mengawasi tempat itu, kalau ada pergerakan di sana mereka bisa tahu dan langsung mengambil tindakan" ucap Kai.


"Abang bener dan cepat ambil keputusan, bangga deh aku" ucap Dara dengan mengecup bibir sang suami singkat.


Tentu saja melihat Dara berinisiatif untuk menciumnya lebih dulu, Kai tidak menyia-nyiakan hal itu. Dan akhirnya terjadilah ciuman panjang berunjung pembuatan calon adik Langit.


....


Ballroom Hotel Hori, Hotel milik keluarga Horison yang tak lain hotel milik keluarga Nathan. Tempat di mana kedua mempelai melaksanakan pernikahan mereka.


Kini Manda terlihat sangat cantik dengan balutan gaun broken White dengan Payet kristal Swarovski dengan belahan dada yang tidak terlalu rendah. Gaun itu juga buatan mama Hesti, yang merupakan design kondang di negara ini.


Semua tamu bergantian mengucapkan. Selamat dan melakukan foto bersama untuk kenang-kenangan.


"Selamat menempuh hidup baru Manda, Nathan" ucap Dara dan Kai tersenyum dan menyalami keduanya.


"Mat... Mat..." celoteh Langit yang berada di gendongan Kai. Mencoba mengikuti ucapan kedua orang tuanya itu, membuat semuanya gemas.


"Makasih Dara, Kai, makasih juga sayang. Kamu sangat lucu" ucap Manda menahan tangisnya saat mencium kedua pipi gembul Baby Langit.


Nathan yang paham jika istrinya merindukan putranya dan tidak bisa leluasa, apalagi dalam hati Manda ingin pesta pernikahannya juga menjadi pesta untuk Baby Langit.


Tapi karena banyak tamu undangan dan juga kedua orang tua dari kedua belah pihak yang ada di kanan kiri mempelai, takut membuat kecurigaan. Jadi Nathan berinisiatif menggendong Baby Langit dari tangan Kai.


"Aigo, baby Langit menggemaskan sekali kamu sayang, om Nathan mau gendong dong kangen nih" ucap Nathan.


"Tan..Tan.." celoteh Langit


"Om Nathan sayang" rapat Nathan yang tidak begitu menyukai orang memanggilnya dengan sebutan Tan. Bahkan biasanya ia ribut dengan Rafael yang suka jail memanggilnya begitu.


"Tan..Tan.." ucap Langit lagi


"Panggil Om Nath ya, jangan Tan-tan. Om bukan aplikasi Tantan apalagi setan" ucap Nathan membuat semua orang cekikikan.


Kedua orang tuanya juga tidak melarang Nathan mengendong Baby Langit, meskipun masih banyak tamu yang ingin bersua foto. Namun mereka agak sungkan melarang, mengingat jika Baby Langit adalah anak dari Kai.


Seluruh keluarga besar yang memiliki kekerabatan dengan keluarga Narendra, tahu kalau Dana Langit Narendra adalah cucu pertama Keluarga Narendra.


Meskipun mereka bingung karena keduanya baru menikah dua bulan yang lalu itu langsung memiliki anak berusia 3 bulan.


Namun mereka tidak berani berkomentar apalagi menyebarkannya ke dunia luar, meskipun di dalam hati mereka mengira jika Baby Langit adalah anak di luar nikah keduanya.


Tapi siapa yang berani mencoba cari perkara dengan kedua keluarga terkuat di negaranya itu. Di tambah dengan jabatan Kai di kemiliteran dan juga Dara yang merupakan ketua dari perusahaan yang besar.


Bahkan omset Perusahaan Dara kini menyaingi perusahan keluarga besar di ibukota, meskipun perbedaannya hanya karena keluarga besar lainnya memiliki sejarah panjang di negara ini, dan Dara merupakan pendatang baru namun sudah sangat sukses.


....


Setelah setengah jam Baby Langit ada di atas pelaminan, kini bayi gembul itu kembali ke gendongan Shine dan duduk bersama Kai, Dara, Bara dan yang lainnya.


Bara datang? Tentu saja ia datang kerena ingin menemani sang pujaan hati, Shine. Apalagi keduanya sudah resmi memiliki hubungan sejak beberapa hari yang lalu.


Shine memutuskan untuk mencoba menerima cinta Bara, setelah melihat betapa gigihnya Bara berjuang untuk mengambil hatinya. Setelah jadian mereka pun harus LDR karena Bara masih harus menyelesaikan kuliahnya di kota S yang merupakan tahun akhir kuliah.


Bara juga janji akan selalu datang ke Ibukota saat hari liburnya. Setidaknya sebulan dua kali ia akan berkunjung ke ibukota untuk mengapel ke sang pacar.


"Coach, semuanya sudah di bereskan!" ucap salah seorang pelayan yang sebenarnya adalah salah satu anggota GOD yang menyamar dan mengamankan jalannya pernikahan Manda.


"Kerja bagus! Lempar bajingan itu ke Zeta!" ucap Flo menyeringai tipis.


Lingga yang duduk di sampingnya mendengar semuanya meskipun calon istrinya itu berbicara dengan berbisik pelan.


Tidak Flo sadari jika calon suaminya itu kini sudah resmi menjadi seorang kultivator, semenjak sebulan yang lalu. Bahkan ia sudah berada di tingkat body tempering level senior.


"Siap nona, dan ada informasi lainnya coach" ucapnya lagi


"Katakan!" ucap Flo.


"Ada seorang pria yang sejak tadi selalu melihat ke arah anda" ucapnya membuat Flo menaikan sebelah alisnya.


Sedangkan Lingga? Jangan di tanya! Ia mengepalkan tangannya saat mendengar ada pria lain yang terus menatap calon istrinya itu.


"Hmm? Siapa?" tanya Flo.


"Arah jam tiga coach" ucapnya lagi membuat Flo dan Lingga kompak menoleh, meskipun Lingga hanya melirik lewat ekor matanya.


Flo mengeryitkan keningnya saat pandangan matanya bertubrukan dengan seseorang, yang tak lain adalah Zayn. Pria itu kini tersenyum dan mengangkat gelas di tangannya ke arah Flo.


Flo hanya menatap datar dan mengalihkan pandangannya kembali ke meja, ia sama sekali tidak menggubris adanya pria itu.


"Kenapa dia bisa masuk ke sini?" tanya Flo


"Saya sudah menyelidikinya, dan ternyata perusahannya baru-baru ini memiliki kerja sama dengan perusahaan Horison, Perusahaan ayah tuan muda Nathan. Jadi dia juga merupakan tamu undangan Keluarga mempelai" ucapnya


"Biarkan saja di selagi orang itu tidak membuat masalah, kamu awasi semuanya. Jangan sampai ada yang berbuat onar di pernikahan sahabatku" ucap Flo


"Baik coach" ucapnya lalu pergi melakukan tugasnya lagi.


Saat tengah menikmati kue di depannya, tangan kirinya di genggam erat oleh Lingga membuat Flo menoleh.


"Kenapa?" tanya Flo


"Aku juga mau, aaa..." ucap Lingga membuka mulutnya, Flo tersenyum tipis dan kue yang hendak masuk ke mulutnya itu kini berpindah ke mulut Lingga.


"Enak?" tanya Flo lembut


"Enak, apapun jika itu darimu pasti enak" ucap Lingga tersenyum.


"Jiah, nih anak satu malah tebar keromantisan" ucap Rafael


"Iri bilang bos, kan itu ada Alice minta suapin juga Sono" ucap Lingga yang justru makin dekat dengan Flo dan memeluknya. Seolah meledek Rafael yang mendengus kesal, karena Alice tengah kedatangan tamu meteor yang memang sedang sensitif dan tidak bisa dia ajak manja-manja an.


TAK!!!


"Awwss..." Lingga meringis saat kepalanya kena timpuk.


"Inget batesan Lingga!" ucap seseorang yang sangat familiar. Lingga menoleh sembari tersenyum kaku sedangkan yang lain terkekeh geli termasuk Flo.


"He-he, mama... Dikit doang kok mah" ucap Lingga, melihat sang mama ada di belakangnya dan segera melepas pelukan tangannya dari pinggang Flo.


"Nggak ada! sabar dikit napa Ga, kan sebulan lagi nggak lama" ucap Sarah mengoceh


"Sebulan itu lama mah" ucap Lingga.


"Lama dari Hongkong! Udah ah, mama kesini mau ajak Flo ketemu sama temen-temen mamah. Mama mau kenalin calon mantu mama yang cantik dan luar biasa ini ke mereka. Ayo sayang ikut mama" ucap Sarah


"Iiihh mah, apaan sih malah bawa Flo" ucap Lingga mencak-mencak sendiri saat Flo berhasil di bawa Mama-nya.


Yang lain tertawa melihat Lingga yang heboh sendiri dan tiba-tiba galau karena Flo di sabotase mamanya sendiri.


"Sabar..." ucap Kai menepuk bahu sepupunya, Karena ia tahu apa yang di rasakan Lingga.


...•••••••...